Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, menandakan sebentar lagi jam kerja akan usai. Bunga mulai merapikan pekerjaannya sebelum berganti shift dengan para karyawan part time.
Di Swalayan ini terdapat dua shift kerja. Untuk karyawan tetap bekerja dari pukul delapan sampai dengan pukul empat sore, sedangkan untuk karyawan part time jam kerja di mulai dari pukul empat sore hingga jam sembilan malam. Semua karyawan mendapatkan libur dua hari di akhir pekan setiap dua minggu sekali secara bergiliran. Merata dan adil untuk semua karyawan.
Dua orang teman kerja Bunga yakni Nana dan Deni menghampiri Bunga yang tampak sedang berbenah.
"Bunga yang cantik cetar membahana, hari ini kita gajian kan? Gimana kalau sepulang kerja kita nongkrong dulu?" ajak mereka pada Bunga.
"Kamu harus mencoba bergabung hang out sama kami, seru tahu. Aku lihat kamu enggak pernah pergi bermain sepulang kerja, ataupun berbelanja dan nongkrong bersama dengan karyawan yang lain. Hari ini kita dapet duit hasil jerih payah sebulan. Sesekali cobalah me time," cerocos Deni sembari mengunyah permen karet.
Bersama seulas senyum manis, Bunga menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab. "Maaf ya, teman-teman. Aku nggak bisa ikut sama kalian. Biasa, harus segera pulang, takut Ibuku marah kalau aku keluyuran sepulang kerja. Maklum, anak gadis satu-satunya. Sekali lagi maaf ya, jangan ngambek," sahut Bunga dengan tampang memelas.
Teman-temannya sudah menerka pasti begitulah jawaban Bunga setiap kali diajak hang out, mereka hanya mengangguk tipis sebagai tanggapan.
"Ya sudah, kami maafkan, tapi lain kali harus ikut ya. Kamu itu masih muda, cobalah untuk menikmati masa mudamu dan memakai sebagian penghasilanmu untuk bersenang senang seperti kami. Jangan lupa beli juga baju baru, kamu itu cantik tapi sangat kurang memperhatikan penampilan." Nana ikut menimpali.
Sejurus kemudian Bunga nyengir mendengarkan khotbah dari teman-temannya. "Jadi, kalian baru sadar kalau aku ini cantik?" Bunga menukas sambil terkikik geli.
Deni langsung menyambar obrolan. "Yeeee, malah kege'eran. Mending kamu cepet pulang sana, nanti kemalaman ada yang nyulik lagi. Kamu kan masih balita, tiap bubar kerja langsung kabur nyari induknya."
Bunga melempar delik sebal pada Deni sambil tersenyum masam. "Oke deh teman teman, aku duluan ya, dan selamat bersenang-senang."
Bunga mencangklong tas miliknya dan beranjak pergi. Sambil menunggu bus datang, Bunga terduduk di halte sambil melamun dan bergumam dalam hati.
Sampai kapan aku harus begini Ya Tuhan, sebenarnya aku hanya mencari alasan yang tepat supaya bisa kabur dari ajakan teman temanku. Aku pun ingin seperti yang lain, di saat menerima gaji ingin rasanya bisa berbelanja sesuka hati. Seperti beli makeup, beli pakaian dengan fashion model terbaru, berwisata kuliner mencoba menu makanan baru, atau sekadar nongkrong di kafe sambil mengobrol pasti sangat menyenangkan.
Tapi aku harus sadar diri, dengan penghasilanku yang tidak banyak ini harus bisa dibagi dengan kebutuhan keluargaku. Cukuplah berpuas diri dengan hanya mendapatkan separuh dari penghasilanku untuk memenuhi kebutuhan pentingku selama sebulan penuh.
Aku hanya bisa mengubur semua keinginanku tadi. Menyimpannya dengan rapi sedalam dalamnya agar jangan sampai ada orang lain yang tahu karena aku enggak mau dipandang kasihan oleh orang-orang di sekitarku. Hanya tinggal harga diri yang kupunya, dan aku masih ingin mengangkat daguku saat bertemu dengan orang lain meski aku tak berpunya.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 170 Episodes
Comments
Tiorida Rajagukguk
judul ke 2 yg baca setelah Arjuna-Anggita
2023-10-30
0
tralala trilily
jd inget dlu pas pertama x kerja dgn gaji 1,1jt dipaksa kredit motor sma ortu yg tiap bln bayar 500rb, sisa 600rb buat makan sblan diirit" bgt 😥
2023-02-11
0
ana Imaa
keren bunga
2023-01-01
0