BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa

Tanpa sedikit pun merasa curiga dan benar mengira bahwa Ervano tengah tersiksa akibat obat pencahar yang dia berikan, Haura terus fokus melaju dengan kecepatan tinggi.

Sebagai seseorang yang begitu menghargai pemberian orang lain, jelas saja Haura takut andai mobil pemberian kakaknya sampai kotor lantaran ulah sutradara menyebalkan itu.

Tak butuh waktu lama, Haura tiba di apartemen Ervano yang memang telah dia ketahui karena ini bukan kali pertama dia datang. Sebelumnya sudah pernah, tapi tidak sendiri melainkan bersama Andita sewaktu memberikan oleh-oleh pasca liburan ke Manado.

"Sudah sampai, silakan turun," ucap Haura sama sekali tidak memiliki keinginan untuk membantu lebih.

Namun, keadaan Ervano terlihat begitu memprihatinkan dan sejak tadi tidak berhenti menggigit bibir sembari memejamkan mata hingga Haura mulai mengira yang tidak-tidak.

"Pak, masih dengar_"

"Tolong bantu aku."

"Bantu apa? Ini sudah diantar sampai tujuan."

"Naik ke atas, sepertinya tenagaku habis," rintihnya tak berhenti menggigit bibir hingga Haura semakin kebingungan dibuatnya.

Dia yang memang khawatir andai orang lain tahu dan hal ini menjadi malapetaka lagi-lagi kembali membantu Ervano untuk naik ke atas.

Sebenarnya Haura bingung kenapa Ervano memilih apartemen. Padahal, menurut sepengetahuannya Ervano sudah menikah, bukankah akan lebih baik pulang ke rumah agar bisa dirawat istri?

Ingin sekali Haura tanyakan, tapi dia merasa bukan haknya hingga memilih untuk diam. Saat ini, mau tidak mau dia harus bersedia menuntun tubuh gagah Ervano agar cepat tiba.

Awalnya Haura merasa tidak ada yang aneh. Namun, tepat di depan pintu, Ervano mulai memperlihatkan sesuatu yang tak wajar. Napasnya mulai tak terkendali dan secara tak terduga pria itu seakan berusaha mencium lehernya.

"Heih, Bapak mau apa?"

"Heum?" Mata sayu Ervano perlahan terbuka.

Tatapan yang kali ini Ervano berikan terlihat sangat berbeda dan membuat Haura merinding seketika. Terlebih lagi, sewaktu pria itu melingkarkan tangan di pinggangnya.

Tatapan mematikan Ervano seolah membius Haura, tanpa sadar pintunya kini telah terbuka. Segera Haura berusaha menepis tangan Ervano dan bermaksud menjauh segera.

"Mau kemana?" tanya Ervano dengan suara berat dan Haura mulai berpikir lain tentang yang dialami pria itu.

Agaknya bukan sakit perut akibat obat pencahar, tapi sakit yang lain. Sungguh bodoh dia terlambat menyadari, kenapa tidak dari tadi.

Perlahan dia mundur dan menatap was-was ke arah Ervano. Namun, belum sempat melarikan diri Ervano sudah berhasil mencengkram pergelangan tangannya dan menarik Haura masuk ke dalam.

Secepat kilat, Ervano juga mengunci pintu tanpa peduli dengan teriakan Haura yang mencoba berontak.

Sayangnya, sesuatu dalam diri Ervano juga berontak dan menuntut pertanggungjawaban hingga sama sekali tidak memiliki belas kasihan.

Haura yang mulai ketakutan dan bisa membaca situasi segera meraih ponsel dan bermaksud menghubungi siapapun di sana.

"Kamu mau apa? Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi, Haura." Sembari merampas ponsel Haura dan melemparnya sembarang arah, Ervano mengungkapkan keinginannya dan berakhir mendapat hadiah dari Haura.

Plak

"Lepas!! Bapak yang mau apa? Hah?!" bentak Haura tak mau kalah pasca mendaratkan tamparan tepat di wajah tampan Ervano.

Alih-alih balik marah atau membalas tamparan Haura, Ervano justru mendekat dan menghimpit Haura tepat di tembok dengan tangan di atas kepala.

Haura kembali mencoba berontak dan meminta Ervano melepaskannya. Namun, untuk bersuara ternyata sesulit itu lantaran Ervano begitu lihai dalam membungkam mulutnya dengan ciuman.

Bukan ciuman pelan dan manis, tapi kasar dan memburu. Haura mulai menangis dengan tenaganya perlahan terkikis.

Lemas tak berdaya, semakin menggila Ervano semakin tubuh Haura seakan membeku hingga Ervano dengan begitu mudah membawanya ke kamar utama.

Bahkan, Haura seolah tidak punya kuasa untuk bangkit sewaktu Ervano mendorongnya ke atas tempat tidur.

Tidak ada kata yang lolos dari bibirnya selain "Jangan, jangan dekati aku!!" dan dia ucapkan berulang.

"Jangan, Pak ... saya mohon jangan lakukan apapun!!"

.

.

Ervano menatapnya lekat-lekat, seolah tak mengindahkan permohonan Haura, pria perlahan naik dan mengungkung tubuh Haura di bawahnya.

Sejenak Ervano terlihat tenang, dengan wajah masih merah dan mata yang menatap Haura penuh damba, dia kembali berucap dengan suara beratnya. "Kamu yang telah menyalakan api, maka kamu juga yang harus bertanggungjawab memadamkannya, Haura."

Gleg

Mata Haura kembali membulat sempurna dengan darah yang berdesir di sekujur tubuhnya. Isakan tangis kembali tak tertahankan dan Haura menyimpulkan bahwa ini adalah akhir dari hidupnya, terlebih lagi sewaktu Ervano meluncuti pakaiannya dengan begitu cepat.

Secepat itu tangannya bergerak sampai Haura sendiri tidak sadar ketika Ervano sudah siap menerobos pertahanannya.

Niat hati menyiksa, Haura justru berakhir disiksa di atas ranjang Ervano. Sedikit pun dia tidak mengira bahwa nasib sial akan menimpanya malam ini. Obat pencahar yang Andita berikan ternyata salah.

Agaknya Haura juga salah langkah. Menjerat Ervano dengan sesuatu yang dia kira sebagai obat pencahar ternyata salah besar. Salahnya Haura tidak mencari tahu dulu tentang obat itu.

Dan, salahnya lagi dia tidak mencari tahu lebih dulu siapa sesungguhnya pria ini. Ervano Lakeswara, pria beristri yang haus belaian dan tak ubahnya bak bujangan.

Dihadapkan dengan situasi semacam ini jelas dia menggila. Susah payah dia membendung has-rat untuk bercinta lantaran sang istri belum bersedia disentuh hingga satu tahun usia pernikahan mereka, kini dipertemukan dengan Haura yang secara sengaja menyalakan api dalam diri Ervano.

Sebagai pria normal tentu saja Ervano tergoda. Tanpa obat saja mungkin dia tidak kuasa menahan diri, apalagi jika sudah dipancing begini.

Tidak dalam keadaan mabuk, Ervano sadar seratus persen hingga dia bisa merasakan kenikmatan yang tiada tara tanpa bingung membedakan ini mimpi atau nyata.

Walau sebenarnya terasa seperti mimpi, kenikmatan seperti ini sudah begitu dia rindui. Juga, meski yang mende-sah hanya dia seorang diri sementara pasangannya bercinta hanya diam sembari meratap bahkan mungkin ingin mati, Ervano tidak peduli.

Ervano hanya ingin merasakannya lagi dan lagi, tubuh Haura seperti candu yang selama ini dia cari. Erangan dan desa-han tak berbalasnya memang heboh sendiri, dan Ervano terus terbuai dalam kenikmatan sebelum kemudian berakhir ambruk di sisi Haura yang seakan-akan dia anggap sebagai istri.

Terbukti hingga pagi menjelang, pelukan itu masih sama eratnya dan tak berniat Ervano lepaskan sampai tangan itu dihempas dengan begitu kasar oleh pemilik tubuh indah yang semalam dia nikmati luar dalam.

Tanpa menyapa, Ervano hanya menatap Haura yang masih membeku dan menatap nanar tanpa arah.

Hendak bicara apa juga bingung, begitu melihat Haura dalam keadaan sadar begini seketika merasa bersalah. Terlebih lagi, sewaktu air mata wanita itu kembali menetes dan membasahi wajah cantiknya.

Tanpa basa-basi, Ervano bergegas ke kamar mandi dan meninggalkan Haura tanpa kata. Tak berselang lama, pria itu kembali dengan membawa bathrobe yang kemudian dia serahkan pada Haura.

"Bersihkan tubuhmu, setelah itu sarapan dan saya antar pulang."

"Tidak perlu!! Jangan sok baik setelah merenggut kehormatanku!!" ketus Haura seketika memalingkan muka.

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

nasip Haura, gadis nya di rengut gitu aja. msk dlm perangkap sendiri 😭

2024-11-12

0

nobita

nobita

si Ervano ngomong begitu tanpa rasa bersalah.. dasar

2024-11-06

0

Priskha

Priskha

gila bok 1 thn pernikahan blm terjamah sm skl 🤔🤔🤔

2025-01-08

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Awal
2 BAB 02 - Tolong Aku
3 BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4 BAB 04 - Akan Kuhabisi
5 BAB 05 - Dengan Caraku
6 BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7 BAB 07 - Aku Lawanmu
8 BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9 BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10 BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11 BAB 11 - Back To Single Era!!
12 BAB 12 - Bukan Suami
13 BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14 BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15 BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16 BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17 BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18 BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19 BAB 19 - Seperti Akan Gila
20 BAB 20 - Di Ujung Penantian
21 BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22 BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23 BAB 23 - Terlihat Romantis
24 BAB 24 - Kalah Strategi
25 BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26 BAB 26 - Mas Jawa
27 BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28 BAB 28 - Masih Dendam
29 BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30 BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31 BAB 31 - Rasa yang Sama
32 BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33 BAB 33 - Kuat LDR?
34 BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35 BAB 35 - Via Suara
36 BAB 36 - Kamu Bahagia?
37 BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38 BAB 38 - Egois
39 BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40 BAB 40 - Makan Apa?
41 BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42 BAB 42 - Cinta Sendirian
43 BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44 BAB 44 - Morning Kiss
45 BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46 BAB 46 - Kurang Belaian
47 BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48 BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49 BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50 BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51 BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52 BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53 BAB 53 - I Found You, Haura.
54 BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55 BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56 BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57 BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58 BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59 BAB 59 - Jin Qorin
60 BAB 60 - Mental Maling
61 BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62 BAB 62 - Bawaan Lahir
63 BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64 BAB 64 - Salah Prasangka
65 BAB 65 - Pulang?
66 BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67 BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68 BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69 BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70 BAB 70 - Sebatas Status
71 BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72 BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73 BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74 BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75 BAB 75 - Jalan Tengah
76 BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77 BAB 77 - Mesin Waktu
78 BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79 BAB 79 - Bukan Mahram
80 BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81 BAB 81 - My First Love
82 BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83 BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84 BAB 84 - Rujuk Saja
85 BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86 Salam Hangat - Desy Puspita
87 BAB 86 - Karena Cinta
88 BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89 BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90 BAB 89 - Ide Gila Haura
91 BAB 90 - Melebur Rindu
92 BAB 91 - Tunda Produksi
93 BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94 BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95 BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96 BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97 BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98 BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99 BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100 BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101 BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102 BAB 101 - Bertukar Pasangan
103 BAB 102 - Lupakan Saja.
104 BAB 103 - Tips Ala Ervano
105 BAB 104 - Takut Karma
106 BAB 105 - Penulis Skenarionya
107 BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108 BAB 107 - Bau Bawang
109 BAB 108 - Malu-Maluin
110 BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111 BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112 BAB 111 - Takut Kehilangan
113 BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114 BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115 BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116 BAB 115 - Tanda Sayang
117 BAB 116 - Amit-Amit!!
118 BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119 BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120 BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121 BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122 BAB 121 - Marah Sekeluarga
123 BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124 BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125 BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126 BAB 125 - Agak Trauma
127 BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128 BAB 127 - My First Love (END)
129 Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 129 Episodes

1
BAB 01 - Awal
2
BAB 02 - Tolong Aku
3
BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4
BAB 04 - Akan Kuhabisi
5
BAB 05 - Dengan Caraku
6
BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7
BAB 07 - Aku Lawanmu
8
BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9
BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10
BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11
BAB 11 - Back To Single Era!!
12
BAB 12 - Bukan Suami
13
BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14
BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15
BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16
BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17
BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18
BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19
BAB 19 - Seperti Akan Gila
20
BAB 20 - Di Ujung Penantian
21
BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22
BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23
BAB 23 - Terlihat Romantis
24
BAB 24 - Kalah Strategi
25
BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26
BAB 26 - Mas Jawa
27
BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28
BAB 28 - Masih Dendam
29
BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30
BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31
BAB 31 - Rasa yang Sama
32
BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33
BAB 33 - Kuat LDR?
34
BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35
BAB 35 - Via Suara
36
BAB 36 - Kamu Bahagia?
37
BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38
BAB 38 - Egois
39
BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40
BAB 40 - Makan Apa?
41
BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42
BAB 42 - Cinta Sendirian
43
BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44
BAB 44 - Morning Kiss
45
BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46
BAB 46 - Kurang Belaian
47
BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48
BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49
BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50
BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51
BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52
BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53
BAB 53 - I Found You, Haura.
54
BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55
BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56
BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57
BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58
BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59
BAB 59 - Jin Qorin
60
BAB 60 - Mental Maling
61
BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62
BAB 62 - Bawaan Lahir
63
BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64
BAB 64 - Salah Prasangka
65
BAB 65 - Pulang?
66
BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67
BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68
BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69
BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70
BAB 70 - Sebatas Status
71
BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72
BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73
BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74
BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75
BAB 75 - Jalan Tengah
76
BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77
BAB 77 - Mesin Waktu
78
BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79
BAB 79 - Bukan Mahram
80
BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81
BAB 81 - My First Love
82
BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83
BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84
BAB 84 - Rujuk Saja
85
BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86
Salam Hangat - Desy Puspita
87
BAB 86 - Karena Cinta
88
BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89
BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90
BAB 89 - Ide Gila Haura
91
BAB 90 - Melebur Rindu
92
BAB 91 - Tunda Produksi
93
BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94
BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95
BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96
BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97
BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98
BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99
BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100
BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101
BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102
BAB 101 - Bertukar Pasangan
103
BAB 102 - Lupakan Saja.
104
BAB 103 - Tips Ala Ervano
105
BAB 104 - Takut Karma
106
BAB 105 - Penulis Skenarionya
107
BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108
BAB 107 - Bau Bawang
109
BAB 108 - Malu-Maluin
110
BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111
BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112
BAB 111 - Takut Kehilangan
113
BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114
BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115
BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116
BAB 115 - Tanda Sayang
117
BAB 116 - Amit-Amit!!
118
BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119
BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120
BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121
BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122
BAB 121 - Marah Sekeluarga
123
BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124
BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125
BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126
BAB 125 - Agak Trauma
127
BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128
BAB 127 - My First Love (END)
129
Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!