KM Part 7

"Bunga gimana kalau yang ini?" Nana bertanya kepada Bunga meminta pendapat tentang kaos oblong couple yang dipilihnya.

"Hmmm... bagus kok, tapi memangnya Rasya enggak apa-apa, itu kan tulisan di bajunya warna pink?" Tunjuk Bunga pada sablon tulisan di kaos tersebut.

"Tenang aja. Asalkan aku suka, Rasya pasti akan memakainya." Nana menjawab sambil tertawa jahil.

"Dasar Rasya bucin," umpat Bunga dan Nana hanya terkikik geli.

"Eh bentar ya, Rasya nelpon nih."

Bunga mengangguk dan Nana pergi agak menjauh untuk menerima panggilan teleponnya. Kira-kira sepuluh menitan berselang Nana kembali menghampiri Bunga.

"Mmm... Bunga. Aduh gimana ya, Rasya tiba-tiba mengajakku ketemuan untuk makan malam bersama. Padahal tadi sore aku udah bilang sama dia mau pergi berbelanja sama kamu. Gimana kalau kamu ikut gabung aja? Biar tambah seru," ajak Nana.

"Waduh, gimana ya. Aku takut malah jadi obat nyamuk di antara kalian berdua. Jujur saja sebenarnya aku masih belum ingin pulang," sahutnya lesu.

"Hei tenang saja. Aku enggak cuma berduaan sama Rasya. Dia bilang ini acara semacam open house yang disponsori oleh perusahaan tempatnya bekerja. Bebas mau ngajak pacar, teman dekat atau keluarga. Terus rekan-rekan kerja Rasya yang berkumpul di sana, banyak juga yang masih lajang lho. Kali aja ada nyangkut sama kamu," usul Nana antusias.

Benar juga kata Nana, mungkin ini kesempatanku untuk mendapatkan jodoh.

"Oke aku ikut," jawab Bunga penuh semangat.

*****

Mereka sampai di tempat tujuan setelah lima belas menit perjalanan ditempuh dengan menggunakan motor. Nana memarkirkan motornya di sebuah kafe yang cukup terkenal di kalangan anak muda akhir-akhir ini.

"Yuk, masuk." Nana menarik lengan Bunga yang sejak tadi seolah ragu untuk melangkah masuk.

"Rasya ...."

Nana menghambur pada Rasya saat melihat pacarnya itu melambai padanya. Terlihat Rasya duduk menempati kursi-kursi yang tersedia, berkumpul dengan rekan-rekannya.

"Rasya, Bunga kuajak ikut, enggak tega ninggalin dia sendirian di mall," cicit Nana pada sang pacar

"Bagus kamu ajak. Sesekali Bunga kudu nongkrong. Ini acaranya bebas kok, bukan acara privat. Lebih banyak orang lebih seru. Kalian tenang saja, hari ini kafe sudah *di*booking bosku jadi kali ini kita semua bisa makan gratis sepuasnya," ujar Rasya sambil nyengir kuda.

"Apa kabar, Rasya?" sapa Bunga. "Makasih lho, udah izinin aku ikut gabung di sini."

Bunga menebarkan senyumnya semanis mungkin pada semua orang yang hadir berkumpul di sana. Semuanya menyambut dengan ramah dan membalas dengan senyuman yang sama.

"Kabarku baik. Santai saja jangan sungkan. Silakan pilih tempat duduk, sebentar lagi kita akan memesan makanan. Kita lagi nunggu si bos buat makan bareng-bareng. Kalian pilih dulu saja menunya."

"Oke," Nana dan Bunga menjawab serempak.

Setelah beberapa saat orang yang di tunggu-tunggu datang juga, "Bos silahkan duduk." Rasya menarik kursi untuk orang tersebut.

Saat sudut mata Bunga melirik pada sosok yang dipanggil "Bos", gadis itu membelalakkan matanya. Ternyata itu adalah laki-laki yang membuatnya kesal setengah mati tadi siang.

Jadi cowok tengil ini bosnya Rasya, kenapa malah ketemu sama dia lagi sih. Bikin moodku ambyar.

Seolah merasa ada yang memperhatikan, Laki-laki itu balik menoleh ke arah Bunga hingga pandangan mereka bersirobok. Laki-laki tampan itu malah kaget sendiri melihat sorot mata Bunga yang penuh permusuhan kepadanya. Dia segera memalingkan wajahnya dan berdehem untuk mengatasi keterkejutannya.

Lelaki jangkung itu berdiri dan memberikan salam pada semua yang berkumpul. Setelah dia selesai berbasa basi tibalah waktunya untuk memesan makanan.

Tiba tiba Rasya menarik Nana ke tempat duduk yang ada di pojok. Membuat bosnya itu bergeser berpindah duduk bersebelahan dengan Bunga. Sejujurnya Bunga merasa canggung berdekatan dengannya karena si polos itu sama sekali tak punya pengalaman berinteraksi dengan kaum Adam setampan laki-laki di sampingnya itu.

"Kamu pacar dari salah satu karyawanku atau keluarganya?" tanyanya dengan ekspresi ingin tau.

"Hmmm, bukan, aku teman pacarnya Rasya," jawab Bunga seperlunya.

Sepertinya dia tidak mengenaliku, baguslah.

"Oh...."

Lelaki itu hanya ber oh ria kemudian terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu. Pesanan makanan mereka datang mencairkan suasana yang membeku, tanpa basa basi lagi Bunga menyantap makanannya tanpa mempedulikan laki-laki yang ada di sampingnya.

"Ehm... ngomong-ngomong aku mau minta maaf tentang kejadian tadi siang di gedung resepsi. Maaf kalau sikapku kurang berkenan. Tadi itu aku sedang sangat sibuk dengan pekerjaanku sehingga membuatku pusing dan cepat naik darah, Sorry." Lelaki itu menangkupkan kedua telapak tangannya.

"Kenalkan, namaku Sastra Prawira. Panggil saja aku Sastra," ucapnya sambil mengulurkan tangannya mengajak bersalaman disertai senyuman yang ternyata lebih manis dari berton-ton gula, asli tanpa pengawet dan pemanis buatan.

Bunga kikuk dibuatnya, tak menyangka akan berinteraksi lagi dengan lelaki ini dalam atmosfer berbeda.

Kalau enggak kumaafkan maka aku akan dikira manusia sombong, sudahlah sebaiknya kumaafkan saja.

"Ahahaha... tak masalah. Sudahlah jangan dipikirkan lagi, namaku Bunga." Bunga menerima uluran tangan itu untuk bersalaman meskipun ragu.

"Sebagai permintaan maafku, maukah kamu bergabung bersama kami ikut acara outbound di puncak minggu depan?" pinta Sastra.

"Gimana ya." Bunga menggaruk-garuk kepalanya tak gatal.

"Ehm... begini. Untuk saat ini aku belum dapat memastikan bisa ikut atau tidaknya. Jika memang minggu depan ada waktu luang aku akan mengabarimu," sahutnya sambil berusaha tersenyum, padahal degupan jantungnya mulai tak terkendali.

"Baiklah. Aku sangat berharap kamu bisa ikut. Aku akan memberikan nomorku secara cuma-cuma khusus buatmu, dan sekarang bolehkah kuminta nomor ponselmu? Agar kita bisa saling mengabari." Sastra tersenyum pada Bunga sambil menyodorkan ponselnya.

Ya Tuhan senyumnya benar benar-benar sangat manis, ditambah dengan lesung pipinya sungguh menghipnotisku.

Sastra mengibaskan tangannya di depan wajah Bunga yang sejak tadi malah melongo tak merespon permintaannya.

"Hei halo... kenapa kamu jadi melamun?" Suara Sastra menyadarkan Bunga dari keterpanaannya.

"Ma-maaf tadi aku sedang berpikir tentang hal lain." Dengan cepat ia meraih ponsel Sastra dan memasukkan nomornya.

"Nah sudah." Gadis itu menyerahkan kembali ponsel Sastra.

"Sini ponselmu." Sastra mengambil ponsel Bunga yang tergeletak di meja tanpa permisi dan mengetikkan nomornya.

"Simpan nomorku baik-baik. Tidak sembarang orang kuberikan nomor kontakku," ujarnya terselip nada sombong.

"Baiklah, Pak Sastra. Nanti akan kukabari. Berhubung malam semakin larut, aku mau pamit pulang duluan."

"Panggil saja aku Sastra, jangan pakai embel-embel Pak, aku bukan Bapakmu. Kamu pulang sama siapa?" Sastra bertanya.

"Aku pulang pakai ojek online. Tadi aku kemari bersama Nana pacarnya Rasya, tapi sepertinya Nana masih ingin menikmati malam akhir pekannya bersama Rasya. Aku tidak ingin mengganggu. Terima kasih jamuannya." Bunga segera beranjak dari tempat duduknya dan mencangklong tasnya.

Tiba-tiba Sastra ikut bangkit. "Bagaimana kalau kuantar? Ini sudah lewat jam sembilan malam, memangnya tidak takut pulang naik ojol?"

"Ehh... nggak apa-apa kok. Nggak usah ngerepotin. Aku sudah biasa naik ojol. Terus ojeg yang kupesan juga sudah sampai di depan kafe, mari." Bunga dengan cepat berlalu dari sana dan segera kabur setelah berpamitan pada Nana sekilas.

Setelah berada di depan cafe dan memastikan tak ada yang mengikuti, barulah Bunga memesan ojek online. Sebenanya tadi Bunga hanya mencari alasan supaya tidak jadi diantar oleh Sastra. Ia merasa sangat canggung jika dekat-dekat dengannya, apalagi kalau dia tersenyum rasanya jantungnya berdetak tak terkendali seperti mau loncat saja.

Setelah beberapa menit akhirnya ojol pesanannya datang, dengan terburu-buru Bunga segera naik agar tidak kepergok masih menunggu ojek padahal tadi ia mengatakan ojek pesanannya sudah sampai di depan cafe.

Aishh kenapa aku jadi seperti buronan begini, ada apa denganku? Kenapa aku terpesona pada cowok tengil itu. Atau jangan-jangan dia punya ilmu pelet? Ehh kenapa pikiranku jadi kemana-mana sih! Ah entahlah aku tak tau....

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Mak sulis

Mak sulis

jodoh nggak yah..semoga..

2023-07-11

0

nobita

nobita

aku juga gk kuat... dg senyumannya Sastra yg mengalahkan berton ton gula... tanpa pemanis dan pengawet buatan... wkwkwkkw

2023-06-11

0

Dede Dahlia

Dede Dahlia

mau dong bunga kamu ikut ke puncak.

2022-11-14

0

lihat semua
Episodes
1 KM Part 1
2 KM Part 2
3 KM Part 3
4 KM Part 4
5 KM Part 5
6 KM Part 6
7 KM Part 7
8 KM Part 8
9 KM Part 9
10 KM Part 10
11 KM Part 11
12 KM Part 12
13 KM Part 13
14 KM Part 14
15 KM Part 15
16 KM Part 16
17 KM Part 17
18 KM Part 18
19 KM Part 19
20 KM Part 20
21 KM Part 21
22 KM Part 22
23 KM Part 23
24 KM Part 24
25 KM Part 25
26 KM Part 26
27 KM Part 27
28 KM Part 28
29 KM Part 29
30 KM Part 30
31 KM Part 31
32 KM Part 32
33 KM Part 33
34 KM Part 34
35 KM Part 35
36 KM Part 36
37 KM Part 37
38 KM Part 38
39 KM Part 39
40 KM part 40
41 KM Part 41
42 KM Part 42
43 KM Part 43
44 KM Part 44
45 KM Part 45
46 KM Part 46
47 KM Part 47
48 KM Part 48
49 KM Part 49
50 KM Part 50
51 KM Part 51
52 KM Part 52
53 KM Part 53
54 KM Part 54
55 KM Part 55
56 KM Part 56
57 KM Part 57
58 KM Part 58
59 KM Part 59
60 KM Part 60
61 KM Part 61
62 KM Part 62
63 KM Part 63
64 KM Part 64
65 KM Part 65
66 KM Part 66
67 KM Part 67
68 KM Part 68
69 KM Part 69
70 KM Part 70
71 KM Part 71
72 KM Part 72
73 KM Part 73
74 KM Part 74
75 KM Part 75
76 KM Part 76
77 KM Part 77
78 KM Part 78
79 KM Part 79
80 KM Part 80
81 KM Part 81
82 KM Part 82
83 KM Part 83
84 KM Part 84
85 KM Part 85
86 KM Part 86
87 KM Part 87
88 KM Part 88
89 KM Part 89
90 KM Part 90
91 KM Part 91
92 KM Part 92
93 KM Part 93
94 KM Part 94
95 KM Part 95
96 KM Part 96
97 KM Part 97
98 KM Part 98
99 KM Part 99
100 KM Part 100
101 KM Part 101
102 KM Part 102
103 KM Part 103
104 KM Part 104
105 KM Part 105
106 KM Part 106
107 KM Part 107
108 KM Part 108
109 KM Part 109
110 KM Part 110
111 KM Part 111
112 KM Part 112
113 KM Part 113
114 KM Part 114
115 KM Part 115
116 KM Part 116
117 KM Part 117
118 KM Part 118
119 KM Part 119
120 KM Part 120
121 KM Part 121
122 KM Part 122
123 KM Part 123
124 KM Part 124
125 KM Part 125
126 KM Part 126
127 KM Part 127
128 KM Part 128
129 KM Part 129
130 KM Part 130
131 KM Part 131
132 KM Part 132
133 KM Part 133
134 KM Part 134
135 KM Part 135
136 KM Part 136
137 KM Part 137
138 KM Part 138
139 KM Part 139
140 KM Part 140
141 KM Part 141
142 KM Part 142
143 KM Part 143
144 KM Part 144
145 KM Part 145
146 KM Part 146
147 KM Part 147
148 KM Part 148
149 KM Part 149
150 KM Part 150
151 KM Part 151
152 KM Part 152
153 KM Part 153 end
154 Extra Part 1
155 Extra Part 2
156 Extra Part 3
157 Extra Part 4
158 Extra Part 5
159 Extra Part 6
160 Extra Part 7
161 Extra Part 8
162 Extra Part 9
163 Extra Part 10
164 Extra Part 11
165 Extra Part 12
166 Extra Part 13
167 Last Extra Part
168 PENGUMUMAN
169 Novel Baru
170 Novel Baru
Episodes

Updated 170 Episodes

1
KM Part 1
2
KM Part 2
3
KM Part 3
4
KM Part 4
5
KM Part 5
6
KM Part 6
7
KM Part 7
8
KM Part 8
9
KM Part 9
10
KM Part 10
11
KM Part 11
12
KM Part 12
13
KM Part 13
14
KM Part 14
15
KM Part 15
16
KM Part 16
17
KM Part 17
18
KM Part 18
19
KM Part 19
20
KM Part 20
21
KM Part 21
22
KM Part 22
23
KM Part 23
24
KM Part 24
25
KM Part 25
26
KM Part 26
27
KM Part 27
28
KM Part 28
29
KM Part 29
30
KM Part 30
31
KM Part 31
32
KM Part 32
33
KM Part 33
34
KM Part 34
35
KM Part 35
36
KM Part 36
37
KM Part 37
38
KM Part 38
39
KM Part 39
40
KM part 40
41
KM Part 41
42
KM Part 42
43
KM Part 43
44
KM Part 44
45
KM Part 45
46
KM Part 46
47
KM Part 47
48
KM Part 48
49
KM Part 49
50
KM Part 50
51
KM Part 51
52
KM Part 52
53
KM Part 53
54
KM Part 54
55
KM Part 55
56
KM Part 56
57
KM Part 57
58
KM Part 58
59
KM Part 59
60
KM Part 60
61
KM Part 61
62
KM Part 62
63
KM Part 63
64
KM Part 64
65
KM Part 65
66
KM Part 66
67
KM Part 67
68
KM Part 68
69
KM Part 69
70
KM Part 70
71
KM Part 71
72
KM Part 72
73
KM Part 73
74
KM Part 74
75
KM Part 75
76
KM Part 76
77
KM Part 77
78
KM Part 78
79
KM Part 79
80
KM Part 80
81
KM Part 81
82
KM Part 82
83
KM Part 83
84
KM Part 84
85
KM Part 85
86
KM Part 86
87
KM Part 87
88
KM Part 88
89
KM Part 89
90
KM Part 90
91
KM Part 91
92
KM Part 92
93
KM Part 93
94
KM Part 94
95
KM Part 95
96
KM Part 96
97
KM Part 97
98
KM Part 98
99
KM Part 99
100
KM Part 100
101
KM Part 101
102
KM Part 102
103
KM Part 103
104
KM Part 104
105
KM Part 105
106
KM Part 106
107
KM Part 107
108
KM Part 108
109
KM Part 109
110
KM Part 110
111
KM Part 111
112
KM Part 112
113
KM Part 113
114
KM Part 114
115
KM Part 115
116
KM Part 116
117
KM Part 117
118
KM Part 118
119
KM Part 119
120
KM Part 120
121
KM Part 121
122
KM Part 122
123
KM Part 123
124
KM Part 124
125
KM Part 125
126
KM Part 126
127
KM Part 127
128
KM Part 128
129
KM Part 129
130
KM Part 130
131
KM Part 131
132
KM Part 132
133
KM Part 133
134
KM Part 134
135
KM Part 135
136
KM Part 136
137
KM Part 137
138
KM Part 138
139
KM Part 139
140
KM Part 140
141
KM Part 141
142
KM Part 142
143
KM Part 143
144
KM Part 144
145
KM Part 145
146
KM Part 146
147
KM Part 147
148
KM Part 148
149
KM Part 149
150
KM Part 150
151
KM Part 151
152
KM Part 152
153
KM Part 153 end
154
Extra Part 1
155
Extra Part 2
156
Extra Part 3
157
Extra Part 4
158
Extra Part 5
159
Extra Part 6
160
Extra Part 7
161
Extra Part 8
162
Extra Part 9
163
Extra Part 10
164
Extra Part 11
165
Extra Part 12
166
Extra Part 13
167
Last Extra Part
168
PENGUMUMAN
169
Novel Baru
170
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!