Maafkan Author kali ini update episodenya pendek-pendek, karena sedang acara liburan keluarga. Happy reading readers and thank you 🙏💕.
*****
"Tapi waktu itu, sepertinya kamu sangat menikmatinya sayang? bahkan kamu meraba-raba wajah tampanku ini." Sastra sengaja mengungkit kejadian itu untuk menjahili Bunga.
"Me-menikmati apa!" sahut Bunga sengit.
"Menikmati saat kita tidur bersama," Sastra berbisik di telinga gadisnya.
Bunga mendorong tubuh Sastra agar menjauh darinya, tapi lagi-lagi lelaki itu kembali mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di perpotongan leher Bunga.
"Aduh mulutmu itu jangan asal bicara, orang-orang akan salah mengartikan tentang kata-kata itu. Kita tidak melakukan apapun, lagipula malam itu aku tidak sengaja tertidur jadi kewaspadaanku menurun!" Bunga terus meronta berusaha melepaskan diri.
"Kata-kata yang mana sayang, apa maksudnya kata-kata ti-dur ber-sa-ma? Jadi menurutmu tidur bersama itu yang seperti apa hmm?" kalimat Sastra membuat Bunga makin merah padam.
"Kamu ini sebenarnya sakit apa sih, apakah kamu terkena wabah virus mesum hah?" sahutnya kesal.
Sastra tertawa lepas karena puas menggoda Bunga, ia menatap gadisnya intens sambil membelai rambutnya dengan mesra. Wajah Bunga makin merona membuat Sastra tak mampu menahan diri untuk tidak menciumnya.
Sastra meraih tengkuk Bunga dan memeluk pinggangnya posesif, mendaratkan bibirnya di bibir manis yang selalu menggodanya itu. Ia menyelipkan bibirnya sangat dalam hingga membuai gadis polos itu dan tanpa disadarinya Bunga mulai membalas pertautan yang semakin memanas itu.
Tangan Sastra mulai berkeliaran ke tempat-tempat yang tidak seharusnya di tubuh Bunga. Hasratnya makin mendesak. Namun, tiba-tiba Bunga menahan tangan Sastra dengan kuat dan mengentikan ciumannya.
Saatra melepaskan pertautan bibirnya. Terlihatlah dua bola mata indah itu menggenang siap meluncurkan kristal bening hanya dalam satu kedipan saja di susul dengan isakan yang tertahan.
Sastra tersadar bahwa dia telah menakuti Bunga, karena desakan hasrat untuk sejenak dia lupa bahwa wanita yang ada dipelukannya ini tidaklah sama seperti wanita-wanita yang pernah bersama dengan dia sebelumnya.
Walaupun Sastra brengsek dan sangat ulung dalam urusan wanita, tetapi dia tidak ingin serta merta merangsek masuk memaksakan gairahnya jika Bunga tidak menikmatinya. Terlebih lagi pada gadis polos dan lugu ini yang entah kenapa mampu melembutkan hatinya.
Sastra menarik Bunga kedalam pelukannya dan mendekapnya penuh kelembutan.
"Sayang... maafkan aku, maaf." Sastra mengecup puncak kepalanya penuh kasih sayang dan mengusap punggung yang gemetar itu.
"Ka-kamu membuatku takut hiks hiks hiks. Apa kamu tahu? semua yang kamu lakukan padaku adalah... adalah yang pertama kalinya bagiku. Ak-aku sangat takut kamu akan melewati batas tadi." Bunga menangis tersedu-sedu.
Sastra merasa bersalah karena terlalu terburu-buru, padahal semenjak berpacaran dengan Bunga dia menjadi pribadi yang lebih bersabar dan mampu mengontrol dirinya.
Saat melihat Bunga menangis entah kenapa ada perasaan perih di hatinya, padahal biasanya dulu jika ada wanita-wanitanya yang menangis di hadapannya Sastra tidak pernah satu kali pun merasa terenyuh.
Sastra mengusap air mata yang berderai di pipi Bunga, dan mengecup kedua bola mata indah yang basah itu kemudian menatapnya dengan lembut.
"Sayang jangan menangis lagi, aku tidak tahan melihatmu begini. Lain kali aku tidak akan memaksakannya lagi tanpa seizin darimu. Lagipula apakah kamu tahu? sekarang... sekarang_" Sastra menggantung ucapannya.
"Sekarang kenapa?" Bunga masih terisak.
"Sekarang matamu bengkak seperti panda."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 170 Episodes
Comments
Dede Dahlia
ayo bunga tingkatkan slalu kewaspadaan kamu terhadap bayi besarmu itu 🤔
2022-11-14
0
Miss Lian 🌻
Ah keren bunga 🌺🌻🌹🌷
2022-08-07
0
Emi Wash
jangan unboxing sblm halal ya sas....
2021-09-05
0