Bab 4: Hancurnya Yolanda dalam Kesendirian

Hari hari setelah pertemuan dengan Nikita terasa semakin berat bagi Ola. Meskipun dia berusaha keras untuk tetap menyembunyikan dengan baik di tempat kerjanya, beban emosional yang dia bawa tidak bisa dihindari. Setiap kali dia melangkah ke kantor Cloe Corp, dia merasa seolah ada beban berat yang menggantung di atas bahunya. Kantor yang biasanya menjadi tempat pelarian dari kenyataan pahit di rumahnya kini terasa seperti arena pertunjukan di mana semua perasaannya diperlihatkan secara terbuka.

"Ola! Kamu kenapa aku lihat akhir akhir ini sering termenung dan sering kali aku melihatmu melamun?" tanya Helda.

Helda, sahabat baik Ola di kantor, adalah satu satunya orang yang dekat dan paham akan Ola. Helda selalu berada di sana untuknya, mendengarkan keluh kesahnya, dan menawarkan dukungan moral yang sangat dibutuhkan Ola namun kali ini Ola masih menyembunyikannya.

"Tidak, Helda! Aku baik baik saja!" bohong Ola. Dia tidak mau ada yang tahu jika di telah di MADU!

Aku tidak ingin ada yang tahu jika rumah tanggaku hancur dam berantakan. Aku tidak ingin di kasihani oleh siapapun. Batin Ola.

"Aku tahu kamu berbohong, Ola! Tapi aku tidak memaksamu bercerita. Satu hal yang pasti aku akan membantumu semampuku," ucap Helda secara terang.

"Maafkan aku Helda!" ucap Ola yang merasa ini jauh lebih baik dan Ola berusaha tersenyum walau itu hanya tipuan belaka.

"Baiklah, jika itu kamu inginkan," Helda mengangguk, tampak tidak puas dengan jawaban tersebut.

“Terima kasih, Helda. Aku benar-benar menghargai dukunganmu.” ucap Ola kembali.

Di tengah kesibukan kantor, Ola berusaha untuk tetap fokus pada pekerjaannya sebagai sekretaris Axel Cloe. Axel, yang selalu terlihat profesional dan karismatik, menjadi sosok yang sangat dihargai Ola, meskipun dia sering merasa ada jarak emosional antara mereka. Axel juga memperhatikan perubahan dalam diri Ola, terutama setelah acara keluarga yang menegangkan. Namun, dia tidak ingin menambah beban Ola dengan pertanyaan atau perhatian berlebih karena Axel berada di rumah mertuanya saat itu. Tapi tidak di ketahui oleh Ola, jadi Axel memilih mengawasinya saat ini.

"Roy! Pantau terus Ola dimanapun dia berada, aku takut dia akan hancur dan mengambil jalan pintas!" Perintah Axel.

"Siap Tuan! Ada lagi?" tanya Roy.

"Lakukan saja secara diam diam seperti sebelumnya!" perintah Axel kembali.

Aneh Tuan ini, cinta kok sama istri orang. Hanya cinta dalam diam! Entah kapan akan bersambut! Batin Roy.

Roy, asisten Axel yang selalu efisien dan penuh perhatian, juga menyadari bahwa Ola tampak tidak seperti biasanya. Roy sering menjadi perantara dalam komunikasi antara Ola dan Axel, dan dia tahu betapa pentingnya menjaga suasana kerja yang positif. Bahkan Roy sangat pandai membangun suasana yang membuat Ola tidak tampak di awasi oleh Axel.

*

Di sisi lain, Ola merasa semakin tertekan. Setiap malam setelah pulang dari kantor, dia sering terjaga sampai larut malam, terjebak dalam pikirannya sendiri. Kesendirian dan rasa sakit hati membuatnya sulit untuk tidur, dan setiap hari terasa semakin panjang. Dia sering duduk di kamar tidurnya, merenung tentang bagaimana hidupnya berubah begitu drastis dalam waktu singkat.

Bahkan mata pandanya sering terlihat dan selalu saja di tutupi dengan cream mata, agar menyamarkannya.

"Bagaimana nasibku bisa begini?"

"Apa salahku jika aku belum bisa hamil? Sementara rumah tanggaku tidak ada mempermasalahkan ini di awal?"

"Aaaaakkkkhhhhh"

Ola yang selalu menangis dan merenung, ada baiknya dia tidak minum minuman keras atau bahkan sekedar merokok. Setiap malam hanya menangis di dalam kamarnya.

Hingga dua bulan berlalu sejak dirinya mempunyai madu.

"Apa aku harus seperti ini terus?"

"Aku hanya berusaha kuat di depan semua orang bahkan aku tutupi dari Helda juga. Tapi apakah ini sudah benar?"

"Aku harus bagaimana?"

Bertanya sendiri pada dirinya sendiri di depan cermin yang saat ini di waktu weekendnya.

Selama ini Ola memang sengaja memblokir nomor dan segala hal tentang suaminya itu. Mikel yang telah membuat hidupnya bersama dengannya seolah terus merasakan ke indahan, kebahagiaan namun kini semuanya hilang. Saat surat Nikita berada di rumahnya dan di tegaskan saat di rumah mertuanya.

Sejak saat itu Ola tidak mau lagi tahu tentang suaminya dan madunya. Entah di medsos keduanya atau di PP pesan onlinenya. Segala hal yang akan selalu menyakitkan dirinya, Ola saja masih tidak bisa bangkit sampai saat ini.

Air matanya sudah tidak bisa keluar lagi dari matanya, seolah mengering disana betapa seringnya dia menangis. Kini lebih banyak merenung dan berdiam diri saja.

***

Hingga suatu hari di kantornya Ola bersama dengan Axel yang telah selesai meeting dengan beberapa rekan bisnisnya. Terkait kerja sama dan juga mega proyek yang melibatkan beberapa pebisnis lainnya.

"Ola, ini sudah malam. Apakah kamu ingin pulang atau di hotel lebih dulu denganku, tenang saja beda kamar," ucap Axel yang sedikit bercanda.

"Ini sudah larut Ola," timpal Roy.

Ola langsung melihat jam di tangannya sudah menunjuk jam 10 malam, perjalanannya memakan waktu dua jam. Karena mereka berada di luar kota.

"Baiklah aku di hotel saja," ucao Ola setelah mempertimbangkan jarak tempuh dan lain halnya.

"Lusa juga kita harus berada disini kembali. Jadi sebaiknya kita tinggal sementara disini. Kabari suamimu atau orang rumahmu," pinta Axel.

"Aku akan memberitahukannya," jawab Ola bohong.

"Roy atur kamar untuk kita!" perintah Axel yang dalam hatinya sangat senang bisa lebih dekat dengan cinta terpendamnya.

Bolehkan aku serahkan saja kali ini, Tuhan. Aku ingin dia bahagia kembali, jika memang bukan denganmu tapi setidaknya senyuman indahnya tulus dia berikan. Bukan seperti yang sekarang ini, kepalsuan.

Aku ingin memeluknya dan menjadi sandarannya. Tapi siapakah aku? Cinta ini hanya aku sendiri, sampai kapan doaku terkabul jika dia akan mencintaiku dan aku miliki. Batin Axel.

Setelah itu Roy segera kembali dan memberikan masing masing kunci pada Axel dan Ola.

***

Dua hari ini Ola lalui dengan suasana yang berbeda walau hatinya masih sakit dan penuh dusta senyuman yang di perlihatkan.

Hingga malam setelah selesai makan malam dan keduanya akan masuk ke dalam masing masing kamarnya.

"Ola, bisakan aku bicara denganmu berdua saja?" tanya Axel yang memang sudah bukan jam kerja.

"Ya ada apa Axel?" tanya Ola heran.

"Kemarilah!" ajak Axel yang membuka pintu kamarnya.

"Jangan di kamarmu, bisa!" tawar Ola yang masih menjaga pernikahannya.

Akhirnya Axel memilih duduk di balkon hotel yang berada di luar kamar. Salah satu fasilitas disana.

"Ada apa Axel? Apa ini tentang pekerjaanku? Sebaiknya di bicarakan besok saja, aku sudah lelah." jujur Ola yang lelah badannya dan hatinya yang masih sangat kacau.

"Bukan, tapi tentangmu!" ucap Axel.

"Lihatlah ini, aku tidak sengaja melihat dan memfotonya!" lanjut Axel yang memberikan Hpnya.

Deg!

...****************...

Terima kasih telah mendukung karya mommy lagi ya.

Like dan komentarnya di tunggu ya.

Terpopuler

Comments

Jeni Safitri

Jeni Safitri

Jangan terllu sok kuat ola kamu juga butuh sandaran

2024-11-29

1

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

Axel ayoo jaga n hibur yolanda

2025-03-05

0

Suitibakindong 65

Suitibakindong 65

gugat cerai kepada suami yg tidak adil.

2024-10-23

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Awal Sakit Hati
2 Bab 2: Konflik Mertua dan Kegilaan Mikel
3 Bab 3: Pertemuan dengan Nikita yang Menyakitkan
4 Bab 4: Hancurnya Yolanda dalam Kesendirian
5 Bab 5: Kebahagiaan Mikel dan Nikita, Namun Menyakiti Ola
6 Bab 6: Semakin Terpuruknya Ola
7 Bab 7: Axel yang Lebih Dulu Mengetahui
8 Bab 8: Kebahagiaan Mikel dan Nikita yang Menghancurkan
9 Bab 9: Semangat Baru Bersama Axel
10 Bab 10: Menyusun Hidup Baru Setelah Melahirkan
11 Bab 11: Pertengkaran yang Mulai Meretakkan Hubungan
12 Bab 12: Penguat Hidup Ola Selain Axel, Lei Cullen Fox
13 Bab 13: Pencarian Mikel Namun Kemarahan Nikita
14 Bab 14: Pembalasan Ola Dimulai
15 Bab 15: Kepergian Nikita
16 Bab 16: Damai dan Rencana yang Tersusun
17 Bab 17: Penyelidikan Lebih Dalam dan Kebenaran yang Tersingkap
18 Bab 18: Tertangkapnya Nikita
19 Bab 19: Kebocoran Rahasia
20 Bab 20: Kebenaran Michelle
21 Bab 21: Penyesalan Mikel yang Terlambat
22 Bab 22: Surat Cerai
23 Bab 23: Ola Jamu (Janda Muda)
24 Bab 24: Rencana masa depan Ola
25 Bab 25: Pembukaan Galeri Yoleee
26 Bab 26: Naik ke Puncak Prestasi Ola
27 Bab 27: Axel Memulai Mendekati Ola, Menunjukkan Sisi Romantisnya
28 Bab 28: Kehancuran Mikel dan Penemuan Nikita
29 Bab 29: Kesepakatan Nikita dan Mikel
30 Bab 30: Pasrah Syakila
31 Bab 31: Keegoisan Nikita
32 Bab 32: Pencarian Michelle
33 Bab 33: Pembalasan Kedua Ola
34 Bab 34: Michelle Anak Asuh Ola dan Axel
35 Bab 35: Sesal Syakila
36 Bab 36: Senyum Cantik Michelle
37 Bab 37: Pernikahan
38 Bab 38: Pesta Pernikahan
39 Bab 39: Pembalasan Ola Ketiga
40 Bab 40: Semakin Terpuruk Nikita dan Syakila
41 Bab 41: Kehancuran Keluarga Smit
42 Bab 42: Nikita, Terjerumus Prostitusi
43 Bab 43 – Galeri Yoleee di Puncak Kejayaan
44 Bab 44 – Ola Berhadapan dengan Mikel
45 Bab 45 – Permintaan Axel
46 Bab 46 – Kemarahan Axel
47 Bab 47 – Nikita Menyesal
48 Bab 48 – Kedekatan Ola dan Michelle
49 Bab 49 – Siksaan Syakila
50 Bab 50: Syakila Stres
51 Bab 51: Lagi-lagi Ola
52 Bab 52: Di Ambang Pilihan
53 Bab 53: Perdebatan
54 Bab 54: Awal Baru di Kebun Teh
55 Bab 55: Di Ambang Kehancuran
56 Bab 56: Hari Terakhir Smit Corp
57 Bab 57: Kabar Bahagia yang Menggetarkan
58 Bab 58: Kebahagiaan Ola
59 Bab 59: Pencarian Nikita
60 Bab 60: Ancaman Boris
61 Bab 61: Rahasia Nikita dan Boris
62 Bab 62: Rahasia Besar
63 Bab 63: Kuatnya Ola Sama Seperti Mendiang Ibunya
64 Bab 64: Keberanian Ola
65 Bab 65: Antara Ancaman dan Solusi untuk Ola
66 Bab 66: Konferensi Pers yang Menggemparkan
67 Bab 67: Kematian Nikita
68 Bab 68: Mimpi Michelle
69 Bab 69: Kembalinya Mikel
70 Bab 70: Penyelamat Mikel, Sofia
71 Bab 71: Pertemuan Lei dan Mikel
72 Bab 72: Di Balik Mikel dan Sofia
73 Bab 73: Menerima Timbal Balik Mikel
74 Bab 74: Permintaan Mikel
75 Bab 75: Sofia Pintar, Ola Cerdik
76 Bab 76: Rencana Sofia, Menaklukkan Axel
77 Bab 77: Malunya Sofia
78 Bab 78: Amukan Sofia
79 Bab 79: Terkuaknya Keahlian Lei dan Michelle
80 Bab 80: Aksi Lei dan Michelle
81 Bab 81: Aksi Pelarian Mikel.
82 Bab 82: Kehancuran Keluarga Kyle
83 Bab 83: Bebasnya Mikel
84 Bab 84: Penjelasan Ola
85 Bab 85: Peran Axel
86 Bab 86: Putusan Mikel
87 Bab 87: Koma Mikel
88 Bab 88: Penolakan Michelle
89 Bab 89: Michelle Butuh Axel
90 Bab 90: Berita Buruk
91 Bab 91: Kematian Mikel
92 Bab 92: Sofia Sembuh
93 Bab 93: Rencana Axel Kembalinya Sofia
94 Bab 94: Kebaikan Lei
95 Bab 95: Sofia Mengalah
96 Bab 96: Yoleee Menjadi Milea
97 Bab 97: Kemajuan Milea Corp
98 Bab 98: Kejutan Hadiah dari Anak-Anak
99 Bab 99: Liburan Axel dan Ola
100 Bab 100: Akhir yang Bahagia Ola
101 Promo karya terbaru
102 promo Karya terbaru
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 : Awal Sakit Hati
2
Bab 2: Konflik Mertua dan Kegilaan Mikel
3
Bab 3: Pertemuan dengan Nikita yang Menyakitkan
4
Bab 4: Hancurnya Yolanda dalam Kesendirian
5
Bab 5: Kebahagiaan Mikel dan Nikita, Namun Menyakiti Ola
6
Bab 6: Semakin Terpuruknya Ola
7
Bab 7: Axel yang Lebih Dulu Mengetahui
8
Bab 8: Kebahagiaan Mikel dan Nikita yang Menghancurkan
9
Bab 9: Semangat Baru Bersama Axel
10
Bab 10: Menyusun Hidup Baru Setelah Melahirkan
11
Bab 11: Pertengkaran yang Mulai Meretakkan Hubungan
12
Bab 12: Penguat Hidup Ola Selain Axel, Lei Cullen Fox
13
Bab 13: Pencarian Mikel Namun Kemarahan Nikita
14
Bab 14: Pembalasan Ola Dimulai
15
Bab 15: Kepergian Nikita
16
Bab 16: Damai dan Rencana yang Tersusun
17
Bab 17: Penyelidikan Lebih Dalam dan Kebenaran yang Tersingkap
18
Bab 18: Tertangkapnya Nikita
19
Bab 19: Kebocoran Rahasia
20
Bab 20: Kebenaran Michelle
21
Bab 21: Penyesalan Mikel yang Terlambat
22
Bab 22: Surat Cerai
23
Bab 23: Ola Jamu (Janda Muda)
24
Bab 24: Rencana masa depan Ola
25
Bab 25: Pembukaan Galeri Yoleee
26
Bab 26: Naik ke Puncak Prestasi Ola
27
Bab 27: Axel Memulai Mendekati Ola, Menunjukkan Sisi Romantisnya
28
Bab 28: Kehancuran Mikel dan Penemuan Nikita
29
Bab 29: Kesepakatan Nikita dan Mikel
30
Bab 30: Pasrah Syakila
31
Bab 31: Keegoisan Nikita
32
Bab 32: Pencarian Michelle
33
Bab 33: Pembalasan Kedua Ola
34
Bab 34: Michelle Anak Asuh Ola dan Axel
35
Bab 35: Sesal Syakila
36
Bab 36: Senyum Cantik Michelle
37
Bab 37: Pernikahan
38
Bab 38: Pesta Pernikahan
39
Bab 39: Pembalasan Ola Ketiga
40
Bab 40: Semakin Terpuruk Nikita dan Syakila
41
Bab 41: Kehancuran Keluarga Smit
42
Bab 42: Nikita, Terjerumus Prostitusi
43
Bab 43 – Galeri Yoleee di Puncak Kejayaan
44
Bab 44 – Ola Berhadapan dengan Mikel
45
Bab 45 – Permintaan Axel
46
Bab 46 – Kemarahan Axel
47
Bab 47 – Nikita Menyesal
48
Bab 48 – Kedekatan Ola dan Michelle
49
Bab 49 – Siksaan Syakila
50
Bab 50: Syakila Stres
51
Bab 51: Lagi-lagi Ola
52
Bab 52: Di Ambang Pilihan
53
Bab 53: Perdebatan
54
Bab 54: Awal Baru di Kebun Teh
55
Bab 55: Di Ambang Kehancuran
56
Bab 56: Hari Terakhir Smit Corp
57
Bab 57: Kabar Bahagia yang Menggetarkan
58
Bab 58: Kebahagiaan Ola
59
Bab 59: Pencarian Nikita
60
Bab 60: Ancaman Boris
61
Bab 61: Rahasia Nikita dan Boris
62
Bab 62: Rahasia Besar
63
Bab 63: Kuatnya Ola Sama Seperti Mendiang Ibunya
64
Bab 64: Keberanian Ola
65
Bab 65: Antara Ancaman dan Solusi untuk Ola
66
Bab 66: Konferensi Pers yang Menggemparkan
67
Bab 67: Kematian Nikita
68
Bab 68: Mimpi Michelle
69
Bab 69: Kembalinya Mikel
70
Bab 70: Penyelamat Mikel, Sofia
71
Bab 71: Pertemuan Lei dan Mikel
72
Bab 72: Di Balik Mikel dan Sofia
73
Bab 73: Menerima Timbal Balik Mikel
74
Bab 74: Permintaan Mikel
75
Bab 75: Sofia Pintar, Ola Cerdik
76
Bab 76: Rencana Sofia, Menaklukkan Axel
77
Bab 77: Malunya Sofia
78
Bab 78: Amukan Sofia
79
Bab 79: Terkuaknya Keahlian Lei dan Michelle
80
Bab 80: Aksi Lei dan Michelle
81
Bab 81: Aksi Pelarian Mikel.
82
Bab 82: Kehancuran Keluarga Kyle
83
Bab 83: Bebasnya Mikel
84
Bab 84: Penjelasan Ola
85
Bab 85: Peran Axel
86
Bab 86: Putusan Mikel
87
Bab 87: Koma Mikel
88
Bab 88: Penolakan Michelle
89
Bab 89: Michelle Butuh Axel
90
Bab 90: Berita Buruk
91
Bab 91: Kematian Mikel
92
Bab 92: Sofia Sembuh
93
Bab 93: Rencana Axel Kembalinya Sofia
94
Bab 94: Kebaikan Lei
95
Bab 95: Sofia Mengalah
96
Bab 96: Yoleee Menjadi Milea
97
Bab 97: Kemajuan Milea Corp
98
Bab 98: Kejutan Hadiah dari Anak-Anak
99
Bab 99: Liburan Axel dan Ola
100
Bab 100: Akhir yang Bahagia Ola
101
Promo karya terbaru
102
promo Karya terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!