Episode 2

Malam menjelang setelah sholat Maghrib Rana baru keluar dari dalam kamarnya dan langsung menuju meja makan karena dia yakin keluarganya semua pasti berkumpul di meja makan

"malam ma,pa,kakak,abang,adek" sapa Rana lalu mendudukkan dirinya di kursi tempatnya biasa dudu kursi paling ujung sedangkan saudara-saudarinya duduk berdekatan dengan kedua orang tuanya

"hemm "hanya itu jawaban yang Rana dapatkan itupun hanya deheman dari sang kakak yangain hanya diam

Rana hanya mengepalkan tangannya di bawah meja, tapi Rana tidak pernah mau protes pada mereka semua karena hanya bentakan dan cacian yang akan mereka lontarkan untuk Rana

Setelah duduk Rana mengambil makanannya sendiri tidak seperti saudaranya yang lain ibunya akan mengambilkan makanan untuk mereka

"ma tolong dong udang tepungnya " ucap Rana karena udang tepung yang di inginkannya ada di depan Raka dan itu jauh dari jangkauan Rana yang berada di ujung

Raya yang mendengar itu segera bangkit dari duduknya dan berniat memberikan udang tepung yang kakaknya inginkan

"mau kemana kamu raya !?" tanya sang mama

"mau kasi ini kekak Rana ma!!" jawab Raya

"duduk,dia itu punya kaki dan tangan biar kakakmu sendiri yang ambil" ucap mama Sania

Raya pun kembali duduk di tempat duduknya

"jangan manja kamu Rana,sana ambil sendiri " ucap papa Nathan

"iya pa maaf " jawab Rana dan berdiri dari duduknya lalu mendekati tempat duduk adiknya Raya di mana di hadapannya itu ada udang tepung yang di inginkannya

Rana mengulurkan tangannya untuk mengambil Udang tepung kesukaannya tapi belum juga tangannya sampai di piring wadah Udang itu mama Sania sudah menegurnya

"jangan ambil banyak-banyak dua aja adik sama kakakmu masih mau " ucap mama Sania

"iya ma" jawab Rana hatinya terasa berdenyut sakit karena mamanya mementingkan saudara saudaranya padahal mereka sudah makan banyak sedangkan Rana belum makan satu pun

"ini kak punya Raya,Raya sudah bosan makan ini" ucap Raya Memberikan dua ekor Udang tepung miliknya

Rana hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada adiknya itu karena Rana memang sudah biasa mendapatkan lebih atau sisa adiknya jika adiknya sudah bosan baik itu pakaian maupun makanan

"makasih dek"jawab Rana

"iya kak sama-sama " jawab Raya merasa senang karena kakaknya mau menerima sisanya walaupun dia belum memakannya

Rana kembali ketempat duduknya dan memakan makanannya

"Pa Rana belikan ponsel baru dong,ponsel Rana layarnya pecah pah kemarin nggak sengaja jatuh dari saku baju Rana" ucap Rana sambil memakan makanannya

"bisa nggak sih kalau makan itu nggak ribut,bikin nggak nafsu makan aja" ucap Raka meletakkan sendoknya dengan kasar hingga piringnya berdentang keras terkena sendoknya

"maaf kak" jawab Rana menundukkan wajahnya

" lekas habiskan makanan kalian" ucap papa Nathan tegas dan mereka pun segera menyelesaikan makan mereka

Setelah makan mereka meninggalkan meja makan sedangkan Rana membantu bik Marmi membereskan meja makan

"nggak usah non biar bibi saja yang selesaikan " ucap bi Marmi

"nggak apa-apa bi " jawab Rana dan terus membantu bik Marmi

Setelah semua bersih Rana meninggalkan bi marmi di dapar dan menuju ruang keluarga ingin bergabung dengan keluarganya

Saat Rana akan sampai di dekat dimana keluarganya berkumpul Rana mendengar rengekan kakaknya Raka yang meminta motor baru pada Ayahnya

"Pa aku mau beli Motornya Bang Reza soalnya motornya itu bagus banget pa lagian bang Reza jualnya murah " ucap Raka

"emangnya di jual berapa dek!?" tanya Hardi

" 300 juta kak" jawab Raka

"ya sudah besok kakak ikut kamu liat motornya kalau cocok kita beli" jawab Hardi

"beneran ya kak!?" tanya Raka memastikannya

"beneran " jawab Hardi

"makasih kak,kakak memang is the best deh pokoknya " ucap raka bahagia

Rana tersenyum melihat kakaknya bahagia dan dia berfikir jika meminta kakaknya untuk mengganti ponselnya yang rusak pasti tidak masalah karena ponsel yang di inginkannya hanya harga beberapa juta sedangkan kakak keduanya meminta Motor yang harga Ratusan juta pun di iyakan

"kak Ardi,Rana juga dong di beliin ponsel ya" ucap Rana duduk di samping sang ibu lalu memeluk lengan ibunya tapi segera di tepis oleh mama Sania

"ihhhh apaan sih kamu,sana gerah tau" ucap mama Sania

"maaf ma" ucap Rana tersenyum walaupun dalam hatinya meringis pilu karena selalu saja dapat penolakan jika mendekati keluarganya kecuali sang adik

"mau ya kak Gantiin ponsel Rana!?" ucap Rana lagi karena tidak mendapatkan jawaban dari dang kakak

"Nanti kalau kakak punya uang" jawab Hardi ketus lalu berdiri dari duduknya dan pamit pada mama dan papanya lalu naik kelantai dua menggunakan lift

Tak lama semuanya pun meninggalkan Rana sendirian di ruangan itu tanpa mengucapkan sepatah katapun

Rana hanya tersenyum melihat semuanya dia sudah terbiasa di perlakukan seperti itu tapi rana tidak pernah bosan mendekati mereka demi untuk mendapatkan perhatian mereka

Setelah semua keluarganya masuk kedalam kamar mereka masing-masing Rana pun naik ke kamarnya yang juga berada di lantai dua di lantai yang sama dengan ke empat saudaranya akan tetapi kamar rana berada di ujung dan akses kekamarnya menggunakan Tangga biasa tidak sama seperti ke empat saudaranya

Bahkan kamar Rana dan saudaranya yang lain itu di beri penyekat alasannya agar Rana tidak kekamar saudaranya untuk merecokinya

Rana masuk kedalam kamarnya dan duduk di atas tempat tidurnya yang hanya tempat tidur biasa beralaskan kasur kapuk yang sudah mulai mengeras karena sudah bertahun-tahun tak pernah di ganti tapi Rana tidak pernah protes Rana hanya sibuk membuat ulah demi bisa menarik perhatian keluarganya

Rana mengambil tas sekolahnya yang baru di beli lewat online

Rana sengaja melakukan itu semua karena selama ini permintaannya tak pernah di turutin makanya Rana nekad memesan online semua kebutuhannya seperti tas ransel,sepatu,buku tulis dan alat-alat tulis lainnya

"untung saja aku punya ide cemerlang pesan online perlengkapan sekolah kalau enggak tas dan sepatu tinggal aku ikat pakai tali rafia " ucap Rana mengelus semua perlengkapan sekolahnya yang baru satu persatu

"tapi kenapa aku nggak sekalian pesan seragam sekolah ya kan seragamku sudah berulang kali di jahit" ucap Rana

"tapi biarlah aku akan menabung uang jajan untuk beli seragam baru biar nanti pas naik kelas 11 pakai seragam baru kan tinggal beberapa bulan lagi udah naik kelas yang penting sekarang aku harus lebih giat lagi belajar biar dapat juara umum " ucap Rana

"pasti mama dan papa bangga pada Rana kalau bisa jadi juara umum dengan nilai terbaik " ucapnya lagi membayangkan Mama dan papanya memeluknya karena sudah membuat mereka bangga

Rana tersenyum senyum sendiri membayangkan itu semua

Rana segera mengambil buku tugas yang di berikan oleh gurunya

Rana segera menyelesaikannya dan semua tugasnya selesai saat jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul sebelas malam

Setelah menyelesaikan tugasnya rana membereskan peralatan sekolahnya lalu mengistirahatkan tubuhnya

...****************...

Mampir disini juga ya di karya baru mak othor semoga para pembaca setia mak othor nggak merasa kecewa dengan ceritanya

Makasih untuk semuanya 🥰😍😍😘😘😊😊🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Terpopuler

Comments

citra marwah

citra marwah

Kok bisa hanya kasur kapuk...aah aku aja yg hidup d desa dg penghasilan pas2an tidur nya d kasur busa....hhehehhehe keterlaluan bgt,

2025-02-17

1

Intan

Intan

jangan lupa mampir Kaka ke karya novel terbaru aku judul nya. ARMAN PEWARIS MBAH SURIP, PECAHAN TONGKAT TERAKHIR. 😉😉😉

2025-02-26

1

Soraya

Soraya

knp gak sekalian Rana beli hpnya lewat online juga

2024-12-31

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 menarik perhatian
2 Episode 2
3 Episode 3 Rana Numpang Dong!!
4 Episode 4 Belajar menjauh
5 Episode 5 Liburan Ala Rana
6 Episode 6 Hati yang tersakiti
7 Episode 7 Kasian kamu non!!
8 Episode 8 Good job baby!!!
9 Episode 9 Mau jualan pisang goreng
10 Episode 10 Laris manis
11 Episode 11 Rasa Kecewa
12 Episode 12 lapak baru
13 Episode 13 Lapak baru 2
14 Episode 14 Menyewa toko
15 Episode 15 Mulai berjualan
16 Episode 16 Bismillah Berkah
17 Episode 17 jangan salahkan aku lelah berjuang
18 Episode 18 Rana Berbeda
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24 Brawijaya family
25 Episode 25
26 Episode 26 Ternyata aku memang anak pembantu
27 Episode 27 Ulang tahun Raya
28 Episode 28 menyesal
29 Episode 29 Usaha Rahardian
30 Episode 30 Di fitnah lagi
31 Episode 31 Dirawat
32 Episode 32 Dimana Hatimu nyonya
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35 ungkapan Raya
36 Episode 36 Aku Menyerah Berjuang
37 Episode 37 Ma,Pa Rana pergi
38 Episode 38 Rana pergi
39 Episode 39 Nama baru Untuk Rana
40 Episode 40 Pencarian Rama
41 Episode 41
42 Episode 42 Kesedihan nyonya Sania
43 Episode 43 Berita mengejutkan
44 Episode 44 Berita kematian Rana
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48 Bertemu Lagi
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54 Penyebar Gosip
55 Episode 55 Kebusukan angel
56 Episode 56
57 Episode 57 Ke Indonesia
58 Episode 58 Tiba di Indonesia
59 Episode 59 Wajahnya mirip Rana
60 Episode 60
61 Episode 61 Tangisan nyonya Sania
62 Episode 62
63 Episode 63 Nasihat dua ibu
64 Episode 64 Nyonya Amira Syok
65 Episode 65 Terusir
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68 liburan bareng
69 Episode 69
70 Episode 70 Lingga mencoba PDKT
71 Episode 71 Jebakan Laila
72 Episode 72
73 Episode 73 Menjenguk mbok Lastri dan mang amin
74 Episode 74 awal kedekatan Dira dan Arkana
75 Episode 75 orang dari masa lalu Arkana
76 Episode 76 kekecewaan Dira
77 Episode 77 Hari sial Arkan
78 Episode 78 kesempatan dalam kesempitan
79 Episode 79 PDKT
80 Episode 80 Harapan Raya
81 Episode 81 Adakah sebuah kesempatan?!
82 Episode 82 Berdamai dengan rasa sakit
83 Episode 83 Jujur pada bunda selena
84 Episode 84 Benarkah ini?!
85 Episode 85 Tes DNA
86 Episode 86 Hasil DNA
87 Episode 87 kebun strawberry
88 Episode 88 Bertemu Raya dan Rama
89 Episode 89 Rama tau siapa Dira
90 Episode 90 Karena aku memang kakakmu
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101 kembali kerumah masa lalu
102 Episode 102
103 Episode 103 Nginap
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107 viona sakit
108 Episode 108 viona di rawat
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112 Bertemu keluarga lingga
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Episode 1 menarik perhatian
2
Episode 2
3
Episode 3 Rana Numpang Dong!!
4
Episode 4 Belajar menjauh
5
Episode 5 Liburan Ala Rana
6
Episode 6 Hati yang tersakiti
7
Episode 7 Kasian kamu non!!
8
Episode 8 Good job baby!!!
9
Episode 9 Mau jualan pisang goreng
10
Episode 10 Laris manis
11
Episode 11 Rasa Kecewa
12
Episode 12 lapak baru
13
Episode 13 Lapak baru 2
14
Episode 14 Menyewa toko
15
Episode 15 Mulai berjualan
16
Episode 16 Bismillah Berkah
17
Episode 17 jangan salahkan aku lelah berjuang
18
Episode 18 Rana Berbeda
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24 Brawijaya family
25
Episode 25
26
Episode 26 Ternyata aku memang anak pembantu
27
Episode 27 Ulang tahun Raya
28
Episode 28 menyesal
29
Episode 29 Usaha Rahardian
30
Episode 30 Di fitnah lagi
31
Episode 31 Dirawat
32
Episode 32 Dimana Hatimu nyonya
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35 ungkapan Raya
36
Episode 36 Aku Menyerah Berjuang
37
Episode 37 Ma,Pa Rana pergi
38
Episode 38 Rana pergi
39
Episode 39 Nama baru Untuk Rana
40
Episode 40 Pencarian Rama
41
Episode 41
42
Episode 42 Kesedihan nyonya Sania
43
Episode 43 Berita mengejutkan
44
Episode 44 Berita kematian Rana
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48 Bertemu Lagi
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54 Penyebar Gosip
55
Episode 55 Kebusukan angel
56
Episode 56
57
Episode 57 Ke Indonesia
58
Episode 58 Tiba di Indonesia
59
Episode 59 Wajahnya mirip Rana
60
Episode 60
61
Episode 61 Tangisan nyonya Sania
62
Episode 62
63
Episode 63 Nasihat dua ibu
64
Episode 64 Nyonya Amira Syok
65
Episode 65 Terusir
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68 liburan bareng
69
Episode 69
70
Episode 70 Lingga mencoba PDKT
71
Episode 71 Jebakan Laila
72
Episode 72
73
Episode 73 Menjenguk mbok Lastri dan mang amin
74
Episode 74 awal kedekatan Dira dan Arkana
75
Episode 75 orang dari masa lalu Arkana
76
Episode 76 kekecewaan Dira
77
Episode 77 Hari sial Arkan
78
Episode 78 kesempatan dalam kesempitan
79
Episode 79 PDKT
80
Episode 80 Harapan Raya
81
Episode 81 Adakah sebuah kesempatan?!
82
Episode 82 Berdamai dengan rasa sakit
83
Episode 83 Jujur pada bunda selena
84
Episode 84 Benarkah ini?!
85
Episode 85 Tes DNA
86
Episode 86 Hasil DNA
87
Episode 87 kebun strawberry
88
Episode 88 Bertemu Raya dan Rama
89
Episode 89 Rama tau siapa Dira
90
Episode 90 Karena aku memang kakakmu
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101 kembali kerumah masa lalu
102
Episode 102
103
Episode 103 Nginap
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107 viona sakit
108
Episode 108 viona di rawat
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112 Bertemu keluarga lingga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!