Hinaan Yang Sering Datang

"Namira! Namira, yuhhu!"

Sebuah suara terdengar dari halaman rumah sederhana. Namira yang masih betah dengan posisi berbaringnya nampak terperanjat begitu mendengar namanya dipanggil.

"Siapa?" tanya Castilo yang masih setia duduk di tepi ranjang.

"Bukan urusanmu," jawab Namira ketus.

Castilo hanya bisa menahan nafas untuk terus bersabar menghadapi wanita yang amat sangat dia rindukan.

Namira bergegas turun dari ranjang lalu keluar kamar menemui orang tersebut. Castilo pun mengikutinya.

"Mobil siapa nih, Nam? Apa ini mobil langgananmu?" tanya orang itu dengan santainya begitu wanita yang dia cari muncul di hadapannya.

Namira menghela nafasnya. "Ada apa, Pak?" Namira memilih mengabaikan pertanyaan orang itu dan dia malah melempar pertanyaan yang membuat laki-laki itu tersenyum penuh arti.

"Nggak usah pura-pura tidak tahu. Aku ke sini mau nagih jawaban kamu," tanya pria itu mencoba mendekati Namira.

Namira segera menghindar. "Jawaban apa?" wanita itu malah nampak begitu heran.

"Nggak usah pura-pura deh, Nam. Bukankah kamu sendiri yang bilang sama anak buah saya, kamu mau menikah dengan saya asal utang kamu lunas?" ucap pria itu sambil cengengesan.

Namira terperangah. Di saat dia hendak menyangkalnya, Castilo muncul. "Siapa yang bilang Namira mau menikah sama kamu? Jangan mimpi!"

Pria itu gantian terperanjat. Matanya menatap Castilo dari ujung kaki sampai ujung kepala. Lalu tak lama setelahnya pria itu menyeringai, menatap Namir dengan sinis.

"Apa dia laki-laki langgananmu, Nam? Seleramu bagus juga. Pantes, kamu selalu nolak saya untuk di sahkan. Ternyata ..."

"Apa maksud ucapan kamu, hah!" Castilo langsung mencengkram leher pria itu.

Namira, Erik, Alex, serta beberapa tetangga yang kebetulan ad di sana, ikutan kaget dengan apa yang dilakukan Castilo saat ini.

"Apa! Aku cuma bicara fakta. Namira itu sering bersama pria-pria ..." pria itu malah membari jawaban yang seakan menantang Castilo.

"Jangan nuduh sembarangan kamu!" Namira nampak tak terima, lalu dia menatap Castilo. "Lepaskan dia! Kamu gila apa! Dia bisa mati!"

"Aku akan melepaskan orang ini, kalau dia minta maaf sama kamu," ucap Castilo.

"Jangan gila, kamu!" bentak Namira, frustasi.

"Enak aja kamu nyuruh aku minta maaf. Semua orang di sini juga tahu kalau Namira itu suka gonta ganti laki-laki. Makanya, dia nggak pernah mau diajak nikah," meski tercekik, pria itu masih saja menguji kesabaran Castilo.

Castilo mendorong tubuh pria itu hingga menempel pada dinding rumah.

"Dengar kan ucapanku baik-baik, bedebah! Namira tidak mau menikah karena dia masih sah menjadi istriku, paham!"

"Apa!" Pria itu terperanjat. Namun tak lama setelahnya, dia menyeringai. "Nggak usah sebegitunya melindungi Namira. Dia itu ..."

"Nggak usah banyak mulut!" bentak Castilo penuh intimidasi. "Alex! Panggil orang-orang kita untuk menghancurkan rumah ini dan bayar ganti rugi sekaligus utang-utang Namira pada pria kurang ajar ini."

"Apa!" Semua yang mendengar perintah Castilo kembali dibuat terperanjat.

"Kamu kalau ngomong jangan sembarangan!" Namira malah tak terima.

Namun Castilo nampak acuh. "Erik! Kemasi barang-barang kamu dan ibumu! Kita pergi dari sini!"

Erik yang sedari tadi diam karena bingung hendak melakukan apa, langsung tergagap mendengar perintah pria yang ternyata ayahnya.

"Cepat, Erik!" bentak Castilo menggelegar.

"Maksud kamu apa!" Namira semakin tak terima. "Aku tidak sudi pergi dari rumah ini!"

Castilo menatap tajam Namira, lalu dia menghempaskan tubuh pria yang dia cengkram dengan kasar sampai pria itu merintih kesakitan.

"Dan aku tidak akan tinggal diam, jika ada yang menghina istri dan anakku,mengerti!" Castilo tak mau kalah dalam hal ini.

"Itu sudah hal biasa buat kami. Kamu nggak perlu repot-repot! Jangan seakan-akan kamu itu pahlawan untuk aku dan dan anakku!" Namira pun semakin sengit sikapnya.

"Dan kebiasaan itu mulai sekarang akan hilang! Aku nggak peduli, semarah apapun kamu, kamu dan anakmu harus ikut saya!"

"Nggak sudi!"

Castilo benar-benar menahan kesabarannya. Diluar dugaan, pria itu melakukan sesuatu yang membuat semua mata kembali terperanjat melihatnya.

"Apa yang kamu lakukan! Turunkan aku, bedebah!"

Tapi Castilo tak peduli. Dia semakin erat mengangkat tubuh Namira. "Alex, kamu tahu kan, apa yang harus kamu lakukan?"

"Siap, Tuan!" jawab Alex.

"Lepaskan aku, bedebah! Lepaskan!" Namira berusaha memberontak. Namun sayang ukuran tubuh dan tenaganya yang tidak sebanding, membuat Namira kesusahan untuk melepaskan diri.

Castilo memasukan tubuh Namira ke dalam mobil dan menguncinya. Pria itu juga segera masuk, lalu menyalakan mobil.

"Keluarkan aku! Castilo!"

Seberapapun keras usaha Namira untuk memberontak, semakin membuat Castilo semangat untuk melawannya.

"Erik, cepat, kemasi barang-barang kamu," titah Alex.

Erik agak tersentak. "Emang Ibu mau dibawa kemana, Tuan?"

"Ibumu dibawa ke tempat yang aman. Cepatlah, kemasi barang-barang kamu dan Ibumu yang penting-penting saja."

"Baik, Tuan," Erik pun melangkah dengan perasaan yang tidak menentu. Sedangkan Alex melangkah, mendekati pria yang tadi dicengkram Castilo.

"Katakan, berapa utang Nyonya Namira dan harga rumah ini?"

Pria yang dilempar pertanyaan oleh Alex sempat terperangah. Dia lalu menyebutkan nominal secara asal-asalan untuk menguji Alex.

Alex segera meminta nomor rekening, lalu mentransfer sejumlah uang.

Mata pria itu membulat kala melihat pemberitahuan dari Bank pada ponselnya.

"Selebihnya, anggap aja sumbangan dari Namira untuk pria miskin seperti kamu!" ucap Alex, dan dia langsung pergi menyusul Erik.

Erik langsung memilih barang yang menurutnya penting. Begitu dengan barang milik ibunya.

"Sudah berapa lama kamu tinggal di sini?" tanya Alex sembari ikut membantu mengumpulkan beberapa barang yang kemungkin akan dibawa.

"Kalau di sini sudah hampir lima tahun, Tuan," ucap Erik, sembari mengemas pakaiannya ke dalam kardus.

"Tidak perlu membawa pakaian terlalu banyak. Nanti kamu bakalan dapat uang untuk membeli baju yang lebih dari ayah kamu," ucap Alex memberi saran. "Dan, kamu juga jangan memanggil saya Tuan. Karena sebentar lagi kamu yang akan menjadi Tuan muda yang harus saya layani."

Erik terpaku mendengarnya. Beban pikiran yang sedari tadi berisi banyak pertanyaan, sekarang bertambah dengan ucapan yang dia dengar dari Alex.

"Tuan muda? Apa aku sedang bermimpi?"

####

Sementara itu di tempat lain, Victoria memasuki sebuah rumah sembari berteriak memanggil nama seseorang.

"Bram! Bram! Dimana kamu!"

Kaki Victoria terus melangkah hingga dia menemukan sosok yang dia cari sedang memadu cinta dengan seorang wanita.

"Ada apa?" tanya Bram santai sembari mengusap kepala wanita yang sedang menikmati isi celananya dengan mulut.

"Gawat, Bram! Gawat!" dilihat dari sikapnya, sepertinya Victoria sudah sering menyaksikan Bram bersama wanita lain dalam keadaan tanpa busana.

"Gawat bagaimana?" Bram masih nampak biasa saja dan tetap melanjutkan kegiatannya.

"Castilo, Bram! Dia telah menemukan anak dan istrinya!"

"Apa! Bagaimana bisa?" raut wajah Bram berubah seketika, lalu dia meminta wanitanya berhenti melakukan kegiatannya.

"Aku tidak tahu, yang pasti sekarang Castilo lagi pergi bersama anaknya."

"Aduh!"

Terpopuler

Comments

Fhebrie

Fhebrie

kayaknya Castillo masih muda banget baru umur 42 tuaan suamiku dong.. brrt dulu nikah muda ya

2024-12-16

0

Dirman Ha

Dirman Ha

su hc ck ig dduk

2025-02-19

0

Dirman Ha

Dirman Ha

hc dy HP

2025-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 Kembali Dikhianati
2 Hari Yang Sial
3 Sikap Tak Biasa
4 Mencari Informasi
5 Sebuah Fakta
6 Cerita Masa Silam
7 Hinaan Yang Sering Datang
8 Niat Erik
9 Sebuah Bukti
10 Dua Anak Yang Lain?
11 Penjelasan Castilo
12 Jam Makan Siang
13 Kebersamaan Yang Dirindukan
14 Gempar
15 Ketika Malam Menjelang
16 Membungkam Dengan Elegan
17 Setelah Kejadian
18 Hari Berikutnya
19 Hari Yang Di Nanti
20 Ketika Acara Dimulai
21 Ketika Acara Berlangsung
22 Mengungkap Rahasia
23 Kejutan
24 Acara Santai
25 Sikap Yang Berbeda
26 Melepas Penat
27 Sebuah Gosip
28 Satu Lawan Dua
29 Rasa Kecewa Dan Sesal
30 Konspirasi
31 Melepas Penat
32 Dihadang Mantan
33 Tak Berkutik
34 Sebuah Cerita
35 Masa Lalu Erik
36 Persiapan Ke Kantor
37 Kakek Yang Meresahkan
38 Tuntutan Karir
39 Tidak Ada Bedanya
40 Teka Teki Naura
41 Masih Gaduh
42 Keceplosan
43 Keputusan Mutlak
44 Menjelang Petang
45 Godaan
46 Di Kediaman Alex
47 Masih Di Rumah Alex
48 Kembali Ke Kantor
49 Insiden?
50 Mungkinkah?
51 Rasa Curiga
52 Mengungkap Fakta
53 Terinsipirasi
54 Nasib Mereka
55 Masih Di Kediaman Erik
56 Semua Menginginkan Erik
57 Libur Kerja
58 Menikmati Hari Libur
59 Aksi Penggoda
60 Modus
61 Dalam Perjalanan Pendekatan
62 Kencan Tanpa Ikatan
63 Diganggu Lagi
64 Menggali Informasi
65 Masih Menikmati Waktu Berdua
66 Viral Lagi
67 Sebuah Keputusan
68 Rasa Penasaran
69 Kembali Ke Kantor
70 Konferensi Pers
71 Naura Yang Sebenarnya
72 Tak terduga
73 Sebuah Siasat
74 Kecurigaan Namira
75 Yang Sebenarnya
76 Berpacu dengan Pengganggu
77 Mengecoh Pengganggu
78 Lolos Dari Pengganggu
79 Adu Sandiwara
80 Masih Adu Sandiwara
81 Misi Berikutnya
82 Genting
83 Jalan Keluar
84 Menangkap Target
85 Akhir Dari Perjuangan
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Kembali Dikhianati
2
Hari Yang Sial
3
Sikap Tak Biasa
4
Mencari Informasi
5
Sebuah Fakta
6
Cerita Masa Silam
7
Hinaan Yang Sering Datang
8
Niat Erik
9
Sebuah Bukti
10
Dua Anak Yang Lain?
11
Penjelasan Castilo
12
Jam Makan Siang
13
Kebersamaan Yang Dirindukan
14
Gempar
15
Ketika Malam Menjelang
16
Membungkam Dengan Elegan
17
Setelah Kejadian
18
Hari Berikutnya
19
Hari Yang Di Nanti
20
Ketika Acara Dimulai
21
Ketika Acara Berlangsung
22
Mengungkap Rahasia
23
Kejutan
24
Acara Santai
25
Sikap Yang Berbeda
26
Melepas Penat
27
Sebuah Gosip
28
Satu Lawan Dua
29
Rasa Kecewa Dan Sesal
30
Konspirasi
31
Melepas Penat
32
Dihadang Mantan
33
Tak Berkutik
34
Sebuah Cerita
35
Masa Lalu Erik
36
Persiapan Ke Kantor
37
Kakek Yang Meresahkan
38
Tuntutan Karir
39
Tidak Ada Bedanya
40
Teka Teki Naura
41
Masih Gaduh
42
Keceplosan
43
Keputusan Mutlak
44
Menjelang Petang
45
Godaan
46
Di Kediaman Alex
47
Masih Di Rumah Alex
48
Kembali Ke Kantor
49
Insiden?
50
Mungkinkah?
51
Rasa Curiga
52
Mengungkap Fakta
53
Terinsipirasi
54
Nasib Mereka
55
Masih Di Kediaman Erik
56
Semua Menginginkan Erik
57
Libur Kerja
58
Menikmati Hari Libur
59
Aksi Penggoda
60
Modus
61
Dalam Perjalanan Pendekatan
62
Kencan Tanpa Ikatan
63
Diganggu Lagi
64
Menggali Informasi
65
Masih Menikmati Waktu Berdua
66
Viral Lagi
67
Sebuah Keputusan
68
Rasa Penasaran
69
Kembali Ke Kantor
70
Konferensi Pers
71
Naura Yang Sebenarnya
72
Tak terduga
73
Sebuah Siasat
74
Kecurigaan Namira
75
Yang Sebenarnya
76
Berpacu dengan Pengganggu
77
Mengecoh Pengganggu
78
Lolos Dari Pengganggu
79
Adu Sandiwara
80
Masih Adu Sandiwara
81
Misi Berikutnya
82
Genting
83
Jalan Keluar
84
Menangkap Target
85
Akhir Dari Perjuangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!