KM Part 8

Bunga baru saja sampai di tempat kerjanya lalu datanglah Nana menghampiri.

"Bunga. Rasya bilang katanya kamu diajak Pak Sastra ikut acara outbound," tanya Nana sumringah.

Aku ingin sekali ikut, untuk melancarkan misiku mencari jodoh, siapa tahu kalau sering mencari akan segera dapat, seperti Nana yang sudah bisa punya pacar. Gumamnya dalam hati.

"Sebenernya aku pengen ikut. Tapi minggu depan jadwalku overtime, kalau minta izin membolos kayaknya gak akan di kasih sama si bos. Tahu sendiri kan bos kita Bu Nani itu garangnya minta ampun," keluhnya pada Nana.

"Gimana kalau kamu minta tolong si Deni buat gantiin masuk. Overtime kan duitnya tunai. Si Deni pasti gak akan nolak sesuatu yang ada duitnya. Terus kalau dia yang minta izin ke Bu Nani pasti di kasih. Si Deni kan karyawan kesayangan Bu Nani," saran Nana sambil menaik turunkan alisnya.

Sebenarnya aku butuh uang overtime itu, tapi mau sampai kapan aku terus berkutat dengan pekerjaanku, sesekali aku harus merelakan yang satu demi mendapatkan yang lain.

"Benar juga, ya sudah aku mau cari Deni dulu."

"Sip." Nana mengacungkan dua jempol tangannya.

********

"Den, Deni...." Bunga memanggilnya dari kejauhan sambil berlari menghampiri.

"Ada apa kamu pagi-pagi teriak seperti tarzan?" sahutnya menjengkelkan seperti biasa.

"Den, aku mau minta tolong sama kamu. Akhir pekan depan aku ada acara penting, kamu bisa tolong gantiin jadwal lemburku nggak?" pinta Bunga penuh harap.

"Tumben akhir pekan punya acara? cie cie kayaknya kamu udah punya pacar ya?"

"Dih, jangan ngeledek deh." Bunga cemberut merajuk.

"Kamu tenang aja, biar aku yang gantiin. Lagian aku kan jomblo. akhir pekan nggak punya yang diapelin mendingan nyari duit," jawab Deni sambil sibuk mengunyah permen karetnya.

"Serius nih? woah... makasih banget Den." Bunga berjingkrak riang.

"Your welcome Raflesia Arnoldi."

******

Satu minggu kemudian.

"Bu, aku berangkat dulu ya. Nana sudah datang menjemput." Bunga sudah bersiap lengkap dengan sepatu kets dan ranselnya.

"Iya, hati-hatilah."

Keduanya berangkat memakai motor Nana menuju halte dekat swalayan tempat mereka bekerja. Nana menitipkan motornya di parkiran swalayan dan segera menunggu di halte karena mereka akan dijemput oleh bus untuk berangkat ke tempat outbound.

Datanglah bus yang dinantikan. Ternyata banyak sekali orang yang ikut. Ada yang membawa pacarnya bahkan ada yang mengajak anak dan istrinya. Bunga memilih duduk di kursi paling belakang dekat jendela berdampingan dengan Nana dan Rasya.

Sepanjang perjalanan, pemandangan menuju puncak begitu sejuk dan indah. Hamparan pepohonan hijau sungguh memanjakan mata dan menenangkan hati. Bunga sangat menikmati perjalanannya karena sudah lama sekali ia tak bepergian untuk refreshing seperti ini.

Setelah hampir kurang lebih tiga jam perjalanan sampailah mereka di tempat tujuan. Kemudian sebuah mobil Mitsubishi Expander hitam menyusul parkir di sebelah bus yang mereka tumpangi.

Keluarlah seseorang dari dalam mobil itu dan ternyata itu adalah Sastra. Semua orang menyapanya dengan hormat dan dia membalas tersenyum ramah. Lalu pandangan matanya menjelajahi orang-orang yang sedang berkerumun itu seperti mencari-cari sesuatu. Kemudian dia tersenyum dan mendekati orang yang dicarinya sejak tadi.

"Makasih ya sudah mau ikut. Berarti sekarang aku sudah dimaafkan?" ujarnya sambil mengangkat jari kelingkingnya.

"Ahahaha... i-iya no problem," sahut Bunga kikuk.

Dengan gerakan cepat Sastra menarik tangan gadis yang berdiri kaku itu dan menautkan jari kelingkingnya di kelingking Bunga.

"Oke deal?" tanya Sastra.

"D-deal," sahut Bunga tergagap sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

*****

Rangkaian acara di tempat outbound berlangsung seru dan meriah. Bunga sangat gembira. Akan tetapi mungkin karena cuaca di puncak yang cukup dingin, tiba-tiba ia merasa mual dan tidak enak badan disertai demam. Sepertinya Bunga masuk angin, karena mualnya tak kunjung membaik dia kabur dari kerumunan menuju toilet terdekat.

Selesai dengan urusannya, Bunga keluar dari toilet dan matanya menangkap sosok Sastra tengah berdiri disana. Lelaki itu sedang menerima telepon sambil membelakangi tempat Bunga berdiri, kemudian setelah panggilannya selesai ia berbalik badan.

Sastra mengusap-usap dadanya karena terkejut melihat keberadaan Bunga yang tiba-tiba muncul di sana, tetapi ia mengerutkan keningnya dan menghampiri setelah memperhatikan wajah Bunga seperti sedang menahan nyeri.

"Kenapa wajahmu pucat begitu, kamu sakit?" tanyanya

"Aku nggak apa-apa kok, sepertinya cuma masuk angin saja." sahut Bunga berusaha terlihat baik-baik saja.

"Lebih baik kamu ikut aku pulang sekarang mumpung masih sore. Nanti malah tambah parah kalau kamu terus disini karena cuaca puncak sangat dingin. Aku berencana pulang lebih dulu karena masih ada acara lain yang harus kuhadiri. Kalau kamu menunggu disini hingga acara selesai bisa kemalaman pulangnya," tawarnya sedikit memaksa.

"Tapi... aku belum berpamitan pada Rasya dan Nana," jawabnya.

"Kamu tenang saja, aku yang akan mengabari mereka bahwa kamu pulang bersamaku." Sastra meyakinkan.

Kali ini Bunga sudah tidak punya energi lagi untuk menolak, karena tubuhnya tak mau berkompromi membuat ia ingin segera pulang.

Wahai badan kenapa kamu lemah sekali? Baru terkena angin dingin begitu saja aku sudah demam, hancurlah sudah misiku mencari jodoh di acara ini.

Sastra membukakan pintu mobilnya untuk Bunga dan tanpa basa basi gadis itu segera masuk. Sastra menyusul masuk dan duduk di kursi sebelahnya tepat di kursi kemudi. Sebelum menginjak pedal gas ia membuka dasboard mobilnya mencari cari sesuatu.

"Ini, pakai kayu putih dulu. Semoga bisa membantu sedikit meredakan masuk anginmu, nanti kalau ada apotek kita mampir membeli obat."

Bunga hanya menanggapi dengan anggukan dan menerima botol kayu putih tersebut lalu menggenggamnya.

"Bunga, kayu putihnya di pakai bukannya cuma di pegang. Atau kamu mau aku yang mengoleskannya di perutmu?" goda Sastra sambil tersenyum jahil membuat Bunga refleks melotot ke arahnya.

"Ti- tidak usah, aku bisa sendiri." Bunga buru-buru membelakangi Sastra dan segera mengoleskan kayu putihnya.

Haishhh kenapa dia suka banget bikin aku olahraga jantung sih. Dasar jahil!

*****

Sepanjang perjalanan pulang gadis itu tertidur dan Sastra membangunkannya saat sudah hampir sampai di ibukota.

"Bunga, alamatmu di mana? biar ku antar sampai rumah?" ucap Sastra.

"Nggak usah. Nanti malah makin ngerepotin. Turunkan aku di halte dekat swalayan tempatku bekerja, Swalayan Mitra. Nanti aku naik bus kopaja atau ojol dari sana."

"Aku tidak akan membiarkanmu turun! Kalau kamu tidak mau bilang di mana rumahmu, aku akan membawamu pulang ke apartemenku," ujarnya keras kepala.

Akhirnya Bunga memberikan alamat rumahnya karena Sastra bersikukuh untuk mengantarnya pulang. Sastra beralasan karena keprimanusiaan dia tidak bisa membiarkan orang sakit pulang sendirian.

*****

Sampailah mereka di pekarangan rumah Bunga. Ia dan Sastra turun dari mobil tanpa menyadari sejak tadi Bu Marni memperhatikan kedatangan mereka.

"Bunga kamu pulang di antar sama siapa?" Bu Marni langsung menghampiri.

"Ini... beliau Pak Sastra Bu. Atasannya Ra_"

Belum juga Bunga merampungkan kalimatnya Ibunya langsung merangsek dan tak mempedulikan ucapan Bunga.

"Wah... ganteng sekali. Bunga, Jadi ini ya pacarmu? ayo masuk mampir dulu, kita minum teh sebentar."

Dengan bersemangat Ibunya menarik lengan Sastra untuk masuk kedalam rumah. Bunga hanya melongo di depan teras saking kagetnya dengan perlakuan ibunya pada Sastra, sedangkan Sastra menoleh menatap Bunga dengan raut wajah bingung penuh tanda tanya?

Deng....

Kejadian macam apa ini? Kenapa aku jadi terjebak dalam situasi begini?

Terpopuler

Comments

ana Imaa

ana Imaa

kalem bu kalemmm

2023-01-01

0

Dede Dahlia

Dede Dahlia

si ibu bener²sudah kebelet punya mantu sabar dikit napa bu.

2022-11-14

1

Miss Lian 🌻

Miss Lian 🌻

Hahah... Calon anak mantu 😭😆👍🏼💜

2022-08-07

1

lihat semua
Episodes
1 KM Part 1
2 KM Part 2
3 KM Part 3
4 KM Part 4
5 KM Part 5
6 KM Part 6
7 KM Part 7
8 KM Part 8
9 KM Part 9
10 KM Part 10
11 KM Part 11
12 KM Part 12
13 KM Part 13
14 KM Part 14
15 KM Part 15
16 KM Part 16
17 KM Part 17
18 KM Part 18
19 KM Part 19
20 KM Part 20
21 KM Part 21
22 KM Part 22
23 KM Part 23
24 KM Part 24
25 KM Part 25
26 KM Part 26
27 KM Part 27
28 KM Part 28
29 KM Part 29
30 KM Part 30
31 KM Part 31
32 KM Part 32
33 KM Part 33
34 KM Part 34
35 KM Part 35
36 KM Part 36
37 KM Part 37
38 KM Part 38
39 KM Part 39
40 KM part 40
41 KM Part 41
42 KM Part 42
43 KM Part 43
44 KM Part 44
45 KM Part 45
46 KM Part 46
47 KM Part 47
48 KM Part 48
49 KM Part 49
50 KM Part 50
51 KM Part 51
52 KM Part 52
53 KM Part 53
54 KM Part 54
55 KM Part 55
56 KM Part 56
57 KM Part 57
58 KM Part 58
59 KM Part 59
60 KM Part 60
61 KM Part 61
62 KM Part 62
63 KM Part 63
64 KM Part 64
65 KM Part 65
66 KM Part 66
67 KM Part 67
68 KM Part 68
69 KM Part 69
70 KM Part 70
71 KM Part 71
72 KM Part 72
73 KM Part 73
74 KM Part 74
75 KM Part 75
76 KM Part 76
77 KM Part 77
78 KM Part 78
79 KM Part 79
80 KM Part 80
81 KM Part 81
82 KM Part 82
83 KM Part 83
84 KM Part 84
85 KM Part 85
86 KM Part 86
87 KM Part 87
88 KM Part 88
89 KM Part 89
90 KM Part 90
91 KM Part 91
92 KM Part 92
93 KM Part 93
94 KM Part 94
95 KM Part 95
96 KM Part 96
97 KM Part 97
98 KM Part 98
99 KM Part 99
100 KM Part 100
101 KM Part 101
102 KM Part 102
103 KM Part 103
104 KM Part 104
105 KM Part 105
106 KM Part 106
107 KM Part 107
108 KM Part 108
109 KM Part 109
110 KM Part 110
111 KM Part 111
112 KM Part 112
113 KM Part 113
114 KM Part 114
115 KM Part 115
116 KM Part 116
117 KM Part 117
118 KM Part 118
119 KM Part 119
120 KM Part 120
121 KM Part 121
122 KM Part 122
123 KM Part 123
124 KM Part 124
125 KM Part 125
126 KM Part 126
127 KM Part 127
128 KM Part 128
129 KM Part 129
130 KM Part 130
131 KM Part 131
132 KM Part 132
133 KM Part 133
134 KM Part 134
135 KM Part 135
136 KM Part 136
137 KM Part 137
138 KM Part 138
139 KM Part 139
140 KM Part 140
141 KM Part 141
142 KM Part 142
143 KM Part 143
144 KM Part 144
145 KM Part 145
146 KM Part 146
147 KM Part 147
148 KM Part 148
149 KM Part 149
150 KM Part 150
151 KM Part 151
152 KM Part 152
153 KM Part 153 end
154 Extra Part 1
155 Extra Part 2
156 Extra Part 3
157 Extra Part 4
158 Extra Part 5
159 Extra Part 6
160 Extra Part 7
161 Extra Part 8
162 Extra Part 9
163 Extra Part 10
164 Extra Part 11
165 Extra Part 12
166 Extra Part 13
167 Last Extra Part
168 PENGUMUMAN
169 Novel Baru
170 Novel Baru
Episodes

Updated 170 Episodes

1
KM Part 1
2
KM Part 2
3
KM Part 3
4
KM Part 4
5
KM Part 5
6
KM Part 6
7
KM Part 7
8
KM Part 8
9
KM Part 9
10
KM Part 10
11
KM Part 11
12
KM Part 12
13
KM Part 13
14
KM Part 14
15
KM Part 15
16
KM Part 16
17
KM Part 17
18
KM Part 18
19
KM Part 19
20
KM Part 20
21
KM Part 21
22
KM Part 22
23
KM Part 23
24
KM Part 24
25
KM Part 25
26
KM Part 26
27
KM Part 27
28
KM Part 28
29
KM Part 29
30
KM Part 30
31
KM Part 31
32
KM Part 32
33
KM Part 33
34
KM Part 34
35
KM Part 35
36
KM Part 36
37
KM Part 37
38
KM Part 38
39
KM Part 39
40
KM part 40
41
KM Part 41
42
KM Part 42
43
KM Part 43
44
KM Part 44
45
KM Part 45
46
KM Part 46
47
KM Part 47
48
KM Part 48
49
KM Part 49
50
KM Part 50
51
KM Part 51
52
KM Part 52
53
KM Part 53
54
KM Part 54
55
KM Part 55
56
KM Part 56
57
KM Part 57
58
KM Part 58
59
KM Part 59
60
KM Part 60
61
KM Part 61
62
KM Part 62
63
KM Part 63
64
KM Part 64
65
KM Part 65
66
KM Part 66
67
KM Part 67
68
KM Part 68
69
KM Part 69
70
KM Part 70
71
KM Part 71
72
KM Part 72
73
KM Part 73
74
KM Part 74
75
KM Part 75
76
KM Part 76
77
KM Part 77
78
KM Part 78
79
KM Part 79
80
KM Part 80
81
KM Part 81
82
KM Part 82
83
KM Part 83
84
KM Part 84
85
KM Part 85
86
KM Part 86
87
KM Part 87
88
KM Part 88
89
KM Part 89
90
KM Part 90
91
KM Part 91
92
KM Part 92
93
KM Part 93
94
KM Part 94
95
KM Part 95
96
KM Part 96
97
KM Part 97
98
KM Part 98
99
KM Part 99
100
KM Part 100
101
KM Part 101
102
KM Part 102
103
KM Part 103
104
KM Part 104
105
KM Part 105
106
KM Part 106
107
KM Part 107
108
KM Part 108
109
KM Part 109
110
KM Part 110
111
KM Part 111
112
KM Part 112
113
KM Part 113
114
KM Part 114
115
KM Part 115
116
KM Part 116
117
KM Part 117
118
KM Part 118
119
KM Part 119
120
KM Part 120
121
KM Part 121
122
KM Part 122
123
KM Part 123
124
KM Part 124
125
KM Part 125
126
KM Part 126
127
KM Part 127
128
KM Part 128
129
KM Part 129
130
KM Part 130
131
KM Part 131
132
KM Part 132
133
KM Part 133
134
KM Part 134
135
KM Part 135
136
KM Part 136
137
KM Part 137
138
KM Part 138
139
KM Part 139
140
KM Part 140
141
KM Part 141
142
KM Part 142
143
KM Part 143
144
KM Part 144
145
KM Part 145
146
KM Part 146
147
KM Part 147
148
KM Part 148
149
KM Part 149
150
KM Part 150
151
KM Part 151
152
KM Part 152
153
KM Part 153 end
154
Extra Part 1
155
Extra Part 2
156
Extra Part 3
157
Extra Part 4
158
Extra Part 5
159
Extra Part 6
160
Extra Part 7
161
Extra Part 8
162
Extra Part 9
163
Extra Part 10
164
Extra Part 11
165
Extra Part 12
166
Extra Part 13
167
Last Extra Part
168
PENGUMUMAN
169
Novel Baru
170
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!