KM Part 11

Bunga duduk di halte sedang menunggu bus untuk pulang. Lalu terlihatlah sebuah mobil sport berwarna merah berhenti tepat di depan tempat duduk Bunga.

Tin... tin... tin....

Si pengemudi mobil membunyikan klakson dan membuka kaca jendelanya.

"Ayo masuk!" Ternyata Sastra yang membawa mobil itu.

"Gak makasih, aku lagi nunggu bus. Sebaiknya kamu cepat pergi. Mobilmu menghalangi jalan," jawab Bunga ketus.

"Aku gak bakalan menyingkirkan mobilku kalau kamu gak mau masuk!" Sastra berkata dengan nada memaksa.

Orang-orang yang sedang menunggu di halte menatap Bunga dengan pandangan mengintimidasi, seolah-olah menyuruhnya cepat pergi dan jangan membuat keributan.

Dengan terpaksa Bunga akhirnya menaiki mobil Sastra karena sepertinya lelaki itu akan tetap bersikukuh memarkirkan mobilnya di halte kalau Bunga tidak ikut. Sastra tersenyum miring kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sembari menyalakan musik klasik.

"Kenapa gak nunggu aku? kan aku udah bilang mau jemput kamu. Tadi pas ke swalayan teman-temanmu memberitahuku kalau kamu sudah pulang duluan."

"Memangnya aku bilang setuju dijemput? kamu mematikan sambungan teleponnya sebelum aku sempat menjawab!" sahut Bunga bersungut-sungut.

"Kamu gemesin deh kalau ngambek." Sastra dengan sengaja mencubit pipi Bunga.

"Ih apaan sih sakit tahu!" Bunga merengut kesal.

"Kalau galak malah makin cantik," celetuk Sastra merayu.

Pipi Bunga bersemu merah, bagaimanapun juga ia perempuan normal. Tak dipungkiri saat dipuji seperti itu hatinya membuncah bahagia, apalagi yang memuji pria setampan Sastra. Bunga memalingkan wajahnya melihat ke luar jendela karena dia merasakan pipinya memanas dan sudah pasti merona merah.

"Kamu kenapa jemput aku? kita kan tidak punya hubungan apapun? jadi jangan membuat orang lain salah paham," cicit Bunga masih tetap dengan posisi membelakangi Sastra.

"Aku cuma mau ikut mampir ke rumahmu. Daripada buang-buang bensin lebih baik aku sekalian jemput kamu pulang," sejenak kalimatnya terjeda.

"Ehm... jadi maksudmu kalau aku mau jemput kamu, harus punya hubungan dulu begitu?" sambungnya kembali menggoda Bunga.

Mati aku, senjata makan tuan. Kenapa ini mulut tadi ngomongnya malah begitu.

Gumam Bunga kesal pada dirinya sendiri.

"Bu-bukan begitu maksudku, udah deh jangan di bahas! Tunggu, tadi kamu bilang apa? mau mampir kerumahku, mau ngapain?" Bunga membalikkan tubuhnya menghadap Sastra.

"Waktu aku mengantarmu pulang dari puncak, ibumu menyuruhku mampir. Lagipula tidak baik menolak ajakan orang tua, jadi hari ini aku akan memenuhi undangan ibumu," sanggahnya. Padahal itu hanya alasan Sastra dalam melancarkan misinya untuk mendapatkan Bunga.

Ke rumahku? Menemui ibuku? Haduh mending gak usah, ibuku pasti salah paham lagi. Mau di taruh di mana mukaku.

"Tapi... kayaknya hari ini ibuku gak ada di rumah deh."

Bunga menjawab dengan gugup, tapi sayangnya ekspresi air mukanya yang gelisah itu bisa tertangkap dengan mudah oleh Sastra. Bunga bagaikan buku terbuka yang sangat mudah di baca, Sastra menahan tawanya sambil sesekali melirik Bunga.

"Kamu takut ya, kalau ibumu mengira aku pacarmu lagi?" ejeknya sambil tetap mengemudi.

Sepertinya dia memang sengaja ingin membuatku jengkel. Aku sangat malu mengingat kejadian itu, rasanya aku ingin mengubur diriku sekarang juga.

"Memangnya pacarmu kemana?" tanya Sastra.

"Aku ga punya pacar!" Bunga menjawab sekenanya.

"Ehm... tapi kalau kamu mau aku bisa jadi pacarmu."

Bunga terperanjat kaget dengan pernyataan Sastra hingga duduknya merapat menempel di pintu mobil.

"Hahaha... ka-kamu ngomong apaan sih. Jangan ngasal deh. Gak lucu tahu hahaha," Bunga tertawa canggung.

"Aku serius." Sastra menatap Bunga dengan pandangan yang sulit diartikan. Yang di tatap langsung membeku berusaha mencerna tentang apa yang barusan dia dengar. Bunga hanya terdiam, tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di pekarangan rumah Bunga.

"Sebaiknya hari ini kamu gak usah mampir," ucap Bunga dingin dan ketus. Lalu dia turun dari mobil dan menutup pintu tanpa mengucapkan terimakasih.

Saat Bunga sudah masuk Sastra kembali melajukan mobilnya sambil tersenyum puas.

Sepertinya gadis lugu itu sudah mulai terpengaruh dengan rayuanku, aku akan terus menebarkan pesonaku untuk menjeratnya secepat mungkin.

Gumam Sastra dalam hati.

*****

Bunga menghempaskan tubuhnya ke ranjang, kata-kata Sastra masih terngiang-ngiang di telinganya. Wajahnya merona, dia tersenyum lebar lalu menguling gulingkan dirinya di atas ranjang.

Perasaan apa ini? Kenapa seperti banyak kupu-kupu beterbangan di perutku? Apakah begini rasanya jatuh cinta?

Bunga tak henti-hentinya tersenyum lalu membenamkan wajahnya di atas bantal. Siapa yang tidak senang jika di tembak oleh pria berpenampilan sempurna dan tajir seperti Sastra, Bunga juga tidak menampik dengan kenyataan bahwa Sastra memang sangat memesona.Tak lama ponselnya berdering tanda ada telepon yang masuk.

"Hai Cantik." Bunga merona mendengar pujian Sastra, hatinya berbunga-bunga dipanggil dengan sebutan seperti itu.

"Ada apa?" jawab Bunga berusaha terdengar biasa saja.

"Irit banget jawabnya? tentang perkataanku tadi aku benar-benar serius."

Kenapa dia terlalu terus terang begini sih, membuatku goyah saja.

Bunga merasakan dadanya berdegup kencang. "Kita belum lama kenal Sas, aku merasa ini terlalu cepat. Jadi beri aku waktu untuk berpikir."

"Aku harap kamu bisa segera memberikanku jawabannya. Jangan terlalu lama meyiksaku,

karena bagiku tidak butuh waktu lama untuk jatuh pada pesona wanita secantik dirimu," rayunya terang-terangan. Seandainya ada pertandingan akting menggombal sudah di pastikan Sastra yang jadi juaranya.

Bunga kembali merona dengan gombalan Sastra, apalagi ini adalah pertama kalinya ada pria yang menyatakan perasaannya secara gamblang terhadapnya.

"Beri aku waktu satu minggu untuk memikirkannya." Ia menjawab setenang mungkin padahal jantungnya terasa seperti berlarian ke sana ke mari.

"Baiklah, selamat tidur."

Bunga merasa begitu bahagia, sebenarnya dia ingin segera menjawab ya pada Sastra. Bunga tidak munafik bahwa ia pun menginginkan Sastra, tetapi dia sengaja mengulur waktu untuk memberikan jawaban agar tidak terkesan murahan. Sore itu menjadi sore yang sangat indah bagi Bunga, sesekali dia bersenandung dan tak henti-hentinya tersenyum.

Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, aku harus menggenggamnya dengan kuat, yang kucari cari selama ini sudah ada di depan mata. Di tambah dengan wajah tampan dan kaya dan aku pun menyukai Sastra. Jika bersamanya aku bisa berbangga di depan semua orang, terutama pada Ina dan tante Ida yang selalu menghinaku. Lihat saja, aku tidak akan membiarkan mereka berbuat begitu lagi.

Akal sehatnya untuk berhati-hati pada orang asing seolah tidak bekerja lagi. Tanpa Bunga sadari perkataan orang-orang yang sering meremehkan dia karena tidak kunjung mempunyai pasangan, lambat laun seiring waktu mempengaruhi dan mengubah pribadinya menjadi berambisi untuk bisa mendapatkan pasangan yang lebih dari orang-orang yang mengejeknya.

Terpopuler

Comments

Mak sulis

Mak sulis

dasar play boy..main rayu rayu..mana Bunga lugu lagi..pasti mudah dikibuli..gak rela..

2023-07-11

0

starlaa

starlaa

kasian bunga, ketemu sama yg main main gitu

2023-03-19

0

Rose_Ni

Rose_Ni

lo yg menjerat lo yg kejebak

2023-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 KM Part 1
2 KM Part 2
3 KM Part 3
4 KM Part 4
5 KM Part 5
6 KM Part 6
7 KM Part 7
8 KM Part 8
9 KM Part 9
10 KM Part 10
11 KM Part 11
12 KM Part 12
13 KM Part 13
14 KM Part 14
15 KM Part 15
16 KM Part 16
17 KM Part 17
18 KM Part 18
19 KM Part 19
20 KM Part 20
21 KM Part 21
22 KM Part 22
23 KM Part 23
24 KM Part 24
25 KM Part 25
26 KM Part 26
27 KM Part 27
28 KM Part 28
29 KM Part 29
30 KM Part 30
31 KM Part 31
32 KM Part 32
33 KM Part 33
34 KM Part 34
35 KM Part 35
36 KM Part 36
37 KM Part 37
38 KM Part 38
39 KM Part 39
40 KM part 40
41 KM Part 41
42 KM Part 42
43 KM Part 43
44 KM Part 44
45 KM Part 45
46 KM Part 46
47 KM Part 47
48 KM Part 48
49 KM Part 49
50 KM Part 50
51 KM Part 51
52 KM Part 52
53 KM Part 53
54 KM Part 54
55 KM Part 55
56 KM Part 56
57 KM Part 57
58 KM Part 58
59 KM Part 59
60 KM Part 60
61 KM Part 61
62 KM Part 62
63 KM Part 63
64 KM Part 64
65 KM Part 65
66 KM Part 66
67 KM Part 67
68 KM Part 68
69 KM Part 69
70 KM Part 70
71 KM Part 71
72 KM Part 72
73 KM Part 73
74 KM Part 74
75 KM Part 75
76 KM Part 76
77 KM Part 77
78 KM Part 78
79 KM Part 79
80 KM Part 80
81 KM Part 81
82 KM Part 82
83 KM Part 83
84 KM Part 84
85 KM Part 85
86 KM Part 86
87 KM Part 87
88 KM Part 88
89 KM Part 89
90 KM Part 90
91 KM Part 91
92 KM Part 92
93 KM Part 93
94 KM Part 94
95 KM Part 95
96 KM Part 96
97 KM Part 97
98 KM Part 98
99 KM Part 99
100 KM Part 100
101 KM Part 101
102 KM Part 102
103 KM Part 103
104 KM Part 104
105 KM Part 105
106 KM Part 106
107 KM Part 107
108 KM Part 108
109 KM Part 109
110 KM Part 110
111 KM Part 111
112 KM Part 112
113 KM Part 113
114 KM Part 114
115 KM Part 115
116 KM Part 116
117 KM Part 117
118 KM Part 118
119 KM Part 119
120 KM Part 120
121 KM Part 121
122 KM Part 122
123 KM Part 123
124 KM Part 124
125 KM Part 125
126 KM Part 126
127 KM Part 127
128 KM Part 128
129 KM Part 129
130 KM Part 130
131 KM Part 131
132 KM Part 132
133 KM Part 133
134 KM Part 134
135 KM Part 135
136 KM Part 136
137 KM Part 137
138 KM Part 138
139 KM Part 139
140 KM Part 140
141 KM Part 141
142 KM Part 142
143 KM Part 143
144 KM Part 144
145 KM Part 145
146 KM Part 146
147 KM Part 147
148 KM Part 148
149 KM Part 149
150 KM Part 150
151 KM Part 151
152 KM Part 152
153 KM Part 153 end
154 Extra Part 1
155 Extra Part 2
156 Extra Part 3
157 Extra Part 4
158 Extra Part 5
159 Extra Part 6
160 Extra Part 7
161 Extra Part 8
162 Extra Part 9
163 Extra Part 10
164 Extra Part 11
165 Extra Part 12
166 Extra Part 13
167 Last Extra Part
168 PENGUMUMAN
169 Novel Baru
170 Novel Baru
Episodes

Updated 170 Episodes

1
KM Part 1
2
KM Part 2
3
KM Part 3
4
KM Part 4
5
KM Part 5
6
KM Part 6
7
KM Part 7
8
KM Part 8
9
KM Part 9
10
KM Part 10
11
KM Part 11
12
KM Part 12
13
KM Part 13
14
KM Part 14
15
KM Part 15
16
KM Part 16
17
KM Part 17
18
KM Part 18
19
KM Part 19
20
KM Part 20
21
KM Part 21
22
KM Part 22
23
KM Part 23
24
KM Part 24
25
KM Part 25
26
KM Part 26
27
KM Part 27
28
KM Part 28
29
KM Part 29
30
KM Part 30
31
KM Part 31
32
KM Part 32
33
KM Part 33
34
KM Part 34
35
KM Part 35
36
KM Part 36
37
KM Part 37
38
KM Part 38
39
KM Part 39
40
KM part 40
41
KM Part 41
42
KM Part 42
43
KM Part 43
44
KM Part 44
45
KM Part 45
46
KM Part 46
47
KM Part 47
48
KM Part 48
49
KM Part 49
50
KM Part 50
51
KM Part 51
52
KM Part 52
53
KM Part 53
54
KM Part 54
55
KM Part 55
56
KM Part 56
57
KM Part 57
58
KM Part 58
59
KM Part 59
60
KM Part 60
61
KM Part 61
62
KM Part 62
63
KM Part 63
64
KM Part 64
65
KM Part 65
66
KM Part 66
67
KM Part 67
68
KM Part 68
69
KM Part 69
70
KM Part 70
71
KM Part 71
72
KM Part 72
73
KM Part 73
74
KM Part 74
75
KM Part 75
76
KM Part 76
77
KM Part 77
78
KM Part 78
79
KM Part 79
80
KM Part 80
81
KM Part 81
82
KM Part 82
83
KM Part 83
84
KM Part 84
85
KM Part 85
86
KM Part 86
87
KM Part 87
88
KM Part 88
89
KM Part 89
90
KM Part 90
91
KM Part 91
92
KM Part 92
93
KM Part 93
94
KM Part 94
95
KM Part 95
96
KM Part 96
97
KM Part 97
98
KM Part 98
99
KM Part 99
100
KM Part 100
101
KM Part 101
102
KM Part 102
103
KM Part 103
104
KM Part 104
105
KM Part 105
106
KM Part 106
107
KM Part 107
108
KM Part 108
109
KM Part 109
110
KM Part 110
111
KM Part 111
112
KM Part 112
113
KM Part 113
114
KM Part 114
115
KM Part 115
116
KM Part 116
117
KM Part 117
118
KM Part 118
119
KM Part 119
120
KM Part 120
121
KM Part 121
122
KM Part 122
123
KM Part 123
124
KM Part 124
125
KM Part 125
126
KM Part 126
127
KM Part 127
128
KM Part 128
129
KM Part 129
130
KM Part 130
131
KM Part 131
132
KM Part 132
133
KM Part 133
134
KM Part 134
135
KM Part 135
136
KM Part 136
137
KM Part 137
138
KM Part 138
139
KM Part 139
140
KM Part 140
141
KM Part 141
142
KM Part 142
143
KM Part 143
144
KM Part 144
145
KM Part 145
146
KM Part 146
147
KM Part 147
148
KM Part 148
149
KM Part 149
150
KM Part 150
151
KM Part 151
152
KM Part 152
153
KM Part 153 end
154
Extra Part 1
155
Extra Part 2
156
Extra Part 3
157
Extra Part 4
158
Extra Part 5
159
Extra Part 6
160
Extra Part 7
161
Extra Part 8
162
Extra Part 9
163
Extra Part 10
164
Extra Part 11
165
Extra Part 12
166
Extra Part 13
167
Last Extra Part
168
PENGUMUMAN
169
Novel Baru
170
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!