BAB 08 - Mengancam/Diancam?

"No, ini bukan ancaman ... hanya sekadar peringatan!!" jawab Haura tegas dari seberang telepon.

Meski tangannya sudah gemetar dan muak luar biasa, tapi dia merasa ingin sekali mencaci maki Ervano yang hingga detik ini bahkan tidak meminta maaf.

Jangankan meminta maaf, merasa bersalah saja mungkin tidak dan hal itu memang membuat Haura murka.

"Lakukan saja kalau berani ... kita lihat siapa yang akan berakhir di penjara nantinya."

Lihat, dia bahkan tidak merasa bersalah dan justru dengan santai balik menantangnya. Sontak Haura berdecih tentu saja. "Cih, masih berani berkata begitu?"

"Kenapa tidak? Saya punya hak untuk membela diri, saya bisa menuntut balik kamu atas kasus ini ... bagaimana?"

Seketika Haura tertawa hambar saking tak percaya mendengar jawaban Ervano. "Menuntut balik? Tidak salah dengar?"

Alih-alih bungkam, Ervano terkekeh pelan di balik telepon. "Tentu tidak, seseorang telah memasukan obat perang-sang ke dalam minuman saya dan seperti yang kita ketahui bersama kamu mengambil alih tugas Marisa untuk menyiapkan makan malam kita."

Gleg

Mata Haura membulat sempurna, sesuai dugaan Ervano tak sebodoh yang dia kira. Kali ini, Haura bahkan tidak berani menentang Ervano untuk kedua kali.

"Asal kamu tahu, saya selalu memantau orang-orang yang ada di sana sebelum datang dan orang kepercayaan saya mengatakan kamu datang paling awal ... benar 'kan?"

Tak mampu menjawab, Haura kini hanya menggigit bibir dan mulai bingung dibuatnya. Bak terperosok ke dalam jurang yang dia ciptakan sendiri, Haura tak memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri.

"Satu lagi, bukti bahwa kamu memasukkan sesuatu ke minuman saya sudah saya kantongi, Haura ... dengan begini saja kamu sudah kalah," tambah Ervano di akhir dan benar-benar membuat Haura terduduk lemas.

Lengkap sudah, Ervano ternyata bergerak lebih cepat dari dugaannya. Haura yang tadi memang tidak bisa menjawab, sekarang justru tidak bisa apa-apa.

Hendak menutup telepon secara sepihak juga seolah tidak memiliki keberanian, Ervano benar-benar berhasil menekan mentalnya.

"Bagaimana? Masih berniat memenjarakanku? Atau damai dan biarkan saya terus menghubungimu?"

Lama terdiam, Haura enggan menjawab dan enggan juga berdebat.

"Diam berarti setuju, sekarang jaw_"

"Saya tidak pernah mengatakan setuju, keputusan saya tetap sama dan kalau masih berani menghubungi say_"

"Apa masih sakit?" tanya Ervano tanpa basa-basi memotong pembicaraan Haura dan masih dengan pertanyaan yang sama.

Haura yang malas dan sejak tadi sudah murka benar-benar panas sekujur tubuh dan ingin menghabisi Ervano detik ini juga.

"Haura ... say_"

"Menurut Anda? Apa mungkin saya baik-baik saya setelah apa yang Anda perbuat? Hah?"

"Apa perlu kita ke rumah sakit?"

"Kita? Tidak perlu!! Saya bisa ke rumah sakit sendiri nanti dan saya tegaskan sekali lagi jangan sok peduli!!" tegas Haura dengan dada kembang kempis akibat menahan sesak di dalam dadanya.

Jangan tanya apa yang kini dia rasakan, selain sakit dan hancur, dia juga marah besar. Terlebih lagi, sikap Ervano justru begini.

"Kenapa nanti? Saya bisa temani kamu hari ini juga."

"Suka-suka saya, Pak!!"

"Tidak bisa, da-rah yang tertinggal di atas tempat tidur saya cukup banyak dan itu artinya kamu_"

"Ervano tutup mulutmu!! Jangan katakan apapun atau aku akan membunuhmu!!" pekik Haura dengan suara melengking saking kesalnya.

Ucapan Ervano barusan membuatnya seketika mengingat yang terjadi tadi malam. Lagi dan lagi dia merasa jijik pada diri sendiri dan tak segan mengutarakan niat dalam hatinya agar pria itu segera dihabisi.

"Kamu yakin?"

"Iya!! Sangat-sangat yakin dan tunggu saja waktunya!!" Sembari terisak, Haura berteriak sekuat tenaga bahkan suaranya sampai serak.

Ervano sejenak terdiam, dia tidak segera menjawab. Hingga, setelah isakan tangis Haura mereda baru dia kembali bersuara.

"Untuk yang satu itu coba dipikir lagi ... andai nanti kamu hamil bagaimana? Mau anak itu kehilangan ayahnya?"

"Jangan terlalu percaya diri, yakin sekali mampu membuatku hamil?"

"Sebenarnya tidak, tapi aku melakukannya lebih dari satu kali dan kamu juga bisa merasakannya karena di akhir kamu juga sempat men-desah, Haura."

"Breng-shek!! Tutup mulutmu yang kotor itu!! Sampai kiamat aku tidak akan sudi mengandung anakmu!!" teriak Haura sebelum mengakhiri panggilan telepon itu secara sepihak.

Beberapa menit yang luar biasa, hidup Haura semakin merasa tidak berguna tatkala dipertemukan dengan pria sepicik Ervano.

Sungguh dia tidak mengerti maksud pria itu, kenapa bisa berpikir kemana-mana padahal baru saja merenggut kehormatannya.

.

.

Ucapan Ervano yang terakhir terngiang-ngiang dalam benak Haura. Tanpa pikir panjang, dia bersiap keluar dan bermaksud ke apotik segera.

Sepertinya belum terlambat, dia baru ingat tentang akibat berhubungan in-tim setelah Ervano menghubunginya.

Sudah tentu Haura akan pergi sendirian ke Apotek. Walau sebenarnya bisa memanfaatkan tekhnologi untuk delivery, Haura merasa lebih baik pergi sendiri.

Hal itu dia lakukan demi menghindari pasukan kepo dan ketahuan orang-orang yang bekerja di rumahnya.

Jika dia pergi sendiri maka setidaknya bisa meminimalisir ketahuan. Dengan menggunakan masker dan juga topi, Haura yakin dia tidak akan dikenali.

Kebetulan, di saat yang tepat dia mendapati Abimanyu pulang dengan wajah masam. Haura bergegas turun dan memastikan keadaan saudaranya baik-baik saja.

"Bagaimana? Kamu baik-baik saja?"

"Hem, kamu mau kemana?" tanya Abimanyu menatap curiga Haura dari atas sampai bawah.

Dia mendekat, khawatir ada yang mendengar dan membuat rahasia ini bocor sampai kepada kedua orang tua ataupun kakaknya.

"Apotek, aku lupa untuk membeli obat pencegah kehamilan."

"Tidak perlu."

"Tidak perlu bagaimana? Kalau aku bunting habis sudah, Bim!! Bukan cuma bikin malu, tapi aaaarggh aku mau mati saj_"

"Sudah aku beli, minum sebelum terlambat ... semoga semua baik-baik saja setelah kamu meminumnya," ucap Abimanyu sembari menyerahkan pil kontra-sepsi darurat yang sempat dia beli di perjalanan pulang.

Sama seperti Haura, dia juga panik dan mendadak terpikir akan hal itu pasca mendengar ucapan Ervano.

"Hem, tapi ... andai masih gagal bagaimana?"

"Jangan kebanyakan andai, lakukan saja, Ra."

"Baiklah, terima kasih sudah melakukan banyak hal untukku, Bim," tutur Haura benar-benar tulus dan dia memang berterima kasih atas jasa Abimanyu padanya.

Abimanyu tidak menjawab, walau hal ini sangatlah langka, tapi dia tidak berniat untuk bercanda, apalagi meminta imbalan setelahnya.

Dia menyaksikan Haura berlalu, tapi belum apa-apa dia sudah kembali hingga Abimanyu mengerutkan dahi.

"Apa lagi? Tidak tahu cara menelannya?"

"Bukan."

"Terus apa?"

"Kamu tidak kelewatan, 'kan menghajarnya?" tanya Haura hati-hati.

Saat ini bukan berarti dia khawatir pada Ervano, tapi justru takut Abimanyu yang terancam di kemudian hari.

"Santai, cuma kenalan dikit."

"Kalian tidak bertengkar, 'kan?"

"Tidak, buktinya aku baik-baik saja ... kami menyelesaikan masalah secara dewasa, no kekerasan pokoknya," ungkap Abimanyu disertai senyum hangat demi meyakinkan Haura.

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

mendesah ya Thor
gayanya aja Haura marah, sokberani, sok mengancam padahal dia menikmati, dia bodoh, dia takut
kesannya murahan kan?
obat pencahar? kenapa minta pd teman? bukankah diapotek bahkan toko obat juga dijual bebas? bisa kan beli sendiri sehingga niat jahat tak perlu diketahui teman? dasar Haura ce ro boh, gatal, gak cerdas

2024-11-19

0

Ani Suwarni

Ani Suwarni

dan pria yg katamu picik itu adalah calon suamimu Ra,,,,

2024-09-14

13

Juan Sastra

Juan Sastra

patutlah jadi begitu ternyata haura memang agak bodoh, nyatanya tetap aja mau menjawab pertanyaan vano,,, tutp saja tlp nya dan blokir kan beres hadeeehh baru bab ini sdh bikin esmosi

2025-02-20

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Awal
2 BAB 02 - Tolong Aku
3 BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4 BAB 04 - Akan Kuhabisi
5 BAB 05 - Dengan Caraku
6 BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7 BAB 07 - Aku Lawanmu
8 BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9 BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10 BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11 BAB 11 - Back To Single Era!!
12 BAB 12 - Bukan Suami
13 BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14 BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15 BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16 BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17 BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18 BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19 BAB 19 - Seperti Akan Gila
20 BAB 20 - Di Ujung Penantian
21 BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22 BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23 BAB 23 - Terlihat Romantis
24 BAB 24 - Kalah Strategi
25 BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26 BAB 26 - Mas Jawa
27 BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28 BAB 28 - Masih Dendam
29 BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30 BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31 BAB 31 - Rasa yang Sama
32 BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33 BAB 33 - Kuat LDR?
34 BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35 BAB 35 - Via Suara
36 BAB 36 - Kamu Bahagia?
37 BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38 BAB 38 - Egois
39 BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40 BAB 40 - Makan Apa?
41 BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42 BAB 42 - Cinta Sendirian
43 BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44 BAB 44 - Morning Kiss
45 BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46 BAB 46 - Kurang Belaian
47 BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48 BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49 BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50 BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51 BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52 BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53 BAB 53 - I Found You, Haura.
54 BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55 BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56 BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57 BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58 BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59 BAB 59 - Jin Qorin
60 BAB 60 - Mental Maling
61 BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62 BAB 62 - Bawaan Lahir
63 BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64 BAB 64 - Salah Prasangka
65 BAB 65 - Pulang?
66 BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67 BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68 BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69 BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70 BAB 70 - Sebatas Status
71 BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72 BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73 BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74 BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75 BAB 75 - Jalan Tengah
76 BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77 BAB 77 - Mesin Waktu
78 BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79 BAB 79 - Bukan Mahram
80 BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81 BAB 81 - My First Love
82 BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83 BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84 BAB 84 - Rujuk Saja
85 BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86 Salam Hangat - Desy Puspita
87 BAB 86 - Karena Cinta
88 BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89 BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90 BAB 89 - Ide Gila Haura
91 BAB 90 - Melebur Rindu
92 BAB 91 - Tunda Produksi
93 BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94 BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95 BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96 BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97 BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98 BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99 BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100 BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101 BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102 BAB 101 - Bertukar Pasangan
103 BAB 102 - Lupakan Saja.
104 BAB 103 - Tips Ala Ervano
105 BAB 104 - Takut Karma
106 BAB 105 - Penulis Skenarionya
107 BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108 BAB 107 - Bau Bawang
109 BAB 108 - Malu-Maluin
110 BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111 BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112 BAB 111 - Takut Kehilangan
113 BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114 BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115 BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116 BAB 115 - Tanda Sayang
117 BAB 116 - Amit-Amit!!
118 BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119 BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120 BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121 BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122 BAB 121 - Marah Sekeluarga
123 BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124 BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125 BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126 BAB 125 - Agak Trauma
127 BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128 BAB 127 - My First Love (END)
129 Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 129 Episodes

1
BAB 01 - Awal
2
BAB 02 - Tolong Aku
3
BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4
BAB 04 - Akan Kuhabisi
5
BAB 05 - Dengan Caraku
6
BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7
BAB 07 - Aku Lawanmu
8
BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9
BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10
BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11
BAB 11 - Back To Single Era!!
12
BAB 12 - Bukan Suami
13
BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14
BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15
BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16
BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17
BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18
BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19
BAB 19 - Seperti Akan Gila
20
BAB 20 - Di Ujung Penantian
21
BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22
BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23
BAB 23 - Terlihat Romantis
24
BAB 24 - Kalah Strategi
25
BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26
BAB 26 - Mas Jawa
27
BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28
BAB 28 - Masih Dendam
29
BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30
BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31
BAB 31 - Rasa yang Sama
32
BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33
BAB 33 - Kuat LDR?
34
BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35
BAB 35 - Via Suara
36
BAB 36 - Kamu Bahagia?
37
BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38
BAB 38 - Egois
39
BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40
BAB 40 - Makan Apa?
41
BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42
BAB 42 - Cinta Sendirian
43
BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44
BAB 44 - Morning Kiss
45
BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46
BAB 46 - Kurang Belaian
47
BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48
BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49
BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50
BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51
BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52
BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53
BAB 53 - I Found You, Haura.
54
BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55
BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56
BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57
BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58
BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59
BAB 59 - Jin Qorin
60
BAB 60 - Mental Maling
61
BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62
BAB 62 - Bawaan Lahir
63
BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64
BAB 64 - Salah Prasangka
65
BAB 65 - Pulang?
66
BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67
BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68
BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69
BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70
BAB 70 - Sebatas Status
71
BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72
BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73
BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74
BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75
BAB 75 - Jalan Tengah
76
BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77
BAB 77 - Mesin Waktu
78
BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79
BAB 79 - Bukan Mahram
80
BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81
BAB 81 - My First Love
82
BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83
BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84
BAB 84 - Rujuk Saja
85
BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86
Salam Hangat - Desy Puspita
87
BAB 86 - Karena Cinta
88
BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89
BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90
BAB 89 - Ide Gila Haura
91
BAB 90 - Melebur Rindu
92
BAB 91 - Tunda Produksi
93
BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94
BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95
BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96
BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97
BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98
BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99
BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100
BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101
BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102
BAB 101 - Bertukar Pasangan
103
BAB 102 - Lupakan Saja.
104
BAB 103 - Tips Ala Ervano
105
BAB 104 - Takut Karma
106
BAB 105 - Penulis Skenarionya
107
BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108
BAB 107 - Bau Bawang
109
BAB 108 - Malu-Maluin
110
BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111
BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112
BAB 111 - Takut Kehilangan
113
BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114
BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115
BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116
BAB 115 - Tanda Sayang
117
BAB 116 - Amit-Amit!!
118
BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119
BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120
BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121
BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122
BAB 121 - Marah Sekeluarga
123
BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124
BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125
BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126
BAB 125 - Agak Trauma
127
BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128
BAB 127 - My First Love (END)
129
Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!