BAB 14 - Enam Bulan Terindah

Haura berbalik dan kembali dibuat terperanjat manakala menyaksikan Ray tengah berdiri di belakang. Setelah tadi Ervano, kini Ray juga membuntutinya.

Entah sejak kapan, tapi jika dilihat dari raut wajah Ray bisa dipastikan sejak mereka pergi ke rumah sakit. Dengan wajah datar dan tatapan tak terbaca, Ray mendekat.

Haura bisa menerka saat ini Ray salah paham. Namun, dia seakan tidak berpikir untuk memberi penjelasan panjang lebar.

"Ray? Sejak kapan kamu di sini?"

"Apa itu penting?" Ray balik bertanya, sudah tentu masih dengan tatapan kecewa di sana.

"Ray ini tidak_"

"Apa? Tidak seperti yang aku lihat, begitu kah?"

Haura mengangguk, memang terkesan klise tapi hendak bagaimana semua memang benar adanya.

"Aku bisa jelaskan, tolong dengar dulu."

"Tidak perlu, Ra ... aku tarik semua ucapanku tadi siang!!"

Deg

Ray meninggikan suaranya, terdengar sangat kecewa bahkan mungkin bisa berakhir membencinya.

"Awalnya aku percaya, tapi setelah melihat kalian malam ini mendadak aku sangsi dengan pengakuanmu." Ray mulai mengungkapkan kekecewaannya dari apa yang dia lihat.

Jelas-jelas Ray melihat Haura membantu Ervano masuk ke rumah sakit. Tanpa peduli kronologi lengkapnya, kekecewaan di hati Ray membuatnya buta dan tidak lagi bisa mempercayai Haura.

"Aku kecewa sama kamu ... ngakunya terluka, tapi masih berhubungan dengan baik bahkan rela menunggunya di dalam buat apa? Kamu mengkhawatirkan badjingan_ eh salah, mungkin simpanan lebih tepatnya."

"Ray jaga ucapanmu," ucap Haura terdengar lesu.

"Kenapa? Aku benar, 'kan?" Ray tertawa hambar, bukti nyata dia teramat dikecewakan.

Haura mengepalkan tangan, kepercayaan Ray tak lagi dia miliki. Lagi dan lagi, kepeduliannya terhadap Ervano membawa petaka.

Ray menganggapnya berbohong dan wanita penuh dusta hingga tuduhan bahwa dirinya telah bermain api pun Haura terima.

"Jahat kamu, seharusnya tidak perlu menciptakan drama semacam itu jika hatimu tidak lagi untukku," ucap Ray dengan air mata yang pada akhirnya menetes juga.

Setelah tadi siang terlihat tegar dan menerima keadaan, malam ini justru sebaliknya. Tak hanya hancur, tapi dia juga merasa seperti tak punya harga diri sebagai pria.

Ray meluapkan kesakitan dengan air mata. Tanpa peduli sekalipun dia terlihat lemah, karena hancurnya luar biasa.

Melihat hal itu, Haura tidak bisa berbuat apa-apa. Ingin sekali dia rengkuh, menjelaskan yang terjadi sebenarnya tapi dia tidak kuasa.

Hati kecilnya seolah menerima kemarahan dan kekecewaan Ray agar pria itu bisa membencinya. Bahkan, niat untuk mendekat saja tidak ada.

Sebagaimana tekad Haura, dia ingin berakhir dan kalaupun harus Ray membencinya tidak mengapa. Karena dengan cara itu, Ray tidak akan terlalu tersiksa dan berupaya mencari pengganti yang lebih baik darinya.

"Kenapa, Ra? Kenapa harus selingkuh? Kenapa harus bermain api di belakangku!! Apapun akan aku usahakan ... bahkan menerimamu dalam segala keadaan pun aku mau!! Tapi jika hatimu sudah terbagi, mohon maaf aku lepas tangan, silakan pergi," papar Ray sembari mengangkat kedua tangannya.

Setelah tadi mati-matian berusaha mempertahankan hubungan, Ray melepas Haura dengan tangisan.

Diperlakukan seperti ini sangat sakit memang, tapi Haura merasa lebih tenang. Mungkin benar, mencintai seseorang tidak meski harus memilikinya.

Seperti yang Haura katakan, cinta mereka telah ternoda. Mustahil bisa membaik setelah ada retak di dalamnya.

"Aku benci kamu, Ra, benci!!" sentak Ray tepat di hadapan Haura yang merasakan sakit hingga ke dasar hatinya.

Mendapati kemarahan Ray, wanita itu justru tersenyum dan bernapas lega. "Iya, kamu memang harus membenciku ... bodoh kalau tidak."

"Iya, sangat-sangat benci!!" Penuh penekanan Ray mengungkapkannya.

"Baiklah, aku tenang sekarang ... terima kasih untuk enam bulan terindahnya. Maaf jika aku tidak bisa menjaga kesetiaan sebagaimana yang kamu lakukan padaku dan aku harap putusnya hubungan kita tidak berpengaruh pada hal lain ... tetap dampingi Kak Hudzai dan teruslah menjadi bagian dari keluargaku, kita masih bisa berteman seperti dulu."

Terlihat tenang sewaktu bicara, padahal hatinya hancur lebur bahkan tak berbentuk sebenarnya. Haura memilih untuk terlihat salah dan dibenci demi meminimalisir rasa sakit dalam diri Ray untuk jangka panjang.

Kembali lagi, alasan dia bersikap demikian juga karena cinta. Cinta pada Ray dan merasa tidak pantas untuk pria sebaik dan setulus itu.

Ray masih terdiam, hubungan mereka berakhir baik-baik meski alasannya sama sekali tidak baik. "Hem, akan kuusahakan," sahut pria itu.

"Aku pamit, jangan terlalu keras dalam bekerja ... jaga kesehatan dan_"

"Pergilah, aku tidak ingin mendengarnya," usir Ray sembari memalingkan muka demi menyembunyikan tangisnya.

Haura menunduk, Ray kembali bersikap dingin seperti dulu, saat dimana mereka belum menjadi pasangan kekasih.

Tidak ingin membuat Ray semakin muak, Haura berlalu tanpa menatap ke belakang.

"Haura!!"

Langkahnya terhenti, Ray memanggil dan tubuhnya otomatis berbalik seakan mendapat perintah mutlak dari pria itu.

"Iya? Kenapa?"

"Semoga bahagia, pastikan laki-laki pilihanmu tidak membuatmu terluka."

"Kamu juga, bahagia selalu ... aku pastikan kamu akan dapat pengganti yang lebih mulia dan terhormat dibandingku," balas Haura sebelum benar-benar berlalu dan kali ini mempercepat langkahnya.

Masih dengan tangis tertahan, Haura berusaha menahan diri agar tidak berbalik dan menghambur di pelukan Ray. Walau, dia punya kesempatan untuk memperbaiki, tapi Haura lebih memilih rusak sendirian.

.

.

"Ya Tuhan, aku sakit!! Sakit sekali!!"

Sepanjang perjalanan, Haura menangis dan meratap untuk terakhir kali. Ya, dia tidak ingin menangisi hal yang sama di kemudian hari.

Begitu tiba, Haura disambut Abimanyu yang sengaja menunggu di ruang tamu. Wajah pria itu tampak cemas, dia juga terlihat was-was karena lokasi Haura mendadak tidak bisa dilacak beberapa waktu terakhir.

"Kenapa lagi sekarang?" tanya Abimanyu berkacak pinggang dan menatap wajah sembab Haura.

"Aku putus."

"Putus?"

Haura mengangguk, dia menghela napas kasar sebelum kemudian menghempaskan tubuhnya di atas sofa.

Seakan baru saja melepaskan beban besar di pundaknya, Haura merasa lega saja walau tersiksa.

"Siapa yang memutuskan?"

"Sepakat, sama-sama mau. Akan lebih baik berakhir di awal, 'kan?"

Abimanyu mengangguk pelan, untuk yang satu ini dia juga setuju. Karena sebagai pria, Abimanyu merasa kasihan andai Ray harus dilibatkan.

"Berakhir baik-baik?"

"Bisa dibilang iya, aku rasa ini sudah sangat tepat ... Ray pantas mendapatkan yang lebih baik dariku."

"Lalu kamu sendiri bagaimana, Ra?" tanya Abimanyu mendadak kasihan pada Haura, padahal dia juga patut dikasihani sebenarnya.

Haura menghela napas panjang. "Entahlah, aku tidak punya rencana ... untuk saat ini, aku akan fokus dengan karir dan hal-hal yang kusenangi saja, Bim."

Jawabannya begitu menyedihkan, hati Abimanyu bak tersayat sembilu mendengar adiknya yang kini putus harapan.

Haura yang biasanya selalu bangga dengan cinta-citanya untuk mengabdi sebagai istri jika sudah menikah, kini musnah sudah.

"Dasar badjingan!! Aku pastikan hidupmu tidak akan pernah bisa tenang sebelum adikku bahagia, Ervano."

.

.

- To Be Continued -

...Last episode hari ini, see you esok hari ... Kebetulan senin, lempar votenya buat Haura ya manteman 🫶...

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

abimyu jgn mau menang sendiri juga kalau pendapat aku, di sini, ade mu juga salah knp hrs buat yg ngk pantes, trima sebab akibat dr perbuatan nya

2024-11-12

0

Kamiem sag

Kamiem sag

gayanya aja Haura hancur padahal jauh dilubuk hatinya ngarep terbukti dgn tindakannya

2024-11-19

0

Takdir Hidupku

Takdir Hidupku

Kenapa se melow ini sih tentang Rayyan ku ikut sakit baca nya

2025-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Awal
2 BAB 02 - Tolong Aku
3 BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4 BAB 04 - Akan Kuhabisi
5 BAB 05 - Dengan Caraku
6 BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7 BAB 07 - Aku Lawanmu
8 BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9 BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10 BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11 BAB 11 - Back To Single Era!!
12 BAB 12 - Bukan Suami
13 BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14 BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15 BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16 BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17 BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18 BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19 BAB 19 - Seperti Akan Gila
20 BAB 20 - Di Ujung Penantian
21 BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22 BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23 BAB 23 - Terlihat Romantis
24 BAB 24 - Kalah Strategi
25 BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26 BAB 26 - Mas Jawa
27 BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28 BAB 28 - Masih Dendam
29 BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30 BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31 BAB 31 - Rasa yang Sama
32 BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33 BAB 33 - Kuat LDR?
34 BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35 BAB 35 - Via Suara
36 BAB 36 - Kamu Bahagia?
37 BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38 BAB 38 - Egois
39 BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40 BAB 40 - Makan Apa?
41 BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42 BAB 42 - Cinta Sendirian
43 BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44 BAB 44 - Morning Kiss
45 BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46 BAB 46 - Kurang Belaian
47 BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48 BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49 BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50 BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51 BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52 BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53 BAB 53 - I Found You, Haura.
54 BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55 BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56 BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57 BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58 BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59 BAB 59 - Jin Qorin
60 BAB 60 - Mental Maling
61 BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62 BAB 62 - Bawaan Lahir
63 BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64 BAB 64 - Salah Prasangka
65 BAB 65 - Pulang?
66 BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67 BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68 BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69 BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70 BAB 70 - Sebatas Status
71 BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72 BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73 BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74 BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75 BAB 75 - Jalan Tengah
76 BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77 BAB 77 - Mesin Waktu
78 BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79 BAB 79 - Bukan Mahram
80 BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81 BAB 81 - My First Love
82 BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83 BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84 BAB 84 - Rujuk Saja
85 BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86 Salam Hangat - Desy Puspita
87 BAB 86 - Karena Cinta
88 BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89 BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90 BAB 89 - Ide Gila Haura
91 BAB 90 - Melebur Rindu
92 BAB 91 - Tunda Produksi
93 BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94 BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95 BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96 BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97 BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98 BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99 BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100 BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101 BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102 BAB 101 - Bertukar Pasangan
103 BAB 102 - Lupakan Saja.
104 BAB 103 - Tips Ala Ervano
105 BAB 104 - Takut Karma
106 BAB 105 - Penulis Skenarionya
107 BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108 BAB 107 - Bau Bawang
109 BAB 108 - Malu-Maluin
110 BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111 BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112 BAB 111 - Takut Kehilangan
113 BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114 BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115 BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116 BAB 115 - Tanda Sayang
117 BAB 116 - Amit-Amit!!
118 BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119 BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120 BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121 BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122 BAB 121 - Marah Sekeluarga
123 BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124 BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125 BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126 BAB 125 - Agak Trauma
127 BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128 BAB 127 - My First Love (END)
129 Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 129 Episodes

1
BAB 01 - Awal
2
BAB 02 - Tolong Aku
3
BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4
BAB 04 - Akan Kuhabisi
5
BAB 05 - Dengan Caraku
6
BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7
BAB 07 - Aku Lawanmu
8
BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9
BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10
BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11
BAB 11 - Back To Single Era!!
12
BAB 12 - Bukan Suami
13
BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14
BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15
BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16
BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17
BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18
BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19
BAB 19 - Seperti Akan Gila
20
BAB 20 - Di Ujung Penantian
21
BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22
BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23
BAB 23 - Terlihat Romantis
24
BAB 24 - Kalah Strategi
25
BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26
BAB 26 - Mas Jawa
27
BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28
BAB 28 - Masih Dendam
29
BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30
BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31
BAB 31 - Rasa yang Sama
32
BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33
BAB 33 - Kuat LDR?
34
BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35
BAB 35 - Via Suara
36
BAB 36 - Kamu Bahagia?
37
BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38
BAB 38 - Egois
39
BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40
BAB 40 - Makan Apa?
41
BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42
BAB 42 - Cinta Sendirian
43
BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44
BAB 44 - Morning Kiss
45
BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46
BAB 46 - Kurang Belaian
47
BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48
BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49
BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50
BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51
BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52
BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53
BAB 53 - I Found You, Haura.
54
BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55
BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56
BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57
BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58
BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59
BAB 59 - Jin Qorin
60
BAB 60 - Mental Maling
61
BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62
BAB 62 - Bawaan Lahir
63
BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64
BAB 64 - Salah Prasangka
65
BAB 65 - Pulang?
66
BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67
BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68
BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69
BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70
BAB 70 - Sebatas Status
71
BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72
BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73
BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74
BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75
BAB 75 - Jalan Tengah
76
BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77
BAB 77 - Mesin Waktu
78
BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79
BAB 79 - Bukan Mahram
80
BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81
BAB 81 - My First Love
82
BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83
BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84
BAB 84 - Rujuk Saja
85
BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86
Salam Hangat - Desy Puspita
87
BAB 86 - Karena Cinta
88
BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89
BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90
BAB 89 - Ide Gila Haura
91
BAB 90 - Melebur Rindu
92
BAB 91 - Tunda Produksi
93
BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94
BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95
BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96
BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97
BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98
BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99
BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100
BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101
BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102
BAB 101 - Bertukar Pasangan
103
BAB 102 - Lupakan Saja.
104
BAB 103 - Tips Ala Ervano
105
BAB 104 - Takut Karma
106
BAB 105 - Penulis Skenarionya
107
BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108
BAB 107 - Bau Bawang
109
BAB 108 - Malu-Maluin
110
BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111
BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112
BAB 111 - Takut Kehilangan
113
BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114
BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115
BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116
BAB 115 - Tanda Sayang
117
BAB 116 - Amit-Amit!!
118
BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119
BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120
BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121
BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122
BAB 121 - Marah Sekeluarga
123
BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124
BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125
BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126
BAB 125 - Agak Trauma
127
BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128
BAB 127 - My First Love (END)
129
Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!