Cinta Yang Tidak Bisa Bertahan

Dengan sigap, Mumu menarik napas dalam-dalam, mengedarkan tenaga dalamnya untuk melindungi dirinya.

Serangan itu datang bertubi-tubi, berupa gelombang energi hitam yang menyelimuti kedai.

Namun, Mumu tetap tenang.

Walau pun masih muda tapi Ia sudah berpengalaman menghadapi serangan seperti ini.

Mumu sudah sering mengalami serangan santet dan ilmu hitam seperti ini sehingga ia tidak kelihatan gugup sama sekali karenanya.

Mumu segera menyiapkan dirinya untuk bertarung. Dengan satu gerakan cepat, ia memusatkan tenaga spiritual dan tenaga dalamnya dan memancarkannya ke arah serangan tersebut.

Adu ilmu dan kesaktian pun tak terhindarkan. Gelombang energi hitam dan cahaya kekuatan spiritual serta tenaga dalam Mumu saling bertubrukan di udara, menimbulkan getaran hebat di sekitar kedai.

Anehnya kejadian di dalam kedai makan ini tidak sampai terekspos keluar seolah-olah merupakan dua dunia yang berbeda.

Wanita tua itu berteriak panik, namun Mumu tetap fokus. Ia tahu musuhnya kuat, sehingga Mumu tidak berani lengah sedikit pun.

Satu hal yang pasti, karena merasa di jalan yang benar sehingga Mumu yakin dengan kekuatannya bisa mengalahkan ilmu hitam tersebut.

Setelah beberapa saat, Mumu berhasil menemukan titik lemah dari serangan musuh. Dengan satu serangan pamungkas, ia memusatkan seluruh tenaga dalamnya dan melumpuhkan musuh yang tak terlihat itu.

"Aaaaaaaaaaaaa....!!!"

Terdengar jeritan yang memekak kan telinga. Namun tentu saja jeritan itu tidak sampai keluar. Hanya sebatas di dalam kedai makan itu saja.

Kira-kira sepeminuman teh kemudian, jeritan itu hilang dengan sendirinya.

Udara kembali tenang. Rumah makan yang awalnya tampak kumuh, kusam dan bobrok kembali kelihatan bersih seperti semula.

Hanya makanan yang sudah terlanjur basi saja yang tidak bisa dikembalikan seperti semula.

Mumu tak tahu pasti apa yang terjadi dengan orang yang menggunakan ilmu hitam tersebut.

Yang jelas, lebih kurang seminggu kemudian, kedai makan ini kembali ramai dikunjungi orang dan malah kedai makan yang tak jauh dari sini malah tiba-tiba tutup dan orangnya pun tak tahu pergi ke mana.

...****************...

Malam itu, awan gelap menggantung rendah di langit Jogja, menutupi bintang-bintang yang biasanya bersinar terang.

Di sebuah rumah sederhana di pinggir kota, seorang pemuda bernama Raka duduk termenung di teras. Raka bukanlah orang kaya.

Dia bekerja sebagai tenaga honorer di salah satu perkantoran. Meski begitu, dia selalu tersenyum, terutama karena kehadiran seorang gadis yang membuat hatinya selalu berbunga. Nadya!

Nadya adalah segalanya bagi Raka. Dia adalah gadis cantik, penuh perhatian, dan berasal dari keluarga terpandang.

Hubungan mereka bagaikan kisah dongeng, cinta yang tumbuh di antara dua dunia yang berbeda, antara si kaya dan si miskin.

Meski begitu, Raka tahu bahwa cinta mereka tidak akan diterima dengan mudah oleh keluarga Nadya, terutama ayahnya, Tuan Haryanto, yang terkenal sebagai pengusaha kaya raya dan berpengaruh.

Raka menarik napas dalam, mengingat momen ketika Nadya pertama kali memperkenalkannya kepada ayahnya.

Tatapan dingin dan angkuh dari Tuan Haryanto masih terpatri di benaknya.

Dengan nada yang nyaris meremehkan, Sang Ayah bertanya apa yang bisa Raka tawarkan kepada putrinya.

Raka hanya bisa menjawab dengan keyakinan dan ketulusan bahwa dia akan berusaha membahagiakan Nadya, apapun yang terjadi.

Namun, tatapan itu berkata lain. Seakan berkata bahwa cinta tidak cukup, bahwa uang dan status adalah segalanya.

Hari-hari berlalu dengan ketidakpastian.

Sebenarnya sejak perjumpaan dengan Ayah Nadya, dia sudah melarang anaknya untuk tidak meneruskan hubungan dengan Raka, namun Nadya tak peduli, dia sering menyelinap keluar dari rumah untuk bertemu dengan Raka di tempat-tempat rahasia.

Mereka berbagi tawa, cinta, dan mimpi tentang masa depan yang indah bersama.

Nadya tak pernah menceritakan tentang larangan ayahnya kepada Raka.

Tapi Raka tahu, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Sesuatu yang selalu membuatnya merasa resah setiap kali memandang mata Nadya yang tampak menyimpan duka dan rahasia.

Sampai pada suatu malam yang gelap dan hujan deras, segalanya berubah. Raka baru saja pulang dari bekerja karena kebetulan hari ini harus lembur.

Raka dikejutkan oleh kedatangan beberapa pria bertubuh kekar di depan rumahnya.

Mereka mengenakan pakaian hitam-hitam, dan wajah mereka tertutup oleh topeng.

Tak ada peringatan, tak ada kata-kata, hanya tindakan brutal yang langsung menghantam tubuhnya.

Mereka menarik Raka dengan kasar, memukulinya tanpa ampun, lalu menyeret tubuhnya yang sudah lemah ke sebuah gang sempit yang jauh dari keramaian. Di sana, mereka melanjutkan penyiksaan yang tak henti-hentinya.

Raka merintih kesakitan, darah mengalir dari bibirnya yang pecah, dan tulang rusuknya terasa seperti hancur di dalam tubuhnya.

Di antara derita itu, salah satu pria tersebut berbicara dengan nada dingin,

“Ini peringatan dari Tuan Haryanto. Jangan pernah mendekati Nadya lagi. Kamu bukan siapa-siapa. Ini bukan duniamu.”

Setelah kata-kata itu terucap, salah satu pria mengangkat sebuah balok kayu besar dan memukul punggung Raka dengan kekuatan penuh.

Suara tulang yang patah terdengar jelas di antara suara hujan yang deras. Raka terjatuh, tubuhnya kaku dan tak lagi bisa bergerak.

Sakit yang luar biasa menguasai seluruh tubuhnya. Dia berteriak dalam hatinya, namun suara itu tak pernah keluar.

Pria-pria itu meninggalkannya begitu saja di gang tersebut, tergeletak tanpa daya.

Raka mencoba bergerak, tetapi tubuhnya seakan menolak untuk menurut.

Dia terbaring di sana selama berjam-jam, sementara hujan membasahi tubuhnya. Pikirannya mulai mengabur, dan kesadaran perlahan hilang.

Ketika pagi menjelang, seseorang menemukannya dan menelpon ambulance yang membawanya ke rumah sakit.

Tubuh Raka rusak parah. Tulang punggungnya hancur, menyebabkan kelumpuhan dari pinggang ke bawah.

Dia hanya bisa terbaring di ranjang, memandangi langit-langit ruangan rumah sakit tanpa bisa merasakan kakinya lagi.

Hari demi hari berlalu, Raka mencoba bertahan dengan sisa-sisa harapannya. Satu-satunya yang membuatnya terus bertahan adalah keyakinan bahwa Nadya akan datang.

Bahwa cintanya, seberapa pun sulitnya, tidak akan meninggalkannya.

Namun, waktu terus berlalu dan Nadya tak kunjung datang. Raka mulai meragukan segalanya. Apakah cinta mereka begitu rapuh? Apakah benar status sosial begitu berkuasa hingga memisahkan mereka?

Akhirnya, suatu hari, pintu kamarnya terbuka. Nadya masuk dengan langkah perlahan.

Matanya merah dan sembab, menunjukkan bahwa dia sudah lama menangis. Raka tersenyum tipis, meski hatinya penuh dengan pertanyaan.

“Nadya,” suara Raka terdengar lemah. “Kenapa kamu lama sekali?”

Nadya mendekat, duduk di samping tempat tidurnya, tapi dia tidak bisa menatap mata Raka.

Ada keheningan yang mencekam di antara mereka, sebelum akhirnya Nadya berkata dengan suara gemetar,

“Raka, aku... aku harus pergi.”

Raka merasakan jantungnya serasa berhenti berdetak. “Pergi? Apa maksudmu?”

Nadya menangis, air matanya mengalir tanpa henti.

“Aku... aku tak bisa melawan ayahku lagi. Dia sudah membuat semuanya terlalu sulit. Aku harus pergi, Raka. Aku harus meninggalkanmu.”

Kata-kata itu menghantam Raka lebih keras daripada pukulan apapun yang dia terima malam itu.

“Jadi, kamu benar-benar meninggalkanku? Setelah semua yang kita lalui?”

Nadya menggelengkan kepala, tetapi tangisnya semakin kencang.

“Aku tak punya pilihan lain. Ini bukan hanya tentang cinta kita, Raka. Ayahku... dia mengancam akan melakukan hal yang lebih buruk jika kita terus bersama. Aku tak bisa melihatmu menderita lebih jauh.”

Raka terdiam. Dia ingin marah, ingin berteriak, tetapi tak ada tenaga yang tersisa dalam dirinya. Yang tersisa hanyalah kesedihan yang dalam.

“Jadi, semua ini... sia-sia? Cinta kita tidak berarti apa-apa?”

Nadya menangis semakin keras. “Aku mencintaimu, Raka. Tapi cinta saja tidak cukup.”

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Nadya berdiri dan beranjak pergi, meninggalkan Raka sendirian di kamar rumah sakit yang sunyi.

Raka hanya bisa menatap kepergiannya, tidak mampu mengejarnya, bahkan jika dia mau.

Saat pintu tertutup, Raka menyadari bahwa hidupnya telah berubah selamanya.

Bukan hanya tubuhnya yang lumpuh, tetapi hatinya juga hancur, hancur oleh cinta yang tak bisa bertahan melawan dunia yang kejam.

Terpopuler

Comments

Mardelis

Mardelis

bangkitlah raka, masih ada kesempatan

2025-03-17

0

Endro Budi Raharjo

Endro Budi Raharjo

lbh sakri lg skrg....

2024-11-03

0

MATADEWA

MATADEWA

Tragedi Raka....

2025-03-25

0

lihat semua
Episodes
1 Dobrak!
2 Terobsesi
3 Mengobati Pak Abdillah
4 Kedai Makan Yang Suram
5 Cinta Yang Tidak Bisa Bertahan
6 Perhatian Yang Tulus
7 CS Baru
8 Cinta Melahirkan Dendam
9 Kunjungan ke Rumah Pak Abdillah
10 Saya Tidak Suka Diancam
11 Merupakan Anugrah
12 Ditampar Jin
13 Gadis Jahat
14 Menabur Benih
15 Diabaikan
16 Persoalan Rumah Tangga
17 Dendam
18 Tiba Di Kota Yogyakarta
19 'Hati' Yang Sakit
20 Pria Yang Aneh
21 Wildan Vs Mumu
22 Terpedaya
23 Maafkan Bunda
24 Pasien Kritis
25 Kecelakaan
26 Siapa Pria Itu?
27 Kambing Hitam
28 Resign
29 Membujuk
30 Cemburu Buta?
31 Rapat Terbatas
32 Firasat Bahaya
33 Merasakan Sesuatu
34 Sabotase
35 Mimpi
36 Akibat Memata-Matai
37 Pria Berjas Putih
38 Meminta Bantuan
39 Menyelidiki
40 Pertarungan
41 Tobat
42 Sadewa
43 Dunia Lain
44 Amarah Sang Raja
45 Perselisihan
46 Rencana Jahat
47 Teleportasi antara Dua Alam
48 Cari Sampai Dapat
49 Rezeki Datang Bertubi-tubi
50 Dia Lah Pemuda Itu
51 Pemuda Misterius
52 Curiga
53 Melarikan Diri
54 Diawasi?
55 Terkena 'Tulah'
56 Obsesi
57 Persoalan Rumah Tangga
58 Misi
59 Kemunculan Pedang Kayu Lagi
60 Proses Persalinan
61 Perempuan
62 Apa kah Kamu, Bang Mumu?
63 Malahayati
64 Perselisihan
65 Dendam Yang Harus Dilampiaskan
66 Tolong Carikan Anak Ibuk
67 Tersinggung
68 Hei, Apa Yang Kamu Lakukan?
69 Berbagi Resep
70 Siapa?
71 Dimasuki Jin
72 Teluh
73 Gadis Pembawa Si*l
74 Temukan Sumbernya Dulu
75 Berburuk Sangka
76 Pengeroyokan
77 Punya Perasaan Khusus
78 Hobi Baru
79 Menjadi Besar Kepala
80 Aku Tidak Akan Menikahi Pria Lain Selain Abang...
81 Ragu
82 Kecewa
83 Konflik Rumah Tangga
84 Hari-hari Terus Berlalu
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Dobrak!
2
Terobsesi
3
Mengobati Pak Abdillah
4
Kedai Makan Yang Suram
5
Cinta Yang Tidak Bisa Bertahan
6
Perhatian Yang Tulus
7
CS Baru
8
Cinta Melahirkan Dendam
9
Kunjungan ke Rumah Pak Abdillah
10
Saya Tidak Suka Diancam
11
Merupakan Anugrah
12
Ditampar Jin
13
Gadis Jahat
14
Menabur Benih
15
Diabaikan
16
Persoalan Rumah Tangga
17
Dendam
18
Tiba Di Kota Yogyakarta
19
'Hati' Yang Sakit
20
Pria Yang Aneh
21
Wildan Vs Mumu
22
Terpedaya
23
Maafkan Bunda
24
Pasien Kritis
25
Kecelakaan
26
Siapa Pria Itu?
27
Kambing Hitam
28
Resign
29
Membujuk
30
Cemburu Buta?
31
Rapat Terbatas
32
Firasat Bahaya
33
Merasakan Sesuatu
34
Sabotase
35
Mimpi
36
Akibat Memata-Matai
37
Pria Berjas Putih
38
Meminta Bantuan
39
Menyelidiki
40
Pertarungan
41
Tobat
42
Sadewa
43
Dunia Lain
44
Amarah Sang Raja
45
Perselisihan
46
Rencana Jahat
47
Teleportasi antara Dua Alam
48
Cari Sampai Dapat
49
Rezeki Datang Bertubi-tubi
50
Dia Lah Pemuda Itu
51
Pemuda Misterius
52
Curiga
53
Melarikan Diri
54
Diawasi?
55
Terkena 'Tulah'
56
Obsesi
57
Persoalan Rumah Tangga
58
Misi
59
Kemunculan Pedang Kayu Lagi
60
Proses Persalinan
61
Perempuan
62
Apa kah Kamu, Bang Mumu?
63
Malahayati
64
Perselisihan
65
Dendam Yang Harus Dilampiaskan
66
Tolong Carikan Anak Ibuk
67
Tersinggung
68
Hei, Apa Yang Kamu Lakukan?
69
Berbagi Resep
70
Siapa?
71
Dimasuki Jin
72
Teluh
73
Gadis Pembawa Si*l
74
Temukan Sumbernya Dulu
75
Berburuk Sangka
76
Pengeroyokan
77
Punya Perasaan Khusus
78
Hobi Baru
79
Menjadi Besar Kepala
80
Aku Tidak Akan Menikahi Pria Lain Selain Abang...
81
Ragu
82
Kecewa
83
Konflik Rumah Tangga
84
Hari-hari Terus Berlalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!