Kehidupan yang terbalik

Dipenjara Fatur setelah menunaikan salat subuh, Fatur dan tahanan lainnyan bersiap untuk sarapan dikantin penjara. Sesekali Fatur juga masak didapur, memasak bersama petugas lainnya. Makanan yang tersaji salah satu hasil panen yang mereka tanam sendiri. Mereka makan dengan lahap.

Saat sarapan kegiataan mereka berlanjut berkebun ditaman penjara. Fatur dan teman-temannya ada yang menanam bibit bunga, ada juga yang sedang menyirami bunga-bunga yang sudah tumbuh besar.

Saat sudah selesai, mereka kembali ke sel. Fatur menerima tamu, dipenjara yang tak lain adalah uminya dan Agus. Mereka bercerita dengan riang dan sesekali Fatur tertawa cukup keras, saat Agus memberikan sebuah video untuk ditonton Fatur.

"Bagus, bagus... Nanti lakukan lagi dengan lebih seru..." tawa Fatur pecah.

Orang-orang disel melihat ada yang berbeda dari Fatur setelah ini. Setelah keduanya pulang, Fatur menenteng dua rantang masuk ke selnya dan makan bersama teman-temannya. Arlan menatap diam Fatur, melihat pria itu sangat bahagia dihari itu.

Sedangkan Arlan, merasa hidupnya hancur, beberapa hari ini dia terus mendapat masalah dirumahnya.

Sorenya mereka bermain bola dilapangan penjara. Mereka bermain dengan bahagia. Sorak-sorak kebahagian terpancar di wajah mereka. Fatur membawa aura positif di kalangan tahanan. Setelah selesai bermain bola, Fatur menuju perpustakaan penjara, dia membaca beberapa buku.

Saat magrib mereka kembali dikumpulkan mengerjakan sholat magrib. Kemudian mereka menghadiri pengajian kecil bersama tahanan lain. Di hari jumat, mereka bersama-sama sholat jumat dengan khusyuk. Dipenghujung pekan, mereka membuat kerajinan tangan dari anyaman, barang-barang bekas, ada juga melukis, bermain gitar dan lain sebagainya.

Semakin hari mereka semakin akrab, mereka sudah bisa menerima keadaan mereka masing-masing. Mereka mengangap penjara bukanlah akhir dari hidup, ada hari-hari yang lebih cerah menunggu mereka setelah bebas.

Begitulah kegiataan Fatur dipenjara. Fatur menikmati semua proses dipenjara menuju kebebasan.

Semakin hari hidup yang dilalui oleh Eva semakin berat. Teror-teror yang dialami membuat hidupnya berubah menjadi mimpi buruk. Setiap malah dia dihantui oleh bayang-bayang gelap yang muncul dirumahnya. Teror itu tidak hanya ada dirumah dia, tapi juga saat dia tidur dirumah teman-temannya dan itu membuat teman-temannya merasa terganggu. Terkadang enggan memberi Eva menginap dirumahnya.

Dia terus menemukan noda darah, pria berlumpur membawa cangkul hendak menyerangnya, wanita berpakaian putih, dan orang-orang seperti pocong terus menghantuinya. Teror tidak hanya sampai disitu saja, dia juga hampir setiap hari mendapatkan paket berupa ancaman. Eva makin terpuruk. Kini dia seperti orang gila beneran. Jarang mandi, pakaiannya pun jarang diganti, bahkan makan saja jarang. Karena tidak ada waktu untuk melakukan hal-hal seperti itu.

Sosok-sosok yang menerornya tidak memberikan dia melakukan hal itu. Saat dia melaporkan ke warga, semuanya lenyap seketika. Tidak ada bukti nyata yang bisa diperlihatkan ke warga.

Awalnya warga desa merasa kasihan pada Eva. Tapi lama lama-kelamaan, tanggapan warga hanya biasa saja. Cerita-cerita hantu, darah dan teror lainnya dianggap mengada-ada.

"Dia sudah gila..." ucap warga saat melihat Eva melintas di jalan desa, dengan tatapan panik dan rambutnya kusut seperti tak terurus.

Kadang tiba-tiba berteriak, menangis dan tertawa. Warga makin yakin, kalau Eva sudah gila. Terkadang beberapa warga memberinya makan, saat melihat kondisi yang memprihatinkan. Kini tubuhnya kurus, matanya cekung, sembab karena hampir tiap hari menangis.

Joni dan anak buahnya terus mengambil hasil panen dari kebun Fatur. Meraka hanya mengambil hasil panen, tanpa menanam kembali bibit-bibitnya. Sayuran segar, buah-buahan mendominasi hasil panen kebun Fatur. Hasil panen itu diangkut dan dijual di luar kota. Karena warga desa kompak tak mau membeli hasil panen tersebut. Mereka mengangap Joni dan kawan-kawannya mencuri hasil panen kebun Fatur, dengan cara memfitnah Fatur.

Sering kali para warga mengingatkan Joni dan kawan-kawannya untuk tidak mengambil hasil panen. Namun mereka bersikeras, tetap mengambil hasil panen itu. Jika ada warga yang menegur, pasti dimarahi dan berakhir dipukuli. Kini warga hanya diam, namun tak membeli hasil panen itu.

Namun, kini bukan hanya Fatur yang dirugikan, tapi juga Joni dan kawan-kawannya. Mereka dirugikan karena selalu mendapat teror, sehingga orang-orang yang mengambil hasil panen menjadi enggan bekerja, karena terus diteror. Bahkan tak jarang, anak buah Joni yang mengantarkan hasil panen itu di kabupaten kota, mendapat serangan dan teror.

Kini mereka sering mengalami serangkaian kejadian aneh saat memanen hasil kebun. Suara-suara mesterius sering kali mereka dengar, bisik-bisikan lembut, kadang terdengar seperti tangisan. Padahal kebun selalu kosong. Hanya mereka para pekerja yang sering datang. Terkadang alat-alat pertanian, berpindah secara misterius, mobil pengangkut hasil panen terkadang hilang secara misterius, di siram lumpur, tai kandang, dan lain sebagainya.

Awalnya Joni hanya mengangap itu lelucon, yang dibuat oleh pekerja. Namun makin hari, teror itu makin terlihat nyata.

Saat sore, saat mereka masih bekerja. Salah satu anak buah Joni merasakan ada yang menyentuh belakangnya. Dia menoleh, tapi tidak ada orang dibelakangnya. Anak buah Joni bergidik dan melaporkan itu kepada Joni

Namun Joni tidak percaya. Karena Joni tidak percaya dengan hal-hal mistis. Joni hanya tertawa merasa temannya itu hanya bercanda. Sampai akhirnya Joni melihat bayangan di balik pohon disamping kebun. Namun dia mencoba abai.

Hari berikutnya mereka menemukan kantong hasil panen, berisi lumpur, terkadang darah, dan juga berisi tai kandang, kadang-kadang bangkai ayam disertai surat-surat ancamannya. Mereka makin ketakutan, saat sosok-sosok menyeramkan muncul disaat menjelang sore dan malam. Sering kali mereka di teror sampai saat mereka pulang kerumah mereka masing-masing.

Desas desus menyebar dikalangan mereka, mungkin kebun itu ditunggui makhluk halus, atau dikutuk atau dijaga makhluk ghaib. Tapi keserakahan tertanam dijiwa Joni. Jika dia tidak memanennya, mereka tidak bisa menghasilkan uang banyak. Teror dikebun semakin menjadi-jadi, si Joni melihat bayangan wanita berambut panjang di tepi kebun, namun saat didekati malah menghilang, meninggalkan suara tawa, membuat bulu kuduk merinding.

Saat Joni dan teman-temannya enggan memanen, saat esok harinya sayur dan buah-buahan tetap dipanen orang mesterius. Disana juga terlihat, banyak lumpur dan darah. Namun anehnya, hasil panen itu tidak dijual. Tetapi, saat malam tiba, para warga dikagetkan dengan sekantong sayuran dan buah-buahan didepan rumah mereka, juga terdapat tulisan dikertas, "Fatur mengizinkan kalian mengambilnya." Desas desus itu kian menyebar.

Joni nampak kesal, dan dia tidak membiarkan ada yang memanen sayuran itu lagi. Dia dan teman-temannya kembali memanen dan berusaha mengabaikan berbagai teror.

"Kehidupan kini pun terbalik, orang yang masuk penjara malah bahagia, dan yang bebas dirumah malah makin menderita. Itulah adilnya duni." by author

Episodes
1 Akhir yang berdarah
2 Narapidana
3 Maladaptive daydreamer
4 Malam Petaka
5 Kejutan Dari Tuhan
6 Harapan Baru
7 Permulaan
8 Hiburan Malam
9 Membalas sang bayangan
10 Vonis
11 Pelakor yang tersakiti
12 Tunggu aku disana
13 Untukmu Astuti
14 Ayah yang gagal
15 Bui
16 Kau akan mati
17 Teror
18 Kehidupan yang terbalik
19 Mimpi Buruk
20 Hari-hari yang mencekam
21 Belancang
22 Permainan Akan Berakhir
23 Wanita Iblis
24 Penyelidikan
25 Teka teki
26 Cindai
27 Penyergapan
28 Dominasi
29 Lawan
30 Playing Victim
31 Raja Kegelapan
32 Fiko vs Eva
33 Terjebak di masalah yang sama
34 Sabotase
35 Bertemu dengan Fatur, adalah maut bagi mereka
36 Pertemuan
37 Gara-gara belacan
38 Harusnya aku
39 Jangan pernah lupa
40 Mengusik
41 Permainan baru saja dimulai
42 Prilaku terbaik didunia
43 Segenap Jiwa yang hilang
44 Manipulator
45 Asusila
46 Kejutan
47 Liburan ke Panti
48 Dukungan Fatur
49 Penjagaan ketat
50 Pembicara kedamaian
51 Propaganda
52 Berjuang demi kedamaian
53 Debat panas
54 Duta perdamaian
55 Baba yang terbaik
56 Kenapa kau begitu dingin?
57 Bukan siapa-siapa
58 Dia, bukan siapa-siapaku
59 Memanipulasi
60 Melindungi?
61 Porak poranda
62 Penjemputan obat-obatan
63 Cari Perhatian
64 Tengil
65 Calon Abang ipar
66 Badut-badut lumpur
67 Ketegangan di pengungsi
68 Demo
69 Serangan panik
70 Jatuh lagi
71 Capek, Tuhan
72 Kelinci gesit
73 Kami, ingin kamu pulang
74 Manusia Kelinci tidak tahu diri
75 Devil
76 Bantuan jalur udara
77 Penyerangan
78 Misteri kematian pak Hanif
79 Jejak berdarah
80 Luka di Bawah Langit Malam
81 Jejak Luka di Malam Kelam
82 Teror yang tak berhenti
83 Bayang-bayang kematian
84 Jejak darah di desa Pasir
85 Rahasia kematian di desa Pasir
86 Siapa yang membunuh Agus?
87 Benang Merah pembunuhan di desa Pasir
88 Siapa pria bermasker itu?
89 Malam panjang di desa Pasir
90 Rahasia kelam di desa Pasir
91 Di Jebak atau terjebak?
92 Tidak mau ambil resiko
93 Malam tanpa rumah
94 Jejak kematian di desa Pasir
95 Perdebatan tanpa Akhir
96 Sebuah Rencana
97 Satu bulan menuju kebenaran
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Akhir yang berdarah
2
Narapidana
3
Maladaptive daydreamer
4
Malam Petaka
5
Kejutan Dari Tuhan
6
Harapan Baru
7
Permulaan
8
Hiburan Malam
9
Membalas sang bayangan
10
Vonis
11
Pelakor yang tersakiti
12
Tunggu aku disana
13
Untukmu Astuti
14
Ayah yang gagal
15
Bui
16
Kau akan mati
17
Teror
18
Kehidupan yang terbalik
19
Mimpi Buruk
20
Hari-hari yang mencekam
21
Belancang
22
Permainan Akan Berakhir
23
Wanita Iblis
24
Penyelidikan
25
Teka teki
26
Cindai
27
Penyergapan
28
Dominasi
29
Lawan
30
Playing Victim
31
Raja Kegelapan
32
Fiko vs Eva
33
Terjebak di masalah yang sama
34
Sabotase
35
Bertemu dengan Fatur, adalah maut bagi mereka
36
Pertemuan
37
Gara-gara belacan
38
Harusnya aku
39
Jangan pernah lupa
40
Mengusik
41
Permainan baru saja dimulai
42
Prilaku terbaik didunia
43
Segenap Jiwa yang hilang
44
Manipulator
45
Asusila
46
Kejutan
47
Liburan ke Panti
48
Dukungan Fatur
49
Penjagaan ketat
50
Pembicara kedamaian
51
Propaganda
52
Berjuang demi kedamaian
53
Debat panas
54
Duta perdamaian
55
Baba yang terbaik
56
Kenapa kau begitu dingin?
57
Bukan siapa-siapa
58
Dia, bukan siapa-siapaku
59
Memanipulasi
60
Melindungi?
61
Porak poranda
62
Penjemputan obat-obatan
63
Cari Perhatian
64
Tengil
65
Calon Abang ipar
66
Badut-badut lumpur
67
Ketegangan di pengungsi
68
Demo
69
Serangan panik
70
Jatuh lagi
71
Capek, Tuhan
72
Kelinci gesit
73
Kami, ingin kamu pulang
74
Manusia Kelinci tidak tahu diri
75
Devil
76
Bantuan jalur udara
77
Penyerangan
78
Misteri kematian pak Hanif
79
Jejak berdarah
80
Luka di Bawah Langit Malam
81
Jejak Luka di Malam Kelam
82
Teror yang tak berhenti
83
Bayang-bayang kematian
84
Jejak darah di desa Pasir
85
Rahasia kematian di desa Pasir
86
Siapa yang membunuh Agus?
87
Benang Merah pembunuhan di desa Pasir
88
Siapa pria bermasker itu?
89
Malam panjang di desa Pasir
90
Rahasia kelam di desa Pasir
91
Di Jebak atau terjebak?
92
Tidak mau ambil resiko
93
Malam tanpa rumah
94
Jejak kematian di desa Pasir
95
Perdebatan tanpa Akhir
96
Sebuah Rencana
97
Satu bulan menuju kebenaran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!