Ditampar Jin

Tentu saja Mumu tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Pak Abdillah dan putrinya.

Saat ini Mumu sedang berada di Poli Akupuntur. Entah sudah berapa orang pasien yang ia tangani hari ini.

Yang jelas pasien datang silih berganti.

Mumu baru saja duduk di balik mejanya ketika seorang wanita datang, mendorong seorang pria dengan wajah yang tak biasa.

Wajahnya menghadap ke belakang, tubuhnya seolah berfungsi normal, tapi kepala seakan berputar 180 derajat.

Mumu mengernyit, rasa aneh merambat di punggungnya. Ini adalah kasus yang tidak biasa.

Sebanyak kasus yang pernah ia tangani belum pernah ia menjumpai kasus serupa ini.

Hal ini tentu saja menarik minat Mumu.

"Duduk dulu, Buk."

Istri pasien yang tampak cemas, duduk di sebelah si pasien sambil terisak.

"Dok, tolong bantu suami saya..." Katanya terbata-bata.

"Seperti yang Dokter lihat, suami saya mempunyai penyakit yang aneh dan dia sangat tersiksa."

Mumu membiarkan si wanita itu melepaskan uneg-unegnya terlebih dahulu.

"Sudah banyak tempat kami coba. Orang pintar, dukun, bahkan rumah sakit besar, tapi mereka bilang ini bukan penyakit biasa. Kata 'orang pintar', ini ulah jin."

Mumu menarik napas dalam-dalam, menyadari bahwa ia sedang dihadapkan pada sesuatu yang mungkin berada di luar ranah medis biasa.

Namun, ia tak ingin membuat mereka semakin cemas.

"Coba ceritakan lebih rinci, Buk. Sejak kapan hal ini terjadi?" Tanya Mumu dengan tenang.

Istri pria itu mengusap air mata di pipinya.

Seorang perawat mengangsurkan tisu.

"Sudah hampir dua bulan, Pak Dokter. Waktu itu, suami saya pulang dari sawah, lalu tiba-tiba jatuh pingsan."

"Ketika bangun, wajahnya seperti ini. Kami pergi ke banyak dukun, katanya suami saya ditampar jin yang marah karena tanpa sengaja mengusik tempat mereka."

"Kami sudah coba berobat ke berbagai tempat, tapi tak ada yang bisa mengembalikannya."

Mumu menatap pria itu, yang meski wajahnya menghadap belakang, matanya terlihat hidup, mengikuti suara sekitarnya.

Ini jelas kasus yang rumit, tetapi Mumu percaya bahwa jika ada penyakit pasti ada obatnya.

"Baik, Buk. Mari kita coba beberapa teknik. Tapi, saya perlu waktu untuk menganalisis dan memahami apa yang mungkin terjadi di tubuhnya." Kata Mumu sambil mengambil jarum akupunktur.

Pria itu mencoba berbicara, tapi suaranya serak dan lemah.

"Saya... saya takut, Dok. Semua orang bilang saya tak bisa disembuhkan."

"Tenang, Pak. Kita akan coba dulu. Saya tak bisa janji, tapi saya akan lakukan yang terbaik. Mana tahu nanti timbul keajaiban."

Mumu mulai memeriksa titik-titik energi di tubuh pria itu.

Ia menyentuh pergelangan tangannya, merasakan denyut nadi yang terasa lemah dan tak beraturan.

Mumu mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan ketidakseimbangan ini.

"Saat suami Ibuk pingsan, apakah ada sesuatu yang aneh terjadi, Buk?" Tanya Mumu.

Istrinya berpikir sejenak.

"Saat itu, saya mendengar suara seperti angin kencang. Rumah tiba-tiba menjadi dingin, lalu saya melihat ada bayangan hitam besar di luar jendela."

"Saya ketakutan, tapi kemudian bayangan itu hilang begitu saja. Sehingga saya mungkin saja berhalusinasi waktu itu. Tapi setelah itu, suami saya bangun dan wajahnya sudah begini."

Mumu mengangguk. Ini semakin menegaskan kemungkinan bahwa ada sesuatu yang tak terlihat berinteraksi dengan pria ini.

Ia pun mulai memasukkan jarum-jarum kecil ke titik-titik penting di sepanjang tubuh pria tersebut.

Mumu berfokus pada energi meridian yang menghubungkan kepala dan leher.

Mumu juga diam-diam mengedarkan kekuatan spiritualnya.

"Apakah Bapak sering merasa ada sesuatu yang mengikuti?" Tanya Mumu kepada pria itu.

Pria itu mengangguk pelan.

"Kadang, saya merasa seperti ada yang berdiri di belakang saya, tapi saat saya menoleh, ya, seandainya saya bisa menoleh dengan benar, tidak ada siapa-siapa."

Mumu merenung sejenak. Jin atau makhluk halus seringkali bekerja dengan cara mengganggu keseimbangan energi manusia.

Kemungkinan besar, jin yang menampar pria ini telah mengacaukan aliran energi di tubuhnya, dan wajahnya yang berbalik ini bisa jadi hanya manifestasi fisik dari ketidakseimbangan tersebut.

Mumu sudah mengedarkan kekuatan spiritualnya tapi tidak mendeteksi ada Jin di sekitar pria ini.

Makanya Mumu penasaran untuk mencoba mengobati secara medis terlebih dahulu sehingga bisa dijadikan laporan untuk referensi bagi kasus seperti di masa mendatang.

Setelah semua jarum terpasang, Mumu mulai melakukan manipulasi ringan, memutar jarum dengan hati-hati.

Pria yang wajahnya menghadap ke belakang sudah mengalami sedikit perbaikan, tetapi tidak signifikan.

Oleh karena itu Mumu mulai menggunakan tenaga dalamnya sekaligus mengedarkan kekuatan spiritualnya untuk mengobati pria itu.

Pertama-tama, Mumu mulai dengan mengedarkan kekuatan spiritualnya di sekitar kepala dan leher pria itu, memastikan tidak ada penyumbatan yang terjadi.

Ia mulai menarik napas panjang dan dalam, menyalurkan tenaga dalam melalui tangan dan tubuhnya.

Mumu bisa merasakan energi yang bergerak di tubuhnya, dan perlahan-lahan ia mengarahkan energi tersebut ke tubuh pria itu.

Pria itu menutup matanya, terlihat rileks meskipun masih ada sedikit ketegangan di wajahnya.

Mumu memfokuskan pikirannya. Di dalam benaknya, ia bisa 'melihat' ada satu titik penyumbatan energi di sekitar leher, tepat di tempat di mana wajah pria itu mulai berputar tak normal.

"Apakah Bapak merasakan sesuatu?"

Pria itu mengangguk tanpa membuka matanya.

"Iya... seperti ada aliran hangat yang mengalir di leher saya. Rasanya nyaman."

"Bagus..." Ujar Mumu.

"Saya akan terus mengedarkan energi ini, tapi ingat, ini bukan proses yang instan. Kita harus perlahan, agar tubuh Bapak bisa menyesuaikan."

Mumu terus bekerja, tangannya perlahan berputar di atas kepala dan leher pria itu, mengarahkan kekuatan spiritual ke titik-titik yang dia rasakan terganggu.

Semakin lama, ia bisa merasakan perlawanan dari energi negatif yang tersisa di tubuh pria itu, seolah-olah ada kekuatan yang mencoba menghalangi aliran energi yang dia ciptakan.

Mumu memperkuat aliran tenaga dalamnya, menyalurkan energi lebih banyak dan lebih kuat.

Kini, dia bisa merasakan energi negatif yang sebelumnya menyumbat mulai melunak.

Wajah pria itu perlahan bergetar, menunjukkan tanda-tanda bahwa energi di tubuhnya mulai kembali ke jalur yang seharusnya.

Setelah itu Mumu mulai memutar kepala pria itu ke tempat semula sehingga kondisinya kembali seperti sedia kala.

Pengobatan berlangsung selama lebih dari satu jam. Mumu berkonsentrasi penuh, menyalurkan tenaga dalam dan kekuatan spiritualnya untuk mengatasi gangguan pada leher dan wajah pria itu.

Untung saja tidak ada pasien lain sehingga Mumu benar-benar bisa fokus.

...****************...

"Mengapa kamu muram saja, Nurul?" Tanya kawannya, memandang Nurul yang duduk termenung di pojok ruangan.

"Oh, eh, tidak ada apa-apa." Jawab Nurul buru-buru, mencoba menyembunyikan kekhawatirannya.

Namun, wajahnya tidak bisa menyembunyikan apa yang sebenarnya dia rasakan.

Kawannya mengangkat alis, tidak mudah tertipu.

"Aku tahu ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu. Ceritakan saja, mungkin aku bisa membantu."

Nurul menarik napas dalam-dalam, seolah ragu untuk mengungkapkan masalahnya.

"Sebenarnya… aku sedang memikirkan cara untuk mengobati Raka. Tak mungkin dia akan menderita seperti itu selama hidupnya."

Terpopuler

Comments

Endro Budi Raharjo

Endro Budi Raharjo

bisa muter brp kali klo di tampar jin....

2024-11-03

0

MATADEWA

MATADEWA

Teruskan.....

2025-03-26

0

Zoelf 212 🛡⚡🔱

Zoelf 212 🛡⚡🔱

👍

2024-10-07

2

lihat semua
Episodes
1 Dobrak!
2 Terobsesi
3 Mengobati Pak Abdillah
4 Kedai Makan Yang Suram
5 Cinta Yang Tidak Bisa Bertahan
6 Perhatian Yang Tulus
7 CS Baru
8 Cinta Melahirkan Dendam
9 Kunjungan ke Rumah Pak Abdillah
10 Saya Tidak Suka Diancam
11 Merupakan Anugrah
12 Ditampar Jin
13 Gadis Jahat
14 Menabur Benih
15 Diabaikan
16 Persoalan Rumah Tangga
17 Dendam
18 Tiba Di Kota Yogyakarta
19 'Hati' Yang Sakit
20 Pria Yang Aneh
21 Wildan Vs Mumu
22 Terpedaya
23 Maafkan Bunda
24 Pasien Kritis
25 Kecelakaan
26 Siapa Pria Itu?
27 Kambing Hitam
28 Resign
29 Membujuk
30 Cemburu Buta?
31 Rapat Terbatas
32 Firasat Bahaya
33 Merasakan Sesuatu
34 Sabotase
35 Mimpi
36 Akibat Memata-Matai
37 Pria Berjas Putih
38 Meminta Bantuan
39 Menyelidiki
40 Pertarungan
41 Tobat
42 Sadewa
43 Dunia Lain
44 Amarah Sang Raja
45 Perselisihan
46 Rencana Jahat
47 Teleportasi antara Dua Alam
48 Cari Sampai Dapat
49 Rezeki Datang Bertubi-tubi
50 Dia Lah Pemuda Itu
51 Pemuda Misterius
52 Curiga
53 Melarikan Diri
54 Diawasi?
55 Terkena 'Tulah'
56 Obsesi
57 Persoalan Rumah Tangga
58 Misi
59 Kemunculan Pedang Kayu Lagi
60 Proses Persalinan
61 Perempuan
62 Apa kah Kamu, Bang Mumu?
63 Malahayati
64 Perselisihan
65 Dendam Yang Harus Dilampiaskan
66 Tolong Carikan Anak Ibuk
67 Tersinggung
68 Hei, Apa Yang Kamu Lakukan?
69 Berbagi Resep
70 Siapa?
71 Dimasuki Jin
72 Teluh
73 Gadis Pembawa Si*l
74 Temukan Sumbernya Dulu
75 Berburuk Sangka
76 Pengeroyokan
77 Punya Perasaan Khusus
78 Hobi Baru
79 Menjadi Besar Kepala
80 Aku Tidak Akan Menikahi Pria Lain Selain Abang...
81 Ragu
82 Kecewa
83 Konflik Rumah Tangga
84 Hari-hari Terus Berlalu
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Dobrak!
2
Terobsesi
3
Mengobati Pak Abdillah
4
Kedai Makan Yang Suram
5
Cinta Yang Tidak Bisa Bertahan
6
Perhatian Yang Tulus
7
CS Baru
8
Cinta Melahirkan Dendam
9
Kunjungan ke Rumah Pak Abdillah
10
Saya Tidak Suka Diancam
11
Merupakan Anugrah
12
Ditampar Jin
13
Gadis Jahat
14
Menabur Benih
15
Diabaikan
16
Persoalan Rumah Tangga
17
Dendam
18
Tiba Di Kota Yogyakarta
19
'Hati' Yang Sakit
20
Pria Yang Aneh
21
Wildan Vs Mumu
22
Terpedaya
23
Maafkan Bunda
24
Pasien Kritis
25
Kecelakaan
26
Siapa Pria Itu?
27
Kambing Hitam
28
Resign
29
Membujuk
30
Cemburu Buta?
31
Rapat Terbatas
32
Firasat Bahaya
33
Merasakan Sesuatu
34
Sabotase
35
Mimpi
36
Akibat Memata-Matai
37
Pria Berjas Putih
38
Meminta Bantuan
39
Menyelidiki
40
Pertarungan
41
Tobat
42
Sadewa
43
Dunia Lain
44
Amarah Sang Raja
45
Perselisihan
46
Rencana Jahat
47
Teleportasi antara Dua Alam
48
Cari Sampai Dapat
49
Rezeki Datang Bertubi-tubi
50
Dia Lah Pemuda Itu
51
Pemuda Misterius
52
Curiga
53
Melarikan Diri
54
Diawasi?
55
Terkena 'Tulah'
56
Obsesi
57
Persoalan Rumah Tangga
58
Misi
59
Kemunculan Pedang Kayu Lagi
60
Proses Persalinan
61
Perempuan
62
Apa kah Kamu, Bang Mumu?
63
Malahayati
64
Perselisihan
65
Dendam Yang Harus Dilampiaskan
66
Tolong Carikan Anak Ibuk
67
Tersinggung
68
Hei, Apa Yang Kamu Lakukan?
69
Berbagi Resep
70
Siapa?
71
Dimasuki Jin
72
Teluh
73
Gadis Pembawa Si*l
74
Temukan Sumbernya Dulu
75
Berburuk Sangka
76
Pengeroyokan
77
Punya Perasaan Khusus
78
Hobi Baru
79
Menjadi Besar Kepala
80
Aku Tidak Akan Menikahi Pria Lain Selain Abang...
81
Ragu
82
Kecewa
83
Konflik Rumah Tangga
84
Hari-hari Terus Berlalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!