Pagi telah datang, matahari sudah mengintip untuk memancarkan sinarnya. Suara burung milik tetangga membuat Bunga terbangun dan mengucek matanya.
Bunga segera bangkit dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kamarnya memang sempit, tetapi beruntung masih terdapat kamar mandi di dalamnya. Tidak ada fasilitas air hangat dan bathtub, hanya kamar mandi sederhana dengan bak mandi dan closet saja.
Pagi ini ia mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya. Dress selutut berwarna hijau lumut berlengan pendek model baby doll dengan aksen bunga-bunga warna putih, berpadu kontras dengan kulit kuning langsatnya.
Bunga hanya membubuhkan make up seadanya yang biasa digunakannya yaitu bedak bayi. Akan tetapi untuk hari ini ia memutuskan untuk memakai lipstik berwarna agar tampilannya sedikit berbeda. Lipstik yang dibelinya menggunakan uang bonus yang didapatkannya bulan kemarin.
Rambut panjangnya yang bergelombang dibiarkan tergerai melambai-lambai. Kemudian ia mematut dirinya di depan cermin sambil tersenyum memperhatikan pantulannya sendiri.
"Hmm ternyata aku cantik juga ya," gumamnya diiringi tawa geli.
Setelah puas bercermin, Bunga segera keluar dari kamarnya menuju ruang makan yang letaknya menyatu dengan dapur.
"Pagi, Kak."
Kedua adiknya menyapa ketika melihat Bunga muncul. Mereka adalah si kembar Deri dan Devi yang saat ini duduk di bangku SMA kelas sepuluh.
"Pagi juga D kuadrat," jawab Bunga usil.
Si kembar tak tinggal diam mendengar celotehan kakaknya dan malah menggelitikinya.
"Sudah jangan ganggu kakakmu, biarkan dia duduk dan sarapan bersama kita." Pak Wahyu berseru untuk menghentikan kegiatan si kembar yang sedang mengganggu Bunga.
"Pagi juga Pak," ucap Bunga sambil menaruh piring-piring dan menuangkan minum. Bapaknya tersenyum hangat, menarik kursi untuk putrinya itu.
"Kak, sudah gajian belum? Kami harus bayar SPP sebelum tanggal sepuluh," tanya Deri dan Devi.
"Sudah dong. Nih, kakak sudah pisahkan uangnya untuk membayar SPP dan LKS. Awas ya jangan di salah gunakan, harus langsung kalian bayarkan!" Bunga menyerahkan amplop berwarna coklat polos kepada adik-adiknya.
"Siap bos," sahut mereka berdua sambil memberi hormat menyerupai sikap hormat bendera.
Tiba-tiba Pak Wahyu menggenggam tangan Bunga.
"Bunga, maafkan Bapak, karena kamu harus ikut serta membiayai sekolah adik-adikmu padahal gajimu tidak besar. Maafkan bapak karena penghasilan bapak tidak cukup untuk bisa memenuhi seluruh kebutuhan kita sekeluarga." Pak Wahyu tampak sendu.
Bunga menatap bapaknya lekat, tampak guratan lelah yang semakin kentara di wajahnya yang mulai menua.
"Tidak apa-apa kok Pak, aku iklhas. Lagi pula aku ini anak sulung yang harus bisa menjaga adik-adiknya, tidak usah terlalu dipikirkan."
Pak Wahyu mengangguk dengan tatapan penuh haru sambil menepuk-nepuk bahu Bunga. Tak berapa lama kemudian ibunya datang membawakan hidangan untuk sarapan bersama.
*****
"Bunga, ayo cepat. Ini sudah jam tujuh lebih. Akadnya pukul sembilan, jadi kita harus segera berangkat." Ibunya memanggil dari halaman rumah.
"Iya Bu, sebentar. Aku lagi pakai sepatu." Bunga memakai flat shoesnya dengan cepat kemudian meraih tas cangklong yang biasa dipakainya bekerja.
"Bu, aku pesan ojeg online saja ya biar lebih cepat sampainya, karena kalau pakai bus nanti takut terlambat," jelas Bunga sambil sibuk mengetikkan alamat tujuan pada aplikasi ojek daring.
"Ya sudah. Terserah kamu," sahut ibunya yang kemudian memindai penampilan Bunga.
"Wah, memang ya anak ibu ini baru pakai lipstik sedikit saja sudah terlihat berbeda dan lebih cantik. Semoga nanti bisa dapat gebetan di tempat hajatan, pasti banyak teman temannya calon suami Ina di sana," ujarnya antusias.
Bunga hanya menanggapinya dengan senyuman tipis. Kalimat Bu Marni sudah tak asing lagi di telinganya. Ibunya pasti selalu berkata begitu setiap kali hendak menghadiri acara hajatan. Hanya membahas hal yang sama yaitu tentang segera mendapatkan pasangan.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 170 Episodes
Comments
Asti Zahra
euleuh itu emaknya yang heboh pengen cepet punya mantu... kasian banget nasib Bunga
2022-11-19
0
Dede Dahlia
iyain aja bunga yg penting ibumu senang hadeuh jadi inget aku waktu belum nikah 🤔
2022-11-14
0
Erna Yunita
hmmm
2022-09-17
0