Kejutan Dari Tuhan

Fatur mengalihkan pandangannya dari jendela, menatap wanita yang dari tadi setia mendengarkan isi hatinya. Fatur mendekati Astuti, memegang kedua pundak gadis itu, dan menatapnya lama. Suasana itu membuat sang gadis jengah.

"Jika aku bisa memutar waktu, aku tidak ingin dilahirkan ke dunia ini. Aku lebih ingin dimatikan saja saat masih dalam kandungan," kata Fatur dengan suara serak.

"Itulah yang sering umi katakan saat bertengkar dengan ayah. Aku dan adik-adikku merasa menjadi pelampiasan amarah umi yang terpendam pada ayah. Umi sering mengungkit-ungkit, kenapa aku dilahirkan. 'Kenapa tidak matikan saja kamu saat dalam kandunganku?' Itu kata umi setiap kali aku membangkang."

Fatur masih menatap Astuti intens, membelai rambut wanita itu perlahan. Setelah itu dia mengalihkan pandangannya, menjauh dari Astuti. Terdengar isakan tangis yang tertahan. Fatur menyandarkan dirinya ke dinding kamar.

"Sosok seorang ayah yang seharusnya menjadi pemimpin keluarga, tidak seharusnya memperlakukan anak dan istrinya dengan kejam. Bahkan yang menafkahi kami semua adalah umi. Ayah hanya numpang makan, meski dia sehat-sehat saja. Hanya malas menafkahi keluarganya. Hobinya hanya bikin onar, dan memalukan anak-anaknya." Fatur terdiam menundukkan kepalanya menatap lantai kamar.

"Aku selalu iri dan sedih ketika melihat keluarga bahagia dan harmonis. Aku berharap bisa berada di posisi mereka. Aku lelah dengan karma ini. Entah dosa apa yang aku lakukan di masa lalu hingga aku mendapat karma sejahat ini," ujar Fatur dengan suara penuh kesedihan.

"Aku masih ingat perlakuan ayah terhadapku dan Melinda yang tak pernah aku lupakan. Itu membuatku sangat membenci Hasan Bahri. Pertama, saat kepalaku dan Melinda diadu saat makan. Kedua, saat ayah sedang sholat, aku berlari dan duduk dihadapannya. Apa kamu bisa menebak apa yang terjadi?"

Astuti menggeleng tidak tahu. Fatur melanjutkan, "Dia menendangku. Saat itu aku masih berusia dua tahun. Karena malu, aku lari ke rumah nenek yang tidak jauh dari rumah kami."

"Apakah harus dia menendangku saat itu? Padahal aku tidak tahu apa-apa tentang sholat, atau apa yang dia lakukan saat itu. Sikapnya menggambarkan sosok ayah yang gagal." Fatur semakin frustasi, kini duduk bersandar di dinding kamar.

Astuti mendekati Fatur yang semakin dilanda kepiluan.

"Sudahlah Fat. Tidak usah meratap seperti ini. Lebih baik kau istirahat. Semoga esok harimu lebih cerah," ujar Astuti lembut membantu Fatur berdiri dan menuntunnya menuju ranjang. Dia segera membaringkan Fatur dan menyelimutinya.

Keadaan selalu tidak berpihak padanya. Betapa terkejut dirinya, dia hanya membisu, terdiam sejenak. Memikirkan apakah yang baru saja dia lihat adalah kenyataan atau hanya halusinasi. Perlahan Fatur mendekati tulisan itu: "Rumah ini telah dijual," terpampang jelas di depan pintu rumahnya. Fatur semakin berang, tidak habis pikir kenapa hidupnya bisa hancur seperti ini? Semua yang dia miliki, satu per satu telah meninggalkannya tanpa sisa. Otaknya berpikir keras, memikirkan ketiga adiknya. Semakin sakit pikirannya dan jiwanya, memikirkan keberadaan mereka.

Fatur segera meninggalkan rumah itu, mencari keberadaan adik-adiknya. Namun semuanya sia-sia, dia tidak menemukan mereka.

"Ke mana mereka? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa yang sedang mereka perbuat dan di mana mereka tinggal?" Fatur semakin frustasi dan lelah.

Fatur duduk dipinggir jalan, dia terus saja melihat disekitarnya. Dia berharap akan ada keajaiban, menemukan adik-adiknya yang tak tau, rimbanya.

Lagi-lagi dia, menemukan kejutan yang luar biasa. Kejutan dari Tuhan, yang tidak terduga. Dia hampir tidak percaya, dengan apa yang dia lihat. Dia tersenyum kecut, kakinya melangkah, mendekati dua sejoli yang tengah kasmaran itu.

“Ayah, apa yang ayah lakukan disini?" Panggil Fatur, mencoba mengontrol amarahnya, yang tiba-tiba memuncak diubun-ubun. Yang dipanggil langsung menoleh, keduanya langsung menunjukkan wajah keterkejutannya.

“Siapa perempuan ini yah?" mata Fatur menatap sosok wanita itu tajam. Dadanya naik turun, menahan sesak, tangis dan amarah.

“Aku bisa menjelaskan semua ini Fat. Ini semua tidak seperti yang kau lihat..." ujar Eva tiba-tiba meraih tangan Fatur. Respon Fatur, membuat kening Eva berkerut. Tanpa diduga, Fatur melepaskan tangannya dengan kasar.

“Aku tidak bertanya padamu! Jadi, tidak usah menjelaskan apapun. Lebih baik kau diam!" ujar Fatur ketus, tatapan dinginnya menembus relung hati Eva.

Tatapan Fatur, seakan-akan ingin merobek apa saja. Membuatnya bergidik ngeri. Eva mundur beberapa langkah kebelakang. Kedua kakinya bergetar ketakutan. Rasanya dia ingin berlari jauh dari iblis itu. Fatur bisa saja berubah bak seorang iblis dalam hitungan detik ketika dia marah. Laki-laki berdarah dingin itu, bukan sekali dua kali suka berbuat onar dikampus, ataupun diluar jam kampus. Sudah banyak korban-korban kebiadabannya berakhir dirumah sakit, berbulan-bulan koma. Bahkan ada juga yang hampir saja meninggal dunia. Untung saja, beberapa orang datang melerai. Jadi, kematian dihari itu tertunda. Fatur mengeram, mengepal kedua tanggannya. Siap menghantam siapa saja yang membuat kerusakan dikeluarganya. Melihat situasi semakin mencekam, Eva memberanikan diri mendekati Fatur, yang terlihat sangat marah. Eva membelai tangan Fatur mesra.

"Kita bisa bicarakan baik-baik, Fat. Tidak usah marah-marah, apalagi harus melakukan kekerasan. Tidak baik." Eva berujar dengan lembut.

“Diam kau! Aku tidak punya urusan denganmu!" Sembur Fatur geram, mukanya memerah. Sebagai tanda sebentar lagi amarahnya akan terlampiaskan tanpa terkendali. Fatur mendorong Eva hingga terjerembab jatuh.

“Aku hanya memiliki urusan dengan dia..." Fatur menunjuk sang ayah, dengan satu jarinya. Hasan ingin membantu Eva yang terjatuh. Namun terhenti, akibat ancaman Fatur.

“Tidak sepantasnya anda membantu wanita simpanan itu. Jika anda, membantunya berdiri. Saya pastikan mungkin hari ini, adalah hari terakhir anda hidup didunia." teriak Fatur marah. Mengancam ayahnya. Seakan-akan dia ingin sekali memberi tahu kesemua orang. Kalau saat ini, dia ingin melampiaskan amarahnya kepada siapa saja.

“Jawab pertanyaan saya, siapa perempuan ini?" teriak Fatur lagi.

Rasanya dia telah hilang kesabaran, menghadapi drama dikeluarganya. Ingin rasanya, dia mengakhiri semuanya. Meluapkan semua amarah, dan membunuh siapa saja yang mencoba menghalanginya.

“Siapa dia ayah?" akhirnya kata-kata Fatur melunak, mengingat yang ada dihadapannya itu adalah ayahnya sendiri.

“Dia pacar ayah," hati Fatur makin mendidih mendengar ucapan sang ayah. Sebegitu gampangnya dia mengucapkan kata itu, sedangkan disisi lain, banyak hati yang tersakiti disebabkan ulahnya. Fatur semakin geram, mencoba mengontrol hatinya yang semakin merana. Dikhianati sekaligus oleh dua orang yang berarti dihidupnya. Kekasih, dan ayahnya sendiri.

Fatur tertunduk geram, lagi dan lagi dia mencoba mencerna semua apa yang terjadi. Saat itu, dia merasakan titik kelemahannya, telah hancur berkeping-keping, seperti debu yang bertebaran. Fatur tersenyum, mengangkat wajahnya dengan dingin. Maju beberapa langkah kedepan, mendekat didepan sang ayah.

“Sungguh tega sekali anda. Anda mengkhianati istri, dan anak-anak anda sendiri, demi perempuan ini..." Fatur menatap mata sang ayah intens, tanpa berkedip sedikit pun. Kontak mata itu, membuat sang ayah jengah dan memalingkan wajahnya dari putra sulungnya itu.

“Tatap aku ayah! Fatur mendekati ayahnya. Kini jarak mereka, semakin dekat.

“Apa ayah takut? Fatur tersenyum getir.

“Apa yang ayah takut kan? Apa ayah takut dengan dosa-dosa ayah? Dikejar-kejar dosa, mungkin?" cecar Fatur.

“Dan sungguh diluar dugaan. Tidak menyangka, kau bisa melakukan hal sekeji ini, demi harta dan tahta. Rela menjadi simpanan suami orang. Kau telah menghancurkan, keluargaku dan kau akan segera mendapat balasan, dengan apa yang kau perbuat. Berani bermain-main denganku, berani juga menanggung akibatnya”

Secepat kilat tangan Fatur, telah meninju wajah Eva cukup keras. Hasan histeris melihat kekasihnya itu, langsung ingin membantunya. Namun tanpa diduga, tinju mematikan itu juga, hinggap diwajah tua itu.

“Mulai hari ini, aku berhenti menjadi putramu, dan tidak pernah sudi punya ayah sepertimu. Jika nanti anda sudah tua, tidak lagi bisa berdiri dan mencari makan sendiri. Jangan pernah mencari kami lagi, minta bantuan lah dengan wanita simpanan ini..." Fatur menatap wajah Eva marah.

“Dan juga kepada anak kalian nanti. Jika kalian memiliki anak. Semoga hubungan kalian baik-baik saja, sampai maut memisahkan." sambung Fatur lagi. Fatur menyungging senyum. Senyum kepalsuan, padahal hatinya sakit, merana dan kecewa.

“Oh ya. Aku peringatkan, kalian berdua! Jika ingin hidup kalian, aman dan bahagia. Jangan pernah memunculkan diri, dihadapanku apalagi keluargaku! Ingat dan pahami! Jika ingkar, siapa saja akan mati, jika berani menampakkan diri!" Fatur berujar, tersenyum sinis menatap dua insan itu.

Tak terduga, tinju untuk kedua kalinya, kembali didapatkan oleh keduanya. Setelah melampiaskan amarahnya, dia melangkah pergi menghilang, dari pandangan kedua sejoli itu. Fatur melangkah dengan banyak pengharapan, yang akhirnya berakhir menyedihkan.

“Aku bersumpah, tidak akan membiarkan kalian hidup dengan tenang. Aku akan membuat hidup kalian menderita. Tunggu saja waktunya tiba, kehancuran akan datang. Selagi masih ada tetesan airmata umiku, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun bahagia. Siapa pun, yang memiliki hubungan dengan keduanya. Akan kubuat kalian menyesal, telah mempermainkan keluargaku dan akan berakhir tragis." ujar Fatur geram dalam diam.

Terpopuler

Comments

Serenarara

Serenarara

Hihh ngeri kali ucapannya.../Scare/

2025-03-25

0

lihat semua
Episodes
1 Akhir yang berdarah
2 Narapidana
3 Maladaptive daydreamer
4 Malam Petaka
5 Kejutan Dari Tuhan
6 Harapan Baru
7 Permulaan
8 Hiburan Malam
9 Membalas sang bayangan
10 Vonis
11 Pelakor yang tersakiti
12 Tunggu aku disana
13 Untukmu Astuti
14 Ayah yang gagal
15 Bui
16 Kau akan mati
17 Teror
18 Kehidupan yang terbalik
19 Mimpi Buruk
20 Hari-hari yang mencekam
21 Belancang
22 Permainan Akan Berakhir
23 Wanita Iblis
24 Penyelidikan
25 Teka teki
26 Cindai
27 Penyergapan
28 Dominasi
29 Lawan
30 Playing Victim
31 Raja Kegelapan
32 Fiko vs Eva
33 Terjebak di masalah yang sama
34 Sabotase
35 Bertemu dengan Fatur, adalah maut bagi mereka
36 Pertemuan
37 Gara-gara belacan
38 Harusnya aku
39 Jangan pernah lupa
40 Mengusik
41 Permainan baru saja dimulai
42 Prilaku terbaik didunia
43 Segenap Jiwa yang hilang
44 Manipulator
45 Asusila
46 Kejutan
47 Liburan ke Panti
48 Dukungan Fatur
49 Penjagaan ketat
50 Pembicara kedamaian
51 Propaganda
52 Berjuang demi kedamaian
53 Debat panas
54 Duta perdamaian
55 Baba yang terbaik
56 Kenapa kau begitu dingin?
57 Bukan siapa-siapa
58 Dia, bukan siapa-siapaku
59 Memanipulasi
60 Melindungi?
61 Porak poranda
62 Penjemputan obat-obatan
63 Cari Perhatian
64 Tengil
65 Calon Abang ipar
66 Badut-badut lumpur
67 Ketegangan di pengungsi
68 Demo
69 Serangan panik
70 Jatuh lagi
71 Capek, Tuhan
72 Kelinci gesit
73 Kami, ingin kamu pulang
74 Manusia Kelinci tidak tahu diri
75 Devil
76 Bantuan jalur udara
77 Penyerangan
78 Misteri kematian pak Hanif
79 Jejak berdarah
80 Luka di Bawah Langit Malam
81 Jejak Luka di Malam Kelam
82 Teror yang tak berhenti
83 Bayang-bayang kematian
84 Jejak darah di desa Pasir
85 Rahasia kematian di desa Pasir
86 Siapa yang membunuh Agus?
87 Benang Merah pembunuhan di desa Pasir
88 Siapa pria bermasker itu?
89 Malam panjang di desa Pasir
90 Rahasia kelam di desa Pasir
91 Di Jebak atau terjebak?
92 Tidak mau ambil resiko
93 Malam tanpa rumah
94 Jejak kematian di desa Pasir
95 Perdebatan tanpa Akhir
96 Sebuah Rencana
97 Satu bulan menuju kebenaran
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Akhir yang berdarah
2
Narapidana
3
Maladaptive daydreamer
4
Malam Petaka
5
Kejutan Dari Tuhan
6
Harapan Baru
7
Permulaan
8
Hiburan Malam
9
Membalas sang bayangan
10
Vonis
11
Pelakor yang tersakiti
12
Tunggu aku disana
13
Untukmu Astuti
14
Ayah yang gagal
15
Bui
16
Kau akan mati
17
Teror
18
Kehidupan yang terbalik
19
Mimpi Buruk
20
Hari-hari yang mencekam
21
Belancang
22
Permainan Akan Berakhir
23
Wanita Iblis
24
Penyelidikan
25
Teka teki
26
Cindai
27
Penyergapan
28
Dominasi
29
Lawan
30
Playing Victim
31
Raja Kegelapan
32
Fiko vs Eva
33
Terjebak di masalah yang sama
34
Sabotase
35
Bertemu dengan Fatur, adalah maut bagi mereka
36
Pertemuan
37
Gara-gara belacan
38
Harusnya aku
39
Jangan pernah lupa
40
Mengusik
41
Permainan baru saja dimulai
42
Prilaku terbaik didunia
43
Segenap Jiwa yang hilang
44
Manipulator
45
Asusila
46
Kejutan
47
Liburan ke Panti
48
Dukungan Fatur
49
Penjagaan ketat
50
Pembicara kedamaian
51
Propaganda
52
Berjuang demi kedamaian
53
Debat panas
54
Duta perdamaian
55
Baba yang terbaik
56
Kenapa kau begitu dingin?
57
Bukan siapa-siapa
58
Dia, bukan siapa-siapaku
59
Memanipulasi
60
Melindungi?
61
Porak poranda
62
Penjemputan obat-obatan
63
Cari Perhatian
64
Tengil
65
Calon Abang ipar
66
Badut-badut lumpur
67
Ketegangan di pengungsi
68
Demo
69
Serangan panik
70
Jatuh lagi
71
Capek, Tuhan
72
Kelinci gesit
73
Kami, ingin kamu pulang
74
Manusia Kelinci tidak tahu diri
75
Devil
76
Bantuan jalur udara
77
Penyerangan
78
Misteri kematian pak Hanif
79
Jejak berdarah
80
Luka di Bawah Langit Malam
81
Jejak Luka di Malam Kelam
82
Teror yang tak berhenti
83
Bayang-bayang kematian
84
Jejak darah di desa Pasir
85
Rahasia kematian di desa Pasir
86
Siapa yang membunuh Agus?
87
Benang Merah pembunuhan di desa Pasir
88
Siapa pria bermasker itu?
89
Malam panjang di desa Pasir
90
Rahasia kelam di desa Pasir
91
Di Jebak atau terjebak?
92
Tidak mau ambil resiko
93
Malam tanpa rumah
94
Jejak kematian di desa Pasir
95
Perdebatan tanpa Akhir
96
Sebuah Rencana
97
Satu bulan menuju kebenaran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!