KM Part 6

Bunga kembali masuk ke dalam gedung dan bergabung dengan keluarga yang lainnya untuk sesi foto bersama. Dilihatnya lelaki tengil tadi juga ada di sana sedang memberi arahan pada para photografer untuk siaga di posisi masing-masing dan bersiap mengambil gambar.

Terdengar mereka menyahuti instruksi dari lelaki itu," Siap, Bos."

"Boss?" gumam Bunga.

Apa karena dia seorang bos lantas bisa bersikap seenaknya terhadap orang lain? Aduh aku masih kesal setengah mati padanya.

Di saat Bunga sibuk membatin, tak sengaja lelaki itu menatap ke arahnya hingga mata mereka beradu pandang. Sorot mata Bunga tajam penuh rasa dongkol, tetapi kemudian dia melengos tak peduli dan menghindari kontak mata dengannya.

Dasar cowok enggak punya sopan santun! umpat Bunga dalam hati.

Tak lama kemudian lelaki tadi terlihat menerima panggilan telepon dan segera segera berlalu meninggalkan podium.

Dia itu mau kemana sih? Ah sudahlah jangan pedulikan dia.

*****

Tiba saatnya mereka pulang. Bunga bersalaman memberi selamat sambil berpamitan pada Ina serta suaminya. Ketika saudara sepupu itu saling berjabat tangan, Ina menahan tangan Bunga dan bertanya.

"Bunga kapan kamu mau menikah?"

Deg ....

Kenapa sejak tadi yang di tanyakan orang-orang padaku selalu saja pertanyaan seputar pernikahan? Aduh kepalaku pusing memikirkan jawabannya.

"Ehm ... tunggu saja, Ina. Sebentar lagi akan kukirimkan undangannya padamu," sahut Bunga berusaha tetap menjawab dengan nada manis.

Ina hanya tersenyum sinis, sepertinya dia memang sengaja ingin membuat Bunga dongkol.

"Benarkah? Tapi aku enggak yakin," cibirnya. "Aku heran sama kamu Bunga, kamu itu lebih cantik dari aku tapi kenapa nasibmu tak secantik wajahmu? Sepertinya seumur hidup kamu akan selalu kalah olehku dalam hal apapun," ucap Ina sombong seperti biasa.

"Maaf Ina, aku rasa menikah bukan suatu perlombaan. Jadi terserah apapun penilaianmu tentangku nilailah sesuka hatimu. Mau itu baik atau buruk aku tak peduli. Kurasa enggak ada gunanya lagi aku berlama-lama di sini, aku pamit."

Bunga segera berbalik badan dan melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan gedung resepsi itu. Ia sudah muak berada di sini dan ingin segera terbebas dari pertanyaan seputar kapan menikah. Gadis itu memesan taksi online untuk pulang karena cuaca terik siang ini, dan sepanjang perjalanan pulang ibunya hanya terdiam membisu dengan wajah ditekuk.

*****

Sesampainya di rumah saat Bunga hendak masuk ke kamarnya tiba-tiba ibunya menarik lengannya dan menyuruhnya duduk berhadapan.

"Bunga, kamu dengar kan tadi bagaimana saudara-saudara Ibu menghujat karena kamu tak kunjung menikah?" Bu Marni terlihat marah

"Ibu sarankan sebaiknya kamu terima saja lamaran Pak Dedi itu agar kamu segera menikah. Ibu sudah bosan dengan perkataan mereka yang bilang kamu perawan tua," keluhnya memaksa.

Bunga mencoba untuk tetap menjawab dengan tenang. Sudah menjadi lalapan reaksi ibunya yang seperti ini.

"Bu, setiap orang punya takdir masing-masing bukan? Mungkin aku memang belum ditakdirkan untuk bertemu dengan jodohku. Aku yakin jika sudah waktunya tiba semuanya akan dipermudah. Juga, aku ingin saat menikah nanti, aku menikah dengan orang yang kucintai yang juga mencintaiku. Bukan demi memenuhi tuntutan orang lain, " jelas Bunga selembut mungkin meskipun ia juga lelah dengan pertanyaan serupa.

"Tapi sampai kapan Bunga? Bahkan Ibu sudah bosan dengan gunjingan tetangga saat berbelanja di warung. Mereka selalu bilang kamu itu tak laku, membawa pacar ke rumah pun kamu belum pernah sama sekali."

"Aku janji, dalam waktu dekat ini akan segera membawa calon menantu ke hadapan Ibu," ujarnya asal yang di maksudkan untuk menutup bahasan ini.

"Eh tunggu tunggu... memangnya kamu punya pacar? Kenapa tidak pernah bilang sama Ibu? Apa dia kaya? Kapan kamu akan membawanya ke sini?" Otak Bu Marni yang sedang memanas malah salah tanggap.

Waduh kenapa jadi ribet begini urusannya? Wahai mulut kenapa kau asal bicara! Ibu kan jadi salah mengartikan. Batin Bunga.

"Ehm... i-tu nanti, Bu. Kalau sudah waktunya, pasti akan kuajak ke rumah," jawabnya kikuk.

"Duh, Ibu sudah tidak sabar. Sebaiknya kamu secepatnya bawa dia kemari, ibu ingin tahu seperti apa pacarmu itu." Bu Marni tampak bersemangat.

"Ahahaha... i-iya, kalau begitu aku ke kamar dulu mau istirahat ya, Bu."

"Ya sudah sana cepat istirahat. Ibu seneng banget, akhirnya wajah cantikmu itu berguna juga."

Bunga segera masuk ke kamarnya kemudian menutup pintu, dihempaskan tubuh lelahnya ke atas ranjang single yang sudah usang.

Dimana aku harus mencari pacar secepatnya? Seandainya saja mencarinya itu semudah membeli barang di online shop, pasti aku tidak akan bingung seperti ini, au ah gelap.

Di tengah-tengah kepala pusingnya, ponselnya berdering menginterupsi. Tertera nama Nana di sana. "Halo, Na. Ada apa?"

"Bunga, kamu lagi di mana?"

"Aku di rumah baru pulang, kenapa?" sahutnya.

"Nanti malam tolong temani aku berbelanja ya, aku dan pacarku Rasya mau ikut outbound ke puncak minggu depan. Aku mau membeli baju couple, biar keren. Mumpung hari ini kan kerja libur ditambah akhir pekan pula, masa iya ibumu masih enggak ngizinin?" ucapnya sengit dari seberang sana. Nana bicara seperti itu karena sudah bosan mendengar penolakan Bunga setiap kali diajak hang out.

"Ya sudah aku minta izin pada ibu. Tapi nanti jemput aku ke rumah ya, biar hemat biaya transport, hehe."

"Oke sip, beres kalau masalah itu, nanti kubawa motorku," jawab Nana bersemangat.

"Oke, sampai nanti."

Daripada mumet di rumah lantaran dicecar dengan pertanyaan seputar pacar dan menikah, Bunga pikir lebih baik mencoba berjalan-jalan mencari angin. Sepertinya ia harus membawa uang lebih.

Akan kuambil tabunganku sedikit untuk hari ini. Selama ini aku selalu menghemat uangku, sekali-kali boros tak apalah. Pikirnya.

"Bu... Ibu...." panggilnya seraya menghampiri ibunya di dapur.

"Ada apa sih, kok kamu teriak-teriak?" protes Bu Marni.

"Bu, aku minta izin. Nana dan aku mau jalan-jalan ke mall malam ini. Aku mau mengantar Nana berbelanja, bolehkah? Aku janji jam sembilan sudah pulang," pintanya.

"Wah, bolehlah. Baguslah jangan ngerem di rumah terus. Atau kamu mau bertemu dengan pacarmu itu juga sangat-sangat boleh, segera yakinkan dia untuk datang ke rumah."

"Eh... i-iya Bu, kalau gitu aku mau bersiap - siap dulu."

Haduh kenapa pembahasannya selalu itu-itu lagi.

Sore ini Bunga memakai jeans skinny dengan atasan t shirt putih yang dipadu jaket longgar agar tidak masuk angin, karena ia dan Nana berencana pergi naik motor.

Tok tok tok.

Terdengar suara ketukan dari pintu depan dan Bu Marni bergegas membukanya.

"Permisi Tante, Bunganya ada?" Nana sudah berdiri di ambang pintu.

"Eh ternyata Nana sudah datang, sebentar ya, Tante panggilkan. Bunga... ini Nana sudah datang," teriak Bu Marni.

Bunga keluar dari kamarnya begitu mendengar teriakan ibunya dan berlari ke arah pintu.

"Yuk ah kita berangkat sekarang, biar nggak kemalaman," ajaknya pada Nana.

"Tante, kami pamit ya." Nana mengangguk sopan berpamitan.

"Iya hati-hati di jalan."

Bunga berangkat dibonceng motor Nana. Sepanjang perjalanan, sejuknya embusan angin malam yang dingin menyapa menerpa wajahnya.

Ah ternyata sungguh menyenangkan naik motor malam-malam begini aku merasakan sedikit lega di hatiku yang mumet ini.

Tak berapa lama mereka pun sampai di mall yang di maksud. Hari ini Bunga sudah bertekad akan berbelanja membeli barang yang diinginkannya untuk sekadar menyenangkan hatinya yang merana.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Sofia Gisheilla

Sofia Gisheilla

ibunya Bunga rada rada konyol nih

2022-12-11

1

Dede Dahlia

Dede Dahlia

jatohnya aku kesel sama ibunya bunga sumpah bukannya ngebela anak sendiri juga nenangin eh malah kebalikannya lagian bunga selama ini ga pernah main keluar juga hemat semua itu demi membantu perekonomian keluarga tapi yg jadi ibunya ga sadar banget.sabar bunga udah ga usah di pikirin ga usah ambil pusing nikmati aja hidup kamu.

2022-11-14

0

Bubble

Bubble

dri bab ini bs ngambil kesimpulan bahwa qta hidup ga ush mikirin ato dengerin kata2 orang,, toh yg ngejalanin hidup qta ini.. trus ga ush ikut campur sm mslh orang model ibu ida sm anak nya si Ina 11 12 dia ber 2..smoga aku slalu dijauhkan dri orang2 model ibu ida n Ina dan bs jdi ibu yg baik untuk 2 anak gadis ku... aamiin

2022-09-26

0

lihat semua
Episodes
1 KM Part 1
2 KM Part 2
3 KM Part 3
4 KM Part 4
5 KM Part 5
6 KM Part 6
7 KM Part 7
8 KM Part 8
9 KM Part 9
10 KM Part 10
11 KM Part 11
12 KM Part 12
13 KM Part 13
14 KM Part 14
15 KM Part 15
16 KM Part 16
17 KM Part 17
18 KM Part 18
19 KM Part 19
20 KM Part 20
21 KM Part 21
22 KM Part 22
23 KM Part 23
24 KM Part 24
25 KM Part 25
26 KM Part 26
27 KM Part 27
28 KM Part 28
29 KM Part 29
30 KM Part 30
31 KM Part 31
32 KM Part 32
33 KM Part 33
34 KM Part 34
35 KM Part 35
36 KM Part 36
37 KM Part 37
38 KM Part 38
39 KM Part 39
40 KM part 40
41 KM Part 41
42 KM Part 42
43 KM Part 43
44 KM Part 44
45 KM Part 45
46 KM Part 46
47 KM Part 47
48 KM Part 48
49 KM Part 49
50 KM Part 50
51 KM Part 51
52 KM Part 52
53 KM Part 53
54 KM Part 54
55 KM Part 55
56 KM Part 56
57 KM Part 57
58 KM Part 58
59 KM Part 59
60 KM Part 60
61 KM Part 61
62 KM Part 62
63 KM Part 63
64 KM Part 64
65 KM Part 65
66 KM Part 66
67 KM Part 67
68 KM Part 68
69 KM Part 69
70 KM Part 70
71 KM Part 71
72 KM Part 72
73 KM Part 73
74 KM Part 74
75 KM Part 75
76 KM Part 76
77 KM Part 77
78 KM Part 78
79 KM Part 79
80 KM Part 80
81 KM Part 81
82 KM Part 82
83 KM Part 83
84 KM Part 84
85 KM Part 85
86 KM Part 86
87 KM Part 87
88 KM Part 88
89 KM Part 89
90 KM Part 90
91 KM Part 91
92 KM Part 92
93 KM Part 93
94 KM Part 94
95 KM Part 95
96 KM Part 96
97 KM Part 97
98 KM Part 98
99 KM Part 99
100 KM Part 100
101 KM Part 101
102 KM Part 102
103 KM Part 103
104 KM Part 104
105 KM Part 105
106 KM Part 106
107 KM Part 107
108 KM Part 108
109 KM Part 109
110 KM Part 110
111 KM Part 111
112 KM Part 112
113 KM Part 113
114 KM Part 114
115 KM Part 115
116 KM Part 116
117 KM Part 117
118 KM Part 118
119 KM Part 119
120 KM Part 120
121 KM Part 121
122 KM Part 122
123 KM Part 123
124 KM Part 124
125 KM Part 125
126 KM Part 126
127 KM Part 127
128 KM Part 128
129 KM Part 129
130 KM Part 130
131 KM Part 131
132 KM Part 132
133 KM Part 133
134 KM Part 134
135 KM Part 135
136 KM Part 136
137 KM Part 137
138 KM Part 138
139 KM Part 139
140 KM Part 140
141 KM Part 141
142 KM Part 142
143 KM Part 143
144 KM Part 144
145 KM Part 145
146 KM Part 146
147 KM Part 147
148 KM Part 148
149 KM Part 149
150 KM Part 150
151 KM Part 151
152 KM Part 152
153 KM Part 153 end
154 Extra Part 1
155 Extra Part 2
156 Extra Part 3
157 Extra Part 4
158 Extra Part 5
159 Extra Part 6
160 Extra Part 7
161 Extra Part 8
162 Extra Part 9
163 Extra Part 10
164 Extra Part 11
165 Extra Part 12
166 Extra Part 13
167 Last Extra Part
168 PENGUMUMAN
169 Novel Baru
170 Novel Baru
Episodes

Updated 170 Episodes

1
KM Part 1
2
KM Part 2
3
KM Part 3
4
KM Part 4
5
KM Part 5
6
KM Part 6
7
KM Part 7
8
KM Part 8
9
KM Part 9
10
KM Part 10
11
KM Part 11
12
KM Part 12
13
KM Part 13
14
KM Part 14
15
KM Part 15
16
KM Part 16
17
KM Part 17
18
KM Part 18
19
KM Part 19
20
KM Part 20
21
KM Part 21
22
KM Part 22
23
KM Part 23
24
KM Part 24
25
KM Part 25
26
KM Part 26
27
KM Part 27
28
KM Part 28
29
KM Part 29
30
KM Part 30
31
KM Part 31
32
KM Part 32
33
KM Part 33
34
KM Part 34
35
KM Part 35
36
KM Part 36
37
KM Part 37
38
KM Part 38
39
KM Part 39
40
KM part 40
41
KM Part 41
42
KM Part 42
43
KM Part 43
44
KM Part 44
45
KM Part 45
46
KM Part 46
47
KM Part 47
48
KM Part 48
49
KM Part 49
50
KM Part 50
51
KM Part 51
52
KM Part 52
53
KM Part 53
54
KM Part 54
55
KM Part 55
56
KM Part 56
57
KM Part 57
58
KM Part 58
59
KM Part 59
60
KM Part 60
61
KM Part 61
62
KM Part 62
63
KM Part 63
64
KM Part 64
65
KM Part 65
66
KM Part 66
67
KM Part 67
68
KM Part 68
69
KM Part 69
70
KM Part 70
71
KM Part 71
72
KM Part 72
73
KM Part 73
74
KM Part 74
75
KM Part 75
76
KM Part 76
77
KM Part 77
78
KM Part 78
79
KM Part 79
80
KM Part 80
81
KM Part 81
82
KM Part 82
83
KM Part 83
84
KM Part 84
85
KM Part 85
86
KM Part 86
87
KM Part 87
88
KM Part 88
89
KM Part 89
90
KM Part 90
91
KM Part 91
92
KM Part 92
93
KM Part 93
94
KM Part 94
95
KM Part 95
96
KM Part 96
97
KM Part 97
98
KM Part 98
99
KM Part 99
100
KM Part 100
101
KM Part 101
102
KM Part 102
103
KM Part 103
104
KM Part 104
105
KM Part 105
106
KM Part 106
107
KM Part 107
108
KM Part 108
109
KM Part 109
110
KM Part 110
111
KM Part 111
112
KM Part 112
113
KM Part 113
114
KM Part 114
115
KM Part 115
116
KM Part 116
117
KM Part 117
118
KM Part 118
119
KM Part 119
120
KM Part 120
121
KM Part 121
122
KM Part 122
123
KM Part 123
124
KM Part 124
125
KM Part 125
126
KM Part 126
127
KM Part 127
128
KM Part 128
129
KM Part 129
130
KM Part 130
131
KM Part 131
132
KM Part 132
133
KM Part 133
134
KM Part 134
135
KM Part 135
136
KM Part 136
137
KM Part 137
138
KM Part 138
139
KM Part 139
140
KM Part 140
141
KM Part 141
142
KM Part 142
143
KM Part 143
144
KM Part 144
145
KM Part 145
146
KM Part 146
147
KM Part 147
148
KM Part 148
149
KM Part 149
150
KM Part 150
151
KM Part 151
152
KM Part 152
153
KM Part 153 end
154
Extra Part 1
155
Extra Part 2
156
Extra Part 3
157
Extra Part 4
158
Extra Part 5
159
Extra Part 6
160
Extra Part 7
161
Extra Part 8
162
Extra Part 9
163
Extra Part 10
164
Extra Part 11
165
Extra Part 12
166
Extra Part 13
167
Last Extra Part
168
PENGUMUMAN
169
Novel Baru
170
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!