BAB 05 - Dengan Caraku

"Kenapa? Kenapa dihalangi?" tanya Abimanyu menatap tajam Haura tatkala niatnya dihalangi begitu saja.

Mendapati pertanyaan itu, Haura sontak menggeleng cepat. Sungguh dia tidak siap andai nanti Ervano justru membela diri dan Abimanyu justru tahu kejadian sebenarnya dari mulut orang lain.

Bukan tidak mungkin dia yang akan menjadi sasaran kemarahan Abimanyu, dan Haura tidak mau itu terjadi, sungguh.

"Haura, cepat katakan sebelum aku benar-benar marah."

Haura terisak, di titik ini dia merasa serba salah, tapi pada akhirnya mengaku juga. "I-ini salahku."

"Salahmu?" Dahi Abimanyu berkerut dengan mata yang kini mengerjap pelan.

Tanpa menjawab dengan lisannya, Haura mengangguk pelan hingga Abimanyu semakin bingung dibuatnya.

"Kenapa? Kenapa jadi salahmu?" Sedikit lembut, Abimanyu kembali bertanya dengan harapan Haura akan lebih jujur dengan cara itu.

Benar saja, setelah dia bertanya tanpa menggebu-gebu, adiknya merasa sedikit lebih leluasa untuk mengaku. "Sebenarnya, aku yang memberikan obat perang-sang ke dalam minuman Ervano."

"Apa?" Dengan wajah tak percaya, Abimanyu melontarkan pertanyaannya.

"Iya, aku sendiri yang memberikan obat perang-sang ke dalam minuman Pak Ervano dan_"

Prank!!

Belum selesai Haura bicara, dia sudah mendengar pecahan kaca dengan da-rah menetes dari buku tangan Abimanyu.

"Bo-doh!! Tol-ol!! Otakmu dimana, Haura?!!" sentak Abimanyu kini semakin marah bahkan mungkin ingin membu-nuhnya.

Setelah tadi berusaha untuk bersikap hangat, begitu mendengar pengakuan Haura jelas dia semakin murka.

Tidak hanya marah, tapi juga malu sampai bingung harus menghajar Haura atau Ervano lebih dulu.

"Ra ... kamu_ astaga, Haura bodohnya!! Kamu sadar tidak apa yang kamu lakukan? Hah?" Abimanyu meledak-ledak tatkala melontarkan pertanyaan itu.

Haura mencoba menyela, penjelasannya membuat amarah Abimanyu meledak-ledak seketika. "Bim, aku_"

"Aku apa?? Jahil? Atau tengah berusaha merayunya agar mendapatkan_"

"Abimanyu dengarkan penjelasanku dulu!!" pekik Haura demi bisa mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan kejelasannya.

Dia memang salah karena tidak mengungkapkan dengan gamblang di awal. Namun, dia juga tidak bisa memastikan siapa yang salah sebenarnya.

"Tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan kronologi lengkapnya."

"Apa? Coba katakan!! Bagaimana? Hem?"

Haura menarik napas dalam-dalam. Sempat khawatir andai Andita terseret dan menjadi sasaran kemarahan saudaranya, tapi pada akhirnya Haura berubah pikiran juga.

"Kemarin, aku mengetahui bahwa peranku diganti secara sepihak oleh sutradara itu."

"Hem, lalu?"

Meski amarahnya sudah meluap-luap di atas kepala, Abimanyu berusaha menahan diri dan menunggu penjelasan lengkap Haura.

"Aku marah, aku kesal dan aku ingin memberikan pelajaran padanya."

"Dengan cara itu?"

"Bim dengar dulu, bukan niatku memberikan obat perang-sang ... sama sekali tidak!!"

"Lalu kenapa bisa yang masuk justru jadi obat perang-sang?"

"A-aku tidak tahu, yang jelas Andita bilang obat itu adalah obat pencahar dosis tinggi dan memang ilegal ... dia memberikan padaku dan aku ...."

"Menuruti sarannya, begitu?" sahut Abimanyu yang kemudian Haura tanggapi dengan anggukan pelan.

Seketika Abimanyu mengusap kasar wajahnya dan memijat pangkal hidung. Pria itu seketika gusar dan berusaha sebisa mungkin untuk menahan diri agar bogem mentahnya tidak mendarat tepat di kepala Haura.

Seolah tidak mampu berkata-kata, Abimanyu hanya menatap datar Haura yang terpaku di hadapannya.

Miris, sakit, terluka dan juga malu menjadi satu tatkala menatap wajah sendu Haura. Tanpa banyak bicara, Abimanyu tidak lagi meledak-ledak dan kembali mendekat untuk merengkuh tubuh adiknya.

Sembari mengusap pelan pundak Haura, Abimanyu mendongak demi menahan air mata yang secara tiba-tiba berontak ingin keluar detik itu juga.

Rasanya percuma untuk marah, Abimanyu mengerti posisi adiknya. Hendak dimaki-maki bodoh juga tidak ada gunanya, sekalipun memang iya.

"Saat melakukannya, apa badjingan itu sedang dalam pengaruh alkohol?" tanya Abimanyu lebih lembut dan tanpa kemarahan di sana.

"Tidak, dia tidak mabuk."

Abimanyu mengangguk pelan, dia menarik kesimpulan dari satu pernyataan yang keluar dari mulut Haura.

"Beritahu aku alamatnya, juga Andita yang telah memberikan obat laknat itu padamu," pinta Abimanyu yang tak segera Haura ikuti.

Dia masih tetap memiliki ketakutan walau Abimanyu tak lagi marah padanya. "Untuk apa, Bim? Bukankah masalahnya akan semakin besar?"

.

.

"Terus kamu akan diam saja? Menerima kenyataan? Kamu ternoda ... walau memang pemicunya adalah kebodohanmu sendiri tetap saja dia harus menerima akibat dari perbuatannya, Haura!!"

"Mau dengan cara apa, Abimanyu? Minta dia bertanggung jawab untuk menikahiku? Dia suami orang dan aku tidak sud_"

"Siapa yang berpikir akan menuntut pertanggungjawaban semacam itu? Terlalu mudah baginya jika hanya minta dinikahi."

Gleg

Haura meneguk salivanya pahit, agaknya kemarahan Abimanyu belum tuntas sampai masih berpikir untuk menyelesaikan masalahnya dengan kekerasan.

"Lalu? Mau kamu penjarakan? Yang kena juga aku nantinya ... kamu mau aku dipenjara juga? Mama dan keluarga kita akan semalu apa andai tahu aku melakukan hal sekotor itu, Bim?"

Serba salah, Haura juga bingung sebenarnya harus bagaimana karena dia sadar betul Ervano tidak salah sepenuhnya.

Namun, untuk menganggap seakan tidak terjadi apa-apa juga bukan hal mudah. Trauma yang dia rasakan luar biasa, malu dan ketakutan untuk menghadapi masa depan juga jangan ditanya.

Terlebih lagi ada Ray - sang kekasih dan mereka saling cinta. Sungguh Haura bingung langkah apa yang akan dia ambil selanjutnya.

"Kamu tidak perlu tahu, Ra ... biarkan aku menyelesaikannya dengan caraku."

"Abimanyu jangan, kamu mau menghajarnya dengan alasan apa? Aku yang sal_"

"Diam!! Berhenti menangis, Ra!! Jangan halangi aku dan berhenti menyalahkan diri sendiri ... seseorang yang dalam pengaruh obat seharusnya masih bisa mengendalikan diri jika dia memang tidak berniat menodaimu, Ra. Banyak cara andai memang mau, pengaruh obat hanya sekadar alibi!! Bisa jadi memang dia mengincarmu, paham sampai sini?"

Haura terdiam, mencoba memahami ucapan Abimanyu yang belum masuk di akalnya. Dia yang naif sama sekali tidak berpikir ke arah sana, terlalu jauh saja.

"Tidak mungkin, Bim."

"Tidak ada yang tidak mungkin, aku laki-laki dan aku bisa menebak isi pikirannya!!"

Haura menghela napas panjang, dia pasrah dan kali ini menyerahkan segalanya pada Abimanyu. "Kalau begitu terserah padamu, bagaimana baiknya, asal jangan melampaui batas."

Mendapat lampu hijau dari Haura, Abimanyu mulai menata rencana dan bersiap untuk menemui Ervano empat mata.

"Ganti bajumu, jangan menyiksa diri ... nanti sakit," ajak Abimanyu sembari menarik pergelangan tangan adiknya.

Meski sebesar itu kesalahan Haura, sebodoh itu Haura tetap saja. Rasa sayang Abimanyu tak terkira, tidak heran kenapa dia semarah itu pada Ervano.

Haura mengekor dan melangkah lesu, walau tidak bisa dipungkiri dia juga lega sebenarnya. Perhatian Abimanyu sebagai saudara cukup menyejukkan, itulah mengapa sedari dahulu Haura tidak kekurangan kasih sayang.

Bahkan, sebelum benar-benar keluar Abimanyu masih bersedia memilihkan pakaian untuk Haura tanpa canggung.

"Bim ...."

"Iya? Kenapa?"

"Kamu marah?" tanya Haura sembari menatap Abimanyu dengan mata sendunya.

Jujur saja Abimanyu marah, kecewa juga. Namun, dia tidak mau menjadi penyebab mental Haura semakin tertekan setelah apa yang dia alami.

"Tidak, tidak sama sekali."

"Lalu bagaimana dengan Mama? Papa dan Kak Hudzai nanti?" tanya Haura cemas, jujur dia belum siap andai keluarga besarnya tahu masalah ini.

"Soal itu, biar aku yang bicara ... setelah waktunya tiba, sekarang kita tuntaskan yang seharus_"

Tok tok tok

"Heuh?"

Keduanya menoleh ke arah pintu secara bersamaan. Sudah tentu keduanya sama-sama panik. "Bim itu siapa?"

"Entahlah, Papa harusnya belum pulang, 'kan?"

"Belum, lalu itu siapa?"

"Haura!!"

"Ya Tuhan, itu kak Hudzai ... Bim, aku harus bagaimana?" Haura seketika gelagapan tatkala sadar akan kehadiran Hudzaifah - kakak pertamanya yang bisa dipastikan akan marah besar, bahkan bisa jadi melebihi Abimanyu.

"Fu-ck!! Mau apa pohon kurma itu datang sekarang?"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Ani Suwarni

Ani Suwarni

menurutku juga begitu bim.diam² Vano suka ke Haura.
jangan² semua itu rencana Vano utk mendapatkan Haura.
dan mungkinkah obat itu juga dari Vano? Andita hanya sebagai perantara saja....

2024-09-13

57

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

salah sendiri Si Haura sdh berbuat ada apa dtg ke apartemen Ervano senjata mkn tuan

2024-11-28

1

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

owlah Abimanyu yg pergi dihari pernikahan nya toh😂😂😂

2024-11-18

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Awal
2 BAB 02 - Tolong Aku
3 BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4 BAB 04 - Akan Kuhabisi
5 BAB 05 - Dengan Caraku
6 BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7 BAB 07 - Aku Lawanmu
8 BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9 BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10 BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11 BAB 11 - Back To Single Era!!
12 BAB 12 - Bukan Suami
13 BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14 BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15 BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16 BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17 BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18 BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19 BAB 19 - Seperti Akan Gila
20 BAB 20 - Di Ujung Penantian
21 BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22 BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23 BAB 23 - Terlihat Romantis
24 BAB 24 - Kalah Strategi
25 BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26 BAB 26 - Mas Jawa
27 BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28 BAB 28 - Masih Dendam
29 BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30 BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31 BAB 31 - Rasa yang Sama
32 BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33 BAB 33 - Kuat LDR?
34 BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35 BAB 35 - Via Suara
36 BAB 36 - Kamu Bahagia?
37 BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38 BAB 38 - Egois
39 BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40 BAB 40 - Makan Apa?
41 BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42 BAB 42 - Cinta Sendirian
43 BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44 BAB 44 - Morning Kiss
45 BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46 BAB 46 - Kurang Belaian
47 BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48 BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49 BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50 BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51 BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52 BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53 BAB 53 - I Found You, Haura.
54 BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55 BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56 BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57 BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58 BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59 BAB 59 - Jin Qorin
60 BAB 60 - Mental Maling
61 BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62 BAB 62 - Bawaan Lahir
63 BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64 BAB 64 - Salah Prasangka
65 BAB 65 - Pulang?
66 BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67 BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68 BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69 BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70 BAB 70 - Sebatas Status
71 BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72 BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73 BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74 BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75 BAB 75 - Jalan Tengah
76 BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77 BAB 77 - Mesin Waktu
78 BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79 BAB 79 - Bukan Mahram
80 BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81 BAB 81 - My First Love
82 BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83 BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84 BAB 84 - Rujuk Saja
85 BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86 Salam Hangat - Desy Puspita
87 BAB 86 - Karena Cinta
88 BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89 BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90 BAB 89 - Ide Gila Haura
91 BAB 90 - Melebur Rindu
92 BAB 91 - Tunda Produksi
93 BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94 BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95 BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96 BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97 BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98 BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99 BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100 BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101 BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102 BAB 101 - Bertukar Pasangan
103 BAB 102 - Lupakan Saja.
104 BAB 103 - Tips Ala Ervano
105 BAB 104 - Takut Karma
106 BAB 105 - Penulis Skenarionya
107 BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108 BAB 107 - Bau Bawang
109 BAB 108 - Malu-Maluin
110 BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111 BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112 BAB 111 - Takut Kehilangan
113 BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114 BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115 BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116 BAB 115 - Tanda Sayang
117 BAB 116 - Amit-Amit!!
118 BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119 BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120 BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121 BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122 BAB 121 - Marah Sekeluarga
123 BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124 BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125 BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126 BAB 125 - Agak Trauma
127 BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128 BAB 127 - My First Love (END)
129 Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 129 Episodes

1
BAB 01 - Awal
2
BAB 02 - Tolong Aku
3
BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4
BAB 04 - Akan Kuhabisi
5
BAB 05 - Dengan Caraku
6
BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7
BAB 07 - Aku Lawanmu
8
BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9
BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10
BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11
BAB 11 - Back To Single Era!!
12
BAB 12 - Bukan Suami
13
BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14
BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15
BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16
BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17
BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18
BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19
BAB 19 - Seperti Akan Gila
20
BAB 20 - Di Ujung Penantian
21
BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22
BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23
BAB 23 - Terlihat Romantis
24
BAB 24 - Kalah Strategi
25
BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26
BAB 26 - Mas Jawa
27
BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28
BAB 28 - Masih Dendam
29
BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30
BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31
BAB 31 - Rasa yang Sama
32
BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33
BAB 33 - Kuat LDR?
34
BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35
BAB 35 - Via Suara
36
BAB 36 - Kamu Bahagia?
37
BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38
BAB 38 - Egois
39
BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40
BAB 40 - Makan Apa?
41
BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42
BAB 42 - Cinta Sendirian
43
BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44
BAB 44 - Morning Kiss
45
BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46
BAB 46 - Kurang Belaian
47
BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48
BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49
BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50
BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51
BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52
BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53
BAB 53 - I Found You, Haura.
54
BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55
BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56
BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57
BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58
BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59
BAB 59 - Jin Qorin
60
BAB 60 - Mental Maling
61
BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62
BAB 62 - Bawaan Lahir
63
BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64
BAB 64 - Salah Prasangka
65
BAB 65 - Pulang?
66
BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67
BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68
BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69
BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70
BAB 70 - Sebatas Status
71
BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72
BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73
BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74
BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75
BAB 75 - Jalan Tengah
76
BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77
BAB 77 - Mesin Waktu
78
BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79
BAB 79 - Bukan Mahram
80
BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81
BAB 81 - My First Love
82
BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83
BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84
BAB 84 - Rujuk Saja
85
BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86
Salam Hangat - Desy Puspita
87
BAB 86 - Karena Cinta
88
BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89
BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90
BAB 89 - Ide Gila Haura
91
BAB 90 - Melebur Rindu
92
BAB 91 - Tunda Produksi
93
BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94
BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95
BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96
BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97
BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98
BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99
BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100
BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101
BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102
BAB 101 - Bertukar Pasangan
103
BAB 102 - Lupakan Saja.
104
BAB 103 - Tips Ala Ervano
105
BAB 104 - Takut Karma
106
BAB 105 - Penulis Skenarionya
107
BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108
BAB 107 - Bau Bawang
109
BAB 108 - Malu-Maluin
110
BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111
BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112
BAB 111 - Takut Kehilangan
113
BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114
BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115
BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116
BAB 115 - Tanda Sayang
117
BAB 116 - Amit-Amit!!
118
BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119
BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120
BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121
BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122
BAB 121 - Marah Sekeluarga
123
BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124
BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125
BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126
BAB 125 - Agak Trauma
127
BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128
BAB 127 - My First Love (END)
129
Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!