Episode 6 Hati yang tersakiti

Saat Rana sedang asik menikmati makanannya keluarganya kembali dari berlibur

Rana hanya diam saja tidak seperti biasanya akan langsung berlari menyongsong kedatangan keluarganya dan meminta oleh-oleh

Tapi kali ini Rana mencoba untuk tidak peduli hatinya terlalu kecewa dengan sikap tidak peduli mereka

Rana belajar untuk menepi agar hatinya tidak terluka semakin dalam

"wah seru banget liburannya" ucap Raya

"kamu senang dek!?" tanya kak Hardi

"senang dong kak,nanti kita kesana lagi ya" jawab Raya

"tentu saja,apa sih yang enggak buat adik kakak ini" ucap ardi menjepit kepala adiknya dengan sayang

"makasih ya kak aku di belikan banyak asesoris nanti aku akan bagikan pada teman-temanku pasti mereka senang " ucap Raya lagi dan semua itu di dengar jelas oleh Rana yang sedang makan di depan televisi

Karena Rana Duduk lesehan dan terhalang oleh sofa hingga mereka tidak melihat Rana

Mereka juga tidak menyadari keberadaan Rana di sana

"hust jangan ribut nanti kakak kamu dengar kakak malas dengar dia merengek-rengek minta seperti yang kamu punya" jawab Hardi

"iya deh kak maaf" jawab Raya menutup mulutnya dengan tangannya

"iya benar kak malas banget kalo denger suara dia merengek-rengek minta ini minta itu jijik aku lama-lama "sahut Raka

Rana yang mendengar itu hanya diam dengan mata berkaca-kaca

"akh capek banget,aku duluan kekamar ya kak" ucap Rama lalu berjalan menuju kamarnya

Kedua orang tua mereka sudah sejak tadi masuk kedalam kamar mereka karena merasa lelah seharian bersenang senang bersama

"ayo istirahat dek kakak juga capek badan kakak juga udah lengket "Hardi mengajak Raya untuk kekamar mereka masing-masing

"iya kak ayo" jawab Raya

"sini dek kakak bantuin bawa belanjaan kamu" ucap Raka

Rana mengintip dari sofa dan melihat tangan raka dan Hardi penuh dengan belanjaan Raya

Raya kembali duduk ditempatnya semula dan membereskan bekas makannya karena tidak ingin kena marah sang mama

di sudut ruangan bik Marmi menghapus air matanya

Wanita paruh baya itu merasa iba pada anak asuhnya yang selalu di beda-bedakan sejak kecil

Bik Marmi bergegas pergi dari tempatnya berdiri saat melihat Rana berdiri dari duduknya dan mangkok bekas mienya di bawa di tangannya

"udah makannya non?!". tanya bik marmi pura-pura tidak tahu apa-apa

"Udah bik Alhamdulillah kuaaaannyang,mantapnya poll" jawab Rana berpura-pura ceria di depan sang bibik

"Alhamdulillah,kalau non Rana senang " Bik Marmi tersenyum pada Anak majikannya itu

"iya bik Alhamdulillah " jawab Rana membalas senyuman bik marmi walaupun bik Marmi tau dalam hati anak remaja itu sangat rapuh karena luka yang keluarganya ciptakan

Setelah mencuci mangkok bekas mienya Rana kembali kedalam kamarnya

"bik Rana kekamar ya" ucap rana pada bik marmi

"iya non" jawab bik Marmi

"bibik doakan suatu hari nanti non Rana bahagia walaupun tanpa keluarga kandungnya dan aku akan selalu mendampingi non Rana apapun yang terjadi nanti" ucap bik marmi dalam hatinya

Setelah Rana sudah tidak terlihat lagi bik marmi memanggil bik Mumun untuk membantunya membuat makan malam untuk majikan mereka dan anak-anaknya kecuali Rana tentunya

Didalam kamarnya Rana menyiapkan semua peralatan sekolahnya karena besok hari Senin dia akan berangkat pagi-pagi sekali karena tidak ingin terlambat dan kena hukuman dari ketua OSIS sekolahnya

Siapa lagi kalau bukan Azka sahabat kakaknya

Setelah menyiapkan semuanya Rana merebahkan tubuhnya di atas kasur yang selama ini menemaninya untuk menghilangkan semua rasa penat dan lelah di tubuhnya

waktu makan malam menjelang Keluarga Prawira berkumpul di meja makan kecuali Rana

Mereka makan Dengan penuh canda tawa dan melupakan jika ada salah seorang anggota keluarganya yang tidak ikut makan malam bersama mereka

"eh iya kak Rana mana ya!? Kok Nggak ikut Makan malam!?" tanya Raya saat baru sadar jika kakak perempuannya tidak ikut makan malam bersama mereka

Semua pun baru sadar jika Rana tidak ada di sana

"pantas aja meja makan terasa tentram ternyata si biang kerok nggak ikutan,mungkin dia lagi ngambek karena kita tidak mengajak dia ikut liburan " sahut Raka yang memang selalu ketus pada adiknya itu entah apa sebabnya dia pun tidak tau karena sejak kecil sering melihat orang tuanya membenci Adik keduanya itu

"bik bik Marmi " panggil mama Sania

"iya nya" jawab bik Marmi datang tergopoh-gopoh mendekati majikannya itu

"Rana mana bik!" tanya mama Sania

"di kamarnya nya" jawab bik Marmi

"tolong panggilkan untuk makan malam "ucap mama Sania

"baik nyonya " jawab bik Marmi dan berjalan naik kelantai dua di mana kamar anak asuhnya berada

Tok tok tok

"Non....non Rana ....ini bibik Non"panggil bik Marmi tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar

"mungkin non Rana sudah tidur,lagian juga non Rana tadi sudah makan"

Karena bik Marmi tidak ingin mengganggu, bik Marmi kembali keruang makan menemui majikannya

"Mana rana bik!?" tanya mama Sania

"anu nya,non rana sepertinya sudah tidur karena beberapa kali bibik panggil tapi non Rana tidak menyahut dan kamarnya di kunci nya" jawab bik marmi

"apa dia sudah makan!?" tanya mama Sania

"sudah nya" jawab bik Marmi

"makan apa dia!?" tanya mama Sania penasaran karena bik marmi akan memasak sesuai pesanannya dan anak-anaknya

"tadi non Rana makan mie instan nya "jawab bik Marmi

"mie instan, memangnya kamu stok makanan itu dirumah ini!?" tanga mama Sania

"tidak nyonya,Non Rana biasanya beli di mini market "jawab bik Marmi takut

"trus kapan dia makan!?" tanya mama Sania lagi

"tadi nya waktu nyonya dan tuan juga tuan muda dan nona muda pulang

Non rana tadi Makan di depan tivi dan mendengar semua percakapan nyonya dan tuan muda juga nona muda" jawab bik marmi sengaja mengatakan itu agar mereka bisa sadar jika ada hati yang tersakiti diatas kebahagiaan mereka

Degg

"jadi Rana mendengar semuanya !?" tanya Hardi dalam hatinya

"kak rana pasti kecewa banget " ucap Raya dalam hatinya

"sudah sudah habiskan makanan kalian " ucap papa Nathan dan mereka pun kembali makan

Tapi suasananya sudah berbeda tadi mereka makan penuh canda tawa tapi sekarang mereka makan dalam diam

"aku sudah selesai " ucap Rama memecahkan kesunyian di meja makan

Dan satu persatu pun mulai meninggalkan meja makan

Hanya tersisa mama sania yang ada di sana

entah mengapa hati mama sania merasa gelisah tapi tidak tau apa

"kami sudah selesai bik, tolong di bereskan ya bik" ucap mama sania

"baik nya" jawab bik Marmi

Mama Sania pun meninggalkan meja makan dan merasakan ada yang kurang

"andai non Rana ikut makan bareng keluarganya pasti non Rana sudah bantuin kita beres-beres biarpun dilarang tetap saja bantuin kita

Dapur sepi ya bik nggak ada non Rana " ucap bik Mumun dan perkataannya itu masih di dengar oleh mama Sania

"ternyata itu yang kurang kok baru terasa ya"gumam mama Sania meraba dadanya lalu berlalu dari sana dan menemui anak-anak dan suaminya di ruang keluarga

Terpopuler

Comments

Jetty Eva

Jetty Eva

pasti alsanx ketika dia lahir mereka kesusahan n saat adikx lahir mereka kembali kelimpahan...haedeeeh🙄jaman skarang masih percaya tahyul..

2024-12-15

1

Elfin Mberanga

Elfin Mberanga

stop rana merengek kpd org tuamu pun saudaramu yg tdk tau diri itu, buat mereka menyesal. semangat rena...

2024-12-26

1

Innara Maulida

Innara Maulida

dobel up ka,,,kasian Rana,,ayo Rana semangat,,nyari kerja ke Rana part time gitu,,,biar bisa mandiri ..

2024-11-08

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 menarik perhatian
2 Episode 2
3 Episode 3 Rana Numpang Dong!!
4 Episode 4 Belajar menjauh
5 Episode 5 Liburan Ala Rana
6 Episode 6 Hati yang tersakiti
7 Episode 7 Kasian kamu non!!
8 Episode 8 Good job baby!!!
9 Episode 9 Mau jualan pisang goreng
10 Episode 10 Laris manis
11 Episode 11 Rasa Kecewa
12 Episode 12 lapak baru
13 Episode 13 Lapak baru 2
14 Episode 14 Menyewa toko
15 Episode 15 Mulai berjualan
16 Episode 16 Bismillah Berkah
17 Episode 17 jangan salahkan aku lelah berjuang
18 Episode 18 Rana Berbeda
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24 Brawijaya family
25 Episode 25
26 Episode 26 Ternyata aku memang anak pembantu
27 Episode 27 Ulang tahun Raya
28 Episode 28 menyesal
29 Episode 29 Usaha Rahardian
30 Episode 30 Di fitnah lagi
31 Episode 31 Dirawat
32 Episode 32 Dimana Hatimu nyonya
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35 ungkapan Raya
36 Episode 36 Aku Menyerah Berjuang
37 Episode 37 Ma,Pa Rana pergi
38 Episode 38 Rana pergi
39 Episode 39 Nama baru Untuk Rana
40 Episode 40 Pencarian Rama
41 Episode 41
42 Episode 42 Kesedihan nyonya Sania
43 Episode 43 Berita mengejutkan
44 Episode 44 Berita kematian Rana
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48 Bertemu Lagi
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54 Penyebar Gosip
55 Episode 55 Kebusukan angel
56 Episode 56
57 Episode 57 Ke Indonesia
58 Episode 58 Tiba di Indonesia
59 Episode 59 Wajahnya mirip Rana
60 Episode 60
61 Episode 61 Tangisan nyonya Sania
62 Episode 62
63 Episode 63 Nasihat dua ibu
64 Episode 64 Nyonya Amira Syok
65 Episode 65 Terusir
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68 liburan bareng
69 Episode 69
70 Episode 70 Lingga mencoba PDKT
71 Episode 71 Jebakan Laila
72 Episode 72
73 Episode 73 Menjenguk mbok Lastri dan mang amin
74 Episode 74 awal kedekatan Dira dan Arkana
75 Episode 75 orang dari masa lalu Arkana
76 Episode 76 kekecewaan Dira
77 Episode 77 Hari sial Arkan
78 Episode 78 kesempatan dalam kesempitan
79 Episode 79 PDKT
80 Episode 80 Harapan Raya
81 Episode 81 Adakah sebuah kesempatan?!
82 Episode 82 Berdamai dengan rasa sakit
83 Episode 83 Jujur pada bunda selena
84 Episode 84 Benarkah ini?!
85 Episode 85 Tes DNA
86 Episode 86 Hasil DNA
87 Episode 87 kebun strawberry
88 Episode 88 Bertemu Raya dan Rama
89 Episode 89 Rama tau siapa Dira
90 Episode 90 Karena aku memang kakakmu
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101 kembali kerumah masa lalu
102 Episode 102
103 Episode 103 Nginap
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107 viona sakit
108 Episode 108 viona di rawat
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112 Bertemu keluarga lingga
113 Episode 113 Bukber
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Episode 1 menarik perhatian
2
Episode 2
3
Episode 3 Rana Numpang Dong!!
4
Episode 4 Belajar menjauh
5
Episode 5 Liburan Ala Rana
6
Episode 6 Hati yang tersakiti
7
Episode 7 Kasian kamu non!!
8
Episode 8 Good job baby!!!
9
Episode 9 Mau jualan pisang goreng
10
Episode 10 Laris manis
11
Episode 11 Rasa Kecewa
12
Episode 12 lapak baru
13
Episode 13 Lapak baru 2
14
Episode 14 Menyewa toko
15
Episode 15 Mulai berjualan
16
Episode 16 Bismillah Berkah
17
Episode 17 jangan salahkan aku lelah berjuang
18
Episode 18 Rana Berbeda
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24 Brawijaya family
25
Episode 25
26
Episode 26 Ternyata aku memang anak pembantu
27
Episode 27 Ulang tahun Raya
28
Episode 28 menyesal
29
Episode 29 Usaha Rahardian
30
Episode 30 Di fitnah lagi
31
Episode 31 Dirawat
32
Episode 32 Dimana Hatimu nyonya
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35 ungkapan Raya
36
Episode 36 Aku Menyerah Berjuang
37
Episode 37 Ma,Pa Rana pergi
38
Episode 38 Rana pergi
39
Episode 39 Nama baru Untuk Rana
40
Episode 40 Pencarian Rama
41
Episode 41
42
Episode 42 Kesedihan nyonya Sania
43
Episode 43 Berita mengejutkan
44
Episode 44 Berita kematian Rana
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48 Bertemu Lagi
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54 Penyebar Gosip
55
Episode 55 Kebusukan angel
56
Episode 56
57
Episode 57 Ke Indonesia
58
Episode 58 Tiba di Indonesia
59
Episode 59 Wajahnya mirip Rana
60
Episode 60
61
Episode 61 Tangisan nyonya Sania
62
Episode 62
63
Episode 63 Nasihat dua ibu
64
Episode 64 Nyonya Amira Syok
65
Episode 65 Terusir
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68 liburan bareng
69
Episode 69
70
Episode 70 Lingga mencoba PDKT
71
Episode 71 Jebakan Laila
72
Episode 72
73
Episode 73 Menjenguk mbok Lastri dan mang amin
74
Episode 74 awal kedekatan Dira dan Arkana
75
Episode 75 orang dari masa lalu Arkana
76
Episode 76 kekecewaan Dira
77
Episode 77 Hari sial Arkan
78
Episode 78 kesempatan dalam kesempitan
79
Episode 79 PDKT
80
Episode 80 Harapan Raya
81
Episode 81 Adakah sebuah kesempatan?!
82
Episode 82 Berdamai dengan rasa sakit
83
Episode 83 Jujur pada bunda selena
84
Episode 84 Benarkah ini?!
85
Episode 85 Tes DNA
86
Episode 86 Hasil DNA
87
Episode 87 kebun strawberry
88
Episode 88 Bertemu Raya dan Rama
89
Episode 89 Rama tau siapa Dira
90
Episode 90 Karena aku memang kakakmu
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101 kembali kerumah masa lalu
102
Episode 102
103
Episode 103 Nginap
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107 viona sakit
108
Episode 108 viona di rawat
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112 Bertemu keluarga lingga
113
Episode 113 Bukber

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!