BAB 19 - Seperti Akan Gila

"Ya Tuhan ... meski aku memang menerima, tapi boleh tidak untuk sekarang aku berharap bahwa dugaanku ini salah? Aku tidak siap, apalagi jika harus menjadi istrinya."

Setelah perdebatan panjang tadi malam, Haura semakin takut untuk menghadapi yang namanya kehamilan. Padahal sebelum berjumpa Ervano dia sudah menerima, tidak apa andai harus menghidupi anak tanpa sosok ayah.

Namun, begitu Ervano datang untuk bertanggung jawab, Haura justru berharap dugaannya salah. Sepanjang perjalanan dengan Ervano di sampingnya Haura terus berdoa dan berharap hasil pemeriksaan tidak sesuai dengan dugaan mereka.

Sementara itu, Ervano yang berada di samping Haura terlihat begitu tenang. Seolah tidak ada masalah, padahal kalau dipikir secara logika, pria mana yang bisa setenang itu setelah menghamili wanita lain sementara statusnya memiliki istri.

Sesekali dia menatap ke arah Haura yang terus melihat ke luar sembari bersedekap dada. Ervano tidak akan bertanya, sudah jelas Haura bersikap demikian karena tidak begitu suka dengan apa yang kini tengah dijalani.

Beberapa menit menempuh perjalanan, Ervano tiba di sebuah rumah sakit terdekat yang sudah menjadi pilihannya. Hingga tiba Haura masih terus melamun, sama sekali tidak sadar jika sudah sampai.

Tanpa banyak bicara, Ervano turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Haura. Saat itulah, Haura terperanjat kaget sampai mengelus dada.

"Bikin kaget, bilang kalau sudah sampai apa salahnya?" protes Haura dengan wajah cemberut dan mata mendelik tak suka khas dirinya.

Ervano yang berada di depannya hanya menatap datar menghadapi protes Haura. "Sudah sampai," lanjutnya.

"Telat, dari tadi harusnya."

"Masih saja salah," gumam Ervano menggeleng pelan.

Haura tidak lagi merespon walau sebenarnya mendengar. Lagi pula memang salah Ervano, tepatnya terlambat.

Keduanya berjalan berdampingan, dengan Haura yang terus bersedekap dada lantaran tidak ingin sampai digandeng pria di sampingnya.

Mengingat, beberapa pasangan yang mungkin sayang untuk alasan sama ke rumah sakit ini rata-rata bergandengan tangan semua.

Ervano dan Haura tak ubahnya seperti pasangan yang tengah perang dingin, sama sekali tidak ada romantis-romantisnya. Sewaktu duduk di kursi tunggu saja saling berjauhan, tepatnya Haura yang menjauh.

Ervano tidak bisa memaksa Haura untuk mendekat, satu-satunya yang bisa dia lakukan sekarang hanya memantau. Ya, memantau calon istrinya.

Mengingat hal itu Ervano seketika tersenyum tipis. Siapa sangka, ketika dia tengah fokus menatap Haura lekat-lekat justru tertangkap basah hingga dibalas dengan tatapan permusuhan dari jarak beberapa meter di sana.

"Kenapa?" tanya Haura dengan nada dingin, sama sekali tidak bersahabat.

Ervano menggeleng sembari memalingkan muka, tak lupa raut wajahnya juga kini sudah datar seperti biasa. "Tidak."

Kembali Haura hanya mencebikkan bibir. Sungguh dia ingin semua ini segera berakhir. Beruntungnya, kini tiba giliran Haura untuk diperiksa.

Bergegas dia berdiri, diikuti dengan Ervano yang juga tampak tidak sabar hingga Haura mendorong dadanya sewaktu hendak masuk ke ruangan pemeriksaan.

"Mau apa?"

"Ikut masuk, apalagi memangnya?"

"Iya maksudnya mau apa ikut masuk? Tunggu di luar," tegas Haura yang hanya Ervano anggap angin lalu.

"Kenapa begitu? Bukankah semua wanita di sini didampingi suaminya?"

"Memangnya Bapak suami saya?" tanya Haura mengerjap pelan dengan maksud membuat Ervano sadar diri.

Dengan wajah santainya, Ervano mengangguk pelan. "Calon suamimu tepatnya," pungkas pria itu kemudian masuk lebih dulu.

Yang mau periksa siapa yang sibuk sendiri siapa. Ervano sama sekali tidak melepaskannya, bahkan untuk sekadar periksa kandungan.

Padahal hanya pria asing yang tak Haura ingini hadir dalam hidup, tapi di ruangan ini Ervano benar-benar bertindak seperti suami yang mendambakan buah hati.

Matanya terus menatap ke arah Haura yang sedang diperiksa hingga wanita itu mulai berpikir macam-macam. Mungkin karena Ervano sudah menikah, bisa jadi sudah pengalaman sewaktu memeriksakan istrinya, begitu pikir Haura tak ambil pusing karena malas jika harus berdebat di depan dokter.

"Sudah, Dok?"

"Sudah, silakan duduk."

Sebentar lagi dia akan mendengar pernyataan dokter. Tangan Haura panas dingin, sampai gemetar dan pucat juga.

Dia tidak memiliki keberanian untuk menatap lawan bicaranya. Hingga, mimpi buruk itu benar-benar terjadi tatkala wanita berjas putih itu mengatakan.

"Selamat, usia kandungannya memasuki empat minggu."

"Apa?!"

Tak ubahnya bak tersambar petir di siang bolong, Haura terkejut setengah mati. Tubuhnya yang tadi hanya sekadar dingin dan gemetar mendadak tak bertenaga.

Luruh, hancur sudah dan Haura seperti tidak punya daya. Penjelasan dari dokter tersebut tidak lagi Haura dengar, tanpa menunggu dipersilakan Haura keluar lebih dulu meninggalkan Ervano di belakang.

.

.

Tanpa peduli pada Ervano yang masih tertinggal, Haura terus melangkah dengan pikiran berisiknya. Kenyataan bahwa dirinya hamil masih bisa Haura terima, tapi untuk menjadi istri kedua Ervano rasanya seperti akan gila.

Dihadapkan dengan situasi semacam ini, Haura seketika membenci Abimanyu yang dia yakini sebagai penyebab utama kenapa Ervano bisa datang dan menemuinya.

Semuanya menjadi lebih rumit sekarang, Haura kebingungan hendak melangkah karena sudah terperangkap dalam kekuasaan Ervano yang membuatnya tidak semudah itu untuk pergi.

"Tidak mudah, bukan berarti tidak mungkin, 'kan?" Haura berhenti sejenak, dia berusaha untuk berpikir keras dan juga jernih agar tidak salah langkah.

Kembali menyusun rencana selanjutnya karena dia memang tidak bersedia jika harus menjadi yang kedua. Cukup mamanya saja, Haura tidak ingin mengulang sejarah dimana sang mama dinikahi tatkala sang papa masih berstatus sebagai suami sah istri pertama.

"Haura!!" panggil Ervano yang memecah konsentrasinya.

"Iya?" Haura menoleh, berusaha untuk bersikap tenang karena dirinya akan merancang rencana baru, kabur lebih jauh.

Sudah tentu dia tidak boleh sampai membuat Ervano curiga, apalagi menyadari rencananya.

"Ini mobilnya, bukan itu."

"Oh, sorry ... mirip soalnya," jawab Haura dengan wajah memerah lantaran malu sekali.

Walau demikian, tentu saja dia harus tetap elegan tatkala menghampiri Ervano. Pria itu tetap bersikap layaknya pasangan, Haura bahkan tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk membuka atau menutup pintu mobilnya.

Dalam perjalanan pulang kali ini, Haura tidak ingin terlihat gusar demi misinya bisa tercapai. Dibanding harus memikirkan pedihnya kehidupan pernikahan dengan pria gila di sampingnya ini, Haura kini fokus tentang rencananya untuk pergi lebih jauh lagi.

"Hotel, nanti langsung packing ... pesan tiket, dan kita akan memulai hidup yang lebih baik!! Iya, begitu!!"

Matang sekali pertimbangan Haura kali ini. Tanpa sadar, bahwa jalan yang ditempuh Ervano tidak sedang menuju hotel, tapi ke tempat lain.

Cukup lama dia terlena, terlalu asyik dan merasa hidupnya aman-aman saja. Sampai, ketika mobil berhenti di sebuah villa cukup mewah tersebut Haura celingukan ke kanan kiri.

"Kita kenapa ke sini? Ada yang mau ditemui?"

"Tidak," jawab Ervano kemudian kembali turun lebih dulu dan melakukan hal sama seperti yang dia lakukan sebelumnya.

Haura masih berusaha berpikir positif, barangkali pria itu ingin pamer harta kekayaan atau sekadar memeriksa villa tersebut.

Namun, setelah turun dua orang wanita bersama empat pria dengan pakaian senada mendekat dan menunduk hormat kepada mereka.

"Selamat datang, Tuan."

"Hem, kamar sudah kalian persiapkan?"

"Sudah, Tuan."

Setelah memastikan hal tersebut, Ervano beralih menatap Haura yang kini masih terlihat bingung.

"Masuklah, kita akan istirahat di sini sementara papa dan keluargamu datang."

"Hah?! Apa maksudmu?"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Ani Suwarni

Ani Suwarni

what?????
apa yg terjadi di belakang Haura??? Apakah ini Abimanyu diam" menyusun rencana menyatukan ervano dan Haura? karena Haura hamil?kok tiba" akan ada pertemuan 2 keluarga.
jangan" nih....sekalian bawa pak penghulu nih.Dan impian Haura untuk nikah di pulau Bali terwujud.
Abim memang is the best.

sejarah tertulis kembali....lagi dan lagi keluarga Megantara suka nikah dadakan dan jodohnya pun tak terduga.pacarannya sama siapa ..... nikahnya sama siapa.

😍😍😍/Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-09-19

22

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

waahhhhh apa masa lalu mamanya terung Kembali,

keluarga crta nya dinodai dan menodai ini

waah nikah ini🤣🤣🤣🤣🤣 gagal kmu kabur ra

2024-11-19

0

Kamiem sag

Kamiem sag

kalo memang gak mau bisa kok kabur
tetanggaku aja cuma kabur ke Surabaya gak ketemu
krn dari Surabaya lanjut Cina

2024-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Awal
2 BAB 02 - Tolong Aku
3 BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4 BAB 04 - Akan Kuhabisi
5 BAB 05 - Dengan Caraku
6 BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7 BAB 07 - Aku Lawanmu
8 BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9 BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10 BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11 BAB 11 - Back To Single Era!!
12 BAB 12 - Bukan Suami
13 BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14 BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15 BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16 BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17 BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18 BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19 BAB 19 - Seperti Akan Gila
20 BAB 20 - Di Ujung Penantian
21 BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22 BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23 BAB 23 - Terlihat Romantis
24 BAB 24 - Kalah Strategi
25 BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26 BAB 26 - Mas Jawa
27 BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28 BAB 28 - Masih Dendam
29 BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30 BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31 BAB 31 - Rasa yang Sama
32 BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33 BAB 33 - Kuat LDR?
34 BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35 BAB 35 - Via Suara
36 BAB 36 - Kamu Bahagia?
37 BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38 BAB 38 - Egois
39 BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40 BAB 40 - Makan Apa?
41 BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42 BAB 42 - Cinta Sendirian
43 BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44 BAB 44 - Morning Kiss
45 BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46 BAB 46 - Kurang Belaian
47 BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48 BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49 BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50 BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51 BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52 BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53 BAB 53 - I Found You, Haura.
54 BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55 BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56 BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57 BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58 BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59 BAB 59 - Jin Qorin
60 BAB 60 - Mental Maling
61 BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62 BAB 62 - Bawaan Lahir
63 BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64 BAB 64 - Salah Prasangka
65 BAB 65 - Pulang?
66 BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67 BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68 BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69 BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70 BAB 70 - Sebatas Status
71 BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72 BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73 BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74 BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75 BAB 75 - Jalan Tengah
76 BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77 BAB 77 - Mesin Waktu
78 BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79 BAB 79 - Bukan Mahram
80 BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81 BAB 81 - My First Love
82 BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83 BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84 BAB 84 - Rujuk Saja
85 BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86 Salam Hangat - Desy Puspita
87 BAB 86 - Karena Cinta
88 BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89 BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90 BAB 89 - Ide Gila Haura
91 BAB 90 - Melebur Rindu
92 BAB 91 - Tunda Produksi
93 BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94 BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95 BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96 BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97 BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98 BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99 BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100 BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101 BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102 BAB 101 - Bertukar Pasangan
103 BAB 102 - Lupakan Saja.
104 BAB 103 - Tips Ala Ervano
105 BAB 104 - Takut Karma
106 BAB 105 - Penulis Skenarionya
107 BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108 BAB 107 - Bau Bawang
109 BAB 108 - Malu-Maluin
110 BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111 BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112 BAB 111 - Takut Kehilangan
113 BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114 BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115 BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116 BAB 115 - Tanda Sayang
117 BAB 116 - Amit-Amit!!
118 BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119 BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120 BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121 BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122 BAB 121 - Marah Sekeluarga
123 BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124 BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125 BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126 BAB 125 - Agak Trauma
127 BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128 BAB 127 - My First Love (END)
129 Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 129 Episodes

1
BAB 01 - Awal
2
BAB 02 - Tolong Aku
3
BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4
BAB 04 - Akan Kuhabisi
5
BAB 05 - Dengan Caraku
6
BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7
BAB 07 - Aku Lawanmu
8
BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9
BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10
BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11
BAB 11 - Back To Single Era!!
12
BAB 12 - Bukan Suami
13
BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14
BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15
BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16
BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17
BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18
BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19
BAB 19 - Seperti Akan Gila
20
BAB 20 - Di Ujung Penantian
21
BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22
BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23
BAB 23 - Terlihat Romantis
24
BAB 24 - Kalah Strategi
25
BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26
BAB 26 - Mas Jawa
27
BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28
BAB 28 - Masih Dendam
29
BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30
BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31
BAB 31 - Rasa yang Sama
32
BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33
BAB 33 - Kuat LDR?
34
BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35
BAB 35 - Via Suara
36
BAB 36 - Kamu Bahagia?
37
BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38
BAB 38 - Egois
39
BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40
BAB 40 - Makan Apa?
41
BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42
BAB 42 - Cinta Sendirian
43
BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44
BAB 44 - Morning Kiss
45
BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46
BAB 46 - Kurang Belaian
47
BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48
BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49
BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50
BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51
BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52
BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53
BAB 53 - I Found You, Haura.
54
BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55
BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56
BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57
BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58
BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59
BAB 59 - Jin Qorin
60
BAB 60 - Mental Maling
61
BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62
BAB 62 - Bawaan Lahir
63
BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64
BAB 64 - Salah Prasangka
65
BAB 65 - Pulang?
66
BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67
BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68
BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69
BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70
BAB 70 - Sebatas Status
71
BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72
BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73
BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74
BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75
BAB 75 - Jalan Tengah
76
BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77
BAB 77 - Mesin Waktu
78
BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79
BAB 79 - Bukan Mahram
80
BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81
BAB 81 - My First Love
82
BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83
BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84
BAB 84 - Rujuk Saja
85
BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86
Salam Hangat - Desy Puspita
87
BAB 86 - Karena Cinta
88
BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89
BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90
BAB 89 - Ide Gila Haura
91
BAB 90 - Melebur Rindu
92
BAB 91 - Tunda Produksi
93
BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94
BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95
BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96
BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97
BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98
BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99
BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100
BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101
BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102
BAB 101 - Bertukar Pasangan
103
BAB 102 - Lupakan Saja.
104
BAB 103 - Tips Ala Ervano
105
BAB 104 - Takut Karma
106
BAB 105 - Penulis Skenarionya
107
BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108
BAB 107 - Bau Bawang
109
BAB 108 - Malu-Maluin
110
BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111
BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112
BAB 111 - Takut Kehilangan
113
BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114
BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115
BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116
BAB 115 - Tanda Sayang
117
BAB 116 - Amit-Amit!!
118
BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119
BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120
BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121
BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122
BAB 121 - Marah Sekeluarga
123
BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124
BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125
BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126
BAB 125 - Agak Trauma
127
BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128
BAB 127 - My First Love (END)
129
Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!