KM Part 17

Bunga masuk ke kamar mandi dan mencuci mukanya. Dia menatap pantulannya di cermin wastafel kemudian menyentuh dadanya yang berdegup kencang.

Jadi beginikah rasanya berpacaran? Apa orang lain juga sama sepertiku ketika mengalami pacaran untuk pertama kalinya? Mudah merona dan berdebar-debar. Sepertinya aku harus mulai membiasakan diri.

Lama Bunga berdiri di depan cermin, lalu dia mengikat rambut panjangnya ke atas hingga mengekspos leher jenjangnya. Saat keluar dari kamar mandi ternyata Sastra itu sudah tidak ada di ranjangnya.

Matanya memperhatikan seisi ruangan. Kamar Sastra didesain begitu pas sesuai dengan aura maskulin sang pemiliknya. Semua furniture dan ranjangnya pun berwarna senada dengan cat dindingnya. Lalu dia memperhatikan dinding dekat jendela, di sana terpajang puluhan bahkan ratusan foto-foto yang tertata dengan rapi.

Klekkkk....

Bunyi suara pintu terbuka, Sastra mendapati Bunga tengah asyik memperhatikan foto-foto hasil jepretannya. Saking fokusnya Bunga sampai tidak mendengar suara langkah kakinya. Sastra mendekat dan memeluknya dari belakang, meletakkan dagunya di ceruk leher gadis itu dan menghirup aroma menyenangkan yang menguar dari leher jenjangnya.

Bunga meremang mendapatkan perlakuan seperti itu, tetapi dia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa mulai sekarang harus terbiasa dengan suasana seperti ini.

"Kamu sedang memperhatikan apa?" tanya Sastra.

"Apakah kamu yang mengambil gambarnya? semuanya nampak indah." Bunga bertanya sambil berusaha menormalkan ritme jantungnya.

"Hobiku di bidang fotografi. Saat kuliah di luar negeri aku sering menghabiskan waktuku mencari cari objek yang unik untuk bidikan kameraku. Sebenarnya salah satu perusahaan yang kukelola di bidang fotografi itu murni milikku, sedangkan yang lainnya masih milik ayahku. Aku membuka studio foto profesional dan sudah mempunyai 30 cabang di berbagai kota di Indonesia. Khusus untuk usahaku yang satu ini sebisa mungkin aku ikut terjun langsung ke lapangan untuk memantau kinerja karyawanku agar memberikan hasil yang memuaskan untuk klien.

"Jadi waktu kita bertemu di resepsi karena saat itu kamu sedang memantau orang-orangmu?" Bunga kembali bertanya.

"Benar. Aku ingin memastikan kepuasan klien karena mereka sudah membayar tarif yang sangat mahal di tempatku."

Kemudian Sastra mengecup ringan leher jenjang Bunga membuat bulu kuduk gadis itu semakin meremang, lalu terdengar suara perut Bunga yang minta di isi menginterupsi keduanya.

Kruuuuk... kruuuuk....

Sastra terkekeh lalu membalikkan posisi Bunga jadi berhadapan dengannya. Ia menautkan jemarinya menuntun gadisnya keluar dari kamar. Bunga merutuki dirinya karena perutnya berbunyi di waktu yang tidak tepat.

Wahai perut kenapa kau berbuat begini padaku, huhuhu.

Sastra membawa Bunga duduk di meja makan, disana sudah tersaji dua porsi roti selai cokelat, salad buah, segelas kopi dan susu hangat.

"Ini kamu yang membuatnya?" Bunga bertanya penasaran.

"Yup, tentu saja. Aku sudah terbiasa tinggal sendiri sejak SMA. Jadi kalau hanya sekadar membuat sarapan aku juga bisa. Kamu harus berbangga diri karena kamulah orang pertama yang bisa mencicipi hasil karyaku," ujarnya bangga.

Bunga tersenyum lebar dan langsung memakan sarapannya dengan lahap penuh rasa syukur, dia menghabiskannya tanpa sisa karena perutnya memang sudah berdemo minta di isi sejak tadi.

"Jika berkas lamaranmu untuk perusahaanku sudah siap segera kabari aku," ucap Sastra di sela sela menyesap kopinya.

"Mungkin sekitar dua minggu ke depan aku baru bisa menyiapkannya. Ujian kursusku baru berlangsung beberapa hari yang lalu, jadi mungkin baru minggu ini aku bisa mengambil sertifikatnya. Dan juga aku harus mengurus surat pengunduran diri dari swalayan tempatku bekerja sekarang," jelas Bunga.

"Kalau butuh bantuanku untuk mengurusnya segera hubungi aku oke?" pinta Sastra yang disambut anggukan Bunga penuh semangat.

"Ini pakaianmu yang semalam. Sekarang mandilah, setelah ini aku akan mengantarmu pulang." Sastra mengelus lembut kepala Bunga sambil berlalu masuk ke kamar tamu.

****

Bunga sudah sampai di depan rumahnya, Sastra ikut turun dan mampir sebentar untuk menyapa dan kemudian beranjak pergi dari sana. Lampu lalu lintas terlihat berwarna merah dan Sastrapun menghentikan mobilnya, pikirannya menerawang kembali ke waktu di pantai kemarin.

Dia pun tidak mengerti akan dirinya sendiri. Kenapa kata-kata ajaib semacam itu bisa meluncur dari mulutnya.

I love you?

Ini gila! Dia menertawakan dirinya sendiri, itu adalah kali pertama baginya mengucapkannya pada seorang gadis. Apakah dia memang benar jatuh cinta padanya atau hanya karena nafsu? Ataukah sekarang ini dia malah terjebak dalam permainannya sendiri.

Sastra tersadar dari lamunannya karena suara klakson mobil di belakangnya. Dilihatnya ternyata lampu jalan sudah berubah ke warna hijau dan dia segera melajukan mobilnya kembali.

*****

Sore harinya Bunga duduk santai berkumpul bersama keluarganya.

"Bu, Pak. Aku mendapakan tawaran kerja di perusahaan besar, salah satu cabang perusahaannya Sastra. Gajinya hampir tiga kali lipat dari gajiku sekarang, hanya saja letaknya di luar kota. Kumohon ibu dan bapak mengizinkan aku untuk bekerja di sana, karena kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Dengan penghasilanku yang lebih besar dari sekarang kita tidak akan kekurangan uang lagi," mohon Bunga pada orang tuanya.

"Ibu sangat setuju. Apalagi kamu bekerja di perusahaan calon menantu ibu. Dengan begitu kamu bisa lebih dekat lagi dengannya," jawab Bu Marni bersemangat.

"Jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat Bu. Lagipula dia belum tentu jadi menantu kita," sela Pak Wahyu pada istrinya.

"Bapak ini bukannya mendukung malah ngomong begitu! Sebaiknya terima saja apalagi kalau gajinya besar, lagipula kita juga harus menyicil hutang bekas operasi ginjal bapakmu. Pak Tarman sudah sering menanyakan tentang uangnya yang kita pinjam," ucap Bu Marni sambil melemparkan tatapan kesal pada suaminya dan Pak Wahyu hanya mendesahkan napasnya berat.

"Tapi Nak. Kamu kan tidak pernah hidup jauh dari kami, apakah kamu tidak apa-apa tinggal sendiri? bapak khawatir sama kamu." Pak Wahyu menatap putri sulungnya dengan cemas.

"Bapak tidak usah khawatir. Aku pasti bisa menjaga diri," ucap Bunga antusias berusaha meyakinkan bapaknya.

Pak Wahyu hanya menatap putri tercintanya dengan sendu, tetapi melihat binar di mata Bunga pak Wahyu pun mengerti bahwa putrinya sangat bahagia dengan kesempatan yang di dapatnya.

"Baiklah. Bapak percaya padamu Nak. Jagalah dirimu baik-baik di sana dan sering-seringlah memberi kabar."

"Terimakasih Pak, Bu."

Senyuman mengembang di wajah cantiknya dengan mata berbinar, Bunga merasa sangat lega dan luar biasa gembira karena telah mendapatkan izin dari kedua orang tuanya.

Terpopuler

Comments

Mak sulis

Mak sulis

semoga gak ada udang dibalik batu

2023-07-11

0

Miss Lian 🌻

Miss Lian 🌻

Semoga mereka berdua berjodoh ya ❤

2022-08-07

0

Mama VinKa

Mama VinKa

knp mw like kok ssh bngt ya,pdhl klo komen gmpng bngt

2022-03-22

0

lihat semua
Episodes
1 KM Part 1
2 KM Part 2
3 KM Part 3
4 KM Part 4
5 KM Part 5
6 KM Part 6
7 KM Part 7
8 KM Part 8
9 KM Part 9
10 KM Part 10
11 KM Part 11
12 KM Part 12
13 KM Part 13
14 KM Part 14
15 KM Part 15
16 KM Part 16
17 KM Part 17
18 KM Part 18
19 KM Part 19
20 KM Part 20
21 KM Part 21
22 KM Part 22
23 KM Part 23
24 KM Part 24
25 KM Part 25
26 KM Part 26
27 KM Part 27
28 KM Part 28
29 KM Part 29
30 KM Part 30
31 KM Part 31
32 KM Part 32
33 KM Part 33
34 KM Part 34
35 KM Part 35
36 KM Part 36
37 KM Part 37
38 KM Part 38
39 KM Part 39
40 KM part 40
41 KM Part 41
42 KM Part 42
43 KM Part 43
44 KM Part 44
45 KM Part 45
46 KM Part 46
47 KM Part 47
48 KM Part 48
49 KM Part 49
50 KM Part 50
51 KM Part 51
52 KM Part 52
53 KM Part 53
54 KM Part 54
55 KM Part 55
56 KM Part 56
57 KM Part 57
58 KM Part 58
59 KM Part 59
60 KM Part 60
61 KM Part 61
62 KM Part 62
63 KM Part 63
64 KM Part 64
65 KM Part 65
66 KM Part 66
67 KM Part 67
68 KM Part 68
69 KM Part 69
70 KM Part 70
71 KM Part 71
72 KM Part 72
73 KM Part 73
74 KM Part 74
75 KM Part 75
76 KM Part 76
77 KM Part 77
78 KM Part 78
79 KM Part 79
80 KM Part 80
81 KM Part 81
82 KM Part 82
83 KM Part 83
84 KM Part 84
85 KM Part 85
86 KM Part 86
87 KM Part 87
88 KM Part 88
89 KM Part 89
90 KM Part 90
91 KM Part 91
92 KM Part 92
93 KM Part 93
94 KM Part 94
95 KM Part 95
96 KM Part 96
97 KM Part 97
98 KM Part 98
99 KM Part 99
100 KM Part 100
101 KM Part 101
102 KM Part 102
103 KM Part 103
104 KM Part 104
105 KM Part 105
106 KM Part 106
107 KM Part 107
108 KM Part 108
109 KM Part 109
110 KM Part 110
111 KM Part 111
112 KM Part 112
113 KM Part 113
114 KM Part 114
115 KM Part 115
116 KM Part 116
117 KM Part 117
118 KM Part 118
119 KM Part 119
120 KM Part 120
121 KM Part 121
122 KM Part 122
123 KM Part 123
124 KM Part 124
125 KM Part 125
126 KM Part 126
127 KM Part 127
128 KM Part 128
129 KM Part 129
130 KM Part 130
131 KM Part 131
132 KM Part 132
133 KM Part 133
134 KM Part 134
135 KM Part 135
136 KM Part 136
137 KM Part 137
138 KM Part 138
139 KM Part 139
140 KM Part 140
141 KM Part 141
142 KM Part 142
143 KM Part 143
144 KM Part 144
145 KM Part 145
146 KM Part 146
147 KM Part 147
148 KM Part 148
149 KM Part 149
150 KM Part 150
151 KM Part 151
152 KM Part 152
153 KM Part 153 end
154 Extra Part 1
155 Extra Part 2
156 Extra Part 3
157 Extra Part 4
158 Extra Part 5
159 Extra Part 6
160 Extra Part 7
161 Extra Part 8
162 Extra Part 9
163 Extra Part 10
164 Extra Part 11
165 Extra Part 12
166 Extra Part 13
167 Last Extra Part
168 PENGUMUMAN
169 Novel Baru
170 Novel Baru
Episodes

Updated 170 Episodes

1
KM Part 1
2
KM Part 2
3
KM Part 3
4
KM Part 4
5
KM Part 5
6
KM Part 6
7
KM Part 7
8
KM Part 8
9
KM Part 9
10
KM Part 10
11
KM Part 11
12
KM Part 12
13
KM Part 13
14
KM Part 14
15
KM Part 15
16
KM Part 16
17
KM Part 17
18
KM Part 18
19
KM Part 19
20
KM Part 20
21
KM Part 21
22
KM Part 22
23
KM Part 23
24
KM Part 24
25
KM Part 25
26
KM Part 26
27
KM Part 27
28
KM Part 28
29
KM Part 29
30
KM Part 30
31
KM Part 31
32
KM Part 32
33
KM Part 33
34
KM Part 34
35
KM Part 35
36
KM Part 36
37
KM Part 37
38
KM Part 38
39
KM Part 39
40
KM part 40
41
KM Part 41
42
KM Part 42
43
KM Part 43
44
KM Part 44
45
KM Part 45
46
KM Part 46
47
KM Part 47
48
KM Part 48
49
KM Part 49
50
KM Part 50
51
KM Part 51
52
KM Part 52
53
KM Part 53
54
KM Part 54
55
KM Part 55
56
KM Part 56
57
KM Part 57
58
KM Part 58
59
KM Part 59
60
KM Part 60
61
KM Part 61
62
KM Part 62
63
KM Part 63
64
KM Part 64
65
KM Part 65
66
KM Part 66
67
KM Part 67
68
KM Part 68
69
KM Part 69
70
KM Part 70
71
KM Part 71
72
KM Part 72
73
KM Part 73
74
KM Part 74
75
KM Part 75
76
KM Part 76
77
KM Part 77
78
KM Part 78
79
KM Part 79
80
KM Part 80
81
KM Part 81
82
KM Part 82
83
KM Part 83
84
KM Part 84
85
KM Part 85
86
KM Part 86
87
KM Part 87
88
KM Part 88
89
KM Part 89
90
KM Part 90
91
KM Part 91
92
KM Part 92
93
KM Part 93
94
KM Part 94
95
KM Part 95
96
KM Part 96
97
KM Part 97
98
KM Part 98
99
KM Part 99
100
KM Part 100
101
KM Part 101
102
KM Part 102
103
KM Part 103
104
KM Part 104
105
KM Part 105
106
KM Part 106
107
KM Part 107
108
KM Part 108
109
KM Part 109
110
KM Part 110
111
KM Part 111
112
KM Part 112
113
KM Part 113
114
KM Part 114
115
KM Part 115
116
KM Part 116
117
KM Part 117
118
KM Part 118
119
KM Part 119
120
KM Part 120
121
KM Part 121
122
KM Part 122
123
KM Part 123
124
KM Part 124
125
KM Part 125
126
KM Part 126
127
KM Part 127
128
KM Part 128
129
KM Part 129
130
KM Part 130
131
KM Part 131
132
KM Part 132
133
KM Part 133
134
KM Part 134
135
KM Part 135
136
KM Part 136
137
KM Part 137
138
KM Part 138
139
KM Part 139
140
KM Part 140
141
KM Part 141
142
KM Part 142
143
KM Part 143
144
KM Part 144
145
KM Part 145
146
KM Part 146
147
KM Part 147
148
KM Part 148
149
KM Part 149
150
KM Part 150
151
KM Part 151
152
KM Part 152
153
KM Part 153 end
154
Extra Part 1
155
Extra Part 2
156
Extra Part 3
157
Extra Part 4
158
Extra Part 5
159
Extra Part 6
160
Extra Part 7
161
Extra Part 8
162
Extra Part 9
163
Extra Part 10
164
Extra Part 11
165
Extra Part 12
166
Extra Part 13
167
Last Extra Part
168
PENGUMUMAN
169
Novel Baru
170
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!