Episode 20

20.Barang bekas memang cocok untuk kamu

"ya sudah saya berangkat dulu ya" ucap pak joko

lalu naik ke motor mang dito mengikuti mobil truk yang mengangkut semua barang-barang dari dalam gudang keluarga prawira wangsa

Sepeninggalan pak joko bik marmi yang baru saja selesai memasak bersama bik Mumun berjalan masuk kedalam gudang di mana gudang itu terlihat lega karena semua barang-barang yang besar sudah pak joko angkut tinggal beberapa kasur lagi yang ada di sana juga beberapa buah kardus besar berisikan pakaian-pakaian kakak-kakak Rana juga Raya

"loh kok kardus-kardus ini bapak nggak bawa!?" tanya Bik marmi pada dirinya sendiri lalu mendekati kardus-kardus itu

"oh ini pakaian punya non Raya kalau ini punya den Raka trus ini punya Den Rama juga punya den ardi

Punya neng Rana malah nggak ada disini,apa karena neng Rana jarang di belikan baju ya sama tuan dan nyonya hingga pakaian bekas aja nggak ada?! " bik marmi terus memeriksa tulisan-tulisan yang ada dia atas kardus itu

"loh ini punya tuan dan nyonya juga ada pakaian non Rana waktu kecil" ucap bik marmi

"nanti aku minta izin sama tuan dan nyonya untuk menyumbangkan baju-baju lama mereka pasti pakaian mereka pakaian mahal-mahal dan tentu saja sangat layak pakai" monolog bik marmi lagi pada dirinya sendiri

Bik marmi keluar dari dalam gudang dan menuju Dapur para maid bik marmi kembali berkutat dengan panci fan penggorengan karena membuat makan malam untuk mereka para maid juga Rana karena Rana sudah beberapa bulan ini tidak pernah lagi makan di meja makan bersama keluarganya

Sedangkan di rumah di belakang toko kue milik Rana pak joko dan empat orang lainnya saling bahu membahu memasukkan barang kerumah itu juga ke dalam toko di lantai dua

"kita sholat magrib dulu setelah itu kita makan dan lanjut bekerja " ucap pak joko pada ke empat temannya

"oke bang" jawab mereka lalu menuju mesjid untuk ikut sholat berjamaah

Setelah sholat pak joko mengajak mereka makan di rumah makan Padang yang ada di samping mesjid yang tidak jauh dari Toko kue milik Rana dan kembali mengangkat barang yang mereka bawa dari atas truk besar yang di sewanya lalu mengaturnya sedemikian rupa agar muat dan terlihat rapi

"bang Joko ini masih ada beberapa kasur dan lemari ini taro dimana!?" tanya kang andi sopir truk

"dua kasur punya dito trus lebihnya untuk kalian aja kalau kalian mau tapi kalau nggak mau kasi ke orang aja yang mau

Itu masih sangat bagus kok" jawab pak joko

"wah beneran nih bang buat kami!?" tanya Toto teman Andi

"iya beneran " jawab pak joko

"sekarang kita Antar kasur itu kerumah dito " ucap pak joko setelah mengunci pagar toko kue Rana

Tak butuh waktu lama mereka sampai dirumah Mang Dito

Istri dan anak mang dito terkejut karena suaminya pulang membawa kasur besar yang menurut mereka sangat bagus

"wah bapak beli kasur ya buat kakak!?" tanya anak tertua mang Dito

"iya kak,kasur kakak kan sudah keras "jawab mang Dito

"makasih pak" jawab Nilasari anak mang Dito

"ucap Terima kasihnya sama pak joko nak karena itu oak joko yang kasi" jawab mang Dito

"makasih pak" ucap Nilasari pada pak joko

"iya sama-sama " jawab pak joko

Setelah itu pak joko memberikan upah pada bang Andi dan kedua temannya lalu mereka pulang pak joko diantar oleh mang Dito

"ini Dit sewa ojek kamu seharian ini" ucap pak joko pada mang dito menyodorkan tiga lembar uang merah tapi mang Dito menolaknya

"nggak usah bang,dapat barang-barang mewah saja saya dan keluarga sudah sangat senang " jawab mang Dito

"eh nggak boleh begitu kamu nggak keluar ngojek karena bantuin saya jadi ini upah kamu anak-anak dan istri kamu butuh uang to,kalau kamu nggak mau terima saya nggak mau manggil kamu lagi kalau saya ada kerjaan" ucap pak joko sedikit mengancam mang dito agar mau menerima uang yang di berikannya

Mau tidak mau mang dito menerima uang itu karena dia tidak mau kehilangan pekerjaan sampingan yang sering pak joko berikan kepadanya walaupun beberapa minggu ini mang dito jadi ojek langganan Rana

"assalamualaikum bu" ucap pak joko saat masuk ke dalam paviliun tempatnya bersama bik marmi

"waalaikumsalam pak!!" jawab bik Marmi menyambut kedatangan sang suami

"ini pak minum dulu,apa mau ibu buatkan kopi atau bapak mau maka dulu!?" tanya bik marmi

"makasih bu" pak joko mengambil gelas Air minum yang di berikan istrinya lalu meneguknya hingga tandas

"Alhamdulillah " ucap pak joko

"bapak sudah makan bu tadi bareng dito dan yang lainya " pak joko menjawab pertanyaan istrinya

"oh gitu ya pak,oh iya apa bapak yang jaga malam ini!? "tanya bik Marmi

"iya Bu kasian kardi seharian berjaga"jawab pak joko

"ya sudah bapak bersih-bersih dulu ibu mau buatkan kopi sama cemilan " ucap bik Marmi lalu keluar dari kamarnya dan menuju dapur

"eh neng lagi ngapain nak!?" tanta bik marmi saat melihat Rana ada di dapur maid

"Eh ibu,kok belum istirahat bu!?" rana balik bertanya

"ibu mau buatkan kopi buat bapak" jawab bik marmi

"kamu mau bikin apa nak!?"tanya Bik Marmi

"Rana mau buat mie instan bu, hidung Rana kayaknya mampet deh rana mau makan yang pedes-pedes" jawab rana sambil tersenyum pada bik Marmi

"kenapa nggak buat di dapur dalam aja nak!? Kesini kan jauh jalannya " ucap bik marmi

"nggak apa-apa bu,rana takut kalau pakai dapur dalam nyonya marah hehehehe " jawab rana nyengir memperlihatkan gigi putihnya yang rapi

"ya sudah biar ibu buatkan sekalian ya kamu duduk aja,kamu pasti mau flu itu"ucap bik marmi

"nggak usah bu biar rana aja " jawab rana merasa nggak enak hati karena merepotkan bik Marmi lagi

"nggak apa-apa nak ibu nggak repot kok, sekarang kamu duduk ya"ucap bik Marmi mau tidak mau Rana menurut

Rana duduk di kursi meja makan dan menyandarkan kepalanya di meja yang terasa sedikit pusing

"ini nak mie-nya ibu antarkan kopi milik bapak ya kedepan " ucap bik marmi menyimpan mangkok berisi mie instan yang di campur sayur dan telur juga sosis

"iya bu makasih ya " jawab Rana dan mulai menikmati mie buatan bik marmi yang selalu enak dan pas di lidahnya menurut Rana

Setelah makan rana membersihkan bekas makannya lalu kembali masuk kerumah utama dan menuju kamarnya

Saat akan melewati ruang keluarga menuju tangga kekamarnya rana berpapasan dengan Tuan Jhonatan dan kak Ardi kakak tertuanya yang baru saja keluar dari ruang kerja sang papa

"kelayapan aja kerjanya " cibir Kak Ardi

Sedangkan tuan Jhonatan hanya menatap sinis pada putrinya itu entah apa yang Rana pernah lakukan padanya Hingga begitu membenci putri kandungnya itu

Rana tidak menjawab ucapan sang kakak rana hanya menundukkan kepalanya tangannya meremas kencang ujung bajunya

Matanya memanas jika rana berkedip akan jatuh buliran bening dari mata indah rana namun penuh duka itu

kedua ayah dan anak itu melewati rana bahkan kak ardi sempat menyenggol lengan rana hingga rana terhuyung kebelakang untung rana tidak jatuh

Setelah merasa jauh rana segera berlari naik kekamarnya dan mengeluarkan semua rasa sakit hatinya

Kepala rana terasa sangat sakit Hingga membuat rana tak sadarkan diri

Terpopuler

Comments

Yuliana Tunru

Yuliana Tunru

jgn sampai rana punya penyakit parah ya thor kssihan sdh tdk diperhatikan klga sakit pula ..buat rana jd orang sukses

2024-11-25

1

Ati Suryati

Ati Suryati

ya alloh
semoga saja saya jadu orang tua yang adil terhadap anak anak saya kelak
jangan seperti dinovel

2024-12-26

1

Innara Maulida

Innara Maulida

bang Jeffry kenapa blom pulang si,,bawa pergi aja pak Joko dan BI marmi kasi. Rana

2024-11-25

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 menarik perhatian
2 Episode 2
3 Episode 3 Rana Numpang Dong!!
4 Episode 4 Belajar menjauh
5 Episode 5 Liburan Ala Rana
6 Episode 6 Hati yang tersakiti
7 Episode 7 Kasian kamu non!!
8 Episode 8 Good job baby!!!
9 Episode 9 Mau jualan pisang goreng
10 Episode 10 Laris manis
11 Episode 11 Rasa Kecewa
12 Episode 12 lapak baru
13 Episode 13 Lapak baru 2
14 Episode 14 Menyewa toko
15 Episode 15 Mulai berjualan
16 Episode 16 Bismillah Berkah
17 Episode 17 jangan salahkan aku lelah berjuang
18 Episode 18 Rana Berbeda
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24 Brawijaya family
25 Episode 25
26 Episode 26 Ternyata aku memang anak pembantu
27 Episode 27 Ulang tahun Raya
28 Episode 28 menyesal
29 Episode 29 Usaha Rahardian
30 Episode 30 Di fitnah lagi
31 Episode 31 Dirawat
32 Episode 32 Dimana Hatimu nyonya
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35 ungkapan Raya
36 Episode 36 Aku Menyerah Berjuang
37 Episode 37 Ma,Pa Rana pergi
38 Episode 38 Rana pergi
39 Episode 39 Nama baru Untuk Rana
40 Episode 40 Pencarian Rama
41 Episode 41
42 Episode 42 Kesedihan nyonya Sania
43 Episode 43 Berita mengejutkan
44 Episode 44 Berita kematian Rana
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48 Bertemu Lagi
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54 Penyebar Gosip
55 Episode 55 Kebusukan angel
56 Episode 56
57 Episode 57 Ke Indonesia
58 Episode 58 Tiba di Indonesia
59 Episode 59 Wajahnya mirip Rana
60 Episode 60
61 Episode 61 Tangisan nyonya Sania
62 Episode 62
63 Episode 63 Nasihat dua ibu
64 Episode 64 Nyonya Amira Syok
65 Episode 65 Terusir
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68 liburan bareng
69 Episode 69
70 Episode 70 Lingga mencoba PDKT
71 Episode 71 Jebakan Laila
72 Episode 72
73 Episode 73 Menjenguk mbok Lastri dan mang amin
74 Episode 74 awal kedekatan Dira dan Arkana
75 Episode 75 orang dari masa lalu Arkana
76 Episode 76 kekecewaan Dira
77 Episode 77 Hari sial Arkan
78 Episode 78 kesempatan dalam kesempitan
79 Episode 79 PDKT
80 Episode 80 Harapan Raya
81 Episode 81 Adakah sebuah kesempatan?!
82 Episode 82 Berdamai dengan rasa sakit
83 Episode 83 Jujur pada bunda selena
84 Episode 84 Benarkah ini?!
85 Episode 85 Tes DNA
86 Episode 86 Hasil DNA
87 Episode 87 kebun strawberry
88 Episode 88 Bertemu Raya dan Rama
89 Episode 89 Rama tau siapa Dira
90 Episode 90 Karena aku memang kakakmu
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101 kembali kerumah masa lalu
102 Episode 102
103 Episode 103 Nginap
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107 viona sakit
108 Episode 108 viona di rawat
109 Episode 109
110 Episode 110
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Episode 1 menarik perhatian
2
Episode 2
3
Episode 3 Rana Numpang Dong!!
4
Episode 4 Belajar menjauh
5
Episode 5 Liburan Ala Rana
6
Episode 6 Hati yang tersakiti
7
Episode 7 Kasian kamu non!!
8
Episode 8 Good job baby!!!
9
Episode 9 Mau jualan pisang goreng
10
Episode 10 Laris manis
11
Episode 11 Rasa Kecewa
12
Episode 12 lapak baru
13
Episode 13 Lapak baru 2
14
Episode 14 Menyewa toko
15
Episode 15 Mulai berjualan
16
Episode 16 Bismillah Berkah
17
Episode 17 jangan salahkan aku lelah berjuang
18
Episode 18 Rana Berbeda
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24 Brawijaya family
25
Episode 25
26
Episode 26 Ternyata aku memang anak pembantu
27
Episode 27 Ulang tahun Raya
28
Episode 28 menyesal
29
Episode 29 Usaha Rahardian
30
Episode 30 Di fitnah lagi
31
Episode 31 Dirawat
32
Episode 32 Dimana Hatimu nyonya
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35 ungkapan Raya
36
Episode 36 Aku Menyerah Berjuang
37
Episode 37 Ma,Pa Rana pergi
38
Episode 38 Rana pergi
39
Episode 39 Nama baru Untuk Rana
40
Episode 40 Pencarian Rama
41
Episode 41
42
Episode 42 Kesedihan nyonya Sania
43
Episode 43 Berita mengejutkan
44
Episode 44 Berita kematian Rana
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48 Bertemu Lagi
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54 Penyebar Gosip
55
Episode 55 Kebusukan angel
56
Episode 56
57
Episode 57 Ke Indonesia
58
Episode 58 Tiba di Indonesia
59
Episode 59 Wajahnya mirip Rana
60
Episode 60
61
Episode 61 Tangisan nyonya Sania
62
Episode 62
63
Episode 63 Nasihat dua ibu
64
Episode 64 Nyonya Amira Syok
65
Episode 65 Terusir
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68 liburan bareng
69
Episode 69
70
Episode 70 Lingga mencoba PDKT
71
Episode 71 Jebakan Laila
72
Episode 72
73
Episode 73 Menjenguk mbok Lastri dan mang amin
74
Episode 74 awal kedekatan Dira dan Arkana
75
Episode 75 orang dari masa lalu Arkana
76
Episode 76 kekecewaan Dira
77
Episode 77 Hari sial Arkan
78
Episode 78 kesempatan dalam kesempitan
79
Episode 79 PDKT
80
Episode 80 Harapan Raya
81
Episode 81 Adakah sebuah kesempatan?!
82
Episode 82 Berdamai dengan rasa sakit
83
Episode 83 Jujur pada bunda selena
84
Episode 84 Benarkah ini?!
85
Episode 85 Tes DNA
86
Episode 86 Hasil DNA
87
Episode 87 kebun strawberry
88
Episode 88 Bertemu Raya dan Rama
89
Episode 89 Rama tau siapa Dira
90
Episode 90 Karena aku memang kakakmu
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101 kembali kerumah masa lalu
102
Episode 102
103
Episode 103 Nginap
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107 viona sakit
108
Episode 108 viona di rawat
109
Episode 109
110
Episode 110

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!