'Hati' Yang Sakit

Purnama duduk di tepi ranjang kostnya, tersenyum lebar sambil memandangi bayangannya di cermin.

Kamar kecil yang biasa suram itu kini terasa lebih terang di matanya, dipenuhi oleh kehangatan yang berasal dari khayalan manisnya.

Dia baru saja menerima kabar bahwa Erna, istri Mumu, telah meninggalkan rumah.

Ini adalah salah satu dari banyak langkah yang telah dia rencanakan dengan hati-hati, dan kini semuanya mulai terwujud.

“Tak lama lagi...” Gumam Purnama, tersenyum penuh kemenangan.

"Tak lama lagi, Mumu akan menjadi milikku."

Purnama terus memutar-mutar handphone ditangannya sambil tenggelam dalam angan-angan tentang kehidupan yang akan dia jalani bersama Mumu.

Dia sudah lama menunggu momen ini, menyusun rencana demi rencana agar bisa mendekati pria yang selama ini dia idamkan.

Pria yang selalu hadir dalam mimpinya hampir setiap malam.

Bagi Purnama, Mumu adalah sosok sempurna, pria yang penuh perhatian, pintar, dan memiliki keahlian yang luar biasa dalam pengobatan alternatif dan modern.

Sayangnya Mumu sudah menikah dengan Erna, wanita yang menurut Purnama tidak pantas mendampinginya.

Purnama tak pernah memasukkan kakaknya, Wulan dalam daftar saingannya dalam merebut Mumu walau pun dia tahu bahwa status mereka berdua masih lah sebagai pasangan suami-istri.

“Erna adalah wanita yang bod*h...” Batinnya dengan senyum sinis.

"Dia tak tahu bagaimana memperlakukan pria seperti Mumu. Tak lama lagi, semua itu akan berubah karena aku lah yang akan menjadi milik Mumu satu-satunya."

Purnama merasakan euforia yang luar biasa saat memikirkan kemenangan yang akan diraihnya. Tak lama lagi, Mumu akan berada dalam pelukannya.

Tak ada lagi Erna, tak ada lagi rintangan. Dia akan menjadi istri Mumu, dan bersama-sama mereka akan hidup bahagia.

Malam itu, Purnama terlelap dengan senyum puas di wajahnya, memimpikan masa depan yang dia pikir akan segera menjadi kenyataan.

Namun, di balik semua rencana licik dan senyum kemenangannya, Purnama tidak menyadari satu hal penting, bahwa permainan manipulatif yang dia mainkan bisa menjadi pedang bermata dua.

Dunia mungkin akan melihat rencananya yang cerdik, tetapi karma tidak pernah absen, dan kadang, rencana yang paling licik sekalipun bisa berbalik menghancurkan orang yang merancangnya.

Bagi Purnama, kesenangan sementara itu adalah segalanya. Dia tidak tahu apa yang menantinya di ujung jalan, di mana balasan dari tindakan manipulatifnya mungkin lebih menghancurkan daripada yang pernah dia bayangkan.

...****************...

Dada Mumu berdebar kencang saat ia membaca pesan masuk. Pesan itu datang dari nomor yang tidak dikenal. Seketika matanya terbelalak, napasnya tercekat.

Pesan itu berupa foto yang memperlihatkan Erna, istrinya, sedang bersama seorang pria.

Mereka tampak sangat akrab, tertawa dengan penuh kebahagiaan, seolah-olah dunia hanya milik mereka berdua.

Erna terlihat begitu ceria, ekspresi yang sudah beberapa lama tak Mumu lihat di rumah.

Yang membuat Mumu semakin terkejut adalah fakta bahwa ia mengenal pria tersebut

Pria itu adalah salah satu karyawan di perusahaan tempat Erna bekerja.

Seiring dengan debaran jantungnya yang semakin kencang, Mumu memandangi foto itu berulang kali, berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi.

"Apa ini?" Gumamnya pelan, merasa hatinya mulai dihancurkan oleh keraguan.

Mumu tahu bahwa Erna dalam beberapa hari terakhir tampak berbeda. Dia lebih sering diam, seperti menyembunyikan sesuatu, tapi Mumu tidak pernah membayangkan akan melihat sesuatu seperti ini.

Pria itu bernama Aditya, seorang karyawan yang sering dibicarakan Erna sebagai orang yang baik dan pekerja keras.

Mumu ingat beberapa kali Erna pulang terlambat dan mengaku harus menyelesaikan proyek bersama Aditya.

Dulu, Mumu tidak pernah merasa curiga. Ia mempercayai Erna sepenuhnya, tetapi foto ini mulai mengguncang keyakinannya.

Berbagai pikiran negatif mulai berkecamuk di benaknya.

Apakah Erna telah berselingk*h? Apakah selama ini dia but* terhadap apa yang sebenarnya terjadi?

Mumu merasa dadanya semakin sesak, kepalanya berputar dengan segala kemungkinan. Dia ingin berpikir jernih, tapi gambar yang terpampang di ponselnya terus menghantui pikirannya.

Mumu lalu duduk di kursi dekat jendela, menatap keluar tanpa benar-benar melihat apa-apa.

Ia merasa bimbang antara marah, ragu, tidak percaya dan terluka.

Erna adalah wanita yang selama ini dia cintai dan percayai.

Mereka telah melalui banyak hal bersama, dan Mumu tak pernah membayangkan pernikahannya akan terguncang oleh sesuatu seperti ini.

Namun, fakta bahwa pria dalam foto itu adalah orang yang dekat dengan Erna membuat situasi ini semakin sulit diterima.

Tanpa sadar, Mumu mulai memikirkan kembali semua momen ketika Erna tampak jauh darinya.

Semua ketidakpastian yang dulu dia abaikan kini seolah menyatu menjadi gambaran yang jelas.

Ua merasa dikhianati, meskipun belum ada bukti pasti selain foto itu.

Dengan tangan yang masih gemetar, Mumu menatap layar ponselnya.

Ia ingin segera menghubungi Erna, menanyakan kebenaran tentang foto tersebut.

Tapi ada sesuatu yang menahannya yaitu rasa takut.

Takut mendengar jawaban yang mungkin tak ingin ia dengar.

Takut bahwa apa yang dia lihat di foto itu bukan hanya sekadar kesalahpahaman.

...****************...

"Nomor antrian 112..." Panggil Perawat poli akupunktur.

Pintu ruang praktik terbuka dan seorang pria kekar masuk dengan langkah tenang.

Penampilannya rapi, namun ada sesuatu yang membuat Mumu mengernyitkan dahinya.

Dari langkah kakinya, pria itu tidak terlihat seperti orang yang sakit. Bahkan, ada aura permusuhan yang terpancar dari tubuhnya.

"Silakan duduk, Pak." Ujar Mumu ramah, mencoba menjaga profesionalismenya meskipun merasakan sedikit ketegangan.

"Apa keluhannya, Pak?"

Pria itu duduk dengan santai di kursi di hadapan Mumu. Namun, tatapan matanya sangat tajam.

Dia menatap Mumu dengan intensitas yang tajam, seolah-olah sedang menilai setiap gerakan dan ekspresi wajahnya. Ada sesuatu yang ganjil dalam tatapan itu.

"Dokter bisa memeriksa sendiri, apa sakit yang saya alami." Ujarnya dengan tenang, tapi penuh tantangan.

Mumu tahu pria ini sengaja mencari alasan untuk sesuatu hal yang masih misteri.

Mumu mengamati lebih cermat. Dari ujung kepala hingga kaki, pria itu terlihat sehat.

Otot-ototnya kencang, napasnya teratur, tidak ada tanda-tanda nyeri atau kelelahan.

Raut wajahnya pun tidak menunjukkan rasa sakit atau ketidaknyamanan.

"Saya lihat, Bapak saat ini tidak punya keluhan apa-apa." Kata Mumu, masih berusaha bersikap tenang.

"Kondisi tubuh Bapak nampak bugar. Kalau boleh tahu, apa yang Bapak rasakan?"

Pria itu tersenyum sinis.

"Kalau begitu, Dokter ini bukan lah seorang yang ahli tapi bisa menjadi penanggung jawab di Poli Akupuntur ini." Ucapnya dengan nada meremehkan.

Mumu tetap tenang meski komentar itu sedikit menusuk.

Ia sudah terbiasa menghadapi pasien dengan berbagai karakter, namun pria ini berbeda.

Ada sesuatu di balik kata-katanya yang membuat Mumu merasa waspada.

"Saya sakit, Dok..." Lanjut pria itu, kali ini dengan nada yang lebih serius.

Mumu mencoba menggali lebih dalam.

"Oh ya? Di bagian mana yang sakit, Pak?" Tanya Mumu dengan suara lembut, tetap menjaga profesionalitas meskipun dalam hatinya ia mulai mempertanyakan niat pria ini.

Pria itu tidak langsung menjawab. Dia mengalihkan pandangannya sejenak, lalu kembali menatap Mumu.

Kali ini dengan sorot mata yang lebih tajam dan menusuk. Dengan pelan, dia menunjuk ke arah dadanya.

"Di sini, Dok" Ucapnya sambil menekan ringan jari-jarinya di atas jantungnya.

"Rasanya sangat sakit. Sudah bertahun-tahun lamanya saya menanggung rasa sakit ini hingga saya hampir tidak kuat lagi untuk menahannya."

Terpopuler

Comments

Mardelis

Mardelis

wildan, apa kamu yakin mampu

2025-03-17

0

Zoelf 212 🛡⚡🔱

Zoelf 212 🛡⚡🔱

hm

2024-10-10

1

Ajna dillah

Ajna dillah

ah langsung tancepin aja jarum di saraf biyar lumuh

2024-09-26

2

lihat semua
Episodes
1 Dobrak!
2 Terobsesi
3 Mengobati Pak Abdillah
4 Kedai Makan Yang Suram
5 Cinta Yang Tidak Bisa Bertahan
6 Perhatian Yang Tulus
7 CS Baru
8 Cinta Melahirkan Dendam
9 Kunjungan ke Rumah Pak Abdillah
10 Saya Tidak Suka Diancam
11 Merupakan Anugrah
12 Ditampar Jin
13 Gadis Jahat
14 Menabur Benih
15 Diabaikan
16 Persoalan Rumah Tangga
17 Dendam
18 Tiba Di Kota Yogyakarta
19 'Hati' Yang Sakit
20 Pria Yang Aneh
21 Wildan Vs Mumu
22 Terpedaya
23 Maafkan Bunda
24 Pasien Kritis
25 Kecelakaan
26 Siapa Pria Itu?
27 Kambing Hitam
28 Resign
29 Membujuk
30 Cemburu Buta?
31 Rapat Terbatas
32 Firasat Bahaya
33 Merasakan Sesuatu
34 Sabotase
35 Mimpi
36 Akibat Memata-Matai
37 Pria Berjas Putih
38 Meminta Bantuan
39 Menyelidiki
40 Pertarungan
41 Tobat
42 Sadewa
43 Dunia Lain
44 Amarah Sang Raja
45 Perselisihan
46 Rencana Jahat
47 Teleportasi antara Dua Alam
48 Cari Sampai Dapat
49 Rezeki Datang Bertubi-tubi
50 Dia Lah Pemuda Itu
51 Pemuda Misterius
52 Curiga
53 Melarikan Diri
54 Diawasi?
55 Terkena 'Tulah'
56 Obsesi
57 Persoalan Rumah Tangga
58 Misi
59 Kemunculan Pedang Kayu Lagi
60 Proses Persalinan
61 Perempuan
62 Apa kah Kamu, Bang Mumu?
63 Malahayati
64 Perselisihan
65 Dendam Yang Harus Dilampiaskan
66 Tolong Carikan Anak Ibuk
67 Tersinggung
68 Hei, Apa Yang Kamu Lakukan?
69 Berbagi Resep
70 Siapa?
71 Dimasuki Jin
72 Teluh
73 Gadis Pembawa Si*l
74 Temukan Sumbernya Dulu
75 Berburuk Sangka
76 Pengeroyokan
77 Punya Perasaan Khusus
78 Hobi Baru
79 Menjadi Besar Kepala
80 Aku Tidak Akan Menikahi Pria Lain Selain Abang...
81 Ragu
82 Kecewa
83 Konflik Rumah Tangga
84 Hari-hari Terus Berlalu
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Dobrak!
2
Terobsesi
3
Mengobati Pak Abdillah
4
Kedai Makan Yang Suram
5
Cinta Yang Tidak Bisa Bertahan
6
Perhatian Yang Tulus
7
CS Baru
8
Cinta Melahirkan Dendam
9
Kunjungan ke Rumah Pak Abdillah
10
Saya Tidak Suka Diancam
11
Merupakan Anugrah
12
Ditampar Jin
13
Gadis Jahat
14
Menabur Benih
15
Diabaikan
16
Persoalan Rumah Tangga
17
Dendam
18
Tiba Di Kota Yogyakarta
19
'Hati' Yang Sakit
20
Pria Yang Aneh
21
Wildan Vs Mumu
22
Terpedaya
23
Maafkan Bunda
24
Pasien Kritis
25
Kecelakaan
26
Siapa Pria Itu?
27
Kambing Hitam
28
Resign
29
Membujuk
30
Cemburu Buta?
31
Rapat Terbatas
32
Firasat Bahaya
33
Merasakan Sesuatu
34
Sabotase
35
Mimpi
36
Akibat Memata-Matai
37
Pria Berjas Putih
38
Meminta Bantuan
39
Menyelidiki
40
Pertarungan
41
Tobat
42
Sadewa
43
Dunia Lain
44
Amarah Sang Raja
45
Perselisihan
46
Rencana Jahat
47
Teleportasi antara Dua Alam
48
Cari Sampai Dapat
49
Rezeki Datang Bertubi-tubi
50
Dia Lah Pemuda Itu
51
Pemuda Misterius
52
Curiga
53
Melarikan Diri
54
Diawasi?
55
Terkena 'Tulah'
56
Obsesi
57
Persoalan Rumah Tangga
58
Misi
59
Kemunculan Pedang Kayu Lagi
60
Proses Persalinan
61
Perempuan
62
Apa kah Kamu, Bang Mumu?
63
Malahayati
64
Perselisihan
65
Dendam Yang Harus Dilampiaskan
66
Tolong Carikan Anak Ibuk
67
Tersinggung
68
Hei, Apa Yang Kamu Lakukan?
69
Berbagi Resep
70
Siapa?
71
Dimasuki Jin
72
Teluh
73
Gadis Pembawa Si*l
74
Temukan Sumbernya Dulu
75
Berburuk Sangka
76
Pengeroyokan
77
Punya Perasaan Khusus
78
Hobi Baru
79
Menjadi Besar Kepala
80
Aku Tidak Akan Menikahi Pria Lain Selain Abang...
81
Ragu
82
Kecewa
83
Konflik Rumah Tangga
84
Hari-hari Terus Berlalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!