Membalas sang bayangan

Semakin hari suasana rumah Hasan semakin mencekam, dihiasi teriakan, kekerasaan dan tangisan. Hasan semakin bersikap dingin pada Eva. Bahkan dia tidak menyapa sang istri saat makan bersama. Hasan selalu menatap sang istri penuh curiga.

Keesokan harinya, Hasan semakin berubah dingin terhadap Eva. Ia bahkan tidak menyapa istrinya saat sarapan, hanya menatapnya dengan mata penuh curiga. Eva menghela napas panjang.

"Bang, aku tahu kau masih marah. Tapi kita harus cari tahu tentang siapa yang mengambil barang-barang dirumah ini. Jika kita begini terus, kapan masalah ini bisa selesai? Ayo kita pikirkan bersama bagaimana cara menjebak orang itu."

Hasan mendengus sinis.

"Kau pikir aku bodoh? Bisa percaya begitu saja padamu? Aku akan cari sendiri siapa pelakunya. Ingat! Jika kau pelakunya, kau akan menanggung akibatnya."

Eva sangat sedih, dia meninggalkan suami makan sendiri. Dia tidak tahu lagi bagaimana cara membuat suaminya percaya.

Saat malam tiba, Eva duduk di kamar sendirian. Hasan dari tadi siang keluar dari rumah, hingga kini belum kembali. Eva menangis mengingat pernikahannya baru satu bulan, tapi rasanya kayak setahun. Hari terasa begitu lama. Apa karena dia menikmati hidupnya atau merasa menderita, makanya hari terasa begitu lama. Awal-awal pernikahannya begitu bahagia, namun kini semuanya terasa hampa.

Serangan orang asing.

Malam itu, nama Hasan Bahri menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dokumen yang di unggah Fatur menjadi viral. Menimbulkan berbagai spekulasi tentang masa lalu Hasan. Berita itu juga sampai ke Hasan. Dia membaca postingan itu dengan tangan gemetar.

" Siapa yang melakukan ini? Siapa yang berani melakukan ini?"

Di kos, Fatur menatap layar laptopnya dengan puas. Reaksinya persis seperti yang dibayangkan. Sang Devil kembali menyerang dengan mengirimi pesan kepada Hasan.

"Dosa-dosamu di masa lalu telah terungkap Hasan. Bersiaplah, akan kehancuranmu. Ini baru awal Hasan. Akhirnya juga akan lebih menyakitkan lagi." pesan itu terkirim. Fatur tersenyum puas.

"Akan ada masanya yang tertindas akan menindas." kirim Fatur lagi. Hasan mengepalkan tangannya. Ada rasa marah, takut, menguasai dirinya.

"Siapa kamu? Jangan bermain-main padaku! Jika berani datangi aku, kita bertarung satu lawan satu!" tantang Hasan membalas pesan tersebut. Fatur tersenyum sinis membaca pesan tersebut.

"Akan kupenuhi permintaanmu. Aku akan segera datang ke rumahmu!" balas Fatur. Membuat hati Hasan bergejolak.

Dia penasaran siapa orang yang selalu buat perkara dengannya.

Hasan semakin frustasi dengan kekacauan yang di buat orang asing tersebut. Eva merasakan sesuatu yang berbeda dari suaminya. Dia menyadari suaminya banyak berubah. Sering termenung dan marah-marah.

Saat Hasan telah tertidur di sofa karena kelelahan, Eva membuka ponsel suaminya. Dia melihat pesan dari orang asing tersebut. Eva mengerutkan keningnya.

"Siapa orang ini?" gumamnya. Membaca pesan itu membuatnya bergetar.

"Kenapa hasan tidak memberitahu soal ini?" lirihnya.

Eva kaget saat mendengar ketukan keras di pintu, terdengar tidak sabaran. Karena kaget dan ketakutan. Eva membangunkan suaminya. Sang suami yang merasa terganggu pun bangun. Dia juga kaget mendengar ada ketukan pintu yang keras. Dia diam sejenak sebelum berujar.

"Apakah dia sudah datang?" lirih Hasan. Dari wajahnya nampak kelelahan. Suasana menjadi tegang karena ketukan itu sudah hilang berganti dengan suara yang memanggil nama Hasan.

"Bagaimana kabarmu Hasan?" ujar suara itu dengan keras dan juga terdengar dingin. Hasan dan Eva hanya terdiam menatap di lorong rumah mereka sudah berdiri seorang yang memakai baju serba hitam dan memakai topeng.

"Aku sudah memenuhi permintaanmu Hasan! Ayo kita bertarung. Kita tunjukkan siapa yang akan menang!" suara dingin itu berubah menjadi dingin.

" Siapa disana?" Hasan memberanikan diri bertanya.

Fatur berdiri di ujung lorong, tidak jauh dari ruang tengah tempat Hasan duduk.

"Bayang dosa-dosamu!" jawab Fatur dingin.

"Apa maksudmu? Apa mau mu? Jangan ganggu kami?" teriak Hasan bergema. Fatur hanya tertawa dengan keras.

"Aku adakah bayangan yang coba kau lupakan, tetapi tidak bisa hilang dari hidupmu."

Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya.

"Apa yang kau inginkan? Jika mau uang, akan aku berikan. Tapi tolong, jangan mengusikku lagi..." ucap Hasan bergetar.

Fatur kembali tertawa, "Uang? Sepertinya aku bukan hanya menginginkan uang, tapi juga kehancuranmu!" Fatur mendekati suami istri itu.

"Apa kesalahan yang aku perbuat padamu sehingga kamu menginginkan kehancuranku? Tolong jangan ganggu hidupku!" ujar Hasan memohon.

"Sebenarnya kau siapa?" tanya Hasan.

 Namun bukan jawaban yang dia dapatkan, tapi malah pukulan yang dia dapatkan. Eva histeris melihat suaminya dipukul. Dia berusaha menolong suaminya berdiri, dan dia juga melakukan penyerangan terhadap Fatur dengan memukul badan pria itu.

"Pergi kau dari sini... Jangan ganggu hidup kami!" teriak Eva.

Namun Fatur hanya tersenyum dan mendorong tubuh Eva. Saat Eva hendak menyerang, sebuah tamparan mengenai wajah Eva. Eva sangat kaget dan akhirnya diam. Dia menangis.

"Kau tidak hanya kasar pada orang yang lebih tua darimu. Tapi juga kasar dengan wanita. Dasar pria biadab!" serang Hasan hendak meninju Fatur. Namun Fatur mampu menghindar, dan menghajar pria tua itu hingga tak berdaya. Suami istri itu diikat. Lalu dia menjarah barang-barang yang bisa dia jual.

"Kau dah istrimu pantas mendapatkan itu." bisiknya sebelum meninggalkan rumah Hasan. Nampak dari dua wajah itu menyimpan dendam.

Hasan menggeram, mencoba melepaskan ikatan di tangannya. Matanya tajam menatap pintu yang terbuka, dimana Fatur keluar tadi.

"Tunggu aja pembalasanku!" bathinnya.

"Aku bersumpah akan membalasmu!" sambung Hasan dalam hatinya.

Saat sudah bisa melepaskan ikatan dan membuka ikatan istrinya, dia langsung keluar dari rumah. Mengas motornya, mengikuti motor Fatur yang sudah menjauh. Merasa ada yang mengikuti Fatur mencoba mencari jalan lain untuk mengelabui Hasan.

Eva dan Hasan berencana untuk membalas dendam, dan mencoba mencari tahu siapa orang asing itu. Eva dan Hasan bekerja sendiri. Mereka tidak bekerja sama untuk membalas Fatur. Karena Hasan masih bersikap dingin pada Eva.

Eva mencoba menganalisa sosok pria itu. Tinggi, besar badan dan suaranya. Dia mencoba mengingat siapa saja yang pernah bermusuhan padanya. Namun semakin dia berpikir, makin dia tidak mendapatkan jalan untuk mencari tahu siapa pria asing itu.

Siangnya Eva mencoba memasangkan cctv dirumahnya.

Serangan Fatur semalam membuat Hasan geram dan ingin membalas dendam. Hasan menyusun rencana untuk menjebak Fatur. Hasan mulai menyusun rencana. Ia ingin Fatur merasakan teror yang dia rasakan. Dia berniat harus menjebak pria asing itu. Hasan mengirim Fatur pesan. Dia memakai nomor baru.

"Jika kau pikir hanya kau yang bisa bermain, ayo kita bertemu dan kita selesaikan masalah ini. Jangan jadi pengecut berlindung dibalik topengmu itu. Aku tahu siapa kau. Lebih baik kau temui aku sekarang!" Hasan mengirimi Fatur pesan.

Dengan cepat Fatur membalas pesan tersebut. "Aku tidak takut padamu. Berikan alamatnya. Aku segera kesana!"

Hasan tersenyum dingin membaca pesan itu.

Hasan memilih tempat yang jauh dari keramaian. Malam itu suasana terasa dingin. Fatur tiba lebih dulu, namun dia tetap siaga sewaktu-waktu ada serangan yang tak diinginkan. Dia memasuki rumah yang sudah lama tak dihuni. Didepan rumah tersebut terdapat rumahnya sewaktu dia kecil, yang kini telah dijual.

Fatur mengerutkan keningnya, "Kenapa harus dirumah ini?" bathinnya.

Dia tahu, rumah ini selalu dijadikan tempat pembunuhan seorang psikopat gila di desa Pasir. Dia melangkah perlahan. Saat memasuki rumah, tiba-tiba pintu terkuncinya. Fatur nampak terkejut, dan dia terlihat sangat hati-hati melangkah memasuki rumah.

"Apa kau takut?" terdengar suara dingin menyapa telinganya. Fatur tahu itu pasti ayahnya. Hasan berdiri di sudut gelap, membawa sebilah pisau di tangannya. Mata Hasan memancarkan kebencian.

"Aku tidak pernah takut! Karena orang tuaku mengajarkan aku tidak pernah takut kepada siapapun." jawab Fatur tak kalah dinginnya.

"Selamat datang di nerakaku." ujar Hasan dingin.

"Kita mulai pertarungannya!" jawab Fatur tak kalah menantangnya.

Episodes
1 Akhir yang berdarah
2 Narapidana
3 Maladaptive daydreamer
4 Malam Petaka
5 Kejutan Dari Tuhan
6 Harapan Baru
7 Permulaan
8 Hiburan Malam
9 Membalas sang bayangan
10 Vonis
11 Pelakor yang tersakiti
12 Tunggu aku disana
13 Untukmu Astuti
14 Ayah yang gagal
15 Bui
16 Kau akan mati
17 Teror
18 Kehidupan yang terbalik
19 Mimpi Buruk
20 Hari-hari yang mencekam
21 Belancang
22 Permainan Akan Berakhir
23 Wanita Iblis
24 Penyelidikan
25 Teka teki
26 Cindai
27 Penyergapan
28 Dominasi
29 Lawan
30 Playing Victim
31 Raja Kegelapan
32 Fiko vs Eva
33 Terjebak di masalah yang sama
34 Sabotase
35 Bertemu dengan Fatur, adalah maut bagi mereka
36 Pertemuan
37 Gara-gara belacan
38 Harusnya aku
39 Jangan pernah lupa
40 Mengusik
41 Permainan baru saja dimulai
42 Prilaku terbaik didunia
43 Segenap Jiwa yang hilang
44 Manipulator
45 Asusila
46 Kejutan
47 Liburan ke Panti
48 Dukungan Fatur
49 Penjagaan ketat
50 Pembicara kedamaian
51 Propaganda
52 Berjuang demi kedamaian
53 Debat panas
54 Duta perdamaian
55 Baba yang terbaik
56 Kenapa kau begitu dingin?
57 Bukan siapa-siapa
58 Dia, bukan siapa-siapaku
59 Memanipulasi
60 Melindungi?
61 Porak poranda
62 Penjemputan obat-obatan
63 Cari Perhatian
64 Tengil
65 Calon Abang ipar
66 Badut-badut lumpur
67 Ketegangan di pengungsi
68 Demo
69 Serangan panik
70 Jatuh lagi
71 Capek, Tuhan
72 Kelinci gesit
73 Kami, ingin kamu pulang
74 Manusia Kelinci tidak tahu diri
75 Devil
76 Bantuan jalur udara
77 Penyerangan
78 Misteri kematian pak Hanif
79 Jejak berdarah
80 Luka di Bawah Langit Malam
81 Jejak Luka di Malam Kelam
82 Teror yang tak berhenti
83 Bayang-bayang kematian
84 Jejak darah di desa Pasir
85 Rahasia kematian di desa Pasir
86 Siapa yang membunuh Agus?
87 Benang Merah pembunuhan di desa Pasir
88 Siapa pria bermasker itu?
89 Malam panjang di desa Pasir
90 Rahasia kelam di desa Pasir
91 Di Jebak atau terjebak?
92 Tidak mau ambil resiko
93 Malam tanpa rumah
94 Jejak kematian di desa Pasir
95 Perdebatan tanpa Akhir
96 Sebuah Rencana
97 Penangkapan
98 Pengungkapan kasus
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Akhir yang berdarah
2
Narapidana
3
Maladaptive daydreamer
4
Malam Petaka
5
Kejutan Dari Tuhan
6
Harapan Baru
7
Permulaan
8
Hiburan Malam
9
Membalas sang bayangan
10
Vonis
11
Pelakor yang tersakiti
12
Tunggu aku disana
13
Untukmu Astuti
14
Ayah yang gagal
15
Bui
16
Kau akan mati
17
Teror
18
Kehidupan yang terbalik
19
Mimpi Buruk
20
Hari-hari yang mencekam
21
Belancang
22
Permainan Akan Berakhir
23
Wanita Iblis
24
Penyelidikan
25
Teka teki
26
Cindai
27
Penyergapan
28
Dominasi
29
Lawan
30
Playing Victim
31
Raja Kegelapan
32
Fiko vs Eva
33
Terjebak di masalah yang sama
34
Sabotase
35
Bertemu dengan Fatur, adalah maut bagi mereka
36
Pertemuan
37
Gara-gara belacan
38
Harusnya aku
39
Jangan pernah lupa
40
Mengusik
41
Permainan baru saja dimulai
42
Prilaku terbaik didunia
43
Segenap Jiwa yang hilang
44
Manipulator
45
Asusila
46
Kejutan
47
Liburan ke Panti
48
Dukungan Fatur
49
Penjagaan ketat
50
Pembicara kedamaian
51
Propaganda
52
Berjuang demi kedamaian
53
Debat panas
54
Duta perdamaian
55
Baba yang terbaik
56
Kenapa kau begitu dingin?
57
Bukan siapa-siapa
58
Dia, bukan siapa-siapaku
59
Memanipulasi
60
Melindungi?
61
Porak poranda
62
Penjemputan obat-obatan
63
Cari Perhatian
64
Tengil
65
Calon Abang ipar
66
Badut-badut lumpur
67
Ketegangan di pengungsi
68
Demo
69
Serangan panik
70
Jatuh lagi
71
Capek, Tuhan
72
Kelinci gesit
73
Kami, ingin kamu pulang
74
Manusia Kelinci tidak tahu diri
75
Devil
76
Bantuan jalur udara
77
Penyerangan
78
Misteri kematian pak Hanif
79
Jejak berdarah
80
Luka di Bawah Langit Malam
81
Jejak Luka di Malam Kelam
82
Teror yang tak berhenti
83
Bayang-bayang kematian
84
Jejak darah di desa Pasir
85
Rahasia kematian di desa Pasir
86
Siapa yang membunuh Agus?
87
Benang Merah pembunuhan di desa Pasir
88
Siapa pria bermasker itu?
89
Malam panjang di desa Pasir
90
Rahasia kelam di desa Pasir
91
Di Jebak atau terjebak?
92
Tidak mau ambil resiko
93
Malam tanpa rumah
94
Jejak kematian di desa Pasir
95
Perdebatan tanpa Akhir
96
Sebuah Rencana
97
Penangkapan
98
Pengungkapan kasus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!