Bab 16: Damai dan Rencana yang Tersusun

Ola duduk di ruang tamu kecilnya, memandangi Lei yang sedang bermain dengan boneka boneka kecilnya. Tawa anaknya yang riang mengisi ruangan, membuat hatinya hangat dan tenang. Lei, yang kini sudah mulai tumbuh menjadi balita aktif, menunjukkan perkembangan yang pesat. Kata kata pertama mulai terucap dari mulut mungilnya, meski masih terdengar cadel. Setiap detik bersama Lei adalah kebahagiaan yang tidak bisa diukur oleh apapun.

“Ma... mama,” panggil Lei dengan suara lucu, tangannya mencoba meraih mainan yang lebih besar dari tubuhnya. Ola tersenyum, berjalan mendekat dan membantu Lei.

“Iya Sayang, mama di sini. Kamu suka mainannya?” tanya Ola lembut, sambil menyisir rambut halus Lei dengan jari jarinya.

Lei mengangguk antusias.

“Cuka! Paman Axel mana, Ma?” tanya Lei dengan mata yang berbinar, seolah menantikan kedatangan Axel, yang selalu menyenangkan hatinya.

“Paman Axel akan datang sebentar lagi, sabar ya,” jawab Ola, tersenyum melihat keakraban yang sudah terjalin antara Axel dan Lei. Axel sudah seperti sosok ayah bagi Lei, walaupun Lei hanya memanggilnya Paman. Kehadiran Axel selalu memberi ketenangan pada Ola, dan di balik semua keceriaan ini, ada rencana besar yang sedang mereka susun.

Lei berlari kecil di sekeliling ruang tamu, tertawa gembira. Setiap langkah kecilnya adalah pengingat bagi Ola akan kekuatan yang ia temukan sejak melahirkan Lei. Hidupnya kini terfokus pada anaknya, memberikan segala yang terbaik untuk Lei. Ia tidak pernah merasa bahwa anaknya kekurangan kasih sayang, meski tanpa kehadiran seorang papa kandungnya.

Ola menghela napas panjang, rasa damai mulai menyelimuti hatinya. Hidupnya kini terasa lebih teratur dan damai. Axel dan Helda, dua sahabat terbaiknya, selalu mendukung dan memastikan dirinya serta Lei tetap aman dari bayangan masa lalu, terutama dari Mikel.

Namun, di sisi lain, kabar tentang Mikel semakin membuat Ola yakin untuk menjaga jarak. Mikel kini semakin terpuruk, menghabiskan malam malamnya dengan mabuk mabukan di bar. Perseteruannya dengan Nikita sudah menjadi rahasia umum, dan rumah tangga mereka di ambang kehancuran. Namun, meski begitu, Mikel masih menolak menandatangani surat cerai yang diajukan Ola. Bahkan, menurut informasi Axel, Mikel sering ditemukan dalam keadaan mabuk dan frustrasi.

***

Pintu rumah Ola tiba-tiba terbuka, dan Axel masuk dengan senyum ramah.

"Halo, Lei!" sapa Axel penuh semangat.

Lei langsung berlari ke arah Axel dengan tangan terbuka lebar.

"Paman Axel! Paman Axel!" teriaknya dengan tawa riang.

Axel mengangkat Lei ke udara, membuat anak itu tertawa semakin keras.

"Kamu sudah besar sekarang, Lei! Semakin kuat, ya?" ucap Axel.

Ola tersenyum melihat pemandangan itu. Lei tampak sangat nyaman dengan Axel, seolah Axel memang sosok papa baginya. Namun di balik semua keceriaan ini, ada sesuatu yang lebih serius yang ingin disampaikan Axel. Dia tahu bahwa Axel tidak pernah datang tanpa alasan, dan malam ini, Axel tampak lebih serius dari biasanya.

Setelah beberapa saat bermain, Axel duduk di sofa, meletakkan Lei yang sudah mengantuk di pangkuannya.

"Ola," panggil Axel lembut, suaranya serius kali ini.

Ola menoleh, menangkap nada yang berbeda dalam suara Axel. "Ada apa, Axel? Kamu terlihat cemas." Tanya Ola.

Axel menghela napas panjang, sepertinya harus pelan atau hati hati untuk mengucapkannya.

"Aku baru saja mendapatkan informasi penting tentang Nikita dan Michelle," ucap Axel dengan nada rendah.

"Michelle? Anak dari Mikel dan Nikita?" ucap Ola merasa terkejut.

Axel mengangguk, namun ekspresinya terlihat berat.

"Ya, tapi ada sesuatu yang lebih besar dari itu, Ola. Ini bukan hanya tentang Nikita dan Michelle. Ada rahasia yang baru aku temukan, dan ini bisa mengubah segalanya." ucap Axel yang melihat wajah Ola. Ola menatap Axel, menunggu penjelasan lebih lanjut.

“Apa maksudmu, Axel? Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Ola memastikan. Sementara Axel menatap Ola dalam dalam.

“Michelle bukan anak kandung Mikel.” ucap Axel.

Ola terperanjat mendengar pernyataan itu.

"Apa maksudmu? Bagaimana mungkin? Lalu... siapa papa kandung Michelle?" tanya Ola terkejut. Axel menunduk sesaat sebelum melanjutkan.

"Papa kandung Michelle adalah Marsel, ayah Mikel." jawab Axel.

Hah!

Ola hampir tak bisa bernapas mendengar itu. Rahasia besar ini benar benar di luar dugaannya.

"Papa Marsel? Ayahnya Mikel?" Ucap Ola memastikan, berusaha memastikan apa yang baru saja didengarnya.

"Ya, Nikita menjalin hubungan rahasia dengan Marsel sebelum menikah dengan Mikel. Itulah sebabnya Marsel bersedia memberikan saham dan warisan untuk Michelle. Dia tahu bahwa Michelle adalah darah dagingnya, bukan cucunya." ucap Axel dengan menganggukkan kepalanya.

“Jadi, Nikita selama ini memanfaatkan Mikel... dan Papa Marsel tahu tentang ini?” ucap Ola memejamkan mata, mencoba mencerna semuanya.

"Sepertinya ya. Itulah mengapa Nikita berani meminta sebagian besar saham keluarga Smit sebagai kompensasi ketika dia memutuskan untuk pergi. Dia tahu bahwa Marsel tidak akan bisa menolaknya karena Michelle adalah anaknya sendiri." jelas Axel.

What!!!! Bagaimana bisa??? Tega sekali Papa Marsel lakukan ini pada anaknya sendiri! Batin Ola.

Ola merasa perutnya mual mendengar semua ini. Dunia seolah berputar lebih cepat di sekelilingnya.

“Dan Mikel? Apakah dia tahu tentang ini?” tanya Ola lagi.

"Tidak. Dia tidak tahu dan belum tahu. Mikel masih hidup dalam bayang bayang kebohongan Nikita dan mencari kamu, berusaha mempertahankan rumah tangga yang sebenarnya sudah hancur sejak awal." jelas Axel.

Ola terdiam lama, merasakan campuran emosi yang mengaduk aduk hatinya. Ia pernah sangat terluka oleh Mikel, tetapi apa yang dia dengar sekarang menambah lapisan baru dalam rasa sakit dan dendamnya.

“Bagaimana kamu mendapatkan informasi ini?” selidik Ola.

"Aku sudah menyelidiki gerakan Nikita. Saat itulah aku menemukan beberapa dokumen rahasia yang menunjukkan hubungan antara Marsel dan Nikita, serta bukti bahwa Michelle bukan anak kandung Mikel." jawab Axel yang memberikan sedikit bukti.

Ola menggelengkan kepala, hampir tidak percaya apa yang ia dengar dan meraih beberapa lembar dari Axel.

"Lalu, apa rencana Nikita sekarang?" tanya Ola yang mulai melihat isi dokumennya.

"Nikita berencana membawa Michelle pergi ke luar negeri. Dia ingin menjauhkan Michelle dari Mikel dan menggunakan status anak Marsel untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di tempat lain. Tapi jika Mikel mengetahui kebenaran ini, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya." jawab Axel.

“Aku tidak tahu harus bagaimana, Axel. Aku ingin balas dendam pada Mikel, tapi aku juga tidak ingin Michelle terjebak dalam semua ini. Dan sekarang, dengan rahasia ini...” ucap Ola yang sudah membaca dokumennya.

"Kita akan menemukan cara, Ola. Kita akan memastikan bahwa Michelle tidak menjadi korban dari kebohongan Nikita. Dan pada saat yang sama, kita akan memastikan Mikel merasakan akibat dari perbuatannya." ucap Axel dengan menatap penuh keteduhan.

Ola menatap Lei yang tertidur dengan damai di sofa. Meskipun ia masih merasakan sakit dan dendam, hatinya mulai bimbang. Namun, satu hal yang pasti kebenaran ini harus diungkapkan pada saat yang tepat.

"Baiklah, Axel," ucap Ola akhirnya.

"Kita akan susun rencana. Tapi untuk sekarang, aku hanya ingin melindungi Lei dan memastikan Michelle tidak jatuh ke tangan yang salah. Dan ingin Mikel mengetahui ini." lanjut Ola.

"Aku akan selalu mendukungmu, Ola. Kita akan pastikan semuanya berjalan sesuai rencana." ucap Axel dan menganggukkan kepalanya.

"Pastikan Nikita tidak bisa pergi dan Mikel segera mengetahui ini. Bagaimana reaksinya?" senyum Smirk Ola.

...****************...

Hai semuanya tinggalkan jejak kalian disini ya.

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

hahaha mampus kalian. makin hancurlah kalian semuanya. pantas marsel. gampang saja menyerahkan hartanya. wong anak dia

2025-02-05

0

Soraya

Soraya

lei kn anak laki-laki kok mainannya boneka

2024-10-23

1

Endang Supriati

Endang Supriati

anak haram aja di fikirin,michele snsm syetan.krn perbuatan bejad yg di bantu oleh syetan.

2024-10-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Awal Sakit Hati
2 Bab 2: Konflik Mertua dan Kegilaan Mikel
3 Bab 3: Pertemuan dengan Nikita yang Menyakitkan
4 Bab 4: Hancurnya Yolanda dalam Kesendirian
5 Bab 5: Kebahagiaan Mikel dan Nikita, Namun Menyakiti Ola
6 Bab 6: Semakin Terpuruknya Ola
7 Bab 7: Axel yang Lebih Dulu Mengetahui
8 Bab 8: Kebahagiaan Mikel dan Nikita yang Menghancurkan
9 Bab 9: Semangat Baru Bersama Axel
10 Bab 10: Menyusun Hidup Baru Setelah Melahirkan
11 Bab 11: Pertengkaran yang Mulai Meretakkan Hubungan
12 Bab 12: Penguat Hidup Ola Selain Axel, Lei Cullen Fox
13 Bab 13: Pencarian Mikel Namun Kemarahan Nikita
14 Bab 14: Pembalasan Ola Dimulai
15 Bab 15: Kepergian Nikita
16 Bab 16: Damai dan Rencana yang Tersusun
17 Bab 17: Penyelidikan Lebih Dalam dan Kebenaran yang Tersingkap
18 Bab 18: Tertangkapnya Nikita
19 Bab 19: Kebocoran Rahasia
20 Bab 20: Kebenaran Michelle
21 Bab 21: Penyesalan Mikel yang Terlambat
22 Bab 22: Surat Cerai
23 Bab 23: Ola Jamu (Janda Muda)
24 Bab 24: Rencana masa depan Ola
25 Bab 25: Pembukaan Galeri Yoleee
26 Bab 26: Naik ke Puncak Prestasi Ola
27 Bab 27: Axel Memulai Mendekati Ola, Menunjukkan Sisi Romantisnya
28 Bab 28: Kehancuran Mikel dan Penemuan Nikita
29 Bab 29: Kesepakatan Nikita dan Mikel
30 Bab 30: Pasrah Syakila
31 Bab 31: Keegoisan Nikita
32 Bab 32: Pencarian Michelle
33 Bab 33: Pembalasan Kedua Ola
34 Bab 34: Michelle Anak Asuh Ola dan Axel
35 Bab 35: Sesal Syakila
36 Bab 36: Senyum Cantik Michelle
37 Bab 37: Pernikahan
38 Bab 38: Pesta Pernikahan
39 Bab 39: Pembalasan Ola Ketiga
40 Bab 40: Semakin Terpuruk Nikita dan Syakila
41 Bab 41: Kehancuran Keluarga Smit
42 Bab 42: Nikita, Terjerumus Prostitusi
43 Bab 43 – Galeri Yoleee di Puncak Kejayaan
44 Bab 44 – Ola Berhadapan dengan Mikel
45 Bab 45 – Permintaan Axel
46 Bab 46 – Kemarahan Axel
47 Bab 47 – Nikita Menyesal
48 Bab 48 – Kedekatan Ola dan Michelle
49 Bab 49 – Siksaan Syakila
50 Bab 50: Syakila Stres
51 Bab 51: Lagi-lagi Ola
52 Bab 52: Di Ambang Pilihan
53 Bab 53: Perdebatan
54 Bab 54: Awal Baru di Kebun Teh
55 Bab 55: Di Ambang Kehancuran
56 Bab 56: Hari Terakhir Smit Corp
57 Bab 57: Kabar Bahagia yang Menggetarkan
58 Bab 58: Kebahagiaan Ola
59 Bab 59: Pencarian Nikita
60 Bab 60: Ancaman Boris
61 Bab 61: Rahasia Nikita dan Boris
62 Bab 62: Rahasia Besar
63 Bab 63: Kuatnya Ola Sama Seperti Mendiang Ibunya
64 Bab 64: Keberanian Ola
65 Bab 65: Antara Ancaman dan Solusi untuk Ola
66 Bab 66: Konferensi Pers yang Menggemparkan
67 Bab 67: Kematian Nikita
68 Bab 68: Mimpi Michelle
69 Bab 69: Kembalinya Mikel
70 Bab 70: Penyelamat Mikel, Sofia
71 Bab 71: Pertemuan Lei dan Mikel
72 Bab 72: Di Balik Mikel dan Sofia
73 Bab 73: Menerima Timbal Balik Mikel
74 Bab 74: Permintaan Mikel
75 Bab 75: Sofia Pintar, Ola Cerdik
76 Bab 76: Rencana Sofia, Menaklukkan Axel
77 Bab 77: Malunya Sofia
78 Bab 78: Amukan Sofia
79 Bab 79: Terkuaknya Keahlian Lei dan Michelle
80 Bab 80: Aksi Lei dan Michelle
81 Bab 81: Aksi Pelarian Mikel.
82 Bab 82: Kehancuran Keluarga Kyle
83 Bab 83: Bebasnya Mikel
84 Bab 84: Penjelasan Ola
85 Bab 85: Peran Axel
86 Bab 86: Putusan Mikel
87 Bab 87: Koma Mikel
88 Bab 88: Penolakan Michelle
89 Bab 89: Michelle Butuh Axel
90 Bab 90: Berita Buruk
91 Bab 91: Kematian Mikel
92 Bab 92: Sofia Sembuh
93 Bab 93: Rencana Axel Kembalinya Sofia
94 Bab 94: Kebaikan Lei
95 Bab 95: Sofia Mengalah
96 Bab 96: Yoleee Menjadi Milea
97 Bab 97: Kemajuan Milea Corp
98 Bab 98: Kejutan Hadiah dari Anak-Anak
99 Bab 99: Liburan Axel dan Ola
100 Bab 100: Akhir yang Bahagia Ola
101 Promo karya terbaru
102 promo Karya terbaru
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 : Awal Sakit Hati
2
Bab 2: Konflik Mertua dan Kegilaan Mikel
3
Bab 3: Pertemuan dengan Nikita yang Menyakitkan
4
Bab 4: Hancurnya Yolanda dalam Kesendirian
5
Bab 5: Kebahagiaan Mikel dan Nikita, Namun Menyakiti Ola
6
Bab 6: Semakin Terpuruknya Ola
7
Bab 7: Axel yang Lebih Dulu Mengetahui
8
Bab 8: Kebahagiaan Mikel dan Nikita yang Menghancurkan
9
Bab 9: Semangat Baru Bersama Axel
10
Bab 10: Menyusun Hidup Baru Setelah Melahirkan
11
Bab 11: Pertengkaran yang Mulai Meretakkan Hubungan
12
Bab 12: Penguat Hidup Ola Selain Axel, Lei Cullen Fox
13
Bab 13: Pencarian Mikel Namun Kemarahan Nikita
14
Bab 14: Pembalasan Ola Dimulai
15
Bab 15: Kepergian Nikita
16
Bab 16: Damai dan Rencana yang Tersusun
17
Bab 17: Penyelidikan Lebih Dalam dan Kebenaran yang Tersingkap
18
Bab 18: Tertangkapnya Nikita
19
Bab 19: Kebocoran Rahasia
20
Bab 20: Kebenaran Michelle
21
Bab 21: Penyesalan Mikel yang Terlambat
22
Bab 22: Surat Cerai
23
Bab 23: Ola Jamu (Janda Muda)
24
Bab 24: Rencana masa depan Ola
25
Bab 25: Pembukaan Galeri Yoleee
26
Bab 26: Naik ke Puncak Prestasi Ola
27
Bab 27: Axel Memulai Mendekati Ola, Menunjukkan Sisi Romantisnya
28
Bab 28: Kehancuran Mikel dan Penemuan Nikita
29
Bab 29: Kesepakatan Nikita dan Mikel
30
Bab 30: Pasrah Syakila
31
Bab 31: Keegoisan Nikita
32
Bab 32: Pencarian Michelle
33
Bab 33: Pembalasan Kedua Ola
34
Bab 34: Michelle Anak Asuh Ola dan Axel
35
Bab 35: Sesal Syakila
36
Bab 36: Senyum Cantik Michelle
37
Bab 37: Pernikahan
38
Bab 38: Pesta Pernikahan
39
Bab 39: Pembalasan Ola Ketiga
40
Bab 40: Semakin Terpuruk Nikita dan Syakila
41
Bab 41: Kehancuran Keluarga Smit
42
Bab 42: Nikita, Terjerumus Prostitusi
43
Bab 43 – Galeri Yoleee di Puncak Kejayaan
44
Bab 44 – Ola Berhadapan dengan Mikel
45
Bab 45 – Permintaan Axel
46
Bab 46 – Kemarahan Axel
47
Bab 47 – Nikita Menyesal
48
Bab 48 – Kedekatan Ola dan Michelle
49
Bab 49 – Siksaan Syakila
50
Bab 50: Syakila Stres
51
Bab 51: Lagi-lagi Ola
52
Bab 52: Di Ambang Pilihan
53
Bab 53: Perdebatan
54
Bab 54: Awal Baru di Kebun Teh
55
Bab 55: Di Ambang Kehancuran
56
Bab 56: Hari Terakhir Smit Corp
57
Bab 57: Kabar Bahagia yang Menggetarkan
58
Bab 58: Kebahagiaan Ola
59
Bab 59: Pencarian Nikita
60
Bab 60: Ancaman Boris
61
Bab 61: Rahasia Nikita dan Boris
62
Bab 62: Rahasia Besar
63
Bab 63: Kuatnya Ola Sama Seperti Mendiang Ibunya
64
Bab 64: Keberanian Ola
65
Bab 65: Antara Ancaman dan Solusi untuk Ola
66
Bab 66: Konferensi Pers yang Menggemparkan
67
Bab 67: Kematian Nikita
68
Bab 68: Mimpi Michelle
69
Bab 69: Kembalinya Mikel
70
Bab 70: Penyelamat Mikel, Sofia
71
Bab 71: Pertemuan Lei dan Mikel
72
Bab 72: Di Balik Mikel dan Sofia
73
Bab 73: Menerima Timbal Balik Mikel
74
Bab 74: Permintaan Mikel
75
Bab 75: Sofia Pintar, Ola Cerdik
76
Bab 76: Rencana Sofia, Menaklukkan Axel
77
Bab 77: Malunya Sofia
78
Bab 78: Amukan Sofia
79
Bab 79: Terkuaknya Keahlian Lei dan Michelle
80
Bab 80: Aksi Lei dan Michelle
81
Bab 81: Aksi Pelarian Mikel.
82
Bab 82: Kehancuran Keluarga Kyle
83
Bab 83: Bebasnya Mikel
84
Bab 84: Penjelasan Ola
85
Bab 85: Peran Axel
86
Bab 86: Putusan Mikel
87
Bab 87: Koma Mikel
88
Bab 88: Penolakan Michelle
89
Bab 89: Michelle Butuh Axel
90
Bab 90: Berita Buruk
91
Bab 91: Kematian Mikel
92
Bab 92: Sofia Sembuh
93
Bab 93: Rencana Axel Kembalinya Sofia
94
Bab 94: Kebaikan Lei
95
Bab 95: Sofia Mengalah
96
Bab 96: Yoleee Menjadi Milea
97
Bab 97: Kemajuan Milea Corp
98
Bab 98: Kejutan Hadiah dari Anak-Anak
99
Bab 99: Liburan Axel dan Ola
100
Bab 100: Akhir yang Bahagia Ola
101
Promo karya terbaru
102
promo Karya terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!