BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding

Belum juga tidur, Haura sudah mengalami mimpi buruk. Entah memang menyusulnya atau hanya kebetulan, malam ini Haura dipertemukan dengan pria gila yang bahkan tidak lagi dia anggap sebagai manusia, Ervano.

Tidak ingin tertangkap basah, Haura berbalik dan bermaksud untuk menghindari dari pria itu. Namun, karena terlalu tergesa, Haura tidak lagi memerhatikan langkah ke depan hingga tak sengaja menabrak seseorang di hadapannya.

Brugh

"Aawwwh!! Stupid!!" pekik wanita muda berambut blonde yang tak sengaja Haura tabrak hingga keduanya sama-sama terjatuh di atas lantai.

Haura yang sama sekali tidak menabraknya mencoba untuk berdamai. Sayangnya, berurusan dengan wanita semacam itu termasuk rumit karena beberapa temannya mulai menghakimi tanpa peduli Haura siapa.

"Sorry ... aku tidak sengaja."

"Ck, dipikir say sorry doang cukup? Jangan mentang-mentang artis jadi seenak hati dong!!"

"Tahu nih, viralin aja, Son, ni cewek emang belagu!! Job kakak gue disikat sama dia!!"

Haura memejamkan mata saking bingungnya menghadapi orang-orang ini. Jika saja keadaannya tidak sedang panik dan ketakutan, mungkin Haura punya tenaga untuk menumpas ketiga wanita centil itu.

Namun, berhubung ada Ervano yang dia khawatirkan mendekat nyali Haura seolah ciut dan tidak memiliki keberanian untuk mengeluarkan suara lantangnya.

"Okay, aku minta maaf ... aku buru-buru dan_"

"Minimal ganti rugi handphone aku, lihat retak begini layarnya."

Ya Tuhan, Haura benar-benar sakit kepala dibuatnya. Sudah berapa kali dia harus mengganti rugi lantaran tidak fokus begini. Beberapa waktu lalu motor, sekarang ponsel keluaran terbaru.

"Berapa rekeningmu, sebut_ duh." Nasib sial sepertinya memang tengah memeluk Haura saat ini.

Baru juga berniat menyelesaikan masalah, ponselnya mendadak kehabisan daya dan mati seketika. Sontak hal itu membuat Haura menjadi pusat perhatian ketiga wanita itu.

"Mampush ... makin runyam kalau begini jadinya," gumam Haura balik menatap mereka tanpa kata.

Hal itu tentu saja memancing salah-satu di antara mereka untuk mendesaknya. "Kenapa bengong? Buru bayar, kita harus cepet!!"

"Tapi ponselku mati, kalian lihat sendiri."

"Halah alesan!! Bilang aj_"

"Ehem!!"

Deg

Jantung Haura berdegup tak karu-karuan disertai dengan mata yang membulat sempurna tatkala suara itu terdengar. Terlebih lagi, ketika langkahnya terdengar mendekat ke arah mereka.

Habis sudah, Haura kini menunduk dalam-dalam dan menyembunyikan wajahnya di balik rambut yang terurai. Berbeda dengan Haura, ketiga wanita yang tadi nyalinya luar biasa seketika terenyuh dan berebut posisi agar berada paling dekat dengan pria itu.

"Ehm Hai!!"

"Berapa kerugiannya?" tanya Ervano tanpa basa-basi sembari mengeluarkan ponselnya.

Tak segera menjawab, ketiganya sontak berbisik dan berdiskusi sebelum kemudian mengambil keputusan. "Oh iya-iya, biar aku yang bilang," bisik yang paling depan usai mendapat persetujuan teman-temannya.

Ervano masih sabar menunggu sembari menatap datar wajah-wajah wanita penggoda itu. "Berapa?"

"Ehm tidak perlu uang bisa kok!!"

"Lalu?"

"Kita teruskan di chat saja gimana? Biar enak diskusinya?" Dengan wajah berbinar, pemilik gigi kelinci buatan itu menunggu jawaban Ervano.

"Ini kartu nama asisten saya, silahkan hubungi saja ketika kamu sudah ingat harga ponsel itu," pungkas Ervano tanpa basa-basi berlalu pergi dengan menarik pergelangan tangan Haura segera.

Meninggalkan tiga wanita yang tengah kebingungan itu tanpa kata. Dengan langkah panjang, tapi tetap pelan-pelan Ervano menarik Haura ke tempat yang lebih sepi.

Seakan terhipnotis, Haura bingung sendiri kenapa tubuhnya mendadak tidak terkendali dan pasrah saja mengikuti langkah Ervano.

Mungkin karena malu, atau juga takut dan ciut yang berubah menjadi satu. Kendati demikian, Haura terus memalingkan muka seakan tak menganggap Ervano ada.

.

.

"Kenapa tidak memberitahu saya?" Tiada angin, tiada hujan seketika Ervano bertanya semacam itu.

Haura yang mendengar sudah tentu bisa menyimpulkan, agaknya kecurigaan terhadap Abimanyu memang benar, mereka sudah menjadi satu tim dan dia menjadi pihak yang dikhianati di sini.

Tanpa menjawab, Haura hanya menghela napas panjang dan tidak ingin menggebu-gebu. Pun benar dia hamil, sudah Haura katakan tidak butuh tanggung jawab dari Ervano.

"Haura ...." Suara Ervano seperti tersendat.

Matanya terus menatap lekat wanita itu dan menunggu jawabannya. Setelah hampir satu bulan berusaha dicari dan dihubungi, baru malam ini dunia seakan berpihak pada Ervano.

Selama ini, Ervano sudah berusaha untuk mencari dan memastikan keadaan Haura. Tapi memang privasi Haura luar biasa terjaga. Memang betul Haura begitu aktif di media sosial, tapi semua cerita yang diunggah seolah mengelabui Ervano hingga semakin sulit menentukan keberadaannya.

Sungguh Ervano bersyukur bisa dipertemukan bersama Haura sekarang. Itu pun berkat Abimanyu yang secara tiba-tiba memberitahukan kabar mengejutkan pada Ervano hingga pria itu menyusul secepatnya.

"Haura ...."

"Ehm," sahutnya terkesan sekali amat malas.

"Sejak kapan?"

"Apanya?"

"Mualnya," jawab Ervano begitu lembut.

Dia begitu berbeda kali ini. Meski tata bahasa dan cara bicaranya masih terkesan formal, tapi Haura bisa merasakan perbedaan Ervano begitu signifikan.

Tentang mualnya itu, Haura tidak akan serta-merta mengakui dirinya hamil di hadapan Ervano, tidak akan.

"Tadi siang, itu juga belum pasti ... mana tahu masuk angin," jawabnya cukup tenang, tepatnya berusaha untuk tenang.

"Sudah periksa?" tanya Ervano lagi yang kemudian Haura tanggapi dengan gelengan pelan.

Dia tidak punya keberanian dan mental untuk melihat kebenarannya, tepatnya belum saja. Lagi pula, ini adalah hari pertama dia merasakan mual yang cukup menyiksa.

Bayangan garis dua di alat tes kehamilan ataupun pernyataan memang hamil dari dokternya langsung masih menjadi momok menakutkan dalam diri Haura, sungguh.

"Kalau begitu kita periksakan saja."

Gleg

Haura meneguk salivanya pahit, lagi dan lagi dia mendadak takut. Andai benar hamil dan Ervano tahu bagaimana? Habislah dia, dunia seakan hancur untuk kali kesekian setelah begitu banyaknya bencana.

"Ehm ... sepertinya."

"Mau ya? Kita pastikan benar atau tidaknya."

"Kalau benar memangnya mau gimana?" tantang Haura seketika muak mendengar pernyataan sok bijak dari Ervano.

Tak peduli walau Haura menyalak-nyalak persis an-jing pemburu, Ervano tetap santai menghadapinya. "Tentu saja saya harus bertanggung jawab atas anak itu."

"Dih, sembarangan!! Sekalipun benar hamil Bapak tidak perlu tanggung jawab ... makasih," ketus Haura secara alami sontak menutupi perutnya.

Ervano hanya melayangkan tatapan tak terbaca ke arah Haura. "Kenapa begitu? Apa hakmu melarang seorang ayah untuk bertanggung jawab kepada anaknya?"

"Saya ibunya kenapa?"

"Saya ayahnya, lupa?"

Keduanya berdebat seolah sama-sama menginginkan anak yang bahkan keberadaannya belum pasti ada atau tidaknya. Bahkan, Haura yang tadi menerima dengan terpaksa mendadak tidak sudi berbagi dan merasa anak itu adalah miliknya.

"Ya terserah, yang jelas dia ada di perut saya ... dia punya saya sepenuhnya."

"Ck, kamu pikir dia bisa ada di sana tumbuh alami begitu saja? Kalau bukan saya buahi paling juga luruh jadi da-rah," balas Ervano bersedekap dada dan berakhir membuat Haura kehilangan kata-kata.

"Ih nyebelin banget sih!! Omongannya sudah kemana-mana ... lagipula ini belum pasti, mana tahu isinya sushi."

"Ya karena itu periksa, pastikan isinya apa, Sayang."

"Dih?"

"Ma-maksud saya, Haura," ralat Ervano dengan wajah pucat pasca tak sengaja memanggil Haura dengan sebutan itu.

Haura mencebikkan bibir sembari mendelik tak suka. Ervano menggigit bibir dan mencoba berpikir keras agar Haura bersedia melakukan tes demi memastikan kebenarannya.

"Begini saja, besok kita periksa ...."

"Fine!! Tapi kalau sampai terbukti tidak hamil, Bapak berhenti mengusik hidup saya."

"Iya, tapi jika sampai hamil mau tidak mau kamu harus bersedia menjadi istri saya ... karena saya tidak rela jika anak saya hidup tanpa ayah sebagaimana yang kamu inginkan, Haura!!" tegas Ervano tak terbantahkan hingga membuat Haura meneguk salivanya susah payah.

.

.

- To Be Continued -

Assalamualaikum, last eps hari ini ... finally tiga bab. Agak khawatir, semoga lulus cepat dan menjelang 20 bab mohon pembaca untuk terus mengikuti dan jangan menumpuk bab, okay!! See you 🫶

Terpopuler

Comments

Neng Ima Adhikari

Neng Ima Adhikari

bang udah bang... aku gk kuat bang.. lutut aku berasa gk ada tulangnya... Ervano kaya manggil aku gk sih???

2024-09-18

24

Hilmiya Kasinji

Hilmiya Kasinji

si Haura kok ya gak pinter ngomong . di skak harus mau menikah kalo hamil aza SDH diem . kan bisa dijawab , maaf pak saya gak bisa dipoligami . gitu kan beres buk . kalo mau tanggung jawab soal anak , gak harus menikahi , bisa dg menafkahi . lawong walaupun dinikahi anak itu juga bintinya ttp pada ibunya

2024-11-04

0

mbak i

mbak i

sebenernya vano itu Uda punya istri belum sih dari tingkahnya kaya belum punya istri deh😄

2024-11-06

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Awal
2 BAB 02 - Tolong Aku
3 BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4 BAB 04 - Akan Kuhabisi
5 BAB 05 - Dengan Caraku
6 BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7 BAB 07 - Aku Lawanmu
8 BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9 BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10 BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11 BAB 11 - Back To Single Era!!
12 BAB 12 - Bukan Suami
13 BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14 BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15 BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16 BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17 BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18 BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19 BAB 19 - Seperti Akan Gila
20 BAB 20 - Di Ujung Penantian
21 BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22 BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23 BAB 23 - Terlihat Romantis
24 BAB 24 - Kalah Strategi
25 BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26 BAB 26 - Mas Jawa
27 BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28 BAB 28 - Masih Dendam
29 BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30 BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31 BAB 31 - Rasa yang Sama
32 BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33 BAB 33 - Kuat LDR?
34 BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35 BAB 35 - Via Suara
36 BAB 36 - Kamu Bahagia?
37 BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38 BAB 38 - Egois
39 BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40 BAB 40 - Makan Apa?
41 BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42 BAB 42 - Cinta Sendirian
43 BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44 BAB 44 - Morning Kiss
45 BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46 BAB 46 - Kurang Belaian
47 BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48 BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49 BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50 BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51 BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52 BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53 BAB 53 - I Found You, Haura.
54 BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55 BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56 BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57 BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58 BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59 BAB 59 - Jin Qorin
60 BAB 60 - Mental Maling
61 BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62 BAB 62 - Bawaan Lahir
63 BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64 BAB 64 - Salah Prasangka
65 BAB 65 - Pulang?
66 BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67 BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68 BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69 BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70 BAB 70 - Sebatas Status
71 BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72 BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73 BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74 BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75 BAB 75 - Jalan Tengah
76 BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77 BAB 77 - Mesin Waktu
78 BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79 BAB 79 - Bukan Mahram
80 BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81 BAB 81 - My First Love
82 BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83 BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84 BAB 84 - Rujuk Saja
85 BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86 Salam Hangat - Desy Puspita
87 BAB 86 - Karena Cinta
88 BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89 BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90 BAB 89 - Ide Gila Haura
91 BAB 90 - Melebur Rindu
92 BAB 91 - Tunda Produksi
93 BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94 BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95 BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96 BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97 BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98 BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99 BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100 BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101 BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102 BAB 101 - Bertukar Pasangan
103 BAB 102 - Lupakan Saja.
104 BAB 103 - Tips Ala Ervano
105 BAB 104 - Takut Karma
106 BAB 105 - Penulis Skenarionya
107 BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108 BAB 107 - Bau Bawang
109 BAB 108 - Malu-Maluin
110 BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111 BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112 BAB 111 - Takut Kehilangan
113 BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114 BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115 BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116 BAB 115 - Tanda Sayang
117 BAB 116 - Amit-Amit!!
118 BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119 BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120 BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121 BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122 BAB 121 - Marah Sekeluarga
123 BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124 BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125 BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126 BAB 125 - Agak Trauma
127 BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128 BAB 127 - My First Love (END)
129 Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 129 Episodes

1
BAB 01 - Awal
2
BAB 02 - Tolong Aku
3
BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4
BAB 04 - Akan Kuhabisi
5
BAB 05 - Dengan Caraku
6
BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7
BAB 07 - Aku Lawanmu
8
BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9
BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10
BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11
BAB 11 - Back To Single Era!!
12
BAB 12 - Bukan Suami
13
BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14
BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15
BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16
BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17
BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18
BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19
BAB 19 - Seperti Akan Gila
20
BAB 20 - Di Ujung Penantian
21
BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22
BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23
BAB 23 - Terlihat Romantis
24
BAB 24 - Kalah Strategi
25
BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26
BAB 26 - Mas Jawa
27
BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28
BAB 28 - Masih Dendam
29
BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30
BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31
BAB 31 - Rasa yang Sama
32
BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33
BAB 33 - Kuat LDR?
34
BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35
BAB 35 - Via Suara
36
BAB 36 - Kamu Bahagia?
37
BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38
BAB 38 - Egois
39
BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40
BAB 40 - Makan Apa?
41
BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42
BAB 42 - Cinta Sendirian
43
BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44
BAB 44 - Morning Kiss
45
BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46
BAB 46 - Kurang Belaian
47
BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48
BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49
BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50
BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51
BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52
BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53
BAB 53 - I Found You, Haura.
54
BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55
BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56
BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57
BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58
BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59
BAB 59 - Jin Qorin
60
BAB 60 - Mental Maling
61
BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62
BAB 62 - Bawaan Lahir
63
BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64
BAB 64 - Salah Prasangka
65
BAB 65 - Pulang?
66
BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67
BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68
BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69
BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70
BAB 70 - Sebatas Status
71
BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72
BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73
BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74
BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75
BAB 75 - Jalan Tengah
76
BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77
BAB 77 - Mesin Waktu
78
BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79
BAB 79 - Bukan Mahram
80
BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81
BAB 81 - My First Love
82
BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83
BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84
BAB 84 - Rujuk Saja
85
BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86
Salam Hangat - Desy Puspita
87
BAB 86 - Karena Cinta
88
BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89
BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90
BAB 89 - Ide Gila Haura
91
BAB 90 - Melebur Rindu
92
BAB 91 - Tunda Produksi
93
BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94
BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95
BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96
BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97
BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98
BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99
BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100
BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101
BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102
BAB 101 - Bertukar Pasangan
103
BAB 102 - Lupakan Saja.
104
BAB 103 - Tips Ala Ervano
105
BAB 104 - Takut Karma
106
BAB 105 - Penulis Skenarionya
107
BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108
BAB 107 - Bau Bawang
109
BAB 108 - Malu-Maluin
110
BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111
BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112
BAB 111 - Takut Kehilangan
113
BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114
BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115
BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116
BAB 115 - Tanda Sayang
117
BAB 116 - Amit-Amit!!
118
BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119
BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120
BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121
BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122
BAB 121 - Marah Sekeluarga
123
BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124
BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125
BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126
BAB 125 - Agak Trauma
127
BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128
BAB 127 - My First Love (END)
129
Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!