Bab 11: Pertengkaran yang Mulai Meretakkan Hubungan

Waktu berlalu, dan ketegangan antara Mikel dan Nikita mulai memuncak. Pernikahan mereka, yang awalnya terasa seperti dunia yang penuh kebahagiaan, perlahan berubah menjadi ladang konflik yang semakin sulit dihindari. Meskipun secara resmi Mikel sudah menikahi Nikita, Ola tetap menyandang status sebagai istri pertama Mikel di mata hukum. Ini menjadi sumber keretakan yang terus menerus dalam hubungan Mikel dan Nikita, terutama ketika Nikita berkali-kali mencoba membujuk Mikel untuk menyetujui perceraian dengan Ola.

Suatu malam, setelah Michelle, putri mereka, tertidur, Nikita mendekati Mikel yang duduk diam di sofa, menatap layar televisi tanpa benar benar menontonnya. Ketegangan di antara mereka sudah terasa selama beberapa hari terakhir, dan malam itu Nikita memutuskan untuk tidak menunda lagi.

"Mikel," Nikita memulai dengan nada serius.

"Kapan kau akan menandatangani surat cerai itu? Aku tidak bisa terus hidup dalam bayang bayang pernikahanmu dengan Yolanda. Kau harus membuat keputusan. Kau mencintaiku, bukan? Kau sudah memilih aku." ucap Nikita.

Mikel menghela napas panjang, merasa lelah dengan topik yang tak ada habisnya ini.

“Aku sudah membuat keputusan, Nikita. Aku di sini denganmu. Aku memilihmu. Tapi Ola tetap istri pertamaku, dan aku tidak akan terburu buru menandatangani surat cerai itu.” jawab Mikel tapi Nikita sangat kesal dibuatnya. Nikita menatapnya dengan tidak percaya.

"Apa maksudmu, Mikel? Kamu tidak bisa memiliki keduanya. Ini bukan permainan. Aku adalah istrimu, Michelle adalah anak kita. Kamu harus melepaskan Yolanda! Bukankah aku bisa memberikan kamu anak sementara Yolanda tidak! Apa yang kamu beratkan, hah!" ucap Nikita dengan nada penekanan.

Mikel memalingkan wajahnya, seolah enggan mendengar kata kata itu.

“Kamu tidak mengerti. Ini bukan soal melepaskan atau tidak. Ada banyak hal yang terlibat, bukan hanya perasaan kita. Ada hukum, ada keluarga, ada... semuanya.” elak Mikel. Nikita menghela napas keras, lalu duduk di sampingnya.

“Dan aku? Aku ini apa, Mikel? Apakah aku hanya pelengkap bagimu? Aku tidak mau terus begini. Yolanda harus keluar dari hidup kita. Selamanya! Dia itu mandul, Mikel!” ucap Nikita yang lebih tambah kesal.

Lagi lagi, Mikel memilih keluar dari kamarnya, seolah tidak menemukan titik tengah.

**

Percakapan itu hanya menjadi awal dari pertengkaran yang lebih besar di antara mereka. Semakin hari, Nikita semakin tertekan oleh kenyataan bahwa Mikel belum juga menandatangani surat cerai yang diajukan Yolanda. Bahkan setelah pengacara Yolanda mengajukan banding, perceraian mereka tetap tak bisa dilaksanakan karena surat nikah Mikel dengan Nikita telah disahkan oleh Yolanda di masa lalu. Tapi status Yolanda sebagai istri pertama tetap tak berubah, dan itu membuat Nikita merasa seolah berada di posisi kedua.

"Aku lelah, Mikel! Lelah hidup di bawah bayang bayang Yolanda!" teriak Nikita suatu malam saat pertengkaran mereka mencapai puncaknya.

“Aku tidak mau jadi istri kedua selamanya! Kau harus memutuskan sekarang! Kalau kau tidak mau melepaskan dia, kau tidak layak bersamaku!” ancam Nikita.

Mikel berdiri dari kursinya, wajahnya memerah karena marah. “Kamu mengancamku! Kamu tahu apa yang kamu minta ini tidak semudah itu, Nikita! Aku punya tanggung jawab. Yolanda adalah istriku, dan walaupun aku bersamamu, ada hal hal yang tidak bisa aku abaikan begitu saja!” ucap Mikel yang menujuk pada Nikita. Nikita mendekat, tatapannya penuh emosi.

“Apa yang tidak bisa kamu abaikan? Kau sudah punya aku, punya anak! Kenapa kamu terus mempertahankan sesuatu yang sudah jelas jelas mandul? Kau tahu betul pernikahanmu dengan Yolanda sudah berakhir! Kenapa tidak bisa kau lepaskan saja?” ucap Nikita pedas, andai saja Yolanda mendengarkannya pasti tersulut.

Mikel membalas dengan nada keras, “Karena tidak semuanya sesederhana itu! Aku mencintaimu, Nikita, tapi aku tidak akan dipaksa untuk melakukan sesuatu yang belum siap kulakukan. Dan aku tidak akan melakukannya hanya karena kamu terus memaksa!” dengan mata yang tajam dan penih tekanan. Mikel memilih keluar dari rumah itu dan mencari ketenangan di luar.

***

Di tengah semua pertengkaran ini, Michelle, anak perempuan mereka, tetap menjadi cahaya dalam kehidupan Mikel. Setiap kali dia bersama Michelle, Mikel merasa tenang, jauh dari segala tekanan yang datang dari hubungan rumitnya dengan Nikita dan Yolanda. Namun, bahkan Michelle tak bisa menghalangi kenyataan bahwa pernikahannya dengan Nikita mulai retak.

“Kamu selalu lebih memilih Yolanda daripada aku, bahkan ketika kita sudah punya anak!” Nikita menangis di depan Mikel suatu hari, suaranya penuh kepedihan.

“Michelle mungkin anakmu, tapi sepertinya aku dan anak kita ini tidak cukup bagimu untuk melepaskan masa lalumu!” lanjut Nikita yang air matanya mengalir.

“Nikita, aku mencintai kalian berdua. Tapi perceraian ini... ini lebih rumit dari yang kamu bayangkan. Tidak ada yang bisa selesai dengan cepat,” jawab Mikel, berusaha meredakan amarah istrinya setelah lelah dirinya yang selalu bertengkar terus menerus.

“Tapi kau sudah memilih kami, Mikel! Apa lagi yang perlu dipertimbangkan?!” balas Nikita dengan nada penuh frustasi. “Yolanda tidak lagi menjadi bagian dari hidupmu. Dia bahkan tidak ingin bersamamu. Apa kau menunggu sampai dia akhirnya menyerah dan pergi begitu saja?” lanjut Nikita.

"Kamu sadar apa yang kamu ucapkan! Bukan Ola yang pergi tapi yang jarang menemuinya dan semuanya karena kamu!!" ucap Mikel dan kembali meninggalkan Michelle di boxnya.

“Tapi kamu tidak pernah mengambil langkah, Mikel! Kamu hanya mengulur waktu! Dan aku muak hidup seperti ini!” seru Nikita, wajahnya memerah karena marah kini yang akhirnya menahan langkah Mikel keluar.

“Aku sudah bilang, ini tidak mudah! Jika kau tidak bisa memahami itu, maka kita benar benar punya masalah besar,” balas Mikel, mencoba menjaga nada suaranya tetap tenang meskipun dalam hatinya juga merasa frustasi.

Pertengkaran mereka tidak pernah benar benar berakhir. Setiap kali Mikel merasa semuanya akan tenang, Nikita kembali mengungkit soal perceraian dengan Yolanda, membuat hubungan mereka semakin rapuh. Walaupun Mikel sangat menyayangi Michelle, hubungan dengan Nikita menjadi semakin sulit dipertahankan. Dia tidak suka dengan cara Nikita yang terus memaksa, seolah olah semua harus diselesaikan dengan cepat tanpa mempertimbangkan perasaan dan keadaan yang lebih luas.

Pada akhirnya, Mikel tetap terjebak di antara dua wanita yang pernah ia cintai, Yolanda yang masih menyandang status istri pertamanya dan Nikita yang kini menjadi bagian dari kehidupannya bersama anak mereka. Tapi dengan status pernikahan yang masih menggantung, Mikel mulai bertanya tanya apakah ia bisa menjaga kedua hubungan ini, ataukah ia harus kehilangan segalanya.

Pov Mikel!

Setiap kali Mikel pulang ke rumah dan melihat wajah Nikita, ia merasakan sesuatu yang mengganggu di dadanya. Seperti ada beban yang tak pernah bisa ia lepaskan. Meskipun ia mencintai Nikita dan putri mereka, Michelle, hatinya selalu dihantui oleh bayang bayang masa lalu masa ketika ia masih bersama Yolanda.

Di balik senyumnya kepada Nikita, tersembunyi perasaan bersalah yang perlahan menggerogoti dirinya. Setiap kali ia membayangkan Yolanda sendirian, hatinya terasa berat. Yolanda yang telah bersamanya selama lima tahun, yang tidak pernah meminta lebih dari yang bisa ia berikan, kini terluka parah oleh tindakannya. Pernikahannya dengan Nikita, meskipun membahagiakan dalam beberapa aspek, selalu terasa seperti pengkhianatan yang tak termaafkan terhadap wanita yang pernah ia cintai.

Suatu malam, setelah pertengkaran sengit dengan Nikita, Mikel duduk sendirian di ruang tamu, dengan pikiran yang penuh. Ia menggenggam foto lama dirinya dengan Yolanda foto yang diam diam selalu ia simpan, jauh dari pandangan Nikita. Dalam foto itu, Yolanda tersenyum bahagia, tak tahu bahwa masa depan mereka akan berantakan karena pengkhianatannya.

"Ola," bisik Mikel dalam hati, merasakan tenggorokannya tercekat, "Aku minta maaf."

Tapi apa arti permintaan maafnya sekarang? Setelah semua yang terjadi, setelah semua sakit yang ia berikan pada Ola, permintaan maaf itu terasa hampa. Ola tidak akan pernah tahu bagaimana setiap hari, Mikel dihantui oleh rasa bersalahnya. Setiap kali ia berusaha menjalani hidup dengan Nikita dan Michelle, rasa bersalah itu datang kembali, lebih kuat dan lebih pahit.

Mikel kerap kali merasakan kontradiksi dalam hatinya. Di satu sisi, ia tahu ia harus bergerak maju dengan Nikita dan Michelle, tetapi di sisi lain, ia tidak bisa mengabaikan Ola yang masih menyandang status sebagai istri pertamanya. Hatinya terbelah di antara dua dunia masa lalu yang penuh kesalahan dan masa kini yang penuh dengan tanggung jawab baru.

Namun, seberapa pun besar rasa bersalahnya, Mikel tetap merasa terperangkap. Dia tidak bisa begitu saja mengabaikan tanggung jawabnya kepada Nikita dan Michelle, namun dia juga tidak bisa menutupi luka yang telah dia torehkan di hati Ola. Setiap keputusan yang ia buat tampaknya hanya memperburuk keadaan.

...****************...

Tinggalkan jejak kalian disini ya.

Terpopuler

Comments

Dewi Rahmawati

Dewi Rahmawati

istri kedua itu selalu ingin di utamakn
terus ingin memiliki semuanya sudah dari sananya mereka itu setan

2025-01-24

3

guntur 1609

guntur 1609

gak ada gunanya mnt maaf. kau tinggalkan oka sendiri selama bertahun2 gak ada guna mulutmu bilang nyesal

2025-02-05

0

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

laki-laki ga tegas

2025-03-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Awal Sakit Hati
2 Bab 2: Konflik Mertua dan Kegilaan Mikel
3 Bab 3: Pertemuan dengan Nikita yang Menyakitkan
4 Bab 4: Hancurnya Yolanda dalam Kesendirian
5 Bab 5: Kebahagiaan Mikel dan Nikita, Namun Menyakiti Ola
6 Bab 6: Semakin Terpuruknya Ola
7 Bab 7: Axel yang Lebih Dulu Mengetahui
8 Bab 8: Kebahagiaan Mikel dan Nikita yang Menghancurkan
9 Bab 9: Semangat Baru Bersama Axel
10 Bab 10: Menyusun Hidup Baru Setelah Melahirkan
11 Bab 11: Pertengkaran yang Mulai Meretakkan Hubungan
12 Bab 12: Penguat Hidup Ola Selain Axel, Lei Cullen Fox
13 Bab 13: Pencarian Mikel Namun Kemarahan Nikita
14 Bab 14: Pembalasan Ola Dimulai
15 Bab 15: Kepergian Nikita
16 Bab 16: Damai dan Rencana yang Tersusun
17 Bab 17: Penyelidikan Lebih Dalam dan Kebenaran yang Tersingkap
18 Bab 18: Tertangkapnya Nikita
19 Bab 19: Kebocoran Rahasia
20 Bab 20: Kebenaran Michelle
21 Bab 21: Penyesalan Mikel yang Terlambat
22 Bab 22: Surat Cerai
23 Bab 23: Ola Jamu (Janda Muda)
24 Bab 24: Rencana masa depan Ola
25 Bab 25: Pembukaan Galeri Yoleee
26 Bab 26: Naik ke Puncak Prestasi Ola
27 Bab 27: Axel Memulai Mendekati Ola, Menunjukkan Sisi Romantisnya
28 Bab 28: Kehancuran Mikel dan Penemuan Nikita
29 Bab 29: Kesepakatan Nikita dan Mikel
30 Bab 30: Pasrah Syakila
31 Bab 31: Keegoisan Nikita
32 Bab 32: Pencarian Michelle
33 Bab 33: Pembalasan Kedua Ola
34 Bab 34: Michelle Anak Asuh Ola dan Axel
35 Bab 35: Sesal Syakila
36 Bab 36: Senyum Cantik Michelle
37 Bab 37: Pernikahan
38 Bab 38: Pesta Pernikahan
39 Bab 39: Pembalasan Ola Ketiga
40 Bab 40: Semakin Terpuruk Nikita dan Syakila
41 Bab 41: Kehancuran Keluarga Smit
42 Bab 42: Nikita, Terjerumus Prostitusi
43 Bab 43 – Galeri Yoleee di Puncak Kejayaan
44 Bab 44 – Ola Berhadapan dengan Mikel
45 Bab 45 – Permintaan Axel
46 Bab 46 – Kemarahan Axel
47 Bab 47 – Nikita Menyesal
48 Bab 48 – Kedekatan Ola dan Michelle
49 Bab 49 – Siksaan Syakila
50 Bab 50: Syakila Stres
51 Bab 51: Lagi-lagi Ola
52 Bab 52: Di Ambang Pilihan
53 Bab 53: Perdebatan
54 Bab 54: Awal Baru di Kebun Teh
55 Bab 55: Di Ambang Kehancuran
56 Bab 56: Hari Terakhir Smit Corp
57 Bab 57: Kabar Bahagia yang Menggetarkan
58 Bab 58: Kebahagiaan Ola
59 Bab 59: Pencarian Nikita
60 Bab 60: Ancaman Boris
61 Bab 61: Rahasia Nikita dan Boris
62 Bab 62: Rahasia Besar
63 Bab 63: Kuatnya Ola Sama Seperti Mendiang Ibunya
64 Bab 64: Keberanian Ola
65 Bab 65: Antara Ancaman dan Solusi untuk Ola
66 Bab 66: Konferensi Pers yang Menggemparkan
67 Bab 67: Kematian Nikita
68 Bab 68: Mimpi Michelle
69 Bab 69: Kembalinya Mikel
70 Bab 70: Penyelamat Mikel, Sofia
71 Bab 71: Pertemuan Lei dan Mikel
72 Bab 72: Di Balik Mikel dan Sofia
73 Bab 73: Menerima Timbal Balik Mikel
74 Bab 74: Permintaan Mikel
75 Bab 75: Sofia Pintar, Ola Cerdik
76 Bab 76: Rencana Sofia, Menaklukkan Axel
77 Bab 77: Malunya Sofia
78 Bab 78: Amukan Sofia
79 Bab 79: Terkuaknya Keahlian Lei dan Michelle
80 Bab 80: Aksi Lei dan Michelle
81 Bab 81: Aksi Pelarian Mikel.
82 Bab 82: Kehancuran Keluarga Kyle
83 Bab 83: Bebasnya Mikel
84 Bab 84: Penjelasan Ola
85 Bab 85: Peran Axel
86 Bab 86: Putusan Mikel
87 Bab 87: Koma Mikel
88 Bab 88: Penolakan Michelle
89 Bab 89: Michelle Butuh Axel
90 Bab 90: Berita Buruk
91 Bab 91: Kematian Mikel
92 Bab 92: Sofia Sembuh
93 Bab 93: Rencana Axel Kembalinya Sofia
94 Bab 94: Kebaikan Lei
95 Bab 95: Sofia Mengalah
96 Bab 96: Yoleee Menjadi Milea
97 Bab 97: Kemajuan Milea Corp
98 Bab 98: Kejutan Hadiah dari Anak-Anak
99 Bab 99: Liburan Axel dan Ola
100 Bab 100: Akhir yang Bahagia Ola
101 Promo karya terbaru
102 promo Karya terbaru
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 : Awal Sakit Hati
2
Bab 2: Konflik Mertua dan Kegilaan Mikel
3
Bab 3: Pertemuan dengan Nikita yang Menyakitkan
4
Bab 4: Hancurnya Yolanda dalam Kesendirian
5
Bab 5: Kebahagiaan Mikel dan Nikita, Namun Menyakiti Ola
6
Bab 6: Semakin Terpuruknya Ola
7
Bab 7: Axel yang Lebih Dulu Mengetahui
8
Bab 8: Kebahagiaan Mikel dan Nikita yang Menghancurkan
9
Bab 9: Semangat Baru Bersama Axel
10
Bab 10: Menyusun Hidup Baru Setelah Melahirkan
11
Bab 11: Pertengkaran yang Mulai Meretakkan Hubungan
12
Bab 12: Penguat Hidup Ola Selain Axel, Lei Cullen Fox
13
Bab 13: Pencarian Mikel Namun Kemarahan Nikita
14
Bab 14: Pembalasan Ola Dimulai
15
Bab 15: Kepergian Nikita
16
Bab 16: Damai dan Rencana yang Tersusun
17
Bab 17: Penyelidikan Lebih Dalam dan Kebenaran yang Tersingkap
18
Bab 18: Tertangkapnya Nikita
19
Bab 19: Kebocoran Rahasia
20
Bab 20: Kebenaran Michelle
21
Bab 21: Penyesalan Mikel yang Terlambat
22
Bab 22: Surat Cerai
23
Bab 23: Ola Jamu (Janda Muda)
24
Bab 24: Rencana masa depan Ola
25
Bab 25: Pembukaan Galeri Yoleee
26
Bab 26: Naik ke Puncak Prestasi Ola
27
Bab 27: Axel Memulai Mendekati Ola, Menunjukkan Sisi Romantisnya
28
Bab 28: Kehancuran Mikel dan Penemuan Nikita
29
Bab 29: Kesepakatan Nikita dan Mikel
30
Bab 30: Pasrah Syakila
31
Bab 31: Keegoisan Nikita
32
Bab 32: Pencarian Michelle
33
Bab 33: Pembalasan Kedua Ola
34
Bab 34: Michelle Anak Asuh Ola dan Axel
35
Bab 35: Sesal Syakila
36
Bab 36: Senyum Cantik Michelle
37
Bab 37: Pernikahan
38
Bab 38: Pesta Pernikahan
39
Bab 39: Pembalasan Ola Ketiga
40
Bab 40: Semakin Terpuruk Nikita dan Syakila
41
Bab 41: Kehancuran Keluarga Smit
42
Bab 42: Nikita, Terjerumus Prostitusi
43
Bab 43 – Galeri Yoleee di Puncak Kejayaan
44
Bab 44 – Ola Berhadapan dengan Mikel
45
Bab 45 – Permintaan Axel
46
Bab 46 – Kemarahan Axel
47
Bab 47 – Nikita Menyesal
48
Bab 48 – Kedekatan Ola dan Michelle
49
Bab 49 – Siksaan Syakila
50
Bab 50: Syakila Stres
51
Bab 51: Lagi-lagi Ola
52
Bab 52: Di Ambang Pilihan
53
Bab 53: Perdebatan
54
Bab 54: Awal Baru di Kebun Teh
55
Bab 55: Di Ambang Kehancuran
56
Bab 56: Hari Terakhir Smit Corp
57
Bab 57: Kabar Bahagia yang Menggetarkan
58
Bab 58: Kebahagiaan Ola
59
Bab 59: Pencarian Nikita
60
Bab 60: Ancaman Boris
61
Bab 61: Rahasia Nikita dan Boris
62
Bab 62: Rahasia Besar
63
Bab 63: Kuatnya Ola Sama Seperti Mendiang Ibunya
64
Bab 64: Keberanian Ola
65
Bab 65: Antara Ancaman dan Solusi untuk Ola
66
Bab 66: Konferensi Pers yang Menggemparkan
67
Bab 67: Kematian Nikita
68
Bab 68: Mimpi Michelle
69
Bab 69: Kembalinya Mikel
70
Bab 70: Penyelamat Mikel, Sofia
71
Bab 71: Pertemuan Lei dan Mikel
72
Bab 72: Di Balik Mikel dan Sofia
73
Bab 73: Menerima Timbal Balik Mikel
74
Bab 74: Permintaan Mikel
75
Bab 75: Sofia Pintar, Ola Cerdik
76
Bab 76: Rencana Sofia, Menaklukkan Axel
77
Bab 77: Malunya Sofia
78
Bab 78: Amukan Sofia
79
Bab 79: Terkuaknya Keahlian Lei dan Michelle
80
Bab 80: Aksi Lei dan Michelle
81
Bab 81: Aksi Pelarian Mikel.
82
Bab 82: Kehancuran Keluarga Kyle
83
Bab 83: Bebasnya Mikel
84
Bab 84: Penjelasan Ola
85
Bab 85: Peran Axel
86
Bab 86: Putusan Mikel
87
Bab 87: Koma Mikel
88
Bab 88: Penolakan Michelle
89
Bab 89: Michelle Butuh Axel
90
Bab 90: Berita Buruk
91
Bab 91: Kematian Mikel
92
Bab 92: Sofia Sembuh
93
Bab 93: Rencana Axel Kembalinya Sofia
94
Bab 94: Kebaikan Lei
95
Bab 95: Sofia Mengalah
96
Bab 96: Yoleee Menjadi Milea
97
Bab 97: Kemajuan Milea Corp
98
Bab 98: Kejutan Hadiah dari Anak-Anak
99
Bab 99: Liburan Axel dan Ola
100
Bab 100: Akhir yang Bahagia Ola
101
Promo karya terbaru
102
promo Karya terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!