Kedai Makan Yang Suram

Sore itu, setelah menyelesaikan pekerjaannya di Poli Akupuntur, Mumu tidak langsung pulang ke rumah.

Ada beberapa keperluan rumah tangga yang perlu ia penuhi, seperti membeli bahan makanan dan perlengkapan kecil lainnya.

Mumu pun memutuskan untuk mampir di beberapa tempat sebelum akhirnya pulang.

Hari itu cukup panjang, dan Mumu merasa sedikit lelah, namun ia terbiasa dengan rutinitas ini.

Saat berjalan di trotoar menuju pasar kecil di sudut kota, Mumu melihat sesuatu yang menarik perhatiannya di kejauhan.

Sebuah kedai makan cukup besar yang terletak di salah satu sudut jalan tampak aneh.

Setiap orang yang melewati kedai itu selalu menutup hidung mereka, seolah ada bau tak sedap yang berasal dari tempat tersebut.

Beberapa orang bahkan mempercepat langkah mereka, berusaha menjauh secepat mungkin.

Mumu berhenti sejenak, merasa penasaran. Dalam perjalanan itu, ia mendengar percakapan beberapa orang di sekitar.

“Kedai itu, katanya makanannya basi.” Ujar seorang lelaki tua kepada temannya.

“Iya, makanya tak ada yang mau mampir. Siapa juga yang mau makan di sana kalau begitu?” Jawab temannya dengan nada jijik.

"Sudah tahu basi kenapa mesti dijual?"

"Mana aku tahu? Mungkin karena ingin untung banyak."

“Kasihan ya, padahal dulu ramai. Sekarang malah kumuh dan menjijikkan.” Sahut yang lain.

Mendengar percakapan itu, Mumu semakin penasaran. Bagaimana mungkin ada rumah makan yang menjual makanan basi dengan sengaja? Hal itu terasa sangat janggal.

Jika benar, bukankah pemiliknya akan kehilangan pelanggan? Mumu tidak mempercayai gosip itu begitu saja.

Ia merasa ada sesuatu yang lebih dari sekadar makanan basi.

Dengan tekad untuk mencari tahu, Mumu mendekati kedai tersebut. Dari luar, memang benar, rumah makan itu tampak kumuh.

Papan namanya sudah pudar, dan jendela-jendelanya berdebu. Lantai di sekitar pintu masuk tampak kotor, penuh dengan sampah dan kotoran yang mungkin sudah berminggu-minggu tidak dibersihkan.

Pintu kaca tampak retak di beberapa bagian, dan suasana keseluruhan kedai itu benar-benar tidak menarik.

Mumu mendekat sedikit lagi, namun semakin dekat ia mendapati sesuatu yang lebih janggal.

Meski rumah makan itu terlihat sangat tidak terawat, ada sesuatu yang tidak alami. Sebagai seseorang yang terlatih dalam bidang spiritual dan energi, Mumu merasakan adanya ketidakseimbangan di sekitar kedai tersebut.

Dia berhenti sejenak di depan kedai itu dan mulai mengetrapkan kekuatan spiritualnya. Dengan tenang, Mumu memejamkan mata, mengatur napasnya, dan mulai merasakan aliran energi di sekitarnya. Dalam beberapa detik, ia bisa merasakan ada sesuatu yang tidak wajar.

Melalui kekuatan spiritualnya, Mumu bisa 'melihat' Kedai itu sebenarnya sangat bersih namun kedai itu ternyata diselimuti oleh energi gelap yang sangat kuat.

Aura negatif itu seperti kabut hitam yang menyelimuti seluruh bangunan. Sehingga secara kasat mata kedai makan itu terlihat tidak terurus.

Tidak mungkin kondisi ini terjadi secara alami.

Apa lagi melalui kekuatan spiritualnya Mumu melihat beberapa makhluk halus yang sedang melakukan sesuatu.

Makhluk yang di depan kedai makan terus menyiram sesuatu sehingga kedai makan itu tampak bobrok dan tidak terurus.

Makhluk yang lain bertugas meludahi makanan sehingga langsung membusuk.

Bahkan nasi yang baru dimasak di dalam magic com pun langsung basi.

Mumu sadar bahwa ada seseorang yang dengan sengaja menggunakan ilmu hitam untuk merusak tempat ini.

Sudah menjadi rahasia umum, orang rela melakukan apa pun karena persaingan bisnis dan penglarisan.

Dengan hati-hati, Mumu mendekati pintu kedai.

Ia merasa berat ketika mencoba membuka pintu, seolah-olah ada kekuatan yang mencoba menahannya untuk tidak masuk.

Karena makhluk yang di depan pintu tadi sengaja menahannya tapi Mumu pura-pura tidak melihatnya.

Sehingga Mumu tetap bersikap tenang. Dengan kekuatan spiritual yang ia miliki, Mumu hanya menyerang sedikit makhluk itu dan berhasil membuka pintu.

Di dalam kedai, suasananya tidak kalah aneh. Meski tidak ada pelanggan, interiornya tidak seburuk yang terlihat dari luar. Meja dan kursi masih tersusun rapi, meskipun ada beberapa tanda keusangan.

Namun, kehadiran energi negatif itu semakin jelas terasa. Bau tak sedap yang orang-orang bicarakan di luar kini terasa semakin kuat.

Di balik meja kasir, seorang wanita tua berdiri. Wajahnya kusut dan tampak lelah, seolah-olah telah menghadapi beban yang berat.

Tatapannya kosong, dan tangannya gemetar ketika ia melihat Mumu masuk.

“Mau... pesan makanan apa, Mas?” Tanya wanita itu dengan suara penuh semangat karena akhirnya ada juga pelanggan yang datang.

Mumu tersenyum tipis, lalu menggelengkan kepalanya.

“Saya sebenarnya hanya penasaran, Bu. Kedai ini kenapa sepi sekali?”

Wanita itu menghela napas panjang.

“Entahlah. Sejak beberapa bulan yang lalu, tiba-tiba saja orang-orang berhenti datang."

"Mereka bilang makanan kami basi, tapi saya selalu pastikan semuanya segar setiap hari. Saya tidak mengerti kenapa semua ini terjadi.”

Mumu bisa merasakan kesedihan dan keputusasaan di balik kata-kata wanita itu.

Namun, dia juga tahu bahwa wanita ini tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di tempatnya.

“Bu, boleh saya bertanya sesuatu?” Mumu mendekat dengan hati-hati.

“Apakah ibu pernah merasa ada hal-hal aneh terjadi di kedai ini? Mungkin sesuatu yang tidak bisa ibu jelaskan?”

Wanita itu terdiam sejenak, lalu matanya mulai berkaca-kaca.

“Sebenarnya, iya. Beberapa kali saya merasa ada sesuatu yang tidak beres."

"Pernah saya melihat bayangan hitam di pojok ruangan ini, tapi ketika saya coba mendekat, bayangan itu hilang. Dan bau aneh ini... saya tidak tahu dari mana asalnya."

"Saya sudah membersihkan seluruh tempat ini, tapi bau itu tetap ada.”

Mumu mengangguk, semakin yakin bahwa ini adalah ulah seseorang yang menggunakan ilmu hitam. Ia mengambil napas dalam, lalu berkata,

“Ibu, saya rasa ini bukan masalah biasa. Mungkin ada seseorang yang berusaha menjatuhkan usaha ibu dengan cara yang tidak wajar.”

Wanita itu terkejut. “Apa maksudmu?”

“Saya tidak ingin membuat ibu cemas, tapi saya bisa merasakan ada energi negatif yang sangat kuat di tempat ini."

"Ada kemungkinan kedai ini telah diserang dengan ilmu hitam."

Tak mungkin mengatakan terus terang jika memang ada makhluk tak kasat mata di kedai makan ini.

Wanita itu tampak kebingungan dan takut.

“Ilmu hitam? Tapi... siapa yang bisa melakukan itu? Saya tidak punya musuh.”

Mumu hanya tersenyum tipis. “Kadang, kita tidak tahu siapa yang iri atau dengki terhadap keberhasilan kita, Buk."

Wanita itu bertanya dengan penuh kekhawatiran, "Apa yang harus saya lakukan, Nak?"

Sebelum Mumu sempat menjawab, tiba-tiba dia merasakan serangan energi gelap yang datang dari berbagai arah.

Serangan itu terasa tajam dan kuat, membuat udara di sekitarnya terasa menekan.

Mumu segera menyadari bahwa orang yang telah menggunakan ilmu hitam di kedai ini tidak senang dengan kehadirannya dan berusaha menghentikan usahanya.

Terpopuler

Comments

Endro Budi Raharjo

Endro Budi Raharjo

sdh mengalami persaingan spt itu di toko ortu ku....

2024-11-03

0

MATADEWA

MATADEWA

Ada dukun lagi lagi yg bertingkah.....

2025-03-25

0

Mardelis

Mardelis

bantulah mumu

2025-03-17

0

lihat semua
Episodes
1 Dobrak!
2 Terobsesi
3 Mengobati Pak Abdillah
4 Kedai Makan Yang Suram
5 Cinta Yang Tidak Bisa Bertahan
6 Perhatian Yang Tulus
7 CS Baru
8 Cinta Melahirkan Dendam
9 Kunjungan ke Rumah Pak Abdillah
10 Saya Tidak Suka Diancam
11 Merupakan Anugrah
12 Ditampar Jin
13 Gadis Jahat
14 Menabur Benih
15 Diabaikan
16 Persoalan Rumah Tangga
17 Dendam
18 Tiba Di Kota Yogyakarta
19 'Hati' Yang Sakit
20 Pria Yang Aneh
21 Wildan Vs Mumu
22 Terpedaya
23 Maafkan Bunda
24 Pasien Kritis
25 Kecelakaan
26 Siapa Pria Itu?
27 Kambing Hitam
28 Resign
29 Membujuk
30 Cemburu Buta?
31 Rapat Terbatas
32 Firasat Bahaya
33 Merasakan Sesuatu
34 Sabotase
35 Mimpi
36 Akibat Memata-Matai
37 Pria Berjas Putih
38 Meminta Bantuan
39 Menyelidiki
40 Pertarungan
41 Tobat
42 Sadewa
43 Dunia Lain
44 Amarah Sang Raja
45 Perselisihan
46 Rencana Jahat
47 Teleportasi antara Dua Alam
48 Cari Sampai Dapat
49 Rezeki Datang Bertubi-tubi
50 Dia Lah Pemuda Itu
51 Pemuda Misterius
52 Curiga
53 Melarikan Diri
54 Diawasi?
55 Terkena 'Tulah'
56 Obsesi
57 Persoalan Rumah Tangga
58 Misi
59 Kemunculan Pedang Kayu Lagi
60 Proses Persalinan
61 Perempuan
62 Apa kah Kamu, Bang Mumu?
63 Malahayati
64 Perselisihan
65 Dendam Yang Harus Dilampiaskan
66 Tolong Carikan Anak Ibuk
67 Tersinggung
68 Hei, Apa Yang Kamu Lakukan?
69 Berbagi Resep
70 Siapa?
71 Dimasuki Jin
72 Teluh
73 Gadis Pembawa Si*l
74 Temukan Sumbernya Dulu
75 Berburuk Sangka
76 Pengeroyokan
77 Punya Perasaan Khusus
78 Hobi Baru
79 Menjadi Besar Kepala
80 Aku Tidak Akan Menikahi Pria Lain Selain Abang...
81 Ragu
82 Kecewa
83 Konflik Rumah Tangga
84 Hari-hari Terus Berlalu
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Dobrak!
2
Terobsesi
3
Mengobati Pak Abdillah
4
Kedai Makan Yang Suram
5
Cinta Yang Tidak Bisa Bertahan
6
Perhatian Yang Tulus
7
CS Baru
8
Cinta Melahirkan Dendam
9
Kunjungan ke Rumah Pak Abdillah
10
Saya Tidak Suka Diancam
11
Merupakan Anugrah
12
Ditampar Jin
13
Gadis Jahat
14
Menabur Benih
15
Diabaikan
16
Persoalan Rumah Tangga
17
Dendam
18
Tiba Di Kota Yogyakarta
19
'Hati' Yang Sakit
20
Pria Yang Aneh
21
Wildan Vs Mumu
22
Terpedaya
23
Maafkan Bunda
24
Pasien Kritis
25
Kecelakaan
26
Siapa Pria Itu?
27
Kambing Hitam
28
Resign
29
Membujuk
30
Cemburu Buta?
31
Rapat Terbatas
32
Firasat Bahaya
33
Merasakan Sesuatu
34
Sabotase
35
Mimpi
36
Akibat Memata-Matai
37
Pria Berjas Putih
38
Meminta Bantuan
39
Menyelidiki
40
Pertarungan
41
Tobat
42
Sadewa
43
Dunia Lain
44
Amarah Sang Raja
45
Perselisihan
46
Rencana Jahat
47
Teleportasi antara Dua Alam
48
Cari Sampai Dapat
49
Rezeki Datang Bertubi-tubi
50
Dia Lah Pemuda Itu
51
Pemuda Misterius
52
Curiga
53
Melarikan Diri
54
Diawasi?
55
Terkena 'Tulah'
56
Obsesi
57
Persoalan Rumah Tangga
58
Misi
59
Kemunculan Pedang Kayu Lagi
60
Proses Persalinan
61
Perempuan
62
Apa kah Kamu, Bang Mumu?
63
Malahayati
64
Perselisihan
65
Dendam Yang Harus Dilampiaskan
66
Tolong Carikan Anak Ibuk
67
Tersinggung
68
Hei, Apa Yang Kamu Lakukan?
69
Berbagi Resep
70
Siapa?
71
Dimasuki Jin
72
Teluh
73
Gadis Pembawa Si*l
74
Temukan Sumbernya Dulu
75
Berburuk Sangka
76
Pengeroyokan
77
Punya Perasaan Khusus
78
Hobi Baru
79
Menjadi Besar Kepala
80
Aku Tidak Akan Menikahi Pria Lain Selain Abang...
81
Ragu
82
Kecewa
83
Konflik Rumah Tangga
84
Hari-hari Terus Berlalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!