BAB 07 - Aku Lawanmu

"Apa terlalu frontal langsung bertanya begitu? Seharus_ ck, sudah dibaca ternyata."

Di balik Haura yang mungkin merasa terganggu bahkan risih dengan pesan itu, di sisi lain pengirimnya tengah dilema. Padahal sudah tiga puluh menit dia dibuat bimbang tatkala mempertimbangkan hendak bertanya apa, tapi begitu pesannya terkirim dan dibaca dilema itu tetap saja ada.

Ingin dia edit, tapi sudah terlambat dan tidak memungkinkan juga. Sekarang, satu-satunya yang bisa Ervano lakukan hanya menunggu balasan penerima pesannya.

Sembari mengetukkan jemari ke atas meja, mata Ervano terus terpaku menatap layar ponselnya. Tak pernah dia berharap sebesar ini agar pesannya dibalas segera.

Satu menit, dua menit hingga lima menit berlalu Ervano tak kunjung mendapat balasan sementara status pesannya sudah centang biru, pertanda memang benar sudah terbaca.

"Ayolah ... minimal balas, Haura," gumam Ervano sembari menggigit bibirnya.

Setelah berhasil menunggu dengan tenang beberapa saat, pada akhirnya gusar juga. Dia resah dan mulai berpikir untuk mengirimkan satu pesan lagi sebagai pancingan, mana tahu Haura lupa untuk membalas.

|| Perlukah kita ke rumah sakit?

Ervano sampai memejamkan mata tatkala mengirim pesan untuk kedua kalinya. Sudah tentu dia berharap setelah membuka mata akan mendapat balasan Haura.

Namun, yang dia dapati justru sebaliknya. Alih-alih mendapat balasan, Ervano justru menyaksikan status pesannya berbeda dari yang sebelum ini.

"Centang satu? Foto profil hilang? Dia ...." Mulut Ervano menganga seakan tak percaya.

Entah kapan Haura memblokir nomor ponselnya, tapi yang pasti saat ini dia tidak lagi bisa mengirimkan pesan lagi.

Tak putus asa, Ervano nekat menghubunginya via telepon dan hasilnya sama saja, nihil. Nomor Haura tak lagi bisa dihubungi, berkali-kali Ervano coba dan masih gagal juga hingga pria itu murka dan sontak melempar ponselnya sembarang arah.

Alhasil, lemari kaca yang berada tak jauh di depannya pecah. Beberapa piala penghargaan yang tertata di sana jatuh tak beraturan karena memang dia melemparnya sekuat tenaga.

Merasa diabaikan, Ervano sampai semarah itu. Dadanya naik turun, napasnya tidak stabil dan mulai kehilangan kendali.

Namun, kekesalannya sejenak terhenti tatkala mendengar suara bel. Tanpa memastikan lebih dulu siapa orangnya, Ervano berlari kecil dan membuka pintu dengan segera.

"Siap_"

Bugh

Baru juga terbuka sedikit, satu bogem mentah mendarat tepat di wajahnya hingga Ervano mundur beberapa langkah.

Tak selesai di sana, belum sempat Ervano mengelak sebuah tendangan juga dia rasakan tepat di bagian perut dan berakhir membuatnya terpental ke atas lantai.

Saat itulah, Ervano kembali diserang dengan pukulan bertubi-tubi, tanpa henti. Tak hanya pukulan, tetapi makian juga dia terima.

"Badjingan!!"

"Anjink!!"

"Berani-beraninya kau menodai adikku, settan!!"

Dapat Ervano rasakan semarah apa pria yang kini menyerangnya tanpa henti. Dan, sepanjang mendapatkan serangan tak terbesit keinginan Ervano untuk membalas, sedikit saja.

Sampai akhirnya, dia sadar pria itu mengeluarkan pisau lipat dan siap untuk menikam dadanya. Saat itulah, Ervano menahan pergelangan tangan lawannya sembari berucap dingin.

"Kau yang rugi jika sampai membu-nuhku, Abimanyu."

Abimanyu yang mendengar ucapan Ervano sontak tertawa pelan. "Apa katamu? Rugi? Mimpi!!"

"Pikirkan sekali lagi ... saat ini adikmu pasti tengah hancur, apa tidak semakin hancur andai nanti kakaknya masuk bui karena menghilangkan nyawa ayah dari anaknya? Hem?"

Sembari melayangkan pertanyaan itu, Ervano tersenyum licik yang membuat kemarahan Abimanyu semakin menjadi-jadi dan bertekad untuk menghabisi nyawa Ervano sekalian.

Sialnya, kali ini Ervano tidak bersedia mengalah dan menahan serangan Abimanyu meski sama sekali tidak membalas.

Telapak tangan Ervano bahkan sampai terluka sewaktu melindungi diri dari serangan Abimanyu yang hendak menikamnya.

Sampai, pi-sau lipat yang menjadi senjata utama Abimanyu terpental cukup jauh barulah Ervano kembali pasrah dan membebaskan Abimanyu meluapkan kemarahannya.

Sampai puas, Ervano seolah tidak peduli seberapa banyak da-rah yang keluar dari hidung dan telapak tangannya.

Mungkin Abimanyu akan menganggapnya pengecut, penakut dan bodoh. Namun, Ervano memang sama sekali tidak memiliki keinginan untuk bertengkar dan menyerang balik Abimanyu.

"Kenapa kau diam? Balas pukulanku badjingan!!" tantang Abimanyu sembari mengangkat kerah kemeja pria itu.

Tanpa menjawab, Ervano bergeming dengan mata yang hanya menatap sendu Abimanyu.

"Berhenti menatapku seperti itu!! Lawan aku!! Perlihatkan kekuatanmu dan jangan hanya berani kepada adikku."

Berkali-kali Abimanyu memintanya membalas, tapi Ervano tetap diam hingga akhirnya pria itu muak juga.

Segera Abimanyu beranjak berdiri dan menatap hina Ervano yang tergeletak di lantai dengan luka dan memar di wajahnya.

"Urusan kita belum selesai, Pecundang, ingat itu!!"

.

.

Cukup lama waktu yang dibutuhkan Ervano untuk bisa bangkit selepas kepergian Abimanyu. Perlahan dia berdiri beranjak mengambil kotak P3K untuk mengobati luka-lukanya sendiri.

Tanpa ekspresi dia menuangkan alkohol ke atas luka yang disebabkan sen-jata tajam milik Abimanyu.

Hanya butuh beberapa saat untuk Ervano mengobati lukanya. Selesai dengan luka, dia beralih membersihkan lantai tepat dimana da-rahnya berceceran di sana.

Hingga bersih tanpa noda kemudian juga mencari keberadaan pis-au Abimanyu yang tadi sempat dia lemparkan sembarang arah.

Perlahan, dia memungutnya dan kembali tersenyum tipis seakan menganggap tindakan Abimanyu lucu. "Bagaimana bisa dia berniat menyerang lawan dengan senjata sekecil ini?"

Walau sudah diserang bahkan hampir meregang nyawa, Ervano terlihat santai saja. Usai mengamankan pi-sau yang digunakan Abimanyu untuk menyerangnya, pria itu berlalu ke kamar tidur dan menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.

Matanya menatap ke langit-langit kamar sembari berpikir. Kedatangan Abimanyu yang dia ketahui sebagai kakak Haura sudah cukup untuk menjadi bukti bahkan kemungkinan besar Haura tidak baik-baik saja.

Sekaligus menjadi jawaban atas pertanyaan yang tadi dia lontarkan pada Haura lewat pesan singkat dan tidak dihiraukan itu. Padahal, Ervano sampai nekat menghubungi Haura lewat nomor pribadi yang hanya dia gunakan untuk orang-orang tertentu saja.

Merasa masih ada cara lain untuk menghubungi Haura, Ervano meraih ponsel satunya dan menghubungi Haura lagi.

Dengan pertanyaan yang kurang lebih sama, intinya Ervano memastikan keadaan wanita itu.

Untuk kali ini, Ervano benar-benar berharap Haura bersedia membalas pesannya. Di luar dugaan, tidak hanya pesan, Haura justru balik menelponnya yang kemudian Ervano terima tanpa banyak bicara.

"Hall_"

"Lupakan yang terjadi ... saya tidak akan memperpanjang masalah jadi anggap tadi malam tidak terjadi apa-apa!! Jangan berlagak seolah mengenal saya dan satu lagi, jangan pernah menghubungi saya apapun alasannya!! Sampai Bapak masih mengusik saya, maka saya tidak akan segan-segan membuat Bapak membusuk di penjara, paham!!"

Ervano belum selesai menyapa, tapi Haura justru membalas dengan pernyataan sepanjang jalan kenangan. Sontak pria itu tersenyum tipis dan cukup terkejut mendengar suara Haura. "Ah, jadi kamu mengancam saya?"

.

.

- To Be Continued -

...Sejauh ini gimana? Apa penduduk bumi syuka? ...

Terpopuler

Comments

airadwi Rahayu

airadwi Rahayu

aku merasa ada sesuatu yang di pendam di hati vano, sampai² setelah dapat guaass pooool karena ingin merasakan sesuatu itu.

2024-12-20

0

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

Suka thor aku, biarpun Ervano sdh beristri tp blm pernah berhubungan dengan istrinya

2024-11-28

1

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

Haura, jgn ngancem, di tuntut balik kamu yg kena, obat nya dr kamu . malah kena kik balik kamu

2024-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Awal
2 BAB 02 - Tolong Aku
3 BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4 BAB 04 - Akan Kuhabisi
5 BAB 05 - Dengan Caraku
6 BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7 BAB 07 - Aku Lawanmu
8 BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9 BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10 BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11 BAB 11 - Back To Single Era!!
12 BAB 12 - Bukan Suami
13 BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14 BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15 BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16 BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17 BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18 BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19 BAB 19 - Seperti Akan Gila
20 BAB 20 - Di Ujung Penantian
21 BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22 BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23 BAB 23 - Terlihat Romantis
24 BAB 24 - Kalah Strategi
25 BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26 BAB 26 - Mas Jawa
27 BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28 BAB 28 - Masih Dendam
29 BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30 BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31 BAB 31 - Rasa yang Sama
32 BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33 BAB 33 - Kuat LDR?
34 BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35 BAB 35 - Via Suara
36 BAB 36 - Kamu Bahagia?
37 BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38 BAB 38 - Egois
39 BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40 BAB 40 - Makan Apa?
41 BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42 BAB 42 - Cinta Sendirian
43 BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44 BAB 44 - Morning Kiss
45 BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46 BAB 46 - Kurang Belaian
47 BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48 BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49 BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50 BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51 BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52 BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53 BAB 53 - I Found You, Haura.
54 BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55 BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56 BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57 BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58 BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59 BAB 59 - Jin Qorin
60 BAB 60 - Mental Maling
61 BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62 BAB 62 - Bawaan Lahir
63 BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64 BAB 64 - Salah Prasangka
65 BAB 65 - Pulang?
66 BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67 BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68 BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69 BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70 BAB 70 - Sebatas Status
71 BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72 BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73 BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74 BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75 BAB 75 - Jalan Tengah
76 BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77 BAB 77 - Mesin Waktu
78 BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79 BAB 79 - Bukan Mahram
80 BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81 BAB 81 - My First Love
82 BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83 BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84 BAB 84 - Rujuk Saja
85 BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86 Salam Hangat - Desy Puspita
87 BAB 86 - Karena Cinta
88 BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89 BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90 BAB 89 - Ide Gila Haura
91 BAB 90 - Melebur Rindu
92 BAB 91 - Tunda Produksi
93 BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94 BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95 BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96 BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97 BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98 BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99 BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100 BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101 BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102 BAB 101 - Bertukar Pasangan
103 BAB 102 - Lupakan Saja.
104 BAB 103 - Tips Ala Ervano
105 BAB 104 - Takut Karma
106 BAB 105 - Penulis Skenarionya
107 BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108 BAB 107 - Bau Bawang
109 BAB 108 - Malu-Maluin
110 BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111 BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112 BAB 111 - Takut Kehilangan
113 BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114 BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115 BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116 BAB 115 - Tanda Sayang
117 BAB 116 - Amit-Amit!!
118 BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119 BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120 BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121 BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122 BAB 121 - Marah Sekeluarga
123 BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124 BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125 BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126 BAB 125 - Agak Trauma
127 BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128 BAB 127 - My First Love (END)
129 Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 129 Episodes

1
BAB 01 - Awal
2
BAB 02 - Tolong Aku
3
BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4
BAB 04 - Akan Kuhabisi
5
BAB 05 - Dengan Caraku
6
BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7
BAB 07 - Aku Lawanmu
8
BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9
BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10
BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11
BAB 11 - Back To Single Era!!
12
BAB 12 - Bukan Suami
13
BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14
BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15
BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16
BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17
BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18
BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19
BAB 19 - Seperti Akan Gila
20
BAB 20 - Di Ujung Penantian
21
BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22
BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23
BAB 23 - Terlihat Romantis
24
BAB 24 - Kalah Strategi
25
BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26
BAB 26 - Mas Jawa
27
BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28
BAB 28 - Masih Dendam
29
BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30
BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31
BAB 31 - Rasa yang Sama
32
BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33
BAB 33 - Kuat LDR?
34
BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35
BAB 35 - Via Suara
36
BAB 36 - Kamu Bahagia?
37
BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38
BAB 38 - Egois
39
BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40
BAB 40 - Makan Apa?
41
BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42
BAB 42 - Cinta Sendirian
43
BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44
BAB 44 - Morning Kiss
45
BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46
BAB 46 - Kurang Belaian
47
BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48
BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49
BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50
BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51
BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52
BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53
BAB 53 - I Found You, Haura.
54
BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55
BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56
BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57
BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58
BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59
BAB 59 - Jin Qorin
60
BAB 60 - Mental Maling
61
BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62
BAB 62 - Bawaan Lahir
63
BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64
BAB 64 - Salah Prasangka
65
BAB 65 - Pulang?
66
BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67
BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68
BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69
BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70
BAB 70 - Sebatas Status
71
BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72
BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73
BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74
BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75
BAB 75 - Jalan Tengah
76
BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77
BAB 77 - Mesin Waktu
78
BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79
BAB 79 - Bukan Mahram
80
BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81
BAB 81 - My First Love
82
BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83
BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84
BAB 84 - Rujuk Saja
85
BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86
Salam Hangat - Desy Puspita
87
BAB 86 - Karena Cinta
88
BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89
BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90
BAB 89 - Ide Gila Haura
91
BAB 90 - Melebur Rindu
92
BAB 91 - Tunda Produksi
93
BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94
BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95
BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96
BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97
BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98
BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99
BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100
BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101
BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102
BAB 101 - Bertukar Pasangan
103
BAB 102 - Lupakan Saja.
104
BAB 103 - Tips Ala Ervano
105
BAB 104 - Takut Karma
106
BAB 105 - Penulis Skenarionya
107
BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108
BAB 107 - Bau Bawang
109
BAB 108 - Malu-Maluin
110
BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111
BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112
BAB 111 - Takut Kehilangan
113
BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114
BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115
BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116
BAB 115 - Tanda Sayang
117
BAB 116 - Amit-Amit!!
118
BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119
BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120
BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121
BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122
BAB 121 - Marah Sekeluarga
123
BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124
BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125
BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126
BAB 125 - Agak Trauma
127
BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128
BAB 127 - My First Love (END)
129
Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!