True Story - Aku Kembali Part 4

Keheningan malam seakan membelenggu-ku dalam rasa cemas yang begitu kuat. Berbagai ancaman dari suara misterius masih santer terdengar dari luar kamar.

Seperti besi yang berjatuhan, benturan benda tumpul pada dinding, hingga suara meja yang terseret dengan sangat kasar dari ruang tamu.

Namun yang membuat aku berpaling, saat kudengar lirih suara bergumam yang mencuat tepat di sampingku. Aku mengibaskan selimut, dan menoleh ke arah Rifaldy.

Sekejap aku tertegun mendapati tingkah lakunya yang sangat aneh. Dengan posisi terlentang, ia menjulurkan kedua lengannya seakan mencoba menepis sesuatu yang dari langit-langit kamar.

Merasa tidak nyaman dengan sikapnya itu, aku menarik lengannya, "Ngapain, si, lu!" Matanya terbelalak lebar meliputi wajah yang penuh ketakutan.

Ingin aku berteriak, namun aku tahu tak akan ada yang bisa mendengarnya. Kami seakan dipojokan oleh aura negatif yang sangat kuat, hingga ruangan ini terasa pengap dan panas.

Brrruuuukkkk!! Bruukk!! Brukk!!

Daun pintu yang terkunci rapat, bergetar dengan hebat, seakan ada sesuatu yang menghantamnya dari arah luar.

Baru kali ini aku tak bisa berpikir jernih, ingin rasanya aku membodohi diriku dengan akal sehat, namun. Isak tangis wanita yang terdengar sangat jelas, membuat keadaan semakin bertambah buruk.

Belum lagi gelagat tubuh Rifaldy yang masih bertingkah aneh, membuatku merasa murka. Andai saja aku tidak mengenalnya, sudah aku tutup erat wajahnya dengan sebuah bantal.

"Oi!! Sadar!!!" Aku menepuk lengannya dengan emosi, agar merubah fokus matanya yang selalu menatap langit-langit kamar, bahkan nyaris tak berkedip.

Aku terkesiap lalu mempertajam pendengaran ini, saat terdengar samar suara wanita yang memanggil namaku dengan nada panjang dan sangat halus.

Dennniiiiii!!!

Deeeenniii!!!

Suara yang terus memanggil namaku terdengar semakin mendekat. Aku tak kuasa membayangkan sosok wanita yang terkadang menangis tersedu dan kini menjerit memanggil namaku.

"Si-siapa?" lantang-ku, penuh keraguan, "siapa ...!" Aku merasa terlalu bodoh untuk menanyakan hal itu. Faktanya tidak ada orang lain di rumah ini, selain aku dan Rifaldy.

Srreekk... srrekkk...

Lagi-lagi suara aneh kembali berbisik pada daun telingaku. Kini lirih gesekan dari sebuah sapu Lidi terdengar jelas dari pekarangan depan. Entah apa yang mereka inginkan.

Aku tak sanggup berpikir apa-apa lagi, yang bisa aku lakukan hanya menutup telinga dengan kedua telapak tangan. berharap bisa mengabaikan suara-suara yang sangat memalukan ini.

***

Duuggg..!! Duggg..!! Duggg..!!

Duuggg..!! Duggg..!! Duggg..!!

Suara ketukan kuat pada pintu kamar, terdengar begitu mengganggu, membuatku mengerutkan ke-dua alis.

"Mas ... Mas ..." lantang seorang Pria, ia terus mengetuk daun pintu kamar tanpa henti.

Duuggg..!! Duggg..!! Duggg..!!

"Adohhh!—"Aku menggaruk kepala gemas, "Iya! Iya! Tunggu ...."

Aku yang mulai tersadar melirik jam dinding, nampak sudah pukul enam pagi dan sepertinya itu para pekerja yang sudah tiba di rumah Loji.

Duuggg..!! Duggg..!! Duggg..!!

"Mas ...."

Aku menyikapi selimut, "Iya, ia sabar!" lalu beranjak dari tempat tidur.

Dengan mata sayup aku membuka pintu depan, dan terlihat seorang pria kekar sedang berdiri tegap dengan senyum menyambut.

"Maaf mengganggu, ya, Mas." tutur mang Tohir, "abis pintu gerbang terbuka lebar saat saya datang tadi. Saya kira sudah pada pulang," lanjutnya.

Mendengar apa yang diucapkan mang Tohir, mengingatkanku bahwa semalam aku lupa untuk menggembok kembali gerbang depan.

"Gara-gara Mamang pulang buru-buru!" kilahku, dan ia tertawa halus.

"He-he-he ... Maaf, Mas .... Ya, sudah saya permisi dulu, mau lanjut kerja, Mas," kata Mang Tohir.

"Oya, Mang ... Cerita nggak sama keluarga Rifaldy kalau bahan bangunan kurang?"

Mendengar itu, mang Tohir menepuk keningnya, dan berseru, "Aduuh! Saya lupa, Mas."

"Nanti buat laporannya aja, Mang. Biar saya yang sampaikan ke pak Ferdy," sahutku, sambil mengecek mata.

Mang Tohir menaikan satu lengan dan hormat ke arahku. "Siap! komandan," serunya, nampak sengat bersemangat di pagi hari ini. "Saya permisi dulu Mas," lanjutnya, lantas pergi.

Aku menghela nafas dan menoleh ke arah Rifaldy yang masih tertidur pulas, "Rif, Rif. Udah pagi, nah, balik nggak?" kataku, menggoyangkan bahu Rifaldy agar terbangun.

"Hmm ...." gusar Rifaldy, justru menepis lenganku.

"Yeh! balik kaga?" tambahku, namun diabaikan Rifaldy yang kembali terlelap.

Mengingat apa yang terjadi padanya tadi malam, besar kemungkinan Rifaldy begitu lelah, entah berapa jam ia mematung hingga kembali tertidur. Mungkin sebaiknya aku membiarkan Rifaldy beristirahat, hingga ia puas.

Aku segera mengambil perlengkapan mandi, dan bergegas menuju toilet, untuk bersiap kemabli ke rumah Rifaldy yang berada di Gg. Rantai.

"Pagi Mas," sapa seorang pekerja yang tengah duduk di kursi ruang tamu.

Aku membalas senyumnya, "Ngopi dulu Mang ... biar seger!" balasku, sambil menutup kembali pintu kamar dari luar.

"Ini sudah, Mas," jawabnya, menyodorkan secangkir kopi, "Kalau mau saya buatkan, Mas?"

"Nggak perlu, Mang. Saya bisa buat sendiri, kok" Aku pun berlalu dari ruang tamu, untuk segera pergi ke toilet.

"Oya, Mas!" Aku berbalik pada mang Tohir yang sedang membuka pintu samping. "Pak Ferdy jadi tidak mengirim Sement hari ini? Soalnya, si, Enggko Material sudah telpon terus," jelas mang Tohir dari bibir pintu sebelah kiri yang menuju lahan parkir.

"Duh, kalau itu saya malah belum dapat info dari pak Ferdy, Mang. Coba nanti saya tanya lagi, deh."

"Oke, deh. Siap! Mas ... Nanti kabari saya, ya, Mas?" lanjut mang Tohir, aku hanya mengacungkan satu jempol ke arahnya.

Mungkin hari ini aku akan disibukan oleh berbagai macam urusan, mengingat banyaknya bahan bangunan yang sudah mulai kehabisan stok. Belum lagi, adik-ku yang hendak berkunjung ke sini. sebaiknya aku tidak membuang banyak waktu.

*****************

Bersambung ...

*****************

Untuk pembaca tercintaku ...

#Note:

Jumlah keseluruhan Chapter ada 46.

Namun aku sedang melakukan

revisi. Jadi, mohon maaf

jika Update sedikit lebih lama. 🙏

-Mohon maaf jika ada tutur kata yang kurang berkenan. 🙏

-Jika kalian suka dengan cerita ini, dukung kami dengan memberikan:

Vote dan komenter yang positif, selama masih ada permintaan,

cerita akan terus aku update.

-Terima kasih telah membaca,

semoga bisa menghibur dan

mengisi kekosongan waktu kalian.

-Sampai berjumpa lagi di-Episode berikutnya. 👋👏 secepat mungkin kami menyelesaikan lanjutannya. Insyaallah.

Terpopuler

Comments

Dafia Nuraini

Dafia Nuraini

Sdh tau dapet gangguan truus, ko gk peka....coba di bacakan ayat suci gt. Slh satu ruangan dipakai buat tempat ibadah sholat.

2020-01-15

8

lihat semua
Episodes
1 Opening & Perkenalan
2 Prolog
3 True Story - Rumah Tua Part 1
4 True Story - Rumah Tua Part 2
5 True Story - Malam Pertama Part 1
6 True Story - Malam Pertama Part 2
7 True Story - Interaksi Astral Part 1
8 True Story - Interaksi Astral Part 2
9 True Story - Malam Penuh Cemas Part 1
10 True Story - Malam Penuh Cemas Part 2
11 True Story - Malam Penuh Cemas Part 3
12 True Story - Malam Penuh Cemas Part 4
13 True Stroy - Menguji Mental Part 1
14 True Stroy - Menguji Mental Part 2
15 True Story - Menguji Mental Part 3
16 True Story - Aku kembali Part 1
17 True Story - Aku kembali Part 2
18 True Store - Aku kembali Part 3
19 True Story - Aku Kembali Part 4
20 True Story - Aku Kembali Part 5
21 True Story - Dia Adikku. Part 1
22 True Story - Dia Adikku Part 2
23 True Story - Dia Adikku Part 3
24 True Story - Dia Adikku End
25 True Stroy - Lawan Atau Kawan: Indigo Part 1
26 True Story - Lawan Atau Kawan: Indigo Part 2
27 True Story - Lawan Atau Teman: Indigo Part 3
28 True Story - Lawan atau teman: indigo part4
29 True Story - Lawan Atau Kawan: Indigo Part 5
30 True Story - Lawan Atau Kawan: Indigo Part 6
31 Author Kembali - Kabar baik dan kabar buruk
32 True Story - Lawan Atau Kawan: Indigo End
33 Penderitaan: Bab 1
34 POV Kevin: Penderitaan: Bab 2.
35 POV Kevin: Penderitaan: Bab 3
36 Pov Kevin: Penderitaan: Bab 4
37 Pov Kevin: Penderitaan: Bab 5
38 Pov Kevin: Penderitaan bab 6
39 Pov Kevin: Penderitaan Bab 7
40 POV Kevin: Penderitaan Bab End
41 Pov Kevin: Mengungkap Misteri Bab 1
42 Pov Kevin: Mengungkap Misteri Bab 2
43 POV kevin: Menggungap Misteri Bab 3
44 POV Kevin: Mengungkap Misteri Bab 4
45 Pov Kevin: Mengungkap Misteri Bab 5
46 Pov Kevin: Mengungkap Misteri Bab 6
47 Pov Kevin: Mengungkap Misteri Bab 7
48 Pov Kevin: Mengungkap Misteri Bab End
49 Pov Kevin: Perjuangan Terakhir Bab 1
50 Last Pov Kevin: Perjuangan Terakhir 2
51 Perjuangan Terakhir Bab 3
52 Perjuangan Akhir Bab 4 TAMAT
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Opening & Perkenalan
2
Prolog
3
True Story - Rumah Tua Part 1
4
True Story - Rumah Tua Part 2
5
True Story - Malam Pertama Part 1
6
True Story - Malam Pertama Part 2
7
True Story - Interaksi Astral Part 1
8
True Story - Interaksi Astral Part 2
9
True Story - Malam Penuh Cemas Part 1
10
True Story - Malam Penuh Cemas Part 2
11
True Story - Malam Penuh Cemas Part 3
12
True Story - Malam Penuh Cemas Part 4
13
True Stroy - Menguji Mental Part 1
14
True Stroy - Menguji Mental Part 2
15
True Story - Menguji Mental Part 3
16
True Story - Aku kembali Part 1
17
True Story - Aku kembali Part 2
18
True Store - Aku kembali Part 3
19
True Story - Aku Kembali Part 4
20
True Story - Aku Kembali Part 5
21
True Story - Dia Adikku. Part 1
22
True Story - Dia Adikku Part 2
23
True Story - Dia Adikku Part 3
24
True Story - Dia Adikku End
25
True Stroy - Lawan Atau Kawan: Indigo Part 1
26
True Story - Lawan Atau Kawan: Indigo Part 2
27
True Story - Lawan Atau Teman: Indigo Part 3
28
True Story - Lawan atau teman: indigo part4
29
True Story - Lawan Atau Kawan: Indigo Part 5
30
True Story - Lawan Atau Kawan: Indigo Part 6
31
Author Kembali - Kabar baik dan kabar buruk
32
True Story - Lawan Atau Kawan: Indigo End
33
Penderitaan: Bab 1
34
POV Kevin: Penderitaan: Bab 2.
35
POV Kevin: Penderitaan: Bab 3
36
Pov Kevin: Penderitaan: Bab 4
37
Pov Kevin: Penderitaan: Bab 5
38
Pov Kevin: Penderitaan bab 6
39
Pov Kevin: Penderitaan Bab 7
40
POV Kevin: Penderitaan Bab End
41
Pov Kevin: Mengungkap Misteri Bab 1
42
Pov Kevin: Mengungkap Misteri Bab 2
43
POV kevin: Menggungap Misteri Bab 3
44
POV Kevin: Mengungkap Misteri Bab 4
45
Pov Kevin: Mengungkap Misteri Bab 5
46
Pov Kevin: Mengungkap Misteri Bab 6
47
Pov Kevin: Mengungkap Misteri Bab 7
48
Pov Kevin: Mengungkap Misteri Bab End
49
Pov Kevin: Perjuangan Terakhir Bab 1
50
Last Pov Kevin: Perjuangan Terakhir 2
51
Perjuangan Terakhir Bab 3
52
Perjuangan Akhir Bab 4 TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!