Ketika Acara Dimulai

Karena tidak ada pekerjaan, hampir semua karyawan Paragon grup, lebih banyak memperbincangkan acara yang akan digelar dalam waktu sekitar satu jam lagi.

Bukan hanya di kantor pusat, semua anak cabang Paragon grup pun membebaskan karyawannya dari pekerjaan. Baik itu cabang yang ada di dalam negeri maupun diluar negeri.

Meski begitu, semua karyawan dilarang meliburkan diri. Mereka wajib datang ke kantor untuk menyaksikan jalannya acara yang bisa mereka saksikan dari layar besar yang sudah tersedia.

Para wartawan pun sudah siap dengan segala perlengkapannya. Bahkan mereka sudah memadati halaman kantor Paragon grup sejak pagi demi mengikuti acara tersebut.

Di dalam gedung acara sendiri, sebagian wartawan juga sudah menduduki tempat yang disediakan. Mereka berada di satu tempat demi kelancaran jalannya acara.

"Jojo, kamu ngapain di sini?" Jojo yang sedang berdiri, tak jauh dari pintu jalur khusus para karyawan nampak kaget kala ada yang melempar pertanyaan kepadanya.

Jojo menoleh sejenak. "Lagi nunggu Erik, Nau," jawab Jojo, lalu matanya kembali mengedar pandangan ke arah yang sama sejak dia di sana.

"Erik? Emang dia datang?" Naura nampak kaget, meski dalam hatinya dia juga cukup senang mendengar hal itu.

"Semalam sih ngomongnya begitu. Tapi sudah jam segini, dia belum kelihatan juga," Jojo terlihat cukup resah.

Naura melihat jam yang melingkar di tangannya. Di sana sudah menunjukan waktu pukul sembilan. Berarti acara sebentar lagi akan segera di mulai.

"Apa mungkin, Erik sebenarnya pindah di kantor cabang?" Naura pun mencoba berpikir positif.

"Ah iya, kenapa semalam aku nggak tanya secara detail ya?" ungkap Jojo sembari menghadap wanita yang berdiri di sisi kirinya.

"Emang Erik nggak cerita apa-apa sama kamu?" Naura pun jadi penasaran.

"Ya cerita, tapi nggak banyak, "ucap Jojo lalu dia melangkah sedikit menuju kursi yang tersedia dan duduk di sana.

"Emang semalam kalian ngapain aja?" Naura pun melakukan hal yang sama seperti Jojo.

"Cuma pergi makan bareng. Tapi, karena ada gangguan, jadi kami nggak lama pergi barengnya. Apa lagi mengingat di kantor akan ada acara penting, jadi kita memutuskan untuk segera pulang."

"Gangguan?"

Jojo mengangguk, lalu dengan atusias, Jojo menceritakan kejadian yang dia alami semalam bersama Erik, sebelum Naura kembali bertanya.

Jojo tahu betul, Naura pasti akan melempar banyak pertanyaan yang membuat Jojo bakalan kerepotan untuk menjelaskan semuanya.

"Tapi semalam, memang ada yang beda sih, sama Erik," ucap Jojo berikutnya.

"Ada yang beda? Beda bagaimana?"

Jojo menghela nafas dalam-dalam. Namun disaat dia akan bercerita, sebuah suara yang Jojo kenal mengusik kenyamanan dirinya.

"Heh, kalian! Ngapain santai-santai di situ! Kerja! Tuh! Di dalam masih banyak yang harus dikerjakan!"

Naura dan Jojo mendengus bersamaan.

"Bukankah semuanya sudah beres?" Naura malah melempar pertanyaan, seakan menantang pria yang suka membuat onar.

"Kata siapa udah beres semua!" balas rekan kerja yang kerap sekali membully Jojo dengan suara menggelegar.

"Tadi aku lihat sendiri," balas Naura tak mau kalah.

"Kamu nantang perintah saya, hah! Kamu berani sama saya, iya!" Pria itu malah emosi.

"Kenapa aku harus takut sama kamu?" Naura malah menantangnya.

"Udah, Nau, udah!" Jojo malah panik melihat sikap Naura yang berani kepada Bogo.

"Oh, kamu nantangin saya?" Bogo tersenyum sinis. "Siap-siap aja, kamu bakal tahu, akibat yang akan kamu tanggung akibat karena berani menantangku!"

"Oh yah? Kamu pikir aku takut?" Naura semakin tak gentar.

"Oh, gitu? Oke! Kita lihat saja, siapa yang akan bertahan, kamu atau aku?" ujar Bogo penuh keyakinan pada senyumnya. Setelah itu, Bogo pergi untuk melakukan sesuatu.

"Ya ampun, Nau, kamu kenapa malah nantangin Bogo? Kamu nggak takut dipecat?" Jojo terlihat panik.

"Aku? Dipecat? Hahaha..." Naura malah tertawa. "Kita lihat saja, siapa yang bakalan duluan pergi dari sini?" Naura pun langsung pergi meninggalkan Jojo yang dirundung kepanikan.

Sementara itu, di pintu utama gedung Paragon grup, kedatangan dua pria muda yang dianggap sebagai penerus pimpinan Paragon grup, disambut dengan penuh hormat oleh beberapa orang yang ada di sana.

Persaingan begitu jelas terlihat dari sikap keduanya yang nampak saling melempar tatapan sinis. Dave dan Morgan, sama-sama memiliki keyakinan yang cukup tinggi akan terpilih sebagai penerus Castilo.

"Apa Daddy sudah datang?" tanya Morgan kepada salah satu staf.

"Tuan besar sedang dalam perjalanan, Tuan muda," jawab staf tersebut. "Kata Tuan alex, anda bisa langsung menuju ke tempat yang sudah disediakan."

"Baiklah," Morgan melangkah memasuki ruang pertemuan. Dengan angkuhnya dia langsung menuju ke atas panggung.

"Maaf, Tuan muda, kursi anda ada di sana," seorang penjaga keamanan langsung mencegah Morgan ketika hendak menduduki salah satu kursi yang ada di atas panggung.

"Loh, kenapa saya harus duduk di sana? Apa anda sedang bercanda?" Morgan nampak terkejut dan langsung tidak terima.

"Sekali lagi saya minta maaf, Tuan muda. Tapi ini perintah langsung dari Tuan besar. Kursi ini, hanya untuk Tuan besar dan penerus yang ditunjuk nanti."

Kening Morgan berkerut. Di sana memang ada beberapa kursi, tapi setelah mendengar penjelasan dari petugas keamanan, Morgan terpaksa mengerti.

"Baiklah. Paling juga, aku yang akan duduk di sana, setelah Daddy mengumumkan namaku sebagai penerusnya," ucap Morgan antusias.

Petugas keamanan hanya tersenyum sembari mempersilahkan Morgan untuk menempati tempat duduk tak jauh dari posisi duduk Dave dan orang tua masing-masing.

Begitu waktu yang ditentukan sudah tiba, Alex langsung membuka acara dengan beberapa sambutan singkat. Alex pun menjelaskan kembali tujuan acara tersebut diadakan.

Di tempatnya, Castilo duduk dengan begitu tenang. Ada dua kursi kosong di sebelahnya, yang sengaja disediakan untuk Erik dan istrinya nanti.

"Baiklah, memasuki acara inti pada hari ini, kami persilahkan Tuan besar Rodrigo Castilo, untuk segera mengumumkan siapa sosok yang akan menjadi penerus kerajaan bisnis Tuan besar. Kepada Tuan besar Rodrigo Castilo, kami persilahkan."

Castilo menghela nafasnya sejenak. Dengan wajah yang begitu dingin, pria itu bangkit dari duduknya, melangkah sejenak menuju tempat yang telah disediakan.

Begitu sampai mimbar, Castilo tidak langsung membuka suara. Pria itu mengedarkan pandangannya terlebih dahulu, memperhatikan semua tamu yang datang untuk menyaksikan momen penting tersebut.

Setelah merasa yakin dan siap, Castilo mulai mengawali pidatonya dengan menyapa dan menyambut para tamu hingga dia menjelaskan tujuan acara pada hari itu.

Di saat Castilo sedang berpidato dengan suaranya yang sangat menggelar, salah satu orang yang hadir di sana, nampak mengembangkan senyumnya, setelah dirinya menerima pesan dari seseorang.

"Ada apa? Kenapa kamu senyum-senyum?" tanya seorang wanita yang duduk disebelah orang tersebut.

Orang itu menyeringai. "Orang suruhan kita ngasih kabar kalau mereka berhasil menemukan istri dan anak Castilo."

"Lalu?" wanita itu terkejut.

"Tentu saja, mereka langsung bergerak dan hasilnya, seperti yang kita harapkan. Anak dan istri Castilo segera diambil alih oleh mereka."

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Wahhh drama lagi dehhh! Tn Alex akan dimarahi habis-habisan kalau sampai Istri dan anak Castillo hilang lagi..

2025-01-27

0

Fhebrie

Fhebrie

lh Alex kan di suruh pergi bareng koq malah Alex sdh nyampe duluan

2024-12-17

1

Dirman Ha

Dirman Ha

ig dh jb bo onn bo

2025-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 Kembali Dikhianati
2 Hari Yang Sial
3 Sikap Tak Biasa
4 Mencari Informasi
5 Sebuah Fakta
6 Cerita Masa Silam
7 Hinaan Yang Sering Datang
8 Niat Erik
9 Sebuah Bukti
10 Dua Anak Yang Lain?
11 Penjelasan Castilo
12 Jam Makan Siang
13 Kebersamaan Yang Dirindukan
14 Gempar
15 Ketika Malam Menjelang
16 Membungkam Dengan Elegan
17 Setelah Kejadian
18 Hari Berikutnya
19 Hari Yang Di Nanti
20 Ketika Acara Dimulai
21 Ketika Acara Berlangsung
22 Mengungkap Rahasia
23 Kejutan
24 Acara Santai
25 Sikap Yang Berbeda
26 Melepas Penat
27 Sebuah Gosip
28 Satu Lawan Dua
29 Rasa Kecewa Dan Sesal
30 Konspirasi
31 Melepas Penat
32 Dihadang Mantan
33 Tak Berkutik
34 Sebuah Cerita
35 Masa Lalu Erik
36 Persiapan Ke Kantor
37 Kakek Yang Meresahkan
38 Tuntutan Karir
39 Tidak Ada Bedanya
40 Teka Teki Naura
41 Masih Gaduh
42 Keceplosan
43 Keputusan Mutlak
44 Menjelang Petang
45 Godaan
46 Di Kediaman Alex
47 Masih Di Rumah Alex
48 Kembali Ke Kantor
49 Insiden?
50 Mungkinkah?
51 Rasa Curiga
52 Mengungkap Fakta
53 Terinsipirasi
54 Nasib Mereka
55 Masih Di Kediaman Erik
56 Semua Menginginkan Erik
57 Libur Kerja
58 Menikmati Hari Libur
59 Aksi Penggoda
60 Modus
61 Dalam Perjalanan Pendekatan
62 Kencan Tanpa Ikatan
63 Diganggu Lagi
64 Menggali Informasi
65 Masih Menikmati Waktu Berdua
66 Viral Lagi
67 Sebuah Keputusan
68 Rasa Penasaran
69 Kembali Ke Kantor
70 Konferensi Pers
71 Naura Yang Sebenarnya
72 Tak terduga
73 Sebuah Siasat
74 Kecurigaan Namira
75 Yang Sebenarnya
76 Berpacu dengan Pengganggu
77 Mengecoh Pengganggu
78 Lolos Dari Pengganggu
79 Adu Sandiwara
80 Masih Adu Sandiwara
81 Misi Berikutnya
82 Genting
83 Jalan Keluar
84 Menangkap Target
85 Akhir Dari Perjuangan
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Kembali Dikhianati
2
Hari Yang Sial
3
Sikap Tak Biasa
4
Mencari Informasi
5
Sebuah Fakta
6
Cerita Masa Silam
7
Hinaan Yang Sering Datang
8
Niat Erik
9
Sebuah Bukti
10
Dua Anak Yang Lain?
11
Penjelasan Castilo
12
Jam Makan Siang
13
Kebersamaan Yang Dirindukan
14
Gempar
15
Ketika Malam Menjelang
16
Membungkam Dengan Elegan
17
Setelah Kejadian
18
Hari Berikutnya
19
Hari Yang Di Nanti
20
Ketika Acara Dimulai
21
Ketika Acara Berlangsung
22
Mengungkap Rahasia
23
Kejutan
24
Acara Santai
25
Sikap Yang Berbeda
26
Melepas Penat
27
Sebuah Gosip
28
Satu Lawan Dua
29
Rasa Kecewa Dan Sesal
30
Konspirasi
31
Melepas Penat
32
Dihadang Mantan
33
Tak Berkutik
34
Sebuah Cerita
35
Masa Lalu Erik
36
Persiapan Ke Kantor
37
Kakek Yang Meresahkan
38
Tuntutan Karir
39
Tidak Ada Bedanya
40
Teka Teki Naura
41
Masih Gaduh
42
Keceplosan
43
Keputusan Mutlak
44
Menjelang Petang
45
Godaan
46
Di Kediaman Alex
47
Masih Di Rumah Alex
48
Kembali Ke Kantor
49
Insiden?
50
Mungkinkah?
51
Rasa Curiga
52
Mengungkap Fakta
53
Terinsipirasi
54
Nasib Mereka
55
Masih Di Kediaman Erik
56
Semua Menginginkan Erik
57
Libur Kerja
58
Menikmati Hari Libur
59
Aksi Penggoda
60
Modus
61
Dalam Perjalanan Pendekatan
62
Kencan Tanpa Ikatan
63
Diganggu Lagi
64
Menggali Informasi
65
Masih Menikmati Waktu Berdua
66
Viral Lagi
67
Sebuah Keputusan
68
Rasa Penasaran
69
Kembali Ke Kantor
70
Konferensi Pers
71
Naura Yang Sebenarnya
72
Tak terduga
73
Sebuah Siasat
74
Kecurigaan Namira
75
Yang Sebenarnya
76
Berpacu dengan Pengganggu
77
Mengecoh Pengganggu
78
Lolos Dari Pengganggu
79
Adu Sandiwara
80
Masih Adu Sandiwara
81
Misi Berikutnya
82
Genting
83
Jalan Keluar
84
Menangkap Target
85
Akhir Dari Perjuangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!