Episode 17 jangan salahkan aku lelah berjuang

Sore menjelang Rana bangun dari tidur siangnya

Setelah mandi sore dan berganti pakaian Rana masuk kedalam rumah utama

Rana mencari bik marmi yang tentunya jika jam segini pasti ada di dapur membuat makan malam untuk keluarganya

"bu" panggil Rana

bik marmi dan bik Mumun yang mendengar suara Rana langsung menoleh

"eh sudah bangun!?" tanya bik Marmi tersenyum pada Rana

"iya bu,lagi masak apa!? Rana bantuin ya!!" jawab rana

"ini lagi buat Udang tepung dan ayam kecap " jawab bik marmi

"Rana bisa bantuin apa!?" tanya rana lagi

"nggak usah nak,kamu kan sudah mandi dan wangi jadi kamu duduk aja " jawab bik marmi

"ya nggak gitu juga bu,biar rana bantuin apa saja deh" ucap Rana

"oh iya kalau begitu tolong buatkan kopi untuk bapak juga mang kardi"ucap bik Marmi agar rana meninggalkan dapur

"oke bu,oh iya memang bapak di manabu!?" tanya Rana

"tadi sih lagi ngobrol sama mang kardi di pos" jawab bik marmi

"oh oke,aku buat kopi dulu ya " ucap rana dan mulai meracik kopi kesukaan pak joko dan mang kardi

"non ini pisang goreng teman untuk kopinya " ucap bik Mumun menyerahkan sepiring pisang goreng yang baru saja selesai di goreng

"iya bik makasih " jawab Rana dan berlalu dari dapur keluar melewati pintu belakang rana berjalan menuju pos satpam

"pak mang ini kopi dan pisang gorengnya" ucap rana saat sudah berada di samping pak joko

"wah makasih banyak nak,makin awet nih ngobrolnya" sahut pak joko terkekeh Rana ikut tertawa bersama mang kardi yang mendengar ucapan Pak joko

Saat rana ingin kembali masuk kedalam dapur mobil tuan Jonathan dan Hardi datang

mang kardi Dengan cepat menekan tombol untuk membuka gerbang,

 mang kardi dan pak joko berdiri menyambut majikannya itu Begitu pun dengan Rana

Berdiri di depan pos menatap semua keluarganya dengan tatapan luka

Satu persatu mereka turun dari mobil tanpa menyadari kehadiran Rana yang menatap mereka

Raya turun Dengan menenteng banyak paperbag begitu pun dengan ketiga kakaknya dan rana yakin jika itu semua belanjaan Adiknya Raya

Mata Rana berkaca-kaca menatap mereka yang terlihat begitu bahagia

Degg

Tanpa sengaja mata Rama bertemu

 dengan mata rana yang berkaca-kaca

degg

Mata mereka kini menatap ke arah Rana

Rana hanya diam menatap mereka dengan tatapan datar

Entah mengapa hati mereka merasa tidak nyaman

Mungkin karena tidak seperti biasanya jika mereka pulang dari bepergian Rana akan datang menghampiri mereka dengan hebohnya

Menanyakan apa yang di beli untuknya dan jika mereka tak membelikannya maka rana akan menangis dan mengamuk sampai tuan Jonathan menghukumnya

tapi kali ini rana hanya diam saja menatap mereka setelah itu rana berjalan melewati mereka tanpa mengucapkan sepatah kata pun

"tumben nggak tantrum" ucap raka sinis

"kesambet jin baik mungkin"jawab hardi

"kak rana kayaknya marah deh karena nggak diajak pergi" ucap raya merasa tidak enak hati pada kakak ke empatnya itu

Mereka saling pandang dan pada akhirnya hanya menaikkan bahu lalu melanjutkan langkah mereka masuk kedalam rumah

Mereka ingin segera beristirahat karena seharian ini lelah bermain dan menemani raya berbelanja

"Rana aneh ya pa!?" ucap nyonya Sania pada suaminya

"aneh kenapa!?" tanya tuan Jhonatan

"aneh aja pa dia nggak seperti biasanya akan merengek meminta sama seperti yang di beli raya sampai membuat kita kesal "ucap nyonya Sania lagi

"mungkin dia sudah sadar dan juga tak ingin di hukum lagi" jawab tuan Jhonatan

"tapi akhir-akhir ini rana juga nggak pernah lagi merengek minta uang jajan sama mama" ucap nyonya Sania

"sudahlah ma lebih baik mama bersih-bersih biar segar" jawab tuan Jhonatan

"iya pa" nyonya Sania tak lagi bertanya dia menuruti perkataan suaminya itu dan segera masuk kedalam kamar mandi

Sedangkan tuan Jhonatan duduk di sofa memikirkan ucapan istrinya tadi

Dia pun merasa heran dengan tingkah rana kali ini

"aku yakin itu hanya cara barunya untuk menarik perhatian ,paling nanti buat ulah lagi" ucap tuan Jhonatan yang tidak pernah punya fikiran baik untuk anak keempatnya itu

Makan malam rana tidak ikut makan bersama mereka karena hukuman nyonya Sania kemarin dan nyonya Sania belum mengatakan jika rana sudah bisa ikut makan bersama mereka

Rana makan lebih awal karena menghindari makan malam bersama keluarganya

Kini Rana berada di kamarnya berbalas pesan Dengan teman-teman kelasnya yang sedang memesan kue-kue buatan Rana

Saat sedang asik berbalas pesan Pintu kamar Rana di ketuk dan rana tua siapa yang mengetuk pintu kamarnya

"bu" panggil rana saat melihat bik marmi berdiri di depan pintu Dengan senyumannya

"ini ibu buatkan susu juga roti isi " jawab bik Marmi masuk kedalam kamar rana lalu meletakkan nampan yang di bawanya di meja belajar Rana

"makasih bu" ucap Rana

"seandainya mama yang melakukan ini semua betapa hidupku sangat bahagia tapi itu hanyalah mimpiku saja

Jangankan membuatkan susu untukku mengambilkan makanan kepiringku saja mama tidak pernah katanya aku ini sudah besar dan bisa melakukan apa saja

Jadi saat aku berusia empat tahun apakah aku itu sudah besar!?

Karena sejak usia empat tahun mama tidak pernah lagi mau peduli padaku beruntungnya ada bik Marmi dan pak Joko yang selalu ada untukku menjaga dan menyayangiku sampai detik ini

Jangan salahkan aku jika suatu hari nanti aku lelah untuk berjuang mendapatkan kasih sayang kalian

Jangan salahkan aku jika aku mencari kasih sayang dan perhatian di luar sana" rana terdiam menatap susu yang baru saja di letakkan oleh bik marmi

"Ran rana kamu kenapa nak" ucap bik marmi menggoyangkan lengan kurus anak angkatnya itu

"eh tidak apa-apa bu" jawab Rana

"oh iya bagaimana dengan toko kue kamu tadi!?"tanya bik Marmi

"Alhamdulillah ramai banget bu,sampai bapak dan sahabat-sahabat Rana tidak dapat bersantai barang sebentar pengunjung datang silih berganti dan itu semua berkat bapak dan Auren yang rela berjalan mondar mandir mempromosikan kue-kue kita bu" Rana begitu antusias menceritakan semuanya

"Alhamdulillah ya Allah, semoga berkah ya nak" ucap bik marmi

"aamiin, sesuai namanya ya bu"jawab rana

"oh iya bagaimana toko kamu besok pagi nak!? Apa buka atau tidak !?" tanya bik marmi

"tidak bu, karena Rana harus kesekolah jadi aku buka itu pas pulang sekolah sampai sore" jawab Rana

"iya juga ya,kamu harus kesekolah ibu atau bapak juga nggak mungkin kesana takut tuan atau nyonya nyariin kami" ucap bik marmi

"apa bakal ada pengunjung yang datang kalau bukannya siang!?" tanya bik marmi lagi

"ya mau bagaimana lagi bu, karena kalo pagi nggak ada yang bisa jaga aku juga belum bisa ambil orang karena aku belum bisa memberikannya gaji " jawab Rana

Mereka lama terdiam berfikir solusi terbaik untuk toko kue Rana

Bik marmi tidak memikirkan itu sebelumnya karena begitu antusias dan bahagia mendengar semangat Nona mudanya yang ingin memiliki toko kue

Bahkan bik marmi dan pak joko rela mengorbankan tabungannya demi kebahagiaan nona mudanya itu

Mereka hanya ingin membuat Rana bahagia

"ya sudah kamu istirahat ya,besok kan sekolah biar nanti ibu cari solusinya bersama bapak" ucap bik marmi

"iya bu ,makasih banyak ya bu karena selalu ada untuk rana" jawab Rana memeluk tubuh mungil bik Marmi

"iya sama-sama, doakan ibu dan bapak ya agar kami selalu sehat " jawab bik Rana

"Aamiin ya rabbal alamiin, Rana setiap saat mendoakan kalian seperti kalian selalu mendoakan rana" jawab rana tanpa canggung mencium pipi bik marmi

Bik marmi mendapatkan perlakuan seperti itu jadi terharu

Terpopuler

Comments

Maria Ulfa

Maria Ulfa

buruan dong kaluar nya Rana kapan

2024-11-21

1

Karsiani Kar

Karsiani Kar

sesuai dengan nama toko nya berkah,semoga berkah rezekinya dan sukses ya rana, tunjukkan tanpa keluarga kandung mu kamu bisa,hapus air matamu dan nyeri di dadamu,sambut masa depan mu yg cerah dan semangat 🥰💪

2025-01-27

2

holipah

holipah

kpn d miskin kn keluarga ky gitu Thor

2024-12-04

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 menarik perhatian
2 Episode 2
3 Episode 3 Rana Numpang Dong!!
4 Episode 4 Belajar menjauh
5 Episode 5 Liburan Ala Rana
6 Episode 6 Hati yang tersakiti
7 Episode 7 Kasian kamu non!!
8 Episode 8 Good job baby!!!
9 Episode 9 Mau jualan pisang goreng
10 Episode 10 Laris manis
11 Episode 11 Rasa Kecewa
12 Episode 12 lapak baru
13 Episode 13 Lapak baru 2
14 Episode 14 Menyewa toko
15 Episode 15 Mulai berjualan
16 Episode 16 Bismillah Berkah
17 Episode 17 jangan salahkan aku lelah berjuang
18 Episode 18 Rana Berbeda
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24 Brawijaya family
25 Episode 25
26 Episode 26 Ternyata aku memang anak pembantu
27 Episode 27 Ulang tahun Raya
28 Episode 28 menyesal
29 Episode 29 Usaha Rahardian
30 Episode 30 Di fitnah lagi
31 Episode 31 Dirawat
32 Episode 32 Dimana Hatimu nyonya
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35 ungkapan Raya
36 Episode 36 Aku Menyerah Berjuang
37 Episode 37 Ma,Pa Rana pergi
38 Episode 38 Rana pergi
39 Episode 39 Nama baru Untuk Rana
40 Episode 40 Pencarian Rama
41 Episode 41
42 Episode 42 Kesedihan nyonya Sania
43 Episode 43 Berita mengejutkan
44 Episode 44 Berita kematian Rana
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48 Bertemu Lagi
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54 Penyebar Gosip
55 Episode 55 Kebusukan angel
56 Episode 56
57 Episode 57 Ke Indonesia
58 Episode 58 Tiba di Indonesia
59 Episode 59 Wajahnya mirip Rana
60 Episode 60
61 Episode 61 Tangisan nyonya Sania
62 Episode 62
63 Episode 63 Nasihat dua ibu
64 Episode 64 Nyonya Amira Syok
65 Episode 65 Terusir
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68 liburan bareng
69 Episode 69
70 Episode 70 Lingga mencoba PDKT
71 Episode 71 Jebakan Laila
72 Episode 72
73 Episode 73 Menjenguk mbok Lastri dan mang amin
74 Episode 74 awal kedekatan Dira dan Arkana
75 Episode 75 orang dari masa lalu Arkana
76 Episode 76 kekecewaan Dira
77 Episode 77 Hari sial Arkan
78 Episode 78 kesempatan dalam kesempitan
79 Episode 79 PDKT
80 Episode 80 Harapan Raya
81 Episode 81 Adakah sebuah kesempatan?!
82 Episode 82 Berdamai dengan rasa sakit
83 Episode 83 Jujur pada bunda selena
84 Episode 84 Benarkah ini?!
85 Episode 85 Tes DNA
86 Episode 86 Hasil DNA
87 Episode 87 kebun strawberry
88 Episode 88 Bertemu Raya dan Rama
89 Episode 89 Rama tau siapa Dira
90 Episode 90 Karena aku memang kakakmu
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101 kembali kerumah masa lalu
102 Episode 102
103 Episode 103 Nginap
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107 viona sakit
108 Episode 108 viona di rawat
109 Episode 109
110 Episode 110
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Episode 1 menarik perhatian
2
Episode 2
3
Episode 3 Rana Numpang Dong!!
4
Episode 4 Belajar menjauh
5
Episode 5 Liburan Ala Rana
6
Episode 6 Hati yang tersakiti
7
Episode 7 Kasian kamu non!!
8
Episode 8 Good job baby!!!
9
Episode 9 Mau jualan pisang goreng
10
Episode 10 Laris manis
11
Episode 11 Rasa Kecewa
12
Episode 12 lapak baru
13
Episode 13 Lapak baru 2
14
Episode 14 Menyewa toko
15
Episode 15 Mulai berjualan
16
Episode 16 Bismillah Berkah
17
Episode 17 jangan salahkan aku lelah berjuang
18
Episode 18 Rana Berbeda
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24 Brawijaya family
25
Episode 25
26
Episode 26 Ternyata aku memang anak pembantu
27
Episode 27 Ulang tahun Raya
28
Episode 28 menyesal
29
Episode 29 Usaha Rahardian
30
Episode 30 Di fitnah lagi
31
Episode 31 Dirawat
32
Episode 32 Dimana Hatimu nyonya
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35 ungkapan Raya
36
Episode 36 Aku Menyerah Berjuang
37
Episode 37 Ma,Pa Rana pergi
38
Episode 38 Rana pergi
39
Episode 39 Nama baru Untuk Rana
40
Episode 40 Pencarian Rama
41
Episode 41
42
Episode 42 Kesedihan nyonya Sania
43
Episode 43 Berita mengejutkan
44
Episode 44 Berita kematian Rana
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48 Bertemu Lagi
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54 Penyebar Gosip
55
Episode 55 Kebusukan angel
56
Episode 56
57
Episode 57 Ke Indonesia
58
Episode 58 Tiba di Indonesia
59
Episode 59 Wajahnya mirip Rana
60
Episode 60
61
Episode 61 Tangisan nyonya Sania
62
Episode 62
63
Episode 63 Nasihat dua ibu
64
Episode 64 Nyonya Amira Syok
65
Episode 65 Terusir
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68 liburan bareng
69
Episode 69
70
Episode 70 Lingga mencoba PDKT
71
Episode 71 Jebakan Laila
72
Episode 72
73
Episode 73 Menjenguk mbok Lastri dan mang amin
74
Episode 74 awal kedekatan Dira dan Arkana
75
Episode 75 orang dari masa lalu Arkana
76
Episode 76 kekecewaan Dira
77
Episode 77 Hari sial Arkan
78
Episode 78 kesempatan dalam kesempitan
79
Episode 79 PDKT
80
Episode 80 Harapan Raya
81
Episode 81 Adakah sebuah kesempatan?!
82
Episode 82 Berdamai dengan rasa sakit
83
Episode 83 Jujur pada bunda selena
84
Episode 84 Benarkah ini?!
85
Episode 85 Tes DNA
86
Episode 86 Hasil DNA
87
Episode 87 kebun strawberry
88
Episode 88 Bertemu Raya dan Rama
89
Episode 89 Rama tau siapa Dira
90
Episode 90 Karena aku memang kakakmu
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101 kembali kerumah masa lalu
102
Episode 102
103
Episode 103 Nginap
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107 viona sakit
108
Episode 108 viona di rawat
109
Episode 109
110
Episode 110

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!