Penjelasan Castilo

Mendengar pertanyaan dari anaknya, Castilo sempat tercenung sejenak. Matanya menatap lekat wajah anaknya yang lebih dominan mirip Ibunya. Castilo hanya kebagian bola mata yang condong ke warna biru, hidung sama postur tubuh Erik.

Tak lama setelah tercenung, senyum laki-laki gagah itu terkembang sembari memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana yang dia kenakan.

"Mereka berdua bukan anak Ayah," jawab Castilo begitu santai, tapi sangat mengejutkan bagi Erik.

"Bukan anak Ayah? Maksudnya bagaimana?" Erik butuh penjelasan yang lebih.

"Apa selama kamu melihat berita tentang Ayah, kamu pernah mendengar Ayah bercerita atau mengatakan Dave dan Morgan adalah anak Ayah?" Castilo melempar pertanyaan balik, membuat Erik seketika berpikir.

"Kalau kamu perhatikan baik-baik, Ayah tidak pernah sekalipun menyebut nama mereka sebagai anak ayah."

"Bagaimana mungkin? Kelihatannya, mereka sering berkeliaran di perusahaan? Mereka juga selalu merasa bangga mengatakan kalau mereka adalah putra ayah," ucap Erik tak percaya begitu saja.

Castilo masih tersenyum. Dia mengerti, hal ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjelaskan secara terperinci.

"Ayah hanya membiayai hidup mereka, sebagai obat rindu karena ayah tidak bisa membiayai hidup kamu selama kita pisah. Tapi, ayah tidak memperlakukan mereka dengan spesial. Kamu jangan terlalu percaya, dengan semua yang dikatakan mereka di depan kamera. Semua tidak seperti yang kamu lihat, Nak."

Erik mengangguk, mencoba mengerti, meski dalam benaknya masih kebingungan.

"Kamu penasaran juga dengan dua wanita yang mengaku mantan istri saya?" terka Castilo dan anggukan yang ditunjukan Erik membenarkannya.

Castilo menghela nafas panjang dan menatap ke arah lain.

"Ayah memang pernah menikah dengan dua wanita itu. Tapi pernikahan kita tidak berjalan mulus karena Ayah memang tidak pernah menginginkannya."

"Kalau ayah tidak menginginkannya, kenapa bisa menghasilkan dua anak?" Erik semakin bingung.

"Kan Ayah sudah bilang, kalau mereka bukan anak ayah. Justru karena kehadiran anak-anak itulah, semakin meyakinkan Ayah pernikahan itu harus segera diakhiri. Bagaimana mungkin seorang wanita bisa hamil sedangkan ayah sama sekali tidak pernah menyentuh mereka selama pernikahan. Kedua wanita itu melakukan segala cara untuk meraih simpati Nenek kamu."

"Nenek?"

"Yah, orang tua Ayah," jawab Castilo. "Mereka berusaha dengan keras untuk masuk ke dalam keluarga Castilo."

Erik terpaku sejenak. Nampak sekali kalau dia sedang berpikir.

"Apa nenek tidak menyukai ibu?" tebak Erik.

Castilo tersenyum tipis. "Dulu, nenek menentang hubungan Ayah sama Ibu. Namun, karena Ayah sangat tergila-gila sama Ibu kamu, makanya Ayah nekat menikahi ibu kamu di usia Ayah baru dua puluh tahun dan ibumu tujuh belas tahun."

"Astaga!"

Castilo kembali tersenyum lebih lebar. "Dulu, cuma Daddy, Kakekmu, yang merestui hubungan Ayah dan Ibumu. Mommy melarang keras. Bahkan sampai kamu lahir pun Mommy masih tidak memberi restu. Hingga pada akhirnya Mommy sakit parah dan memaksa Ayah untuk pulang."

"Lalu, Ayah pulang untuk menikah?" terka Erik lagi dan Castilo langsung mengangguk.

"Ayah dipaksa. Tapi percayalah. Selama menikah, Ayah sama sekali tidak menyentuh mereka. Karena Ayah tahu, bagaimana perjuangan Ayah untuk mendapatkan Ibu kamu."

Erik pun terharu mendengarnya.

"Terus, bagaimana ceritanya Ayah bisa menikah dua kali? Apa dua wanita itu menggunakan cara yang sama untuk mendapat restu Nenek?"

Castilo mengangguk. Tebakan Erik sama sekali tidak meleset.

"Ayah sendiri juga kaget, kenapa Ibu bisa percaya sama istri Ayah yang bernama Victoria. Padahal cara yang dilakukan Victoria hampir sama dengan yang dilakukan Natalia. Tapi Mommy masih saja termakan omongannya."

Erik tersenyum lebar. "Lalu, apa sampai sekarang, Nenek masih membenci Ibu?"

Castilo menggeleng dengan hati yang menghangat. Dia merasa senang, karena dengan obrolan ringan seperti ini, menjadikan dirinya bisa lebih dekat dengan sang anak.

"Tidak. Malah dia ingin bertemu dengan Ibumu dan minta maaf. Mungkin setelah Ayah ngasih kabar tentang kalian, Nenek kamu akan langsung terbang ke sini."

Erik mengangguk lega. Meski begitu, masih ada yang mengganjal dalam benak pemuda itu, sembari menatap kartu hitam yang masih dia pegang.

"Apa ibu sudah tahu semuanya?" Erik kembali bertanya sembari menatap Ayahnya.

Castilo kembali mengangguk.

"Yah, tadi Ayah sudah memberi tahu semuanya. Biar bagaimanapun, Ayah harus memberi penjelasan. Seandainya rumah yang dulu tidak ada yang membakar, mungkin kamu dan Ibumu tidak akan pernah mengalami nasib buruk," ucap Castilo penuh sesal.

Erik tersenyum tipis. Dia hanya bisa membayangkan peristiwa kebakaran itu. "Apa kebakaran yang terjadi dulu, benar-benar direncanakan, Yah?"

Sebelum menjawab, Castilo melangkah dan berpindah duduk di tepi sofa yang ada di kamar tersebut. Erik pun terpaksa mengkutinya biar dia bisa mendengar jawaban sang Ayah dengan jelas.

"Kalau tidak direncanakan, tidak mungkin ada kejanggalan. Orang yang disuruh membakar rumah kalian, kurang teliti. Kemungkinan besar, mayat yang ditemukan dalam kebakaran itu adalah keluarga tuna wisma yang sedang mencuri. Mereka terkunci dari luar pada saat kebakaran itu terjadi."

Erik terdiam dengan isi kepala mencerna ucapan sang Ayah. "Jadi, Ayah tahu siapa yang melakukannya?"

"Mudah bagi Ayah untuk mencari dalangnya, Nak."

"Kenapa Ayah tidak meringkusnya?" protes Erik sampai membuat Castilo kembali tersenyum.

"Ayah sengaja tidak mengungkapnya karena Ayah harus menemukan kalian terlebih dahulu. Ayah harus memastikan kalau kalian masih hidup dan dalam keadaan aman. Karena akan sangat bahaya jika para musuh Ayah tahu kalau kalian masih hidup."

"Musuh Ayah? Ayah punya musuh?" Erik terkejut mendengarnya.

"Banyak. Mereka kebanyakan pura-pura baik di depan Ayah tapi saat di belakang Ayah, mereka akan melakukan apapun untuk menghancurkan Ayah. Maka itu, Ayah diam-diam mencari kalian karena mereka tahu kalian itu kelemahan Ayah."

Erik mengangguk paham. "Tapi apa mereka juga tahu kalau kita masih hidup?"

"Tidak," jawab Castilo. "Mereka sangat yakin kalau kalian sudah menjadi korban kebakaran itu. Apa lagi, hampir dua puluh tahun, Ayah tidak menemukan kalian, membuat mereka semakin yakin kalau kalian sudah tidak ada."

Erik tersenyum mendengarnya.

"Maka itu, mulai sekarang, kamu harus hati-hati. Setelah ini, akan banyak orang bermuka dua dihadapanmu. Kamu harus pintar-pintar memilih orang yang kamu percaya. Apa lagi jika kamu nanti menduduki posisi Ayah. Kamu harus siap segalanya."

"Menduduki posisi Ayah?" Erik tak mengerti.

"Iya. Nanti pada saatnya, kamu akan menjadi presdir, menggantikan posisi Ayah."

"Apa aku bisa?" Erik terpaku. Dia tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

"Bisa nggak bisa, kamu harus siap, Nak. Sekarang tugas kamu hanya belajar. Tidak perlu memikirkan hal lain lagi karena itu urusan Ayah."

Erik bingung. Dia hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Lalu sekarang, apa rencana Ayah selanjutnya?"

Castilo tersenyum, menatap lekat sang anak. "Yang pasti, besok Ayah akan mengenalkanmu kepada seluruh dunia."

"Hah!"

Terpopuler

Comments

Christina Hartini

Christina Hartini

katanya ditinggal nonton, kok bisa pas 3 orang yg terbakar, katanya pencuri terkunci didalam yg ngunci siapakah, logikanya saja Thor jangan bingung ya 🤭

2025-02-12

1

Fachruddin Hutasuhut Hutasuhut

Fachruddin Hutasuhut Hutasuhut

jadi bingung thour , siapakah yang memasuk kan tiga orang mati terbakar? kan seharus nya si pembakar kan? tapi ????? ah lanjut ajalah

2025-01-18

0

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Castillo jangan dulu Erik kau kenalkan ke publik, banyak bahaya mengintai.

2025-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Kembali Dikhianati
2 Hari Yang Sial
3 Sikap Tak Biasa
4 Mencari Informasi
5 Sebuah Fakta
6 Cerita Masa Silam
7 Hinaan Yang Sering Datang
8 Niat Erik
9 Sebuah Bukti
10 Dua Anak Yang Lain?
11 Penjelasan Castilo
12 Jam Makan Siang
13 Kebersamaan Yang Dirindukan
14 Gempar
15 Ketika Malam Menjelang
16 Membungkam Dengan Elegan
17 Setelah Kejadian
18 Hari Berikutnya
19 Hari Yang Di Nanti
20 Ketika Acara Dimulai
21 Ketika Acara Berlangsung
22 Mengungkap Rahasia
23 Kejutan
24 Acara Santai
25 Sikap Yang Berbeda
26 Melepas Penat
27 Sebuah Gosip
28 Satu Lawan Dua
29 Rasa Kecewa Dan Sesal
30 Konspirasi
31 Melepas Penat
32 Dihadang Mantan
33 Tak Berkutik
34 Sebuah Cerita
35 Masa Lalu Erik
36 Persiapan Ke Kantor
37 Kakek Yang Meresahkan
38 Tuntutan Karir
39 Tidak Ada Bedanya
40 Teka Teki Naura
41 Masih Gaduh
42 Keceplosan
43 Keputusan Mutlak
44 Menjelang Petang
45 Godaan
46 Di Kediaman Alex
47 Masih Di Rumah Alex
48 Kembali Ke Kantor
49 Insiden?
50 Mungkinkah?
51 Rasa Curiga
52 Mengungkap Fakta
53 Terinsipirasi
54 Nasib Mereka
55 Masih Di Kediaman Erik
56 Semua Menginginkan Erik
57 Libur Kerja
58 Menikmati Hari Libur
59 Aksi Penggoda
60 Modus
61 Dalam Perjalanan Pendekatan
62 Kencan Tanpa Ikatan
63 Diganggu Lagi
64 Menggali Informasi
65 Masih Menikmati Waktu Berdua
66 Viral Lagi
67 Sebuah Keputusan
68 Rasa Penasaran
69 Kembali Ke Kantor
70 Konferensi Pers
71 Naura Yang Sebenarnya
72 Tak terduga
73 Sebuah Siasat
74 Kecurigaan Namira
75 Yang Sebenarnya
76 Berpacu dengan Pengganggu
77 Mengecoh Pengganggu
78 Lolos Dari Pengganggu
79 Adu Sandiwara
80 Masih Adu Sandiwara
81 Misi Berikutnya
82 Genting
83 Jalan Keluar
84 Menangkap Target
85 Akhir Dari Perjuangan
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Kembali Dikhianati
2
Hari Yang Sial
3
Sikap Tak Biasa
4
Mencari Informasi
5
Sebuah Fakta
6
Cerita Masa Silam
7
Hinaan Yang Sering Datang
8
Niat Erik
9
Sebuah Bukti
10
Dua Anak Yang Lain?
11
Penjelasan Castilo
12
Jam Makan Siang
13
Kebersamaan Yang Dirindukan
14
Gempar
15
Ketika Malam Menjelang
16
Membungkam Dengan Elegan
17
Setelah Kejadian
18
Hari Berikutnya
19
Hari Yang Di Nanti
20
Ketika Acara Dimulai
21
Ketika Acara Berlangsung
22
Mengungkap Rahasia
23
Kejutan
24
Acara Santai
25
Sikap Yang Berbeda
26
Melepas Penat
27
Sebuah Gosip
28
Satu Lawan Dua
29
Rasa Kecewa Dan Sesal
30
Konspirasi
31
Melepas Penat
32
Dihadang Mantan
33
Tak Berkutik
34
Sebuah Cerita
35
Masa Lalu Erik
36
Persiapan Ke Kantor
37
Kakek Yang Meresahkan
38
Tuntutan Karir
39
Tidak Ada Bedanya
40
Teka Teki Naura
41
Masih Gaduh
42
Keceplosan
43
Keputusan Mutlak
44
Menjelang Petang
45
Godaan
46
Di Kediaman Alex
47
Masih Di Rumah Alex
48
Kembali Ke Kantor
49
Insiden?
50
Mungkinkah?
51
Rasa Curiga
52
Mengungkap Fakta
53
Terinsipirasi
54
Nasib Mereka
55
Masih Di Kediaman Erik
56
Semua Menginginkan Erik
57
Libur Kerja
58
Menikmati Hari Libur
59
Aksi Penggoda
60
Modus
61
Dalam Perjalanan Pendekatan
62
Kencan Tanpa Ikatan
63
Diganggu Lagi
64
Menggali Informasi
65
Masih Menikmati Waktu Berdua
66
Viral Lagi
67
Sebuah Keputusan
68
Rasa Penasaran
69
Kembali Ke Kantor
70
Konferensi Pers
71
Naura Yang Sebenarnya
72
Tak terduga
73
Sebuah Siasat
74
Kecurigaan Namira
75
Yang Sebenarnya
76
Berpacu dengan Pengganggu
77
Mengecoh Pengganggu
78
Lolos Dari Pengganggu
79
Adu Sandiwara
80
Masih Adu Sandiwara
81
Misi Berikutnya
82
Genting
83
Jalan Keluar
84
Menangkap Target
85
Akhir Dari Perjuangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!