BAB 11 - Back To Single Era!!

Sekuat itu pendirian Ray untuk terus bersama. Namun, pendirian Haura untuk berpisah tidak kalah kuat, bahkan sangat kuat.

Tanpa peduli panggilan Ray, bahkan tatkala pria itu mengejarnya Haura terus fokus melaju dan tidak berniat menoleh ke belakang.

Sengaja dia hindari karena tidak ingin goyah lagi. Walau sakitnya luar biasa, tapi Haura merasa akan lebih baik pahit di awal sebagaimana yang dia utarakan sebelumnya.

Bukan dia tidak cinta, bukan pula berharap akan bersatu pada Ervano yang telah menghancurkannya. Namun, Haura hanya tidak ingin egois dan menjadi pemeran utama dalam kisah Ray yang seharusnya bisa mendapatkan wanita lebih baik darinya.

Dalam diam, Haura terus berharap bahwa Ray akan mendapat pengganti yang lebih baik. Meski saat ini Ray mengatakan menerima apapun keadaannya tetap saja Haura tidak bersedia.

Apalagi jika sampai terjadi seperti yang Ray katakan, menerima anak hasil perbuatan Ervano dengan suka rela, jelas Haura tidak bersedia.

Bisa-bisanya Ray sudah berpikir sejauh itu. Padahal, Haura sendiri bahkan tidak menginginkan kehadiran anak dalam dirinya. Mengingat ucapan Ray, sontak wanita itu menggelengkan kepala dan menepuk-nepuk perutnya dengan harapan tidak akan terjadi apapun di sana.

"Jangan sampai hamil, Ya Tuhan, bagaimana nasibku nanti? Sekecewa apa papa dan Mama? Mustahil aku tidak akan ditampar nantinya?"

Setakut itu Haura andai sampai hamil nantinya. Ketakutan yang tadi sempat memudar seketika menyeruak dan mengganggu pikiran Haura.

Alhasil, dia mulai kehilangan konsentrasi dan hampir saja menabrak pengendara motor dan berakhir diserang di tengah jalan.

"Lihat-lihat dong, Mbak!! Jangan mentang-mentang artis jadi seenaknya!!"

"Dia artis? Artis apa?"

"Artis, kurang terkenal mungkin tapi terserah ... ganti rugi dong, ini motor saya lecet!!"

Haura tidak memiliki tenaga untuk berdebat. Tanpa banyak bicara dia mengeluarkan semua uang yang ada di dompet sebagai ganti rugi motor korbannya itu.

"Cukup?"

"Cu-cukup kok, hati-hati lain kali ... jangan ngelamun nanti banyak yang_"

"Saya permisi," pamit Haura tanpa peduli nasihat dari kedua pria itu.

Sedikit pun dia tidak peduli dan tidak butuh dinasihati. Jiwanya saat ini benar-benar terasa kosong, bingung dan tidak tahu kemana tujuannya.

Haura hanya mengikuti kata hatinya. Lagi dan lagi, karena kegalauan itu Haura justru menghabiskan waktu di luar sampai malam.

Seakan tidak jera pasca mengalami hal buruk dalam hidupnya, Haura menyendiri di tempat sepi yang memungkinkan dia bisa menjadi korban atas kekerasan lain lagi.

Namun, tentang itu Haura jujur saja seakan tidak lagi peduli. Dengan tubuhnya yang merasa tak berharga itu, Haura tidak memiliki ketakutan andai terjadi hal buruk suatu saat nanti.

Sudah tentu dia sudah pamit dan meminta izin Abimanyu. Dia juga mengirimkan live location agar membuat kakaknya percaya dan juga meyakinkan Abimanyu bahwa dirinya tidak akan lama.

Hanya sesaat menikmati malam di ibu kota. Berharap dengan cara itu sesak di dalam dadanya akan musnah. Bisa dibilang, dia merasakan hari perpisahan bersama Ray - pria yang dicintainya.

"Hah!! Back to single era ... no cinta-cintaan, kita fokus karir agar tidak lagi menyakiti hati pria!!" ucap Haura bermonolog demi meyakinkan diri sendiri.

Dia tengah berusaha menata diri tanpa peduli luka lama. Hari ini, detik ini Haura bertekad untuk menjadi Haura yang baru.

Kehilangan per-awan bukan jadi alasan. Sebagaimana yang Haura yakini, mahkota wanita ada di kepala, bukan di bawah.

.

.

"Ya, fokus karir dan_ Ya Tuhan kenapa seberat ini ... aku sakit, sakit sekali."

Sekali lagi, Haura meratap dan menangisi nasibnya. Bohong jika dia tidak terluka, Ray adalah manusia paling berharga setelah keluarga yang dia punya.

Pria itu tipe idealnya, ketampanan dan sikapnya seolah sempurna. Jika saja penyebabnya bukan karena kehancuran ini, mungkin Haura akan kembali memohon kepada Ray agar tidak pergi.

Lagi dan lagi, dia kehilangan kendali. Menangis sejadi-jadinya di atas jembatan penyeberangan semacam ini sama sekali tidak pernah Haura rencanakan.

Seakan sengaja menenangkan diri di tengah gemerlapnya cahaya ibu kota, Haura berharap dengan cara ini akan berkurang sedikit lelahnya.

Cukup lama dia menghabiskan waktu dengan menangis di sana, hingga dirasa puas barulah Haura berbalik dan berniat angkat kaki.

Namun, tepat saat tubuhnya berbalik wanita itu dikejutkan dengan sosok pria tampan yang tengah berdiri tak jauh darinya.

Kehadirannya sungguh mengejutkan, Haura sampai mengira bahwa dirinya tengah berhalusinasi. Akan tetapi, jika memang berhalusinasi kenapa harus pria itu? Bukankah ada Ray yang lebih pantas hadir dalam lamunanya?

"Jangan dibiasakan, kamu punya seribu cara menyelesaikan masalah dibanding teriak-teriak seperti orang gila, Haura."

"Heuh?"

Mata Haura mengerjap pelan, Ervano bicara dan kini mendekat. Artinya bukan sekadar khayalan, tapi memang Ervano.

Sontak Haura mundur perlahan. Semakin dihindari, pria itu justru semakin dekat dan sialnya Haura justru tidak bisa menjaga keseimbangan dan hampir saja terjatuh.

Secepat kilat Ervano menangkap tubuh Haura hingga pandangan keduanya terkunci beberapa saat. Untuk pertama kali, Haura menatapnya sedekat ini.

"Sedang apa? Berencana bu-nuh diri?" tanya pria itu tanpa melepaskan Haura, baik pelukan maupun tatapan sama saja.

"Ck, bukan urusanmu!!" ketus Haura sembari mendorong tubuh Ervano agar menjauh darinya.

Tak lupa Haura mengusap tubuhnya yang tadi pernah Ervano sentuh seolah terkena noda dan berakhir senyuman tipis di wajah pria itu.

"Padahal sebelumnya lebih dari itu," gumamnya begitu pelan, tapi masih dapat terdengar oleh Haura.

"Apa katamu?"

"Ah, tidak," jawabnya kemudian memalingkan muka.

Haura yang masih kesal terus menatap jengkel pria di hadapannya. Cukup lama Haura perhatikan, hingga baru sadar dengan memar di wajah dan tangannya tampak terbalut perban.

Bukan sekadar perban biasa, tapi no-da da-rah di sana terlihat juga. Apa Haura peduli dengan lukanya? Tentu saja tidak. Namun, hal itu cukup mengganggu pikiran Haura dan mulai terpikir tentang Abimanyu.

"Luka dan memar itu ... bukankah Abimanyu bilang hanya kenalan?" Haura membatin, tentu sembari menatap teliti Ervano yang membuat pria itu salah mengartikan.

"Saya tahu saya tampan, tapi sampai kapan kamu terus menatap saya seperti seperti itu?"

"Cih, terlalu percaya diri ... siapa juga terpesona!! Ketemu saja sudah jadi bencana!!"

"Oh iya? Begitukah?"

"Banyak tanya, iya!! Puas?" sentak Haura berharap Ervano akan tersinggung dan angkat kaki segera.

Namun, alih-alih tersinggung pria itu justru terkekeh pelan dan berakhir membuat Haura semakin geram.

Dia yang tadi bersedih seketika hilang, tergantikan rasa ingin mendorong Ervano hingga terperosok ke tengah jalan.

"Wah, bisa-bisanya tertawa ... apa di sini ada yang lucu?"

"Tidak juga."

Tidak katanya, tapi Ervano kembali tertawa dan tingkah pria itu semakin membuat Haura kian muak.

"Bapak ngikutin saya?" tanya Haura langsung pada intinya karena dia memang menaruh kecurigaan akan kehadiran Ervano yang persis makhluk halus malam ini.

Tanpa mengelak, Ervano justru mengangguk hingga membuat mata Haura membulat sempurna. "What? Anda mau apa lagi? Masih kurang setelah menghancurkan saya? Hah?"

"Tidak."

"Lalu apa?"

"Saya hanya ingin melanjutkan pembicaraan yang tadi sempat tertunda."

"Bicara? Bicara tentang apa lagi?"

"Kita," jawab Ervano tetap santai.

"Kita? Apanya yang mau dibicarakan, sejak kapan saya dan Anda menjadi kesatuan yang disebut kita? Hah?"

Haura meluap-luap, jelas sekali seberapa dongkol hatinya. Menghadapi itu, Ervano hanya tersenyum tipis sebelum kemudian menjawab dengan santainya. "Sejak tadi malam, kamu lupa?"

Plak!!

.

.

- To Be Continued -

Assalamualaikum, selamat malam ... Last eps hari ini, semoga lulus dan tidak terhambat. See you esok hari, siapkan vote untuk Haura jika berkenan ya ... sarangheo♥️

Follow Ig : desh_puspita untuk visual dan ilustrasi novelnya.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

gayanya aja Haura marah ngamuk padahal terpesona
kalo memang mau menghindar, menjauh, bisa kan hijrah sebentar? kemana, gitu? ini alah kelayapan sampai malam!
gitu ketemu Ervano bukan lari cuma mundur perlahan? biar jatuh trus ditangkap?? mu ra han
tapi moga aja Haruna berakhir bahagia dgn ketololannya juga kelemahannya dan sedikit kegatalannya itu

2024-11-19

0

Fani Indriyani

Fani Indriyani

jangan lemah ra,kamu harus kuat menghadapi vano dan kamu harus usut juga knp ardita malah ngasih obat perangsang bkn pencahar,ga mungkinkah andita ga tau obat itu apa,pantesan botolnya polos ga ada namanya

2024-11-02

1

Ani Suwarni

Ani Suwarni

tambah lagi Ra....kalo perlu pakai sepatumu biar rada berasa.kalo pakai tanganmu keenakan dia,berasa kau membelainya.🙊

2024-09-15

10

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Awal
2 BAB 02 - Tolong Aku
3 BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4 BAB 04 - Akan Kuhabisi
5 BAB 05 - Dengan Caraku
6 BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7 BAB 07 - Aku Lawanmu
8 BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9 BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10 BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11 BAB 11 - Back To Single Era!!
12 BAB 12 - Bukan Suami
13 BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14 BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15 BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16 BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17 BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18 BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19 BAB 19 - Seperti Akan Gila
20 BAB 20 - Di Ujung Penantian
21 BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22 BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23 BAB 23 - Terlihat Romantis
24 BAB 24 - Kalah Strategi
25 BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26 BAB 26 - Mas Jawa
27 BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28 BAB 28 - Masih Dendam
29 BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30 BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31 BAB 31 - Rasa yang Sama
32 BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33 BAB 33 - Kuat LDR?
34 BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35 BAB 35 - Via Suara
36 BAB 36 - Kamu Bahagia?
37 BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38 BAB 38 - Egois
39 BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40 BAB 40 - Makan Apa?
41 BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42 BAB 42 - Cinta Sendirian
43 BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44 BAB 44 - Morning Kiss
45 BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46 BAB 46 - Kurang Belaian
47 BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48 BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49 BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50 BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51 BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52 BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53 BAB 53 - I Found You, Haura.
54 BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55 BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56 BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57 BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58 BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59 BAB 59 - Jin Qorin
60 BAB 60 - Mental Maling
61 BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62 BAB 62 - Bawaan Lahir
63 BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64 BAB 64 - Salah Prasangka
65 BAB 65 - Pulang?
66 BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67 BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68 BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69 BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70 BAB 70 - Sebatas Status
71 BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72 BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73 BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74 BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75 BAB 75 - Jalan Tengah
76 BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77 BAB 77 - Mesin Waktu
78 BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79 BAB 79 - Bukan Mahram
80 BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81 BAB 81 - My First Love
82 BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83 BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84 BAB 84 - Rujuk Saja
85 BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86 Salam Hangat - Desy Puspita
87 BAB 86 - Karena Cinta
88 BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89 BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90 BAB 89 - Ide Gila Haura
91 BAB 90 - Melebur Rindu
92 BAB 91 - Tunda Produksi
93 BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94 BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95 BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96 BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97 BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98 BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99 BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100 BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101 BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102 BAB 101 - Bertukar Pasangan
103 BAB 102 - Lupakan Saja.
104 BAB 103 - Tips Ala Ervano
105 BAB 104 - Takut Karma
106 BAB 105 - Penulis Skenarionya
107 BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108 BAB 107 - Bau Bawang
109 BAB 108 - Malu-Maluin
110 BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111 BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112 BAB 111 - Takut Kehilangan
113 BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114 BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115 BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116 BAB 115 - Tanda Sayang
117 BAB 116 - Amit-Amit!!
118 BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119 BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120 BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121 BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122 BAB 121 - Marah Sekeluarga
123 BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124 BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125 BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126 BAB 125 - Agak Trauma
127 BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128 BAB 127 - My First Love (END)
129 Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 129 Episodes

1
BAB 01 - Awal
2
BAB 02 - Tolong Aku
3
BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4
BAB 04 - Akan Kuhabisi
5
BAB 05 - Dengan Caraku
6
BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7
BAB 07 - Aku Lawanmu
8
BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9
BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10
BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11
BAB 11 - Back To Single Era!!
12
BAB 12 - Bukan Suami
13
BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14
BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15
BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16
BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17
BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18
BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19
BAB 19 - Seperti Akan Gila
20
BAB 20 - Di Ujung Penantian
21
BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22
BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23
BAB 23 - Terlihat Romantis
24
BAB 24 - Kalah Strategi
25
BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26
BAB 26 - Mas Jawa
27
BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28
BAB 28 - Masih Dendam
29
BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30
BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31
BAB 31 - Rasa yang Sama
32
BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33
BAB 33 - Kuat LDR?
34
BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35
BAB 35 - Via Suara
36
BAB 36 - Kamu Bahagia?
37
BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38
BAB 38 - Egois
39
BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40
BAB 40 - Makan Apa?
41
BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42
BAB 42 - Cinta Sendirian
43
BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44
BAB 44 - Morning Kiss
45
BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46
BAB 46 - Kurang Belaian
47
BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48
BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49
BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50
BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51
BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52
BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53
BAB 53 - I Found You, Haura.
54
BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55
BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56
BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57
BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58
BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59
BAB 59 - Jin Qorin
60
BAB 60 - Mental Maling
61
BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62
BAB 62 - Bawaan Lahir
63
BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64
BAB 64 - Salah Prasangka
65
BAB 65 - Pulang?
66
BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67
BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68
BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69
BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70
BAB 70 - Sebatas Status
71
BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72
BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73
BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74
BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75
BAB 75 - Jalan Tengah
76
BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77
BAB 77 - Mesin Waktu
78
BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79
BAB 79 - Bukan Mahram
80
BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81
BAB 81 - My First Love
82
BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83
BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84
BAB 84 - Rujuk Saja
85
BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86
Salam Hangat - Desy Puspita
87
BAB 86 - Karena Cinta
88
BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89
BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90
BAB 89 - Ide Gila Haura
91
BAB 90 - Melebur Rindu
92
BAB 91 - Tunda Produksi
93
BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94
BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95
BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96
BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97
BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98
BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99
BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100
BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101
BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102
BAB 101 - Bertukar Pasangan
103
BAB 102 - Lupakan Saja.
104
BAB 103 - Tips Ala Ervano
105
BAB 104 - Takut Karma
106
BAB 105 - Penulis Skenarionya
107
BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108
BAB 107 - Bau Bawang
109
BAB 108 - Malu-Maluin
110
BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111
BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112
BAB 111 - Takut Kehilangan
113
BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114
BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115
BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116
BAB 115 - Tanda Sayang
117
BAB 116 - Amit-Amit!!
118
BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119
BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120
BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121
BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122
BAB 121 - Marah Sekeluarga
123
BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124
BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125
BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126
BAB 125 - Agak Trauma
127
BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128
BAB 127 - My First Love (END)
129
Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!