4 BAHAGIAKAN NARA

Pukul delapan pagi, Yoga membawa Nara yang tetap didampingi Alan untuk pulang. Nara sama sekali tidak ingin disentuh oleh lelaki itu.

Duduk di atas kursi roda yang didorong oleh Alan, tangan kanan Nara bahkan terangkat ke atas untuk memegang tangan kekasih hatinya yang tengah mengendalikan laju kursi roda.

Saat turun dari tempat tidur tadi Alanlah yang membopongnya dan mendudukkannya di atas kursi roda. Pun saat ini, Alan kembali mengangkat tubuhnya dari kursi roda dan dengan hati-hati dibawanya masuk ke dalam mobil yang sudah menjemput mereka bertiga.

Yoga duduk di samping sopirnya, sementara Nara duduk ditemani Alan di kursi belakang. Wajahnya masih pucat, tubuhnya pun masih lemah.

Dokter terus mengingatkan agar selama di rumah, Nara yang tengah hamil muda itu tetap menjalani bedrest sampai beberapa minggu ke depan, hingga kondisi kandungannya tidak mengkhawatirkan lagi.

Tiga puluh menit perjalanan, mobil berhenti di halaman rumah Yoga yang luas dan asri. Rintik hujan masih setia menemani pagi mereka, seolah turut mewakili rasa hati dua insan yang tengah berada di ujung perpisahan.

Dua orang penjaga rumah datang membawa payung untuk melindungi tuan mereka. Yoga keluar dengan dipayungi salah seorang penjaga. Sementara satu penjaga lainnya membukakan pintu belakang, siap untuk melindungi calon istri tuannya.

"Aku akan membawanya ke dalam," ucap Alan datar.

Dengan hati-hati, Alan keluar dalam posisi membopong tubuh Nara yang masih lemah. Wanita sendu itu mengalungkan kedua tangannya di leher lelaki yang tak lama lagi akan melepaskan dirinya untuk dinikahi orang lain.

Di bawah payung lebar yang dibawa sang penjaga, Alan berusaha menahan perasaannya yang mulai tidak tenang. Tak berbeda darinya, Nara pun terus menatap wajah Alan yang saat ini begitu dekat dengan wajahnya.

Mata bening wanita itu mulai basah berkaca-kaca. Alan berusaha menghindari tatapan mata dengan kilatan kesedihan yang mendalam itu. Dia harus terlihat kuat di hadapan Nara, supaya wanita terkasihnya itu tidak menjadi semakin lemah dan tersiksa perasaannya.

Yoga yang lebih dulu sampai ke dalam rumah, langsung melanjutkan langkah kakinya menuju ke dalam kamarnya. Seorang wanita paruh baya yang dikenali Alan sebagai asisten rumah tangga itu, menyambut kedatangan Alan dan Nara yang sudah dikenalnya.

Setelah menyapa keduanya, asisten wanita bernama Bibi Asih itu menunjukkan sebuah kamar di sebelah kamar Yoga, untuk ditempati sebagai kamar sementara Nara.

Alan melangkah masuk ke dalam kamar lalu menurunkan Nara di tepi tempat tidur dengan gerakan pelan dan sangat hati-hati. Dia mengangkat kedua kaki Nara dan meluruskannya di atas tempat tidur. Dia juga menata bantal dan guling yang ada sedemikian rupa sehingga bisa menjadi sandaran duduk yang nyaman untuk Nara.

Bibi Asih yang mengetahui kisah cinta mereka, pamit untuk kembali melanjutkan pekerjaannya. Dia menutup pintu dan membiarkan keduanya bersama di dalam kamar sambil menunggu penata rias datang.

"Aku akan keluar, menunggu kedatangan Bapak dan Ibu."

Alan sudah beranjak bangun dari duduknya namun pergelangan tangannya dipegang oleh Nara. Wanita itu menahan langkah lelaki itu dan menariknya untuk kembali duduk tepat di sampingnya.

Mereka berhadapan, saling menatap sendu dan haru. Tiada kata yang terucap, hanya diam yang telah mewakili seluruh perasaan mereka, seluruh kesedihan dan lara hati mereka.

"Aku punya permintaan terakhir, sebagai seorang kekasih. Aku ingin kau mengabulkannya, demi cinta kita."

"Demi seluruh waktu yang pernah kita lalui bersama, demi kenangan indah yang harus selalu kita ingat bersama. Tidak boleh kita lupakan, dan tidak boleh ada orang lain yang menggantikannya."

Alan tertegun dalam duduk tegaknya, belum mengerti maksud ucapan Nara. Permintaan terakhir?

"Ra, jangan berpikir yang tidak-tidak! Jangan nekat. Tenangkan dirimu." Alan mulai berpikiran buruk, hal yang mungkin saja akan dilakukan oleh wanita itu dalam kekalutannya.

"Aku hanya meminta satu hal darimu, Lan. Setelah itu, aku juga akan menuruti permintaanmu. Aku akan berjuang, aku akan menghadapinya tanpa kutunjukkan kelemahanku."

"Aku akan belajar menerimanya, menjaganya dan mencintainya." Nara menunduk pilu menatap satu bagian tubuhnya.

"Calon bayiku. Aku akan melindunginya dan menjadikan keberadaannya di dalam sini, sebagai sumber kekuatanku," lanjutnya lagi.

Dielusnya dengan lembut perut ratanya, sambil melekatkan tatapannya di sana dengan penuh haru.

"Apa permintaanmu, Ra? Demi dirimu, demi cinta kita, aku akan mengabulkannya. Sebagai kekasihmu, sebagai calon suamimu, aku akan melakukannya untukmu. Untuk terakhir kalinya ...."

Menegakkan tubuhnya sama seperti Alan, Nara menguatkan dirinya agar tidak limbung meskipun merasa sedikit pusing dan tak bertenaga.

Alan melingkarkan tangannya di pinggang Nara guna menahan beban tubuhnya agar tidak terjatuh. Tangan kirinya terulur meraih tangan kekasih hatinya, digenggamnya, diusapinya dengan ibu jarinya selembut mungkin.

"Aku ingin memberikan ciuman pertamaku untuk lelaki yang aku cintai, lelaki pemilik hatiku yang seutuhnya."

"Seluruh diriku dan hatiku ini, hanya satu pemiliknya, yaitu dirimu. Dan aku tidak akan pernah membaginya dengan siapapun juga. Aku mohon, kabulkanlah permintaanku. Sekarang, sebelum waktunya tiba!" pinta Nara dengan penuh pengharapan.

Alan bimbang. Selama lima tahun menjalin kasih dengan wanita di hadapannya itu, tidak sekali pun dia berpikiran tentang hal tersebut.

Dia sungguh-sungguh menjaga Nara dan tidak pernah memaksakan keinginannya kepada wanita terkasihnya. Tapi sekarang, di ambang perpisahan yang tak diharapkan ini, Nara memintanya.

"Alan ...." Lelaki itu tersentak, tersadar dari lamunannya. Dia masih ragu. Dia tak ingin melakukannya karena keterpaksaan situasi, tapi dia juga tak ingin mengecewakan dan menyakiti hati Nara dengan penolakannya.

Tidak ada waktu lagi. Detik terus berganti, semakin mendekati saatnya. Alan memejamkan matanya, meresapi perasaannya dan menetapkan keputusannya.

"Aku mencintaimu, Ra. Selamanya aku akan terus mencintaimu. Aku akan menjadi penjagamu, menjadi pelindungmu. Meskipun tak terlihat olehmu, tapi aku akan selalu ada di dalam hatimu. Ingatlah itu!"

Dan pada detik di mana kalimat terakhir Alan selesai terucap, di saat itu pula bibirnya telah menyentuh bibir Nara dengan perlahan dan penuh kelembutan. Berdua mereka terdiam, memejamkan mata seraya meresapi getaran perasaan yang mengalun indah di dalam hati, mengiringi kehangatan ciuman pertama mereka.

Hanya ciuman ringan dan tak berlangsung lama, tanpa hasrat, apalagi nafsu. Mereka melakukannya dengan penuh cinta dan kasih sayang, dengan hati yang bergetar dan dada yang terus berdebar, mengingat masa-masa indah kebersamaan mereka selama ini.

.

.

.

Beberapa saat sebelum acara dimulai, Nara keluar dari kamarnya didampingi Ibu dan Alan yang masih terus bersamanya. Karena kondisinya, Nara menggunakan kursi roda menuju ke ruang tamu yang telah diatur rapi sebagai tempat akad nikah.

Dalam balutan kebaya berwarna broken white dan bawahan batik berbentuk rok panjang, Nara telah duduk di samping Yoga yang mengenakan kemeja batik senada dengan pakaian Nara.

Tak ada satupun tamu yang hadir di sana. Hanya seorang penghulu yang duduk bersebelahan dengan Bapak selaku wali Nara, dan dua orang saksi yang duduk saling berhadapan terhalang meja akad.

Tak lama kemudian ijab qobul telah diucapkan oleh Bapak dan Yoga yang berjabatan tangan dengan erat. Kata sah dari kedua saksi menandakan bahwa pernikahan kedua pengantin telah resmi menjadi nyata.

Alan tertunduk lesu di belakang Nara dan Yoga, menyembunyikan kesedihan hatinya yang begitu lara. Diam-diam dia menyeka air bening yang menggenang di sudut matanya. Mulai sekarang, dia harus melepaskan Nara untuk dimiliki lelaki itu.

Suasana haru berselimut kelabu, kental terasa saat penghulu meminta kedua pengantin untuk bersalaman. Mau tak mau, rela tak rela, dengan berat hati Nara meraih tangan Yoga untuk diciumnya. Dan sebaliknya, Yoga dengan hati bahagia mencium kening Nara diiringi sebuah senyuman.

Berbeda dengan Yoga, Nara hanya bisa memejamkan mata menahan kesedihan yang telah memuncak di hatinya. Airmata mulai menetes membasahi wajahnya yang tetap terlihat pucat meski telah dirias secantik mungkin.

Di tempatnya, Alan semakin menundukkan kepala, tak sanggup untuk menyaksikan ritual awal suami-istri tersebut. Dia memilih memejamkan mata, tersedu dalam tangisan hatinya yang begitu menyayat perasaan.

Pernikahan telah terjadi. Tak ada perayaan apapun karena semua orang larut dalam kesedihan, kecuali Yoga. Hidangan yang tersedia pun tak tersentuh sama sekali. Hanya ada suasana hening, diam seribu bahasa.

Alan memperhatikan Nara dari jarak yang cukup jauh. Bagaimanapun juga, dia tahu diri. Sekarang Nara bukan lagi kekasihnya, bukan pula calon istrinya. Melainkan dia sudah menjadi istri orang lain, sudah menjadi milik lelaki lain.

Di sudut lain yang tengah diamati oleh Alan, Nara duduk lemah didampingi kedua orangtuanya. Dia masih terus menangis, terisak di pelukan Ibunya.

Dia tak ingin ditinggalkan oleh mereka, tetapi Yoga sudah memutuskan bahwa dia ingin hidup berdua dengan Nara, tanpa campur tangan keluarganya.

Nara butuh banyak istirahat. Alan tahu itu. Entah apakah Yoga memahami hal tersebut atau tidak. Memberanikan diri berjalan menuju ke tempat Nara duduk, tatapan mata Yoga terus mengikuti pergerakannya.

Alan tidak mempedulikannya. Dia hanya ingin menemui wanita terkasihnya itu, sekaligus untuk berpamitan sebelum keluar dari kediaman Yoga.

Jarak antara mereka semakin terpangkas, manakala langkah kaki Alan berhenti tepat di hadapan Nara yang kini duduk sendiri bersandarkan punggung kursi.

Pandangan mereka menyatu dalam satu garis lurus. Mata bertemu mata, saling diam mengunci bibir, hanya hati yang saling berbicara dalam bahasa kalbu nan sendu.

"Ra, masuklah ke kamarmu. Kamu harus banyak beristirahat. Ingatlah selalu semua ucapan dokter. Kamu tidak boleh kelelahan, tidak boleh banyak bergerak dan tidak boleh banyak pikiran."

Nara hanya mengangguk lemah. Apapun yang Alan katakan, dia akan mengingatnya dan menurutinya. Hanya lelaki itu yang dia percayai. Hanya lelaki itu yang sanggup menenangkan dirinya.

"Aku akan selalu menjagamu, dari jarak yang mungkin tak akan terjangkau oleh pandangan matamu. Aku pastikan kepadamu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kamu akan baik-baik saja, Ra."

Yoga mendekati mereka. Tak ingin lagi melihat keduanya bersama. Menatap tajam ke arah Alan, dia hendak meminta lelaki itu untuk tidak lagi mendekati istrinya.

"Tidak perlu repot-repot mengusirku. Aku sudah tahu batasanku. Aku akan segera pergi." Alan lebih dulu membuka suara, sebelum Yoga mengatakan maksudnya.

"Jika kau mencintainya, perlakukan dia sebagaimana seharusnya. Jika kau peduli padanya, tunjukkan sikapmu dengan cara yang baik."

Yoga menahan diri untuk tidak tersulut emosi karena ucapan Alan kepadanya. Apalagi setelah mendengar ucapan selanjutnya dari lelaki itu.

"Kalau kau bisa, bahagiakan Nara. Tetapi jika kau tak bisa, biar aku yang akan membahagiakannya, juga bayinya."

.

.

.

Jangan lupa untuk selalu menyemangati kami  dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit.

Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.

Salam cinta dari kami.

💜Author💜

.

Terpopuler

Comments

✹⃝⃝⃝s̊S Good Day

✹⃝⃝⃝s̊S Good Day

Selamat Nara, semoga setelah ini ada kebahagiaan untuk semua orang 🤧🤧

2022-04-19

1

Huzi_toys

Huzi_toys

kasian alan, tp penuh kasih + gentle🥰🥰

2022-03-01

0

Kimmy Geral

Kimmy Geral

lanjut

2022-02-23

0

lihat semua
Episodes
1 1 LUPAKAN AKU
2 2 SELALU MENJAGAMU
3 3 TIDAK AKAN BERUBAH
4 4 BAHAGIAKAN NARA
5 5 (BUKAN) MALAM PERTAMA
6 6 KESALAHAN TAK TERMAAFKAN
7 7 DICINTAI SEDETIK SAJA
8 8 SUARA TIGA HATI
9 9 SEBUAH KEPUTUSAN
10 10 KEINGINAN TERPENDAM
11 11 SECANGKIR KOPI
12 12 CALON ANAK KITA
13 13 ADA YANG SALAH
14 14 MENCOBA MELEPASKANMU
15 15 BERTEMU TANPA SENGAJA
16 16 MENJALANI KENYATAAN
17 17 GORESAN LUKA
18 18 MENJAUH DAN MENEPI
19 19 MENYEMBUNYIKAN SESUATU
20 20 TENDANGAN CINTA
21 21 BELAJAR MENERIMA
22 22 NYAMAN BERSAMANYA
23 23 SISI LAIN YOGA
24 24 MALAM PANJANG - PART 1
25 25 MALAM PANJANG - PART 2
26 26 MEMBUKA DIRI
27 27 BERSAMA YANG LAIN
28 28 TAK SEPERTI YANG TERLIHAT
29 29 TATAPAN MATA
30 30 PERASAAN LAMA
31 31 MEMBUKA HATI
32 32 DUA KALI
33 33 JANGAN LAGI
34 34 MEMBUKA HATI
35 35 PEMBALASAN SETIMPAL
36 36 NASI GORENG SPESIAL
37 37 BELUM BISA MELUPAKAN
38 38 MENYELESAIKAN MASALAH
39 39 KIRIMAN SARAPAN
40 40 BERJUANG MENDAPATKAN HATINYA
41 41 MEMANTAPKAN DIRI
42 42 INGATKAN TENTANG HARI INI
43 43 PAGAR BALKON
44 44 BERTEMU KEMBALI
45 45 MENJAGA PERASAAN
46 46 NYAMAN BERSAMAMU
47 47 KESEDIHAN YOGA
48 48 IMAM TERBAIK
49 49 TIGA ORANG DI BANGKU TAMAN
50 50 TAK BISA SELAMANYA
51 51 MALAM TERAKHIR
52 52 DI KAMAR YOGA
53 53 HADIAH DARI SUAMI
54 54 AKU INGIN PULANG
55 55 MEMINTA RESTU
56 56 MELEPASKAN MASA LALU
57 57 MAKAN SIANG ISTIMEWA
58 58 MULAI CEMBURU
59 59 KAMAR KITA
60 60 KELUARGA MAHENDRA
61 61 AKU MENYAYANGIMU
62 62 PAGI KELABU
63 63 IKATAN BATIN
64 64 MERINDUKAN DIRINYA
65 65 INGAT JALAN PULANG
66 66 BERTEMU DALAM PILU
67 67 MERASA TERABAIKAN
68 68 BERJUANGLAH DEMI DIRIKU
69 69 NYATA BUKAN MIMPI
70 70 TAKUT KEHILANGAN
71 71 AKHIR DARI KERINDUAN
72 72 BERNIAT BURUK
73 73 RINDU BERSAMAMU
74 74 BERTEMU RAGA
75 75 MASIH BISA MENJAGA
76 76 MALAM TERINDAH - PART 1
77 77 MALAM TERINDAH - PART 2
78 78 SORE PENUH CINTA
79 79 MENCINTAIKU DENGAN CARAMU
80 80 TIDAK BISA BERSAMAMU
81 81 DEMI SAHABAT
82 82 SEBUAH RAHASIA
83 83 IMPIAN TERBESAR
84 84 BANGUN DAN PELUK AKU
85 85 MAAFKAN AKU
86 86 PERSINGGAHAN CINTA
87 87 BERPIKIR POSITIF
88 88 SIMPAN DIRIKU DI HATIMU
89 89 HASRAT CINTA
90 90 MEMULAI DARI AWAL
91 91 KENCAN PERTAMA
92 92 LAMARAN YANG TERLAMBAT
93 93 HARI BAHAGIA
94 94 WAKTUKU TELAH HABIS
95 95 SURAT TERAKHIR
96 96 KEHIDUPAN BARU
97 97 PERGI DAN KEMBALI
98 98 LUKA BERSEJARAH
99 99 HANYA BERDUA
100 100 MALAM PANJANG
101 101 BERTEMU DALAM BAHAGIA
102 102 LEMBARAN CERITA BARU
103 CERITA PENULIS
104 2.1. SELALU MENJAGAMU
105 2.2. BERJUANG BERSAMA
106 2.3. TUGAS PENTING
107 2.4. NIAT JAHAT
108 2.5. AKU SELALU BERSAMAMU
109 2.6. DIA ADA DI SINI
110 2.7. TAKUT TERPISAHKAN
111 2.8. MULAI BERMAIN-MAIN
112 2.9. BERTEMU LAGI
113 2.10. KEKUATAN CINTA
114 2.11. AKU MENDAPATKANMU
115 2.12. HANYA MILIK SUAMIKU
116 2.13. KEHILANGAN BUAH HATI
117 2.14. KESEDIHAN YANG SAMA
118 2.15. MENGHADAPI BERSAMA
119 2.16. BERTEMU MASA LALU
120 2.17. DI DEKATMU SELALU
121 2.18. HANYA WAJAHMU
122 2.19. BERMANJA DENGAN SUAMI
123 2.20. TERPAKSA BERPISAH
124 2.21. MERESTUI HUBUNGAN
125 2.22. PEMBICARAAN KAKAK-BERADIK
126 2.23. DEMI KEBEBASAN
127 2.24. CINTA TANPA ALASAN
128 2.25. AKAN SALING MERINDU
129 2.26. SIAP MENJADI MILIKKU
130 2.27. MENEPIS PERASAAN
131 2.28. MEMBATASI DIRI
132 2.29. MENYELAMATKAN BUNGA
133 2.30. PENGORBANAN ALYA
134 2.31. DEMI BAHAGIAMU
135 2.32. NOSTALGIA CINTA
136 2.33. HANYA MENGINGATNYA
137 2.34. BERBAHAGIALAH SELALU
138 2.35. BERTEMU KEMBALI
139 2.36. SALAM PERPISAHAN
140 2.37. MENIKMATI MALAM
141 2.38. ADA APA DENGANMU
142 2.39. KEHILANGAN SEPERTI DULU
143 2.40. IKHLAS DAN MERELAKAN
144 2.41. SENSASI CINTA
145 2.42. RASA YANG SAMA
146 2.43. MELEPASKAN DIRI
147 2.44. ASA DAN SEMANGAT BARU
148 2.45. LELAKI TERBAIK
149 2.46. KEPUTUSAN ALYA
150 2.47. HANGAT KARENA DIRIMU
151 2.48. LELAKI LUAR BIASA
152 2.49. MALAM INI
153 2.50. BERTEMU LAGI
154 2.51. CINTA LUAR BIASA
155 2.52. KECEMBURUAN RIKO
156 2.53. RASA TIDAK NYAMAN
157 2.54. TRAUMA ALYA
158 2.55. PESAN ISTIMEWA
159 2.56. MEMBUKA KENANGAN LAMA
160 2.57. BERTINDAK TEGAS
161 2.58. MEMBERI PELAJARAN
162 2.59. RESEPSI PERNIKAHAN
163 2.60. MENJALANI KESENDIRIAN
164 2.61. AIR MATA YOGA
165 2.62. KETULUSAN CINTA
166 2.63. PERTEMUAN DUA WANITA
167 2.64. TEMAN KECIL
168 2.65. HANGAT DAN PENUH CINTA
169 2.66. FILM TERBAIK
170 2.67. MEMULAI KEMBALI
171 2.68. MEYAKINKAN HATI
172 2.69. KEPUTUSAN YOGA
173 2.70. PAGI PENUH CINTA
174 2.71. BELUM YAKIN
175 2.72. DI LUAR RENCANA
176 2.73. DEMI KEBAHAGIAAN
177 2.74. SATU NYAWA BARU
178 2.75. MAAF DARI ALYA
179 2.76. TEMAN BAIK
180 2.77. AKU TIDAK BISA
181 2.78. ANDAI KAMU TAHU
182 2.79. MILIKMU SEUTUHNYA
183 2.80. MOMEN LUAR BIASA
184 2.81. MEMINTA KESEMPATAN
185 2.82. JADILAH AYAH YANG BAIK
186 2.83. SANGAT BERUNTUNG
187 2.84. MEMAKSAKAN HATI
188 2.85. PENUH KETAKUTAN
189 2.86. TAK INGIN KEHILANGAN
190 2.87. SESUAI HARAPAN
191 2.88. RASA BERSALAH
192 2.89. BERMIMPI BURUK
193 2.90. TIDAK INGIN GAGAL
194 2.91. MEMASTIKAN KEADAANNYA
195 2.92. KENANGAN TERINDAH
196 2.93. KABAR TIDAK BAIK
197 2.94. JANGAN SAKIT LAGI
198 2.95. BERTAHANLAH, SAYANG!
199 2.96. MENYELAMATKAN NARA
200 2.97. KEBAIKAN BERBALAS KEBAIKAN
201 2.98. TAK INGIN KEHILANGAN
202 2.99. MERASA TIDAK NYAMAN
203 2.100. KEJUJURAN ALYA
204 2.101. BERSIMBAH DARAH
205 2.102. AKU PERGI SEKARANG
206 2.103. TIDAK BISA HIDUP SENDIRI
207 2.104. LAPANG HATI
208 2.105. BERBAGI CERITA
209 2.106. ANDAI AKU BISA
210 2.107. BERTEMAN DENGAN NYAMAN
211 2.108. SELALU ADA UNTUKMU
212 2.109. HADIAH PALING ISTIMEWA
213 2.110. KEJUTAN KEDUA
214 2.111. BERSABAR SEDIKIT LAGI
215 2.112. TAKUT KEHILANGAN
216 2.113. CINTA YANG SAMA
217 2.114. PERMINTAAN BUNGA
218 2.115. MERASA TIDAK RELA
219 2.116. KALIMAT TERAKHIR
220 2.117. TERLAMBAT MENGETAHUI
221 2.118. PILIHAN BUNGA
222 2.119. INGAT BAIK-BAIK
223 2.120. DI UJUNG KISAH
224 2.121. SENYUMAN TERINDAH
225 2.122. BUNGA LAYU
226 2.123. AKAN BAIK-BAIK SAJA
227 3.1. KAMU LUAR BIASA
228 3.2. BAGAIMANA KABARMU?
229 3.3. HINGGA UJUNG WAKTU
230 3.4. PANGGILAN SAYANG
231 3.5. BELUM BISA SETULUS HATI
232 3.6. SEPERCIK KEBAHAGIAAN
233 3.7. TULUS DAN SELAMANYA
234 3.8. TAK SEPERTI BIASANYA
235 3.9. SEMAKIN MENGAGUMKAN
236 3.10. MENUTUP HATI
237 3.11. PAGI YANG INDAH
238 3.12. POTRET BAHAGIA
239 3.13. MENJADI PENGIKAT
240 3.14. IMPIAN TERBESAR
241 3.15. INGIN MENGETAHUI
242 3.16. MASIH ADA WAKTU
243 3.17. PERHATIAN ISTIMEWA
244 3.18. BERBAHAGIALAH BERSAMANYA
245 3.19. TERIMA KASIH, ALYA
246 3.20. TERPIKAT PADAMU
247 3.21. IKATAN RASA
248 3.22. MEYAKINI PERASAAN
249 3.23. TRAUMA ALYA
250 3.24. INILAH CARAKU
251 3.25. RASA YANG TAK BIASA
252 3.26. MENJAGAMU DENGAN CARAKU
253 3.27. PERTEMUAN TIDAK TERDUGA
254 3.28. SIAP SETIAP SAAT
255 3.29. TIDAK BISA TENANG
256 3.30. MAAFKAN AKU, ALYA
257 3.31. MERASA DIHARGAI
258 3.32. SEMOGA DIA BERSEDIA
259 3.33. UNTUK SATU LELAKI
260 3.34. ALYA-KU YANG DULU
261 3.35. MENGHABISKAN WAKTU BERSAMA
262 3.36. BERAT UNTUK BERPISAH
263 3.37. AKU TAHU SEMUANYA
264 3.38. AKU MENUNGGUMU
265 3.39. BERPISAH UNTUK BERSATU
266 3.40. JAWABAN TERAKHIR
267 3.41. SELALU ISTIMEWA
268 3.42. KEJUTAN PAGI
269 3.43. BEKAS LUKA
270 3.44. PERHATIAN KECIL
271 3.45. DOKTER DANU
272 3.46. KETAKUTAN YOGA
273 3.47. KEINGINAN PAPA
274 3.48. TITIPAN UNTUK YOGA
275 3.49. MULAI MERINDU
276 3.50. KEJUTAN DI PAGI HARI
277 3.51. UNTUK AURA
278 3.52. UNGKAPAN KERINDUAN
279 3.53. MEMBIASAKAN DIRI
280 3.54. MEMINTA RESTU
281 3.55. HINGGA UJUNG NAPAS
282 3.56. KAMU YANG DULU
283 3.57. MELIHATMU BAHAGIA
284 3.58. BELENGGU MASA LALU
285 3.59. TANDA CINTA
286 3.60. BANTU AKU
287 3.61. CERITA ALYA
288 3.62. SEKARANG DAN SELAMANYA
289 3.63. AKU MENCINTAIMU
290 3.64. KAMU BERSAMAKU
291 3.65. SATU JAWABAN
292 3.66. TAKUT KEHILANGAN
293 3.67. BERGANTUNG PADAMU
294 3.68. TUNGGU AKU
295 3.69. MELUPAKAN DIA
296 3.70. RUMAH KITA
297 3.71. LEBIH CEPAT LEBIH BAIK
298 3.72. KEKUATAN CINTA
299 3.73. JANGAN MENOLAKKU
300 3.74. PENAMPILAN BARU
301 3.75. BERBAHAGIALAH SELAMANYA
302 3.76. KAMU SEGALANYA BAGIKU
303 3.77. AKU TELAH SIAP
304 3.78. MELAWAN KETAKUTAN
305 3.79. TANPA KABAR
306 3.80. MELEPAS RINDU
307 3.81. MERINDUKAN NARA
308 3.82. PANGGILAN SAYANG
309 3.83. AKHIR SEBUAH KISAH
310 BONUS KISAH 1 : RASA YANG SAMA
311 BONUS KISAH 2 : AKU TETAP MILIKMU
312 BONUS KISAH 3 : MAGA & AYA
313 BONUS KISAH 4 : KAMU MILIKKU SELAMANYA
314 INFO NOVEL RAGA UNTUK AURA
315 BONUS KISAH 5 : PENUH KEJUTAN
316 KARYA BARU "CINTA TAK BERTUAN"
Episodes

Updated 316 Episodes

1
1 LUPAKAN AKU
2
2 SELALU MENJAGAMU
3
3 TIDAK AKAN BERUBAH
4
4 BAHAGIAKAN NARA
5
5 (BUKAN) MALAM PERTAMA
6
6 KESALAHAN TAK TERMAAFKAN
7
7 DICINTAI SEDETIK SAJA
8
8 SUARA TIGA HATI
9
9 SEBUAH KEPUTUSAN
10
10 KEINGINAN TERPENDAM
11
11 SECANGKIR KOPI
12
12 CALON ANAK KITA
13
13 ADA YANG SALAH
14
14 MENCOBA MELEPASKANMU
15
15 BERTEMU TANPA SENGAJA
16
16 MENJALANI KENYATAAN
17
17 GORESAN LUKA
18
18 MENJAUH DAN MENEPI
19
19 MENYEMBUNYIKAN SESUATU
20
20 TENDANGAN CINTA
21
21 BELAJAR MENERIMA
22
22 NYAMAN BERSAMANYA
23
23 SISI LAIN YOGA
24
24 MALAM PANJANG - PART 1
25
25 MALAM PANJANG - PART 2
26
26 MEMBUKA DIRI
27
27 BERSAMA YANG LAIN
28
28 TAK SEPERTI YANG TERLIHAT
29
29 TATAPAN MATA
30
30 PERASAAN LAMA
31
31 MEMBUKA HATI
32
32 DUA KALI
33
33 JANGAN LAGI
34
34 MEMBUKA HATI
35
35 PEMBALASAN SETIMPAL
36
36 NASI GORENG SPESIAL
37
37 BELUM BISA MELUPAKAN
38
38 MENYELESAIKAN MASALAH
39
39 KIRIMAN SARAPAN
40
40 BERJUANG MENDAPATKAN HATINYA
41
41 MEMANTAPKAN DIRI
42
42 INGATKAN TENTANG HARI INI
43
43 PAGAR BALKON
44
44 BERTEMU KEMBALI
45
45 MENJAGA PERASAAN
46
46 NYAMAN BERSAMAMU
47
47 KESEDIHAN YOGA
48
48 IMAM TERBAIK
49
49 TIGA ORANG DI BANGKU TAMAN
50
50 TAK BISA SELAMANYA
51
51 MALAM TERAKHIR
52
52 DI KAMAR YOGA
53
53 HADIAH DARI SUAMI
54
54 AKU INGIN PULANG
55
55 MEMINTA RESTU
56
56 MELEPASKAN MASA LALU
57
57 MAKAN SIANG ISTIMEWA
58
58 MULAI CEMBURU
59
59 KAMAR KITA
60
60 KELUARGA MAHENDRA
61
61 AKU MENYAYANGIMU
62
62 PAGI KELABU
63
63 IKATAN BATIN
64
64 MERINDUKAN DIRINYA
65
65 INGAT JALAN PULANG
66
66 BERTEMU DALAM PILU
67
67 MERASA TERABAIKAN
68
68 BERJUANGLAH DEMI DIRIKU
69
69 NYATA BUKAN MIMPI
70
70 TAKUT KEHILANGAN
71
71 AKHIR DARI KERINDUAN
72
72 BERNIAT BURUK
73
73 RINDU BERSAMAMU
74
74 BERTEMU RAGA
75
75 MASIH BISA MENJAGA
76
76 MALAM TERINDAH - PART 1
77
77 MALAM TERINDAH - PART 2
78
78 SORE PENUH CINTA
79
79 MENCINTAIKU DENGAN CARAMU
80
80 TIDAK BISA BERSAMAMU
81
81 DEMI SAHABAT
82
82 SEBUAH RAHASIA
83
83 IMPIAN TERBESAR
84
84 BANGUN DAN PELUK AKU
85
85 MAAFKAN AKU
86
86 PERSINGGAHAN CINTA
87
87 BERPIKIR POSITIF
88
88 SIMPAN DIRIKU DI HATIMU
89
89 HASRAT CINTA
90
90 MEMULAI DARI AWAL
91
91 KENCAN PERTAMA
92
92 LAMARAN YANG TERLAMBAT
93
93 HARI BAHAGIA
94
94 WAKTUKU TELAH HABIS
95
95 SURAT TERAKHIR
96
96 KEHIDUPAN BARU
97
97 PERGI DAN KEMBALI
98
98 LUKA BERSEJARAH
99
99 HANYA BERDUA
100
100 MALAM PANJANG
101
101 BERTEMU DALAM BAHAGIA
102
102 LEMBARAN CERITA BARU
103
CERITA PENULIS
104
2.1. SELALU MENJAGAMU
105
2.2. BERJUANG BERSAMA
106
2.3. TUGAS PENTING
107
2.4. NIAT JAHAT
108
2.5. AKU SELALU BERSAMAMU
109
2.6. DIA ADA DI SINI
110
2.7. TAKUT TERPISAHKAN
111
2.8. MULAI BERMAIN-MAIN
112
2.9. BERTEMU LAGI
113
2.10. KEKUATAN CINTA
114
2.11. AKU MENDAPATKANMU
115
2.12. HANYA MILIK SUAMIKU
116
2.13. KEHILANGAN BUAH HATI
117
2.14. KESEDIHAN YANG SAMA
118
2.15. MENGHADAPI BERSAMA
119
2.16. BERTEMU MASA LALU
120
2.17. DI DEKATMU SELALU
121
2.18. HANYA WAJAHMU
122
2.19. BERMANJA DENGAN SUAMI
123
2.20. TERPAKSA BERPISAH
124
2.21. MERESTUI HUBUNGAN
125
2.22. PEMBICARAAN KAKAK-BERADIK
126
2.23. DEMI KEBEBASAN
127
2.24. CINTA TANPA ALASAN
128
2.25. AKAN SALING MERINDU
129
2.26. SIAP MENJADI MILIKKU
130
2.27. MENEPIS PERASAAN
131
2.28. MEMBATASI DIRI
132
2.29. MENYELAMATKAN BUNGA
133
2.30. PENGORBANAN ALYA
134
2.31. DEMI BAHAGIAMU
135
2.32. NOSTALGIA CINTA
136
2.33. HANYA MENGINGATNYA
137
2.34. BERBAHAGIALAH SELALU
138
2.35. BERTEMU KEMBALI
139
2.36. SALAM PERPISAHAN
140
2.37. MENIKMATI MALAM
141
2.38. ADA APA DENGANMU
142
2.39. KEHILANGAN SEPERTI DULU
143
2.40. IKHLAS DAN MERELAKAN
144
2.41. SENSASI CINTA
145
2.42. RASA YANG SAMA
146
2.43. MELEPASKAN DIRI
147
2.44. ASA DAN SEMANGAT BARU
148
2.45. LELAKI TERBAIK
149
2.46. KEPUTUSAN ALYA
150
2.47. HANGAT KARENA DIRIMU
151
2.48. LELAKI LUAR BIASA
152
2.49. MALAM INI
153
2.50. BERTEMU LAGI
154
2.51. CINTA LUAR BIASA
155
2.52. KECEMBURUAN RIKO
156
2.53. RASA TIDAK NYAMAN
157
2.54. TRAUMA ALYA
158
2.55. PESAN ISTIMEWA
159
2.56. MEMBUKA KENANGAN LAMA
160
2.57. BERTINDAK TEGAS
161
2.58. MEMBERI PELAJARAN
162
2.59. RESEPSI PERNIKAHAN
163
2.60. MENJALANI KESENDIRIAN
164
2.61. AIR MATA YOGA
165
2.62. KETULUSAN CINTA
166
2.63. PERTEMUAN DUA WANITA
167
2.64. TEMAN KECIL
168
2.65. HANGAT DAN PENUH CINTA
169
2.66. FILM TERBAIK
170
2.67. MEMULAI KEMBALI
171
2.68. MEYAKINKAN HATI
172
2.69. KEPUTUSAN YOGA
173
2.70. PAGI PENUH CINTA
174
2.71. BELUM YAKIN
175
2.72. DI LUAR RENCANA
176
2.73. DEMI KEBAHAGIAAN
177
2.74. SATU NYAWA BARU
178
2.75. MAAF DARI ALYA
179
2.76. TEMAN BAIK
180
2.77. AKU TIDAK BISA
181
2.78. ANDAI KAMU TAHU
182
2.79. MILIKMU SEUTUHNYA
183
2.80. MOMEN LUAR BIASA
184
2.81. MEMINTA KESEMPATAN
185
2.82. JADILAH AYAH YANG BAIK
186
2.83. SANGAT BERUNTUNG
187
2.84. MEMAKSAKAN HATI
188
2.85. PENUH KETAKUTAN
189
2.86. TAK INGIN KEHILANGAN
190
2.87. SESUAI HARAPAN
191
2.88. RASA BERSALAH
192
2.89. BERMIMPI BURUK
193
2.90. TIDAK INGIN GAGAL
194
2.91. MEMASTIKAN KEADAANNYA
195
2.92. KENANGAN TERINDAH
196
2.93. KABAR TIDAK BAIK
197
2.94. JANGAN SAKIT LAGI
198
2.95. BERTAHANLAH, SAYANG!
199
2.96. MENYELAMATKAN NARA
200
2.97. KEBAIKAN BERBALAS KEBAIKAN
201
2.98. TAK INGIN KEHILANGAN
202
2.99. MERASA TIDAK NYAMAN
203
2.100. KEJUJURAN ALYA
204
2.101. BERSIMBAH DARAH
205
2.102. AKU PERGI SEKARANG
206
2.103. TIDAK BISA HIDUP SENDIRI
207
2.104. LAPANG HATI
208
2.105. BERBAGI CERITA
209
2.106. ANDAI AKU BISA
210
2.107. BERTEMAN DENGAN NYAMAN
211
2.108. SELALU ADA UNTUKMU
212
2.109. HADIAH PALING ISTIMEWA
213
2.110. KEJUTAN KEDUA
214
2.111. BERSABAR SEDIKIT LAGI
215
2.112. TAKUT KEHILANGAN
216
2.113. CINTA YANG SAMA
217
2.114. PERMINTAAN BUNGA
218
2.115. MERASA TIDAK RELA
219
2.116. KALIMAT TERAKHIR
220
2.117. TERLAMBAT MENGETAHUI
221
2.118. PILIHAN BUNGA
222
2.119. INGAT BAIK-BAIK
223
2.120. DI UJUNG KISAH
224
2.121. SENYUMAN TERINDAH
225
2.122. BUNGA LAYU
226
2.123. AKAN BAIK-BAIK SAJA
227
3.1. KAMU LUAR BIASA
228
3.2. BAGAIMANA KABARMU?
229
3.3. HINGGA UJUNG WAKTU
230
3.4. PANGGILAN SAYANG
231
3.5. BELUM BISA SETULUS HATI
232
3.6. SEPERCIK KEBAHAGIAAN
233
3.7. TULUS DAN SELAMANYA
234
3.8. TAK SEPERTI BIASANYA
235
3.9. SEMAKIN MENGAGUMKAN
236
3.10. MENUTUP HATI
237
3.11. PAGI YANG INDAH
238
3.12. POTRET BAHAGIA
239
3.13. MENJADI PENGIKAT
240
3.14. IMPIAN TERBESAR
241
3.15. INGIN MENGETAHUI
242
3.16. MASIH ADA WAKTU
243
3.17. PERHATIAN ISTIMEWA
244
3.18. BERBAHAGIALAH BERSAMANYA
245
3.19. TERIMA KASIH, ALYA
246
3.20. TERPIKAT PADAMU
247
3.21. IKATAN RASA
248
3.22. MEYAKINI PERASAAN
249
3.23. TRAUMA ALYA
250
3.24. INILAH CARAKU
251
3.25. RASA YANG TAK BIASA
252
3.26. MENJAGAMU DENGAN CARAKU
253
3.27. PERTEMUAN TIDAK TERDUGA
254
3.28. SIAP SETIAP SAAT
255
3.29. TIDAK BISA TENANG
256
3.30. MAAFKAN AKU, ALYA
257
3.31. MERASA DIHARGAI
258
3.32. SEMOGA DIA BERSEDIA
259
3.33. UNTUK SATU LELAKI
260
3.34. ALYA-KU YANG DULU
261
3.35. MENGHABISKAN WAKTU BERSAMA
262
3.36. BERAT UNTUK BERPISAH
263
3.37. AKU TAHU SEMUANYA
264
3.38. AKU MENUNGGUMU
265
3.39. BERPISAH UNTUK BERSATU
266
3.40. JAWABAN TERAKHIR
267
3.41. SELALU ISTIMEWA
268
3.42. KEJUTAN PAGI
269
3.43. BEKAS LUKA
270
3.44. PERHATIAN KECIL
271
3.45. DOKTER DANU
272
3.46. KETAKUTAN YOGA
273
3.47. KEINGINAN PAPA
274
3.48. TITIPAN UNTUK YOGA
275
3.49. MULAI MERINDU
276
3.50. KEJUTAN DI PAGI HARI
277
3.51. UNTUK AURA
278
3.52. UNGKAPAN KERINDUAN
279
3.53. MEMBIASAKAN DIRI
280
3.54. MEMINTA RESTU
281
3.55. HINGGA UJUNG NAPAS
282
3.56. KAMU YANG DULU
283
3.57. MELIHATMU BAHAGIA
284
3.58. BELENGGU MASA LALU
285
3.59. TANDA CINTA
286
3.60. BANTU AKU
287
3.61. CERITA ALYA
288
3.62. SEKARANG DAN SELAMANYA
289
3.63. AKU MENCINTAIMU
290
3.64. KAMU BERSAMAKU
291
3.65. SATU JAWABAN
292
3.66. TAKUT KEHILANGAN
293
3.67. BERGANTUNG PADAMU
294
3.68. TUNGGU AKU
295
3.69. MELUPAKAN DIA
296
3.70. RUMAH KITA
297
3.71. LEBIH CEPAT LEBIH BAIK
298
3.72. KEKUATAN CINTA
299
3.73. JANGAN MENOLAKKU
300
3.74. PENAMPILAN BARU
301
3.75. BERBAHAGIALAH SELAMANYA
302
3.76. KAMU SEGALANYA BAGIKU
303
3.77. AKU TELAH SIAP
304
3.78. MELAWAN KETAKUTAN
305
3.79. TANPA KABAR
306
3.80. MELEPAS RINDU
307
3.81. MERINDUKAN NARA
308
3.82. PANGGILAN SAYANG
309
3.83. AKHIR SEBUAH KISAH
310
BONUS KISAH 1 : RASA YANG SAMA
311
BONUS KISAH 2 : AKU TETAP MILIKMU
312
BONUS KISAH 3 : MAGA & AYA
313
BONUS KISAH 4 : KAMU MILIKKU SELAMANYA
314
INFO NOVEL RAGA UNTUK AURA
315
BONUS KISAH 5 : PENUH KEJUTAN
316
KARYA BARU "CINTA TAK BERTUAN"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!