KM Part 15

Cahaya keemasan membaur di cakrawala,

indahnya pemandangan matahari terbenam di pantai sore itu menambah suasana romantis bagi kedua insan yang sedang di mabuk asmara.

Setelah beberapa saat ciuman dalamnya, Sastra melepaskan pertautan bibirnya dengan Bunga. Lelaki itu tersenyum penuh arti, dia tahu gadisnya ini masih polos sehingga tidak tahu cara membalas ciumannya. Sastra menempelkan dahinya di dahi Bunga masih dengan mata terpejam.

"Bunga, I love you."

Entah terbawa suasana atau apa secara tiba-tiba kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir Sastra. Bunga yang mendengarnya terkesiap, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Mereka membuka mata bersamaan, dan saling menatap dalam satu sama lain.

Gadis itu merasakan hal yang sama. Jantungnya selalu berdetak dengan irama merdu ketika bersama dengan Sastra. Dengan malu-malu ia mencoba memberanikan diri mengucapkan kata-kata yang selama ini tidak pernah di ucapkannya pada pria manapun.

"I love you too," Bunga menjawabnya sambil menatap Sastra dengan mata indahnya.

Sastra tersenyum lebar dan langsung merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya. Jantung keduanya bertalu-talu dalam ritme yang sama-sama, memukul-mukul dada mereka seakan hampir meledak.

Mereka saling berpelukan tanpa menyadari Kevin yang tengah berlari menghampiri mereka berdua dan menginterupsi pasangan yang sedang berpelukan mesra itu.

"Ehm... ehm..., iya deh iya dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak! Tega banget Lo, ngasih tontonan kayak gini, gue kan masih belum cukup umur." Kevin berdecak berpura-pura kesal.

Bunga yang mendengar suara Kevin refleks mendorong tubuh Sastra yang sedang memeluknya. Ia segera bangkit dari tempatnya tadi dan merapikan penampilannya dengan kikuk.

"Ganggu aja Lo! ada apa? Sastra menatap Kevin sebal.

"Tenang bro. Sorry banget gue gangguin. Lo di cariin panitia yang lain, karena sudah menjelang malam jadi mereka akan membuat acara penutupan. Ehm ngomong-ngomong kapan gue dikenalin sama gadis disebelah lo?" Kevin tersenyum manis ke arah Bunga.

"Oh iya. Bunga kenalin. Ini temanku Kevin." Sastra memperkenalkan Bunga pada Kevin.

"Salam kenal namaku Bunga." Gadis itu mengulurkan tangannya dan Kevin menyambut uluran tangan itu.

"Salam kenal juga aku Kevin, nama kamu benar-benar sesuai dengan dirimu. Namamu cantik persis seperti orangnya," Kevin memuji dengan nada menggoda, namun Sastra menoyor kepala Kevin dan menarik pertautan tangan Kevin dengan Bunga.

"Udah salamannya jangan lama-lama!" Sastra menggenggam kembali tangan gadisnya dan menatap tajam pada Kevin.

"Ampun mas bro, jangan galak- galak sama dedek huhuhu," ucap Kevin jenaka.

Mereka bertiga tertawa berbarengan lalu kemudian berjalan menuju tempat peserta touring berkumpul.

*****

Tibalah saatnya pulang. Semua peserta melajukan motornya dan Sastra berada di posisi paling terakhir dari rombongan. Membiarkan peserta lain melaju lebih dulu karena dia sengaja ingin menikmati suasana berboncengan berdua dengan gadisnya.

Sekitar tiga perempat jalan turunlah hujan lebat, mereka berdua berteduh di pinggir jalan. Bunga duduk di pinggiran dengan posisi memeluk lututnya, hembusan angin yang kencang disertai cipratan air hujan membuatnya menggigil kedinginan.

Sastra yang melihatnya kedinginan otomatis mendekatkan diri dan membawa Bunga ke dalam dekapannya. Sudah satu jam berlalu tapi tidak ada tanda-tanda hujan akan reda, walaupun dipaksakan pulang menembus hujan dan memakai jas hujan dipastikan mereka tetap akan basah kuyup.

"Bunga, ini sudah hampir tengah malam bagaimana kalau kita pulang apartemenku saja? letak apartemenku lebih dekat dari sini".

Karena apartemen Sastra terletak di hunian eksklusif yang bebas macet jadi hanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit dari tempatnya berteduh sekarang, sedangkan jika ke tempat Bunga mungkin sekitar satu jam lebih baru sampai karena rumah Bunga letaknya berada di pinggiran kota Jakarta.

Bunga tergagap dan bingung harus bagaimana, tapi karena rasa dingin dan kantuk yang menderanya Bunga akhirnya setuju dengan saran Sastra untuk pulang ke apartemennya.

"Tapi aku harus memberi kabar pada orang tuaku agar mereka tidak khawatir," ucap Bunga.

"Mana ponselmu biar aku yang minta izin pada ibumu."

Bunga menghubungi kontak ibunya. Dan kemudian Sastra yang mengambil alih ponselnya.

"Hallo Tante."

"Iya ada apa nak Sastra?" sahut Bu Marni.

"Maaf Tante ada perubahan rencana. Semua peserta tidak jadi pulang karena turun hujan lebat. Jadi kami akan menginap dahulu malam ini dan baru melanjutkan perjalanan esok hari," ucapnya berbohong yang disambut cubitan Bunga di pinggangnya.

Sastra menaruh jari telunjuk di bibirnya memberi kode pada Bunga agar tidak mengeluarkan suara.

"Ya sudah tidak apa-apa, lagipula berbahaya berkendara saat jalanan licin. Tapi tante titip Bunga ya. Dijaga baik-baik anak tante," ucap Bu Marni.

"Siap Tante, terima kasih." Klik bunyi sambungan telepon di matikan.

"Kenapa kamu berbohong!" Bunga melotot pada Sastra.

"Kalau aku bicara jujur ibumu bakalan cemas. Memangnya ibumu bakalan ngizinin kalau tahu kamu ikut aku ke apartemenku dan cuma berdua saja? ck ck ck kamu ini memang terlalu lugu." Sastra mengacak rambut Bunga.

"Bukannya begitu, tapi ini pertama kalinya aku berbohong pada orang tuaku." Bunga mendesahkan napasnya berat.

"Tapi ini situasi darurat, aku tahu kamu tidak tahan dengan udara dingin. Jadi sebaiknya kita segera berangkat ke apartemenku," ajaknya

Bunga pun menganggukan kepalanya, Sastra tidak membuang waktu dan mereka segera melaju menembus hujan yang sangat lebat.

Mereka sampai di basemen apartemen dalam keadaan basah kuyup. Sastra menggandeng tangan bunga menuju lift dan tak lama kemudian sampailah di lantai enam belas tempat dimana kediamannya itu berada.

Sastra memasukkan kode kunci dan setelah pintu terbuka ia mempersilahkan Bunga masuk. Untuk sesaat Bunga hanya terdiam di ambang pintu masih ragu-ragu untuk masuk ke dalam, kemudian Sastra menarik tangan gadisnya.

"Masuklah, kamu harus cepat mengganti pakaianmu agar tidak masuk angin. Aku cuma tinggal sendiri di sini. Tapi jangan takut, aku tidak akan menggigitmu," godanya sambil menaikkan sebelah alisnya.

Bunga gelagapan karena sepertinya Sastra bisa membaca pikirannya. "Si-siapa bilang aku takut sama kamu!" Bunga bergegas masuk ke dalam melewati Sastra yang berdiri di dekat pintu.

Lelaki itu tersenyum geli, menutup pintu dan masuk berlalu entah kemana, Bunga duduk di sofa dan matanya memperhatikan sekelilingnya.

Ya Tuhan apartemen ini luasnya mungkin empat kali lipat dari tempat tinggalku, apa ini tidak terlalu besar untuk dihuni seorang diri? Atau memang semua orang kaya seperti ini?

Sastra menyerahkan handuk bersih dan sebuah kemeja longgar ke pangkuan Bunga sehingga membuyarkan lamunan gadis itu

"Mandilah di kamar mandi yang ada di kamarku. Sudah kusiapkan air hangat. Tidak ada pakaian perempuan di sini, jadi hanya ada pakaianku. Tapi kemeja ini lebih baik daripada kamu memakai baju basahmu itu. Nggak apa-apa kan?" tanya Sastra

"Terima kasih. T-tapi aku mandi di kamar mandi tamu saja," sahut Bunga gugup.

"Di kamar mandi tamu tidak ada air hangat. Sebaiknya kamu cepat membersihkan diri dan jangan keras kepala. Taruhlah pakaian basahmu di kantong plastik ini, aku sudah menelepon pelayanan dry clean apartemen dan sebentar lagi akan datang. Jadi kamu bisa memakai pakaianmu lagi esok hari." Sastra memberikan sebuah kantong plastik besar pada Bunga.

Akhirnya Bunga menuruti Sastra, dia masuk ke kamar mandi yang terletak di dalam kamar pria itu. Tampak sudah ada air hangat di dalam bathub yang sungguh menggodanya.

Tidak terasa rupanya sudah tiga puluh menit Bunga berendam dan hampir saja tertidur saking nyamannya, dia cepat- cepat membilas tubuhnya di bawah shower karena teringat Sastra juga basah kuyup dan butuh mandi.

Bunga memakai kemeja longgar itu dan melilitkan handuk di rambutnya. Namun, saat hendak keluar dari kamar mandi dia malah mondar-mandir kebingungan.

Gimana ini, aku nggak pakai bra dan celana dalam karena pakaianku basah semua. Apakah aku harus memberanikan diri meminjam celana dalamnya? Tidak mungkin! lagipula celana dalam pria? Aduh malunya**....

Terpopuler

Comments

Dede Dahlia

Dede Dahlia

mending minjen jubah mandinya aja dari pada minjem celana dalemnya sastra sudah pasti kedodoran kalau kamu pake.

2022-11-14

1

Miss Lian 🌻

Miss Lian 🌻

Astaga Bunga yg lugu polos.. kamu pantas bahagia. awas kamu sastra

2022-08-07

0

Yenny Vennyca DL

Yenny Vennyca DL

kenapa aku mikir bunga pinjam kolor nya sastra jadi geli ya 😆😆😆

2022-05-12

0

lihat semua
Episodes
1 KM Part 1
2 KM Part 2
3 KM Part 3
4 KM Part 4
5 KM Part 5
6 KM Part 6
7 KM Part 7
8 KM Part 8
9 KM Part 9
10 KM Part 10
11 KM Part 11
12 KM Part 12
13 KM Part 13
14 KM Part 14
15 KM Part 15
16 KM Part 16
17 KM Part 17
18 KM Part 18
19 KM Part 19
20 KM Part 20
21 KM Part 21
22 KM Part 22
23 KM Part 23
24 KM Part 24
25 KM Part 25
26 KM Part 26
27 KM Part 27
28 KM Part 28
29 KM Part 29
30 KM Part 30
31 KM Part 31
32 KM Part 32
33 KM Part 33
34 KM Part 34
35 KM Part 35
36 KM Part 36
37 KM Part 37
38 KM Part 38
39 KM Part 39
40 KM part 40
41 KM Part 41
42 KM Part 42
43 KM Part 43
44 KM Part 44
45 KM Part 45
46 KM Part 46
47 KM Part 47
48 KM Part 48
49 KM Part 49
50 KM Part 50
51 KM Part 51
52 KM Part 52
53 KM Part 53
54 KM Part 54
55 KM Part 55
56 KM Part 56
57 KM Part 57
58 KM Part 58
59 KM Part 59
60 KM Part 60
61 KM Part 61
62 KM Part 62
63 KM Part 63
64 KM Part 64
65 KM Part 65
66 KM Part 66
67 KM Part 67
68 KM Part 68
69 KM Part 69
70 KM Part 70
71 KM Part 71
72 KM Part 72
73 KM Part 73
74 KM Part 74
75 KM Part 75
76 KM Part 76
77 KM Part 77
78 KM Part 78
79 KM Part 79
80 KM Part 80
81 KM Part 81
82 KM Part 82
83 KM Part 83
84 KM Part 84
85 KM Part 85
86 KM Part 86
87 KM Part 87
88 KM Part 88
89 KM Part 89
90 KM Part 90
91 KM Part 91
92 KM Part 92
93 KM Part 93
94 KM Part 94
95 KM Part 95
96 KM Part 96
97 KM Part 97
98 KM Part 98
99 KM Part 99
100 KM Part 100
101 KM Part 101
102 KM Part 102
103 KM Part 103
104 KM Part 104
105 KM Part 105
106 KM Part 106
107 KM Part 107
108 KM Part 108
109 KM Part 109
110 KM Part 110
111 KM Part 111
112 KM Part 112
113 KM Part 113
114 KM Part 114
115 KM Part 115
116 KM Part 116
117 KM Part 117
118 KM Part 118
119 KM Part 119
120 KM Part 120
121 KM Part 121
122 KM Part 122
123 KM Part 123
124 KM Part 124
125 KM Part 125
126 KM Part 126
127 KM Part 127
128 KM Part 128
129 KM Part 129
130 KM Part 130
131 KM Part 131
132 KM Part 132
133 KM Part 133
134 KM Part 134
135 KM Part 135
136 KM Part 136
137 KM Part 137
138 KM Part 138
139 KM Part 139
140 KM Part 140
141 KM Part 141
142 KM Part 142
143 KM Part 143
144 KM Part 144
145 KM Part 145
146 KM Part 146
147 KM Part 147
148 KM Part 148
149 KM Part 149
150 KM Part 150
151 KM Part 151
152 KM Part 152
153 KM Part 153 end
154 Extra Part 1
155 Extra Part 2
156 Extra Part 3
157 Extra Part 4
158 Extra Part 5
159 Extra Part 6
160 Extra Part 7
161 Extra Part 8
162 Extra Part 9
163 Extra Part 10
164 Extra Part 11
165 Extra Part 12
166 Extra Part 13
167 Last Extra Part
168 PENGUMUMAN
169 Novel Baru
170 Novel Baru
Episodes

Updated 170 Episodes

1
KM Part 1
2
KM Part 2
3
KM Part 3
4
KM Part 4
5
KM Part 5
6
KM Part 6
7
KM Part 7
8
KM Part 8
9
KM Part 9
10
KM Part 10
11
KM Part 11
12
KM Part 12
13
KM Part 13
14
KM Part 14
15
KM Part 15
16
KM Part 16
17
KM Part 17
18
KM Part 18
19
KM Part 19
20
KM Part 20
21
KM Part 21
22
KM Part 22
23
KM Part 23
24
KM Part 24
25
KM Part 25
26
KM Part 26
27
KM Part 27
28
KM Part 28
29
KM Part 29
30
KM Part 30
31
KM Part 31
32
KM Part 32
33
KM Part 33
34
KM Part 34
35
KM Part 35
36
KM Part 36
37
KM Part 37
38
KM Part 38
39
KM Part 39
40
KM part 40
41
KM Part 41
42
KM Part 42
43
KM Part 43
44
KM Part 44
45
KM Part 45
46
KM Part 46
47
KM Part 47
48
KM Part 48
49
KM Part 49
50
KM Part 50
51
KM Part 51
52
KM Part 52
53
KM Part 53
54
KM Part 54
55
KM Part 55
56
KM Part 56
57
KM Part 57
58
KM Part 58
59
KM Part 59
60
KM Part 60
61
KM Part 61
62
KM Part 62
63
KM Part 63
64
KM Part 64
65
KM Part 65
66
KM Part 66
67
KM Part 67
68
KM Part 68
69
KM Part 69
70
KM Part 70
71
KM Part 71
72
KM Part 72
73
KM Part 73
74
KM Part 74
75
KM Part 75
76
KM Part 76
77
KM Part 77
78
KM Part 78
79
KM Part 79
80
KM Part 80
81
KM Part 81
82
KM Part 82
83
KM Part 83
84
KM Part 84
85
KM Part 85
86
KM Part 86
87
KM Part 87
88
KM Part 88
89
KM Part 89
90
KM Part 90
91
KM Part 91
92
KM Part 92
93
KM Part 93
94
KM Part 94
95
KM Part 95
96
KM Part 96
97
KM Part 97
98
KM Part 98
99
KM Part 99
100
KM Part 100
101
KM Part 101
102
KM Part 102
103
KM Part 103
104
KM Part 104
105
KM Part 105
106
KM Part 106
107
KM Part 107
108
KM Part 108
109
KM Part 109
110
KM Part 110
111
KM Part 111
112
KM Part 112
113
KM Part 113
114
KM Part 114
115
KM Part 115
116
KM Part 116
117
KM Part 117
118
KM Part 118
119
KM Part 119
120
KM Part 120
121
KM Part 121
122
KM Part 122
123
KM Part 123
124
KM Part 124
125
KM Part 125
126
KM Part 126
127
KM Part 127
128
KM Part 128
129
KM Part 129
130
KM Part 130
131
KM Part 131
132
KM Part 132
133
KM Part 133
134
KM Part 134
135
KM Part 135
136
KM Part 136
137
KM Part 137
138
KM Part 138
139
KM Part 139
140
KM Part 140
141
KM Part 141
142
KM Part 142
143
KM Part 143
144
KM Part 144
145
KM Part 145
146
KM Part 146
147
KM Part 147
148
KM Part 148
149
KM Part 149
150
KM Part 150
151
KM Part 151
152
KM Part 152
153
KM Part 153 end
154
Extra Part 1
155
Extra Part 2
156
Extra Part 3
157
Extra Part 4
158
Extra Part 5
159
Extra Part 6
160
Extra Part 7
161
Extra Part 8
162
Extra Part 9
163
Extra Part 10
164
Extra Part 11
165
Extra Part 12
166
Extra Part 13
167
Last Extra Part
168
PENGUMUMAN
169
Novel Baru
170
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!