Sudah satu bulan berlalu sejak mereka berpacaran. Setiap akhir pekan selalu mereka isi untuk berkencan, entah itu pergi ke bioskop atau sekadar nongkrong di cafe. Dan sudah satu bulan lamanya juga Sastra harus berusaha mengendalikan hasratnya setiap kali berdekatan dengan Bunga.
Seperti biasa, sore ini Sastra sudah menunggu di luar swalayan untuk menjemput gadisnya. Gadisnya? Iya benar gadisnya, karena baru kali ini dia berstatus berpacaran dengan seseorang dan entah kenapa dia merasa sangat nyaman menjalaninya.
Padahal niatan awal Sastra menjalani status ini hanya untuk menuntaskan rasa penasarannya terhadap Bunga. Dulu dia tidak pernah mau harus repot-repot punya hubungan yang disebut berpacaran, karena tanpa statuspun banyak wanita yang mengantri dengan sukarela menyerahkan diri kepadanya.
Lalu terlihatlah Bunga keluar dari swalayan mencangklong tasnya dan mendekati Sastra yang bersandar pada mobil mewahnya. Para wanita yang lewat di sekitar swalayan hampir semuanya melirik dan tersihir oleh aura Sastra, Bunga yang menyaksikannya tiba-tiba merasa jengkel dan kesal.
"Kamu beneran lagi nunggu aku? atau lagi tebar pesona sih?" semburnya. Bunga melotot ke arah wanita-wanita yang melihat Sastra dengan genit.
"Hei, jangan marah-marah nanti cepat tua." Sastra mencubit dagu Bunga dan tersenyum menggoda. Lesung pipi Sastra selalu menjadi kelemahannya, jika lelakinya tersenyum manis menampakkan lesung pipinya hancurlah sudah rasa kesalnya.
"Kamu cemburu ya?" ujar Sastra sambil memicingkan matanya.
"Kalau iya kenapa, nggak boleh?" sahut Bunga galak. Sastra terkekeh dan langsung menggenggam tangan gadis itu.
"Aku suka kalau kamu mode cemburu, makin cantik." Sastra tersenyum penuh arti kemudian membuka pintu mobilnya. Setelah Bunga masuk dia pun berjalan memutar, menyusul duduk di belakang kemudi lalu melajukan mobilnya.
Sementara, sejak tadi Bunga hanya tersenyum sendiri sambil tertunduk menyembunyikan wajahnya. Sastra terkekeh geli dengan tingkah Bunga yang gampang sekali merona.
"Akhir pekan ini temani aku touring ya, rencananya aku mau touring bareng teman-temanku satu komunitas pakai motor ke daerah dekat pantai. Kamu mau ya please." Sastra memelas.
Bunga tidak akan bisa menolak kalau pacarnya itu sudah dalam mode merajuk.
"Aku mau nemenin kamu, tapi harus minta izin dulu sama ibu."
"Kamu tenang saja, nanti aku yang bilang. Pasti ibu ngizinin," sahutnya percaya diri.
"Sebetulnya anak ibu itu aku atau kamu sih? sepertinya ibu lebih menuruti kata-katamu dibanding aku," Bunga berdecak sebal.
Sastra hanya terkekeh dan mengecup punggung tangan Bunga yang sedang di genggamnya. Sepanjang perjalanan pulang mereka saling menautkan tangan masing-masing seolah takut ikatannya akan terlepas.
Sastra sendiri masih belum bisa menelaah perasaannya, dia selalu merasakan hal yang berbeda jika menyangkut tentang gadis itu. Sudah satu bulan sejak memutuskan berpacaran dengan Bunga dan dia tak pernah terlihat lagi bersama dengan ******-jalangnya.
Sampailah mereka di depan rumah Bunga dan Sastra ikut turun untuk mampir. Bunga mengajaknya masuk lalu mempersilakannya untuk duduk.
Bu Marni tergopoh-gopoh menghampiri Sastra dan pria itu langsung memberi salam dengan hormat.
"Wah ada Nak ganteng. Gimana kabarnya?" tanya Bu Marni sumringah.
"Bunga cepat buatkan minum. Ada tamu kok malah di anggurin," perintah Bu Marni.
"Kabar saya baik Tante. Kita pernah berjumpa sebelumnya, tetapi kali ini saya mampir sekalian ingin memperkenalkan diri dengan benar." Suasana hening sejenak.
"Saya pacarnya Bunga. Nama saya Sastra," ujarnya dengan sopan sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Bagaimanapun juga Sastra dididik dengan attitude yang ketat. Dia juga selalu diajarkan untuk bisa cepat menyesuaikan diri dalam situasi apapun. Makanya tidak heran di usia muda dia sudah dipercaya untuk mengelola perusahaan oleh ayahnya, hanya saja karena suatu hal dan lingkungan teman- temannya yang menganut pergaulan bebas membuatnya ikut terbawa arus dan menjadi liar di luaran.
"Jadi Nak Sastra ini benar pacarnya Bunga?" Bu Marni makin penasaran.
"Benar Tante, maaf saya baru bisa mampir hari ini."
"Nggak apa-apa. Tapi kedepannya harus sering-sering mampir biar makin akrab," sahut Bu Marni bersemangat.
Bunga hanya memijit-mijit pangkal hidungnya karena sikap ibunya pada Sastra.
Aduh kenapa ibu tidak bisa jaim sedikit saja.
"Iya pasti Tante, dan saya datang kesini mau meminta izin. Besok saya bermaksud mengajak Bunga untuk ikut touring ke daerah dekat pantai, sekalian refreshing. Bolehkah Tante?" Sastra berkata dengan memasang senyuman termanisnya.
"Ooo... tentu saja boleh. Asal bawa motornya berhati-hati dan jangan ngebut ya."
"Siap Tante, terimakasih atas izinnya. Sekarang saya pamit pulang dulu. Bunga aku pulang ya." Sastra bangkit dari duduknya.
"Bunga antarkan Nak Sastra ke depan jangan cuma diam di situ." Bu Marni menginterupsi Bunga.
Gadis itu bangkit, berjalan mengekori Sastra dan mengantar tepat sampai di depan mobilnya.
"Aku pulang dulu, sampai ketemu besok."
Sastra mencium keningnya secara tiba-tiba membuat Bunga tersentak kaget. Semburat merah nampak di pipinya dan ia langsung mencubit perut berotot Sastra.
"Kamu ini! Gimana kalau ada orang yang lihat? ini kan di luar aku malu." Bunga menggerutu.
"Jadi kalau lagi nggak di luar aku boleh dong cium-cium kamu?" goda Sastra jahil.
"Bukan begitu maksudnya!" ujar gadis itu kesal.
"Sudahlan lebih baik kamu cepat pulang, dari pada makin ngelantur."
Bunga berbalik badan, dengan cepat melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Sastra yang masih berdiri di luar. Jantungnya berdetak tidak karuan. Bibirnya tersenyum lebar dan ia berlari masuk ke dalam kamarnya.
Sastra melajukan kendaraannya meninggalkan rumah Bunga, tanpa disadarinya sepanjang perjalanan dia tersenyum sendiri, mirip seperti anak remaja yang baru saja mengenal cinta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 170 Episodes
Comments
Dede Dahlia
hayoloh sastra roman²nya kamu sudah sedikit jatuh cinta lo 🤔
2022-11-14
0
Upik Zuraidah Pasaribu
aq sedih klo liat sikap anak gadis yg spt ini, ditipu oleh laki2 biaya dg sikap dan mulutnya yg manis. dan pasti banyak juga anak gadis yg spt ini di luaran sana
2022-09-24
0
Miss Lian 🌻
Pria berlesung pipi masuk ke dalam lobang yg di Gali.. Jatuh cinta kan tanpa di sadari. 😆😆😆🤭
2022-08-07
0