BAB 12 - Bukan Suami

"Maksud_"

Plak

Tamparan kedua kembali mendarat tepat di wajah Ervano. Tidak hanya menampar, tapi Haura yang lepas kendali dan tersinggung dengan sikap Ervano tak segan-segan menyerangnya secara brutal sembari melontarkan sumpah serapahnya.

"Badjingan!! Bisa-bisanya masih bersikap santai bahkan sama sekali tidak merasa bersalah!!" pekiknya luar biasa menggema dan sengaja Haura teriakan tepat di dekat telinga Ervano.

Selesai dengan tamparan, Haura menggunakan tas yang bahannya lumayan keras untuk menghantam kepala Ervano tanpa ampun. Seakan membalaskan dendamnya semalam, Haura meluapkan emosi sepuasnya.

Sebagaimana Ervano yang tadi malam sama sekali tidak peduli padanya, Haura melakukan hal sama. Meski memang terlambat, seharusnya Haura melawan seperti ini sewaktu hendak Ervano gagahi.

Namun, hendak bagaimana Ervano memang berbeda. Entah mana yang asli, tapi jelasnya saat ini Ervano seolah tidak bertenaga dan menerima saja semua serangan Haura.

Mulai dari tamparan, pukulan dengan tas juga cakaran yang melukai wajah, tangan dan dadanya benar-benar Ervano terima sampai Haura bingung kenapa pria itu diam saja.

"Kenapa berhenti? Luapkan lagi," tantang Ervano padahal luka-lukanya sudah lumayan memprihatinkan.

Belum sembuh luka yang dia terima dari Abimanyu, kini ditambah dengan luka dari Haura. Sungguh perpaduan yang luar biasa, tidak perlu dites DNA mereka memang sedarah.

Kendati demikian, Ervano sama sekali tidak mempersalahkan hal itu. Dia juga tidak marah, apalagi berniat membalas serangan Haura. Sama seperti Abimanyu yang dia biarkan menghajarnya hingga puas, begitu juga dengan Haura.

"Ayo, selagi saya izinkan ... bagian mana yang ingin kam_uuugghhh!!" Mulut Ervano menganga.

Tubuhnya mendadak kaku dan seketika terjatuh tatkala merasakan nyawanya seakan dicabut detik itu juga.

Serangan terakhir yang kali ini Haura lakukan cukup tak terduga dan sedikit gila. Bagaimana tidak? Wajah tenang yang tadi Ervano pikir telah lelah menyerang ternyata salah.

Melainkan justru puncaknya. Tak pernah terpikirkan oleh Ervano bahwa Haura akan tega menendang bagian sensitifnya sekuat tenaga. Jangan tanya sesakit apa, Ervano bahkan sampai kesulitan bernapas dan terpejam untuk beberapa lama.

"Awh, Ya Tuhan ... Eumh, Mama," rintih Ervano masih terus menekan bagian bawah perut yang sakitnya seperti hendak meregang nyawa.

Haura yang menyaksikan hal itu hanya bersedekap dada. Seolah menikmati setiap rasa sakit yang Ervano rasakan. Jika dilihat dari raut wajahnya, tampak seperti tidak sedang bercanda.

"Nikmati, jangan harap aku akan bersedia menolong saat ini!!" pungkas Haura kemudian berlalu pergi meninggalkan Ervano yang masih berusaha berperang dengan rasa sakitnya.

Tanpa berniat menoleh ke belakang, Haura bermaksud fokus saja meneruskan langkah. Namun, belum seberapa jauh dia berlalu, beberapa orang justru datang dari arah berlawanan.

Menyadari hal itu, Haura khawatir mereka menganggapnya sebagai kriminal dan seketika berbalik demi menutupi perbuatannya.

Ya, walau memiliki keberanian untuk menghajar Ervano hingga kesulitan bernapas tetap saja Haura takut karena di sini, jelas sekali bahwa dia tak ubahnya bak tukang pukul.

"Pak ... Pak Vano bangun," panggil Haura sembari menepuk-nepuk wajah Ervano yang sudah terpejam sejak pertama kali dia datangi.

Haura tidak mengerti pria itu pingsan atau bagaimana, tapi dia tetap berusaha dan berharap nyawa pria itu masih berada dalam raganya.

"Aduh, Pak ... bangun dong, kenapa harus pingsan segala sih? Cuma ditendang gitu doang pingsan mas_"

"Mbak?"

"Ah iya?" Haura terperanjat, jantungnya berdegup tak karu-karuan tatkala sadar rombongan yang tadi dia hindari sudah berada di dekatnya.

"Suaminya kenapa?"

"Heuh?" Pertanyaan yang terlontar dari mereka sontak membuat Haura menggeleng cepat. "Dia bukan suami saya!!"

"Oh, terus siap_ eh? Ini bukannya Haura? Yang artis itu 'kan?"

"Aduh salah orang, Mas, saya bukan artis ... ibu rumah tangga biasa," jawab Haura mengelak, mana mau dia mengaku.

Beruntungnya yang bertanya mungkin tidak begitu yakin karena sudah malam juga. Mereka kini hanya terfokus pada Ervano yang tergeletak tak sadarkan diri.

"Oh iya, terus ini siapa kalau bukan suami, Mbak?"

"Kurang tahu, tadi kebetulan saya lewat ... ketemu mas ini, mau bantuin tapi saya tidak kuat," papar Haura dengan penuh kebohongan seperti kebiasaannya.

"Aduh, kasihan sekali, kira-kira kenapa, Mbak?"

"Kalau dilihat mukanya sih sepertinya dicopet, tuh luka-luka," ucap Haura menjelaskan, sudah persis saksi mata yang menemukan korban tak tanpa indentitas saja.

Ketiga pria yang mendapat penjelasan Haura sontak saling menatap. Seakan tengah berpikir copet mana yang menyerang seperti perempuan.

"Aduh, Mas kok diam saja sih? Buruan dibantu!!" desak Haura lantaran curiga mereka mulai berpikir macam-macam di sana.

"Bantuin gimana, Mbak? Kan kita-kita pada jalan kaki."

Haura lagi dan lagi kebingungan. Sungguh dia sudah tidak bersedia lagi untuk berurusan dengan pria itu.

Akan tetapi, di sisi lain Haura memang takut andai nanti kejahatannya justru terkuak dan Ervano menuntutnya dengan pasal berlapis.

Atas dasar itulah, Haura memutuskan untuk meminta bantuan mereka membawa Ervano ke mobilnya.

.

.

"Huft, harusnya aku pergi lebih cepat saja," ungkap Haura begitu tiba di dalam mobil dan menyaksikan Ervano yang tengah terduduk lesu di sebelahnya.

Ucapan Haura yang tadi akan membawa Ervano ke rumah sakit pada tiga pemuda tersebut hanyalah akal-akalan, bohong tentu saja.

Mana mau Haura membuang waktu untuk mengantar pria itu ke rumah sakit. Beberapa saat dia pandangi, mata Haura dibuat terkejut begitu melihat da-rah mengucur dari pelipis Ervano.

"Hah?" Bohong jika tidak panik, apalagi Haura tahu sendiri sekeras apa sudut tas mahalnya itu.

Bisa dipastikan dar-ah tersebut adalah akibat dari ulahnya. Atas dasar rasa bersalah, naluri Haura seolah hidup dan sontak menarik beberapa lembar tisu di depan matanya.

Perlahan, meski tadi sempat murka Haura membersihkan da-rah tersebut dan ternyata tidak berhenti segera.

Merasa penasaran, Haura memberanikan diri untuk menyibak rambut Ervano yang sedikit panjang demi memastikan bagaimana keadaan pria itu dan hasilnya berhasil membuat Haura menganga.

"Hah? Bo-bocor?" tanya Haura sontak menutup mulutnya.

Sewaktu dia melakukan penyerangan mungkin tak begitu terlihat karena lukanya berada di atas dan rambut Ervano memang cukup tebal.

Namun, sewaktu Haura menyibak rambut Ervano kulit kepala pria itu sudah terlihat mengerikan.

"Gawat, aku harus membawanya ke rumah sakit sekarang!!"

"Tidak perlu." Suara berat Ervano seketika terdengar hingga Haura mengerutkan dahi.

Ingin mengatakan Ervano bersandiwara, tapi keadaannya memang cukup memprihatinkan juga.

"Kenapa? Kepalamu_"

"Antar aku ke apartemen saja," pinta Ervano dan tentu saja Haura enggan.

Belajar dari pengalaman, dia bisa terjebak juga karena niat menolong pada awalnya. Sudah tentu dia tidak bersedia masuk ke lobang yang sama untuk kedua kalinya.

Hal itu tertangkap jelas di mata Ervano sekaligus dia mengerti juga. "Kenapa? Kamu takut, Ra?"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Neng Ima Adhikari

Neng Ima Adhikari

lakik orang emang banyak banget modusnya... udah tau kepala bocor malah minta nya ke apartemen coba... mau ngapain pak???
turunin aja udah ra.. 😂
itu biji pecah gk sih ditendang begitu?? hawatir banget punya babang Er jadi pecah berantakan...
setangguh apapun laki-laki,kalo barang sensitif nya kena jagal tetap ya yg dipanggil emaknya...

2024-09-16

51

jumirah slavina

jumirah slavina

ralat Dora .... Vanu bukan d'copet TP dia tukang copet... "mencopet perawan km"...

2024-09-16

12

Juan Sastra

Juan Sastra

hah lebay haura marah setengah hati menolak pun setengah hati malah mendesahhh kata authorr

2025-02-20

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Awal
2 BAB 02 - Tolong Aku
3 BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4 BAB 04 - Akan Kuhabisi
5 BAB 05 - Dengan Caraku
6 BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7 BAB 07 - Aku Lawanmu
8 BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9 BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10 BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11 BAB 11 - Back To Single Era!!
12 BAB 12 - Bukan Suami
13 BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14 BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15 BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16 BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17 BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18 BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19 BAB 19 - Seperti Akan Gila
20 BAB 20 - Di Ujung Penantian
21 BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22 BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23 BAB 23 - Terlihat Romantis
24 BAB 24 - Kalah Strategi
25 BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26 BAB 26 - Mas Jawa
27 BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28 BAB 28 - Masih Dendam
29 BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30 BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31 BAB 31 - Rasa yang Sama
32 BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33 BAB 33 - Kuat LDR?
34 BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35 BAB 35 - Via Suara
36 BAB 36 - Kamu Bahagia?
37 BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38 BAB 38 - Egois
39 BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40 BAB 40 - Makan Apa?
41 BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42 BAB 42 - Cinta Sendirian
43 BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44 BAB 44 - Morning Kiss
45 BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46 BAB 46 - Kurang Belaian
47 BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48 BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49 BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50 BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51 BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52 BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53 BAB 53 - I Found You, Haura.
54 BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55 BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56 BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57 BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58 BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59 BAB 59 - Jin Qorin
60 BAB 60 - Mental Maling
61 BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62 BAB 62 - Bawaan Lahir
63 BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64 BAB 64 - Salah Prasangka
65 BAB 65 - Pulang?
66 BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67 BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68 BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69 BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70 BAB 70 - Sebatas Status
71 BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72 BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73 BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74 BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75 BAB 75 - Jalan Tengah
76 BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77 BAB 77 - Mesin Waktu
78 BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79 BAB 79 - Bukan Mahram
80 BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81 BAB 81 - My First Love
82 BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83 BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84 BAB 84 - Rujuk Saja
85 BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86 Salam Hangat - Desy Puspita
87 BAB 86 - Karena Cinta
88 BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89 BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90 BAB 89 - Ide Gila Haura
91 BAB 90 - Melebur Rindu
92 BAB 91 - Tunda Produksi
93 BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94 BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95 BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96 BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97 BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98 BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99 BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100 BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101 BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102 BAB 101 - Bertukar Pasangan
103 BAB 102 - Lupakan Saja.
104 BAB 103 - Tips Ala Ervano
105 BAB 104 - Takut Karma
106 BAB 105 - Penulis Skenarionya
107 BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108 BAB 107 - Bau Bawang
109 BAB 108 - Malu-Maluin
110 BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111 BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112 BAB 111 - Takut Kehilangan
113 BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114 BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115 BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116 BAB 115 - Tanda Sayang
117 BAB 116 - Amit-Amit!!
118 BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119 BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120 BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121 BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122 BAB 121 - Marah Sekeluarga
123 BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124 BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125 BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126 BAB 125 - Agak Trauma
127 BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128 BAB 127 - My First Love (END)
129 Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 129 Episodes

1
BAB 01 - Awal
2
BAB 02 - Tolong Aku
3
BAB 03 - Menyiksa/Tersiksa
4
BAB 04 - Akan Kuhabisi
5
BAB 05 - Dengan Caraku
6
BAB 06 - Nomor Tak Dikenal
7
BAB 07 - Aku Lawanmu
8
BAB 08 - Mengancam/Diancam?
9
BAB 09 - Aku Yang Tidak Pantas
10
BAB 10 - Aku Yang Mau - Haura
11
BAB 11 - Back To Single Era!!
12
BAB 12 - Bukan Suami
13
BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?
14
BAB 14 - Enam Bulan Terindah
15
BAB 15 - Tidak Ingin Ini Terjadi - Haura
16
BAB 16 - Gugurkan!! ~ Abimanyu
17
BAB 17 - Pengkhianat yang Sebenarnya.
18
BAB 18 - Perdebatan Pre-Wedding
19
BAB 19 - Seperti Akan Gila
20
BAB 20 - Di Ujung Penantian
21
BAB 21 - Mawarku Hanya Dia
22
BAB 22 - Gugup Setengah Mati
23
BAB 23 - Terlihat Romantis
24
BAB 24 - Kalah Strategi
25
BAB 25 - Kamu Itu Istriku, Hanya Kamu.
26
BAB 26 - Mas Jawa
27
BAB 27 - Kamu Milikku - Ervano
28
BAB 28 - Masih Dendam
29
BAB 29 - Oh, Dari Istrinya?
30
BAB 30 - Galaknya Merepotkan
31
BAB 31 - Rasa yang Sama
32
BAB 32 - Caraku Mencintai Dirimu
33
BAB 33 - Kuat LDR?
34
BAB 34 - I'll Miss You - Ervano
35
BAB 35 - Via Suara
36
BAB 36 - Kamu Bahagia?
37
BAB 37 - Aku Sudah Menikah Lagi ~ Ervano
38
BAB 38 - Egois
39
BAB 39 - Kamu Bukan Istriku Lagi ~ Ervano
40
BAB 40 - Makan Apa?
41
BAB 41 - Pemeran Utama di Kisahku
42
BAB 42 - Cinta Sendirian
43
BAB 43 - Dipeluk/Meluk?
44
BAB 44 - Morning Kiss
45
BAB 45 - Hilang Nikmat Sebagai Ibu ~ Haura
46
BAB 46 - Kurang Belaian
47
BAB 47 - Tegaskan Aku Istrimu - Haura
48
BAB 48 - Bagai Milik Berdua
49
BAB 49 - Pemandangan Tak Terduga
50
BAB 50 - Lambat Laun Dia Tahu
51
BAB 51 - Aku Mencintainya, Sangat Cinta.
52
BAB 52 - Tenangnya Mematikan
53
BAB 53 - I Found You, Haura.
54
BAB 54 - Kamu Sutradara, Aku Aktrisnya.
55
BAB 55 - Dia Hanya Obsesi.
56
BAB 56 - Tuntaskan Denganku ~ Abimanyu
57
BAB 57 - Aku Tidak Seburuk Itu ~ Ervano
58
BAB 58 - Sembilan Tahun itu Lama.
59
BAB 59 - Jin Qorin
60
BAB 60 - Mental Maling
61
BAB 61 - Begitulah Kaum Hawa
62
BAB 62 - Bawaan Lahir
63
BAB 63 - Because I Love You, Haura.
64
BAB 64 - Salah Prasangka
65
BAB 65 - Pulang?
66
BAB 66 - Hanya Satu Macam - Ervano
67
BAB 67 - Abadi Dalam Ingatan
68
BAB 68 - Kamu yang Pertama, juga Terakhir.
69
BAB 69 - Mas Akan Tunggu
70
BAB 70 - Sebatas Status
71
BAB 71 - Balikan atau Gebetan Baru?
72
BAB 72 - Cinta Tak Terlihat
73
BAB 73 - Selesai ~ Atas Izin Mertua
74
BAB 74 - Sudah Bicara Sama Papa - Ervano
75
BAB 75 - Jalan Tengah
76
BAB 76 - Pertahankan, Ra.
77
BAB 77 - Mesin Waktu
78
BAB 78 - Hingga Akhir, Mas Mencintaimu.
79
BAB 79 - Bukan Mahram
80
BAB 80 - Rujuk Yuk, Mas ....
81
BAB 81 - My First Love
82
BAB 82 - Itu Istriku - Ervano
83
BAB 83 - Mas Membohongiku (Lagi)?
84
BAB 84 - Rujuk Saja
85
BAB 85 - Jangan Hukum Aku
86
Salam Hangat - Desy Puspita
87
BAB 86 - Karena Cinta
88
BAB 87 - Make Me Pregnant!!
89
BAB 88 - Memperbaiki Kesalahan.
90
BAB 89 - Ide Gila Haura
91
BAB 90 - Melebur Rindu
92
BAB 91 - Tunda Produksi
93
BAB 92 - Jangan Panggil Aku Sayang!!
94
BAB 93 - Maaf, Ray ... Aku Sangat Mencintainya.
95
BAB 94 - Tidak Direstui Semesta
96
BAB 95 - Membodohi/Dibodohi?
97
BAB 96 - I'm Coming, Honey!!
98
BAB 97 - Mengulang Kembali (Sah)
99
BAB 98 - Dua Anak (Lebih) Baik
100
BAB 99 - Sentuhan Hangatnya
101
BAB 100 - Cemburu Tingkat Dewa
102
BAB 101 - Bertukar Pasangan
103
BAB 102 - Lupakan Saja.
104
BAB 103 - Tips Ala Ervano
105
BAB 104 - Takut Karma
106
BAB 105 - Penulis Skenarionya
107
BAB 106 - Jangan Katakan Cinta
108
BAB 107 - Bau Bawang
109
BAB 108 - Malu-Maluin
110
BAB 109 - Makrab (Malam Keakraban)
111
BAB 110 - Kabar Tak Terduga
112
BAB 111 - Takut Kehilangan
113
BAB 112 - Terkuak Semua, Tanpa Sisa.
114
BAB 113 - Sampai Menutup Mata
115
BAB 114 - Tradisi Keluarga Megantara
116
BAB 115 - Tanda Sayang
117
BAB 116 - Amit-Amit!!
118
BAB 117 - Bukan Pria Penasaran
119
BAB 118 - Haruskah Di Jalan Raya?
120
BAB 119 - Rasa Sakit yang Dirindu
121
BAB 120 - Tamat (Riwayatmu)
122
BAB 121 - Marah Sekeluarga
123
BAB 122 - Sungguh Menyiksa
124
BAB 123 - Curhat Dong, Nak!!
125
BAB 124 - Terima Kasih, Nayaka.
126
BAB 125 - Agak Trauma
127
BAB 126 - Undangan Sang Mantan
128
BAB 127 - My First Love (END)
129
Promosi Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!