BAB 04 - Akan Kuhabisi

Tanpa menjawab, Ervano berlalu keluar segera. Seolah mengerti dengan isi hati Haura yang tidak ingin dilihat wajahnya, pria itu hanya meninggalkan bathrobe yang tadi dia berikan kepada Haura.

Cukup lama Haura hanya terpaku menatap benda itu. Jiwanya yang seakan tercabik-cabik masih tak kuasa untuk bangkit.

Fakta bahwa dirinya tidak lagi suci membuat Haura merasa hina. Tak pernah Haura kira bahwa dia akan berakhir dalam dekapan pria tak berhati yang semalam menatapnya bak wanita penggoda.

"No, Haura, tidak ada gunanya menangis sekarang!!" Sembari disertai helaan napas panjang, Haura menyeka kasar air matanya dan mencoba turun dari atas tempat tidur.

Persetan dengan rasa perih dan sakitnya. Jika boleh jujur saat ini Haura merasa seperti remuk, lelah luar biasa. Namun, dia tidak sudi terus berada di kamar Ervano lebih lama.

Tanpa memedulikan rasa sakit, Haura bergegas memunguti pakaiannya yang tergelak tak karu-karuan di atas lantai. Dia tidak butuh kerapian, tidak juga peduli cantik atau tidaknya karena tujuan saat ini hanyalah enyah dan angkat kaki dari tempat terkutuk itu.

Jika pengantin yang baru menikah mungkin akan berhati-hati dalam melangkah, Haura justru sebaliknya. Tidak ada celah untuk tubuhnya bermanja-manja, bahkan dia sampai melangkah cepat sewaktu keluar dari kamar Ervano.

Tidak selesai di sana, walau dalam keadaan murka wanita itu masih bisa berpikir jernih dan mencari ponselnya yang semalam juga Ervano lemparkan sembarang arah.

Mata tajam Haura terfokus mencari keberadaan ponselnya saja. Sedikit pun dia tidak peduli akan kehadiran Ervano yang sibuk menyiapkan sarapan untuknya.

Usai menemukan ponsel dan tasnya, Haura semakin mempercepat langkah. Namun, tepat di depan pintu, langkah wanita itu seketika terhenti tatkala seseorang mencekal pergelangan tangannya.

Tidak kasar seperti semalam, tapi cukup kuat sampai ketika dihempas juga masih bisa bertahan.

"Mau apa lagi?"

"Biar saya antar," ucap Ervano masih konsisten dingin, tidak ada hangat-hangatnya sama sekali.

Mata Haura semakin tajam, memberanikan diri demi membuat Ervano mengerti semarah apa dirinya kini. "Apa yang saya ucapkan tadi rasanya cukup jelas, apa perlu diulang?"

Ervano bergeming, genggaman tangannya mulai melemah dan sekali hempas terlepas begitu saja. Meski tanpa kata, Ervano masih membukakan pintu dan mempersilakan Haura keluar.

Begitu mendapatkan lampu hijau, Haura berlalu pergi dengan perasaan hancur yang tak bisa dia definisikan. Matanya kembali mengembun, pandangan Haura sampai tidak jelas.

Bahaya sekali sebenarnya dia mengemudi dalam keadaan begini. Ingin sekali dia menghubungi Ray - sang kekasih, atau mungkin kakaknya.

Namun, sekali lagi Haura masih bisa berpikir dan sama sekali tidak memiliki keberanian menghubungi mereka. Bahkan, setelah ini rasanya Haura tidak sanggup memperlihatkan wajah di hadapan orang-orang terdekatnya.

Jangan tanya bagaimana Haura bisa fokus di jalanan, sepanjang perjalanan dia hampir dua kali menabrak trotoar. Walau sebenarnya dia terlihat tenang, tapi kepalanya berisik sekali.

Berbagai pertanyaan mengitari kepalanya. Jika diucap, mungkin tidak akan selesai dalam waktu satu jam.

Sekecewa apa kedua orang papa dan mama nanti? Semarah apa kedua kakaknya? Sesakit apa Ray andai tahu apa yang telah terjadi padanya.

Mungkinkah Ray akan menganggap hina dan membuangnya begitu saja? Hendak bagaimana caranya meminta maaf pada Ray yang selalu dia minta menjaga kepercayaan jika sedang berpisah?

Sungguh, kepala Haura sampai seperti akan pecah rasanya. Terlalu lama berpikir, ternyata kini dia sudah tiba di kediaman utama.

Butuh beberapa waktu untuk Haura bisa turun. Sudah tentu dia harus memastikan keadaan aman atau tidaknya sebelum itu.

Jangan sampai Abimanyu - saudaranya melihat dirinya yang pulang dalam keadaan kacau begini.

Setengah berlari Haura masuk dan bergegas naik ke kamarnya. Rasa ngilu dan perih di bagian bawah sama sekali tidak dia indahkan, terserah sekalipun berda-rah atau semacamnya.

Begitu berhasil masuk ke dalam kamar, tanpa mengunci pintu Haura berlari ke dalam kamar mandi dan mengurung diri di sana.

Tubuhnya yang dirasa amat kotor dan menji-jikan itu dia biarkan merasakan dingin di bawah guyuran air. Sekaligus, dengan cara ini dia bisa puas menangis.

Sudah lama dia menahan air mata, dada Haura sampai sakit membayangkan kehancurannya. Hendak menyalahkan siapa Haura juga bingung, karena di sini penyebabnya adalah dia.

Jika saja dia tidak menerima saran Andita untuk memberikan obat laknat itu ke dalam minuman Ervano, mungkin hal semacam ini tidak akan terjadi.

Sekarang, hendak bagaimana dia menghadapi hari-harinya ke depan? Bagaimana jika yang terjadi tadi malam justru berakibat fatal? Andai kata sampai hamil hancur sudah dan bisa dipastikan dia akan gila.

"A-aku tidak mau ... aku tidak mau!! Aku tidak mau ... Papa Haura harus bagaimana!!"

Haura meraung dalam kesunyian. Setelah sejak tadi hanya sekadar dipikiran, pada akhirnya dia menyerah dan kata papa terlontar dari bibirnya.

Kembali Haura memukul-mukul tubuhnya sendiri, cukup lama dia lakukan sampai akhirnya lelah sendiri. "Maaf, Pa, Ma, aku membuat kalian berdua kecewa."

.

.

"Haura!!"

"Heuh?" Tubuh Haura terperanjat tatkala mendengar seseorang memekik pasca pintu kamar mandi terbuka.

Dia yang tadi lelah, mendadak panik tatkala Abimanyu mendekat dan mendekap erat tubuhnya. Saat itu pula, tangis Haura benar-benar pecah.

Dapat Haura lihat seberapa panik dan takutnya Abimanyu saat ini. "Apa yang terjadi? Katakan padaku ... kamu kenapa? Hah? Sayang, Haura ... hei, jawab aku!! Kamu kenapa?!!"

Secara beruntun Abimanyu melayangkan pertanyaan. Tak ada yang mampu Haura jawab, dia masih terus menangis dan meluapkan kesedihan dalam dekapan saudara kembarnya.

Ingin sekali dia mengadu, sungguh. Bahkan, satu kejadian pun takkan dia lupakan, semua akan dia adukan kepada Abimanyu, tapi tidak untuk sekarang.

"Coba jawab, kamu kenapa? Bilang, Ra."

"A-abim aku ...." Penuh keraguan untuk Haura mengungkapkan kebenarannya, demi apapun dia juga takut sampai Abimanyu marah dan petakanya semakin besar.

"Cepat katakan, kamu kenapa? Hem?"

"Aku baik-baik saja, hanya jatuh tadi."

"Jatuh apa yang begini, Haura?!" sentak Abimanyu tanpa basa-basi menyentuh noda merah yang ada di leher dan dadanya.

Mata tajam pria itu semakin menyala, sudah tentu kemarahannya tengah di ubun-ubun. "Katakan padaku siapa? Sejauh apa dia melakukannya? Hah? Jawab!!"

Haura tidak lagi bisa berbohong, Abimanyu lebih dahulu bisa menyimpulkan apa yang terjadi padanya.

"Siapa orangnya, Haura? Ray kah?" tanya Abimanyu menatap kecewa Haura.

"Bukan ... bukan Ray."

"Lalu siapa? Katakan cepat, Haura!!" bentak Abimanyu lagi semakin mendesak Haura untuk mengaku segera.

"Ervano," jawab Haura pelan, hampir berbisik karena lidahnya seolah lesu untuk menyebut nama itu.

"Apa? Ervano?"

Haura mengangguk, sontak rahang Abimanyu mengeras dengan tangan yang kini mengepal dengan kuat-kuat.

"Badjingan!! Akan kuhabisi nyawanya hari ini juga!!"

"Abimanyu jangan!"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Ani Suwarni

Ani Suwarni

adegan ini nih ... yg waktu itu di cut kak author.Yang bikin penisirin penduduk bumi.

kalo dah begini,mau menyalahkan siapa coba? Haura atau Vano? tp obat itu dari Andita.Apakah disini Andita ada unsur kesengajaan.Kalo iyaa....berarti ini yg dinamakan teman lak nat.

2024-09-13

62

jumirah slavina

jumirah slavina

makin kesini Aku penasaran ma kisah percintaan Banyu deh Thor...
walaupun mungkin dia satu²y keturunan Megantara yg tatoan..,, tingkah preman'y keq Santan Kara tp dia HERO bagi Uday & Dora..
lope Banyu Asin🥰😘🤭🤣🤣

2024-09-13

17

ˢ⍣⃟ₛAngela

ˢ⍣⃟ₛAngela

nah kan ketahuan sang kakak' ... kmu jelaskan Haura yg sebenarnya

2024-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Awal
2 BAB 02 - Tolong Aku
3 BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4 BAB 04 - Akan Kuhabisi
5 BAB 05 - Dengan Caraku
6 BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7 BAB 07 - Aku Lawanmu
8 BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9 BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10 BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11 BAB 11 - Back To Single Era!!
12 BAB 12 - Bukan Suami
13 BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14 BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15 BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16 BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17 BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18 BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19 BAB 19 - Seperti Akan Gila
20 BAB 20 - Di Ujung Penantian
21 BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22 BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23 BAB 23 - Terlihat Romantis
24 BAB 24 - Kalah Strategi
25 BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26 BAB 26 - Mas Jawa
27 BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28 BAB 28 - Masih Dendam
29 BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30 BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31 BAB 31 - Rasa yang Sama
32 BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33 BAB 33 - Kuat LDR?
34 BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35 BAB 35 - Via Suara
36 BAB 36 - Kamu Bahagia?
37 BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38 BAB 38 - Egois
39 BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40 BAB 40 - Makan Apa?
41 BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42 BAB 42 - Cinta Sendirian
43 BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44 BAB 44 - Morning Kiss
45 BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46 BAB 46 - Kurang Belaian
47 BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48 BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49 BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50 BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51 BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52 BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53 BAB 53 - I Found You, Haura.
54 BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55 BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56 BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57 BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58 BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59 BAB 59 - Jin Qorin
60 BAB 60 - Mental Maling
61 BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62 BAB 62 - Bawaan Lahir
63 BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64 BAB 64 - Salah Prasangka
65 BAB 65 - Pulang?
66 BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67 BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68 BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69 BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70 BAB 70 - Sebatas Status
71 BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72 BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73 BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74 BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75 BAB 75 - Jalan Tengah
76 BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77 BAB 77 - Mesin Waktu
78 BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79 BAB 79 - Bukan Mahram
80 BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81 BAB 81 - My First Love
82 BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83 BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84 BAB 84 - Rujuk Saja
85 BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86 Salam Hangat - Desy Puspita
87 BAB 86 - Karena Cinta
88 BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89 BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90 BAB 89 - Ide Gila Haura
91 BAB 90 - Melebur Rindu
92 BAB 91 - Tunda Produksi
93 BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94 BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95 BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96 BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97 BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98 BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99 BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100 BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101 BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102 BAB 101 - Bertukar Pasangan
103 BAB 102 - Lupakan Saja.
104 BAB 103 - Tips Ala Ervano
105 BAB 104 - Takut Karma
106 BAB 105 - Penulis Skenarionya
107 BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108 BAB 107 - Bau Bawang
109 BAB 108 - Malu-Maluin
110 BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111 BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112 BAB 111 - Takut Kehilangan
113 BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114 BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115 BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116 BAB 115 - Tanda Sayang
117 BAB 116 - Amit-Amit!!
118 BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119 BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120 BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121 BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122 BAB 121 - Marah Sekeluarga
123 BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124 BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125 BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126 BAB 125 - Agak Trauma
127 BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128 BAB 127 - My First Love (END)
129 Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 129 Episodes

1
BAB 01 - Awal
2
BAB 02 - Tolong Aku
3
BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4
BAB 04 - Akan Kuhabisi
5
BAB 05 - Dengan Caraku
6
BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7
BAB 07 - Aku Lawanmu
8
BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9
BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10
BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11
BAB 11 - Back To Single Era!!
12
BAB 12 - Bukan Suami
13
BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14
BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15
BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16
BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17
BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18
BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19
BAB 19 - Seperti Akan Gila
20
BAB 20 - Di Ujung Penantian
21
BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22
BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23
BAB 23 - Terlihat Romantis
24
BAB 24 - Kalah Strategi
25
BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26
BAB 26 - Mas Jawa
27
BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28
BAB 28 - Masih Dendam
29
BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30
BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31
BAB 31 - Rasa yang Sama
32
BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33
BAB 33 - Kuat LDR?
34
BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35
BAB 35 - Via Suara
36
BAB 36 - Kamu Bahagia?
37
BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38
BAB 38 - Egois
39
BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40
BAB 40 - Makan Apa?
41
BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42
BAB 42 - Cinta Sendirian
43
BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44
BAB 44 - Morning Kiss
45
BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46
BAB 46 - Kurang Belaian
47
BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48
BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49
BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50
BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51
BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52
BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53
BAB 53 - I Found You, Haura.
54
BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55
BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56
BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57
BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58
BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59
BAB 59 - Jin Qorin
60
BAB 60 - Mental Maling
61
BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62
BAB 62 - Bawaan Lahir
63
BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64
BAB 64 - Salah Prasangka
65
BAB 65 - Pulang?
66
BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67
BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68
BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69
BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70
BAB 70 - Sebatas Status
71
BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72
BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73
BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74
BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75
BAB 75 - Jalan Tengah
76
BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77
BAB 77 - Mesin Waktu
78
BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79
BAB 79 - Bukan Mahram
80
BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81
BAB 81 - My First Love
82
BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83
BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84
BAB 84 - Rujuk Saja
85
BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86
Salam Hangat - Desy Puspita
87
BAB 86 - Karena Cinta
88
BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89
BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90
BAB 89 - Ide Gila Haura
91
BAB 90 - Melebur Rindu
92
BAB 91 - Tunda Produksi
93
BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94
BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95
BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96
BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97
BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98
BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99
BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100
BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101
BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102
BAB 101 - Bertukar Pasangan
103
BAB 102 - Lupakan Saja.
104
BAB 103 - Tips Ala Ervano
105
BAB 104 - Takut Karma
106
BAB 105 - Penulis Skenarionya
107
BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108
BAB 107 - Bau Bawang
109
BAB 108 - Malu-Maluin
110
BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111
BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112
BAB 111 - Takut Kehilangan
113
BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114
BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115
BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116
BAB 115 - Tanda Sayang
117
BAB 116 - Amit-Amit!!
118
BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119
BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120
BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121
BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122
BAB 121 - Marah Sekeluarga
123
BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124
BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125
BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126
BAB 125 - Agak Trauma
127
BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128
BAB 127 - My First Love (END)
129
Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!