20. Hipnoterapi

Erzan menatap Aruna dengan begitu serius. Perempuan itu tertidur dalam posisi miring karena tindakan menutup luka yang baru tadi dilakukan.

"Tuan Erzan, maaf saya memberikannya obat tidur."

Telapak tangan kekar itu sudah mengusap lembut ujung kepala Aruna. Dokter mendengar keluhan Aruna selepas Erzan pergi, dan dia mengatakan ingin tidur dengan nyenyak seperti orang lain.

"Cyra, tak bisakah kamu berkata yang sejujurnya? Kenapa kamu tak sudahi kepura-puraan ini?"

Ponsel Erzan berdering. Dan nama seseorang yang penting tertera di layar ponselnya. Erzan segera menjauhi Aruna karena dia tak mau mengganggu tidur perempuan yang memiliki banyak luka.

Erzan kembali ke ruang perawatan Aruna. Perempuan yang dia kasihani masih tidur dengan sangat nyenyak. Dia penasaran apa yang sudah terjadi hingga tubuhnya dipenuhi luka lebam. Serta luka gores yang begitu dalam.

Laporan demi laporan dari orang suruhannya dia terima. Belum ada yang bisa meretas data keluarga yang begitu baik bisa menerima Aruna di Eropa. Negara di mana Aruna tinggal pun tak bisa dideteksi.

Sebuah email masuk dan Erzan segera membacanya. Ternyata dari Axel. Dibacanya dengan seksama dan matanya melebar ketika sebuah negara Axel tuliskan di sana.

"Hampir lima belas tahun tinggal di Zurich," gumamnya sambil menatap ke arah Aruna.

"Aruna Cyra Sachikirani sudah bertunangan."

Setelah membaca email tersebut, Erzan terdiam untuk sesaat. Matanya kini tertuju kepada jari Aruna. Tak ada cincin yang melingkar di sana.

"Benarkah kamu sudah tunangan?"

Wajah Erzan kini berubah sangat datar. Terlihat siluet kecewa. Namun, masih ada sorot penuh tanya.

Beranjak dari samping Aruna. Erzan berdiri di depan jendela rumah sakit. Tangannya dia masukkan ke dalam saku.

"Bubu, Abang Er kangen."

Jika, sudah begini pasti dia tengah dilanda kesedihan. Erzan menghela napas kasar.

"Er."

Suara parau khas orang bangun tidur terdengar. Erzan menoleh dan Aruna sudah membuka mata. Erzan menghampiri Aruna.

"Kenapa bangun?"

"Jangan tinggalin aku, Er," pintanya dengan air mata yang sudah menggenang.

"Aku takut."

Erzan mengangguk dan meraih tangan Aruna. Mengusap lembut punggung tangannya.

"Hanya kamu yang aku percaya, Er."

Aruna menggenggam tangan Erzan dengan sangat erat. Terlihat dia sangat bergantung pada Erzan.

Aruna Cyra Sachikirani terlihat bukan seperti perempuan nakal yang senang mempermainkan lelaki. Apalagi luka psikis yang Aruna derita begitu banyak.

Erzan sama sekali tak meninggalkan Aruna. Apalagi Aruna terus menggenggam tangannya padahal matanya sudah tertidur.

"Kenapa dengan kamu, Cyra?"

.

Aruna terlihat ketakutan ketika melihat seorang wanita cantik datang. Padahal, dia datang dengan dokter yang akan memeriksanya.

"D-dok--"

"Tenang, Nona Aruna. Tenang! Beliau orang baik."

Dokter menjelaskan tentang wanita yang ada di sampingnya itu. Penolakan Aruna lakukan, tapi dokter terus meyakinkan dan alhasil Aruna mau berbicara empat mata dengan wanita itu.

"Kita akan melakukan hipnoterapi. Di mana itu bisa menyembuhkan fobia serta kecemasan yang kamu alami."

"A-an-da psi-ko-log."

Wanita itu tersenyum dan mengangguk. Hipnoterapi pun dimulai. Di mana sekarang Aruna sudah berada di bawah alam sadar.

"Aku benci orang terdekat aku. Aku benci."

Bulir bening meluncur di ujung mata. Padahal, dia baru saja mengucapkan satu kalimat. Ada luka yang orang-orang terdekat Aruna tinggalkan hingga dia seperti itu.

"Di umur sepuluh tahun, ibuku menjadikan aku tontonan untuk para teman lelakinya. Aku ditelanjangi di ruangan miliknya. Dan tubuhku dibebaskan untuk disentuh oleh mereka. Aku masih sangat jelas mengingatnya. Masih sangat jelas."

Semakin deras bulir bening itu menetes. Wanita yang tak lain adalah Mami Aleena menyeka ujung mata Aruna yang sudah sangat basah.

"A-ku sudah meminta tolong, tapi ibuku tetap diam saja. Hingga datang seorang pahlawan yang menyelamatkanku, yakni ayahku."

Bibir Aruna pun sedikit menyunggingkan senyum. Namun, tak lama kemudian wajahnya dipenuhi kesedihan.

"Setelah kejadian itu aku sangat ketakutan. Aku takut bertemu dengan orang lain. Kejadian itu sangat membekas di kepala dan aku hanya bisa memeluk tubuh Ayahku untuk menghilangkan rasa takut itu. Sayangnya--"

Aruna menjeda ucapannya. Dia terdiam untuk sesaat.

"Orang yang menjadi tempat berlindung ku malah dipenjara oleh ibuku. Dan aku ... dibuang ke daerah paling terpencil. Di mana sebelumnya tubuhku disiksa oleh orang suruhan ibuku. Dipukul, ditampar, dicambuk. Rasanya sakit sekali."

"Setelah berada di tempat itu, aku kira aku akan aman. Nyatanya tidak. Diketidakberdayaanku ... lagi dan lagi aku hampir diperkosa. Namun, Tuhan masih baik kepadaku. Aku diselamatkan oleh orang baik dan dibawa pergi dari sana."

Mami Aleena menghela napas kasar ketika mendengarnya. Rasa sedih dan sakit yang Aruna rasakan mampu dirinya rasakan.

"Aku dibawa jauh dari negara itu. Aku dititipkan di sebuah panti. Tempat itu aman, tapi semakin bertambahnya usiaku aku baru tahu ternyata tempat itu membawa pengaruh buruk kepadaku. Seks bebas dihalalkan. Bahkan di manapun dilakukan. Aku sering melihatnya."

"Apa kamu pernah melakukannya juga?" tanya Mami Aleena.

"Tidak."

"Apa itu alasan kamu kabur ke sini?" Aruna pun menggeleng.

"Setelah sepuluh tahun di panti, aku memutuskan untuk keluar dari sana dan bekerja. Tuhan begitu baik mempertemukan aku dengan seorang lelaki yang sangat baik. Kata-katanya manis dan seperti ingin melindungi ku. Aku terjebak dalam sebuah perasaan yang begitu dalam kepadanya. Dan salahnya, aku menjadikannya rumah."

Bulir bening kembali menetes. Isakan kini mulai hadir. Mami Aleena menggenggam tangan Aruna.

"Dia seperti pangeran penyelamat. Aku kira aku akan selamat jika bersamanya. Ternyata sama saja."

Mami Aleena masih setia mendengarkan. Dia tak mencela sedikit pun kalimat yang keluar dari Aruna. bulir bening kembali menetes. Kini, semakin deras.

"Tiga tahun ... tubuhku disiksa tanpa henti. Luka di tubuh sudah tak terhitung berapa banyaknya. Tubuhku sudah tak berdaya, tapi tetap dipaksa untuk terus berada di sampingnya."

"Dia selalu melakukan itu ketika dia sedang ada masalah. Aku hanya dijadikan Samsak tinju. Dijadikan tempat pelampiasan. Ketika badanku terkapar, barulah dia sadar dan mengobatiku. Tapi, tak pernah ada kata maaf yang terlontar dari bibirnya setelah melakukan hal itu."

Mami Aleena terdiam. Air matanya menetes mendengar pengakuan Aruna.

"Aku ingin pergi ... tapi, aku sudah terikat janji. Di awal hubunganku, dia akan membantu membebaskan ayahku. Aku terus bertahan di tengah tubuh yang penuh kesakitan. Dan dia menepati janji, membebaskan ayahku. Aku sangat bahagia dan berharap ayahku akan menyelamatkanku dari lelaki itu."

"Dan lagi-lagi aku salah. Aku dipaksa untuk terus bersamanya bahkan bertunangan dengannya. Padahal, aku sudah jujur jikalau lelaki itu selalu bersikap kasar. Tapi, ayahku tak mendengar. Malah membiarkanku disiksa di depan matanya."

"Aku lelah. Aku ingin menyerah. Tak pernah ada bahagia yang aku dapat. Tak pernah ada kasih sayang yang tulus yang aku terima. Salahku apa? Kenapa aku selalu diperlakukan seperti hewan? Kenapa takdir begitu kejam?"

Aruna menangis begitu kencang. Begitu juga dengan Mami Aleena yang tak henti menitikan air mata. Dia sudah memeluk tubuh Aruna dengan begitu erat.

"Luka psikisku saja belum sepenuhnya sembuh. Tapi, aku sudah harus menerima luka fisik yang tak henti. Jujur, rasa takut selalu hadir setiap hari. Takut semuanya akan terulang lagi. Aku sangat takut."

...*** BERSAMBUNG ***...

Ayo dong komen biar dikasih double up.

Terpopuler

Comments

nuraeinieni

nuraeinieni

ya ampun mewek bacax,,,,,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭

2024-10-05

0

Indrijati Saptarita

Indrijati Saptarita

duuhhh cerita nya koq begini... bikin takuuuuttt...

2024-09-29

0

Yus Nita

Yus Nita

ungkin kahpelaku yg di maksud Hatsa, karena dia yg berturur katamsnis, sprtu yg di kata kan a ang Er

2024-09-18

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kapan Nikah?
2 2. Cinta Kedua
3 3. Sekretaris
4 4. CV
5 5. Interview Yang Terganggu
6 6. Aruna Cyra Sachikirani
7 7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8 8. Dua Kepribadian
9 9. Masih Tetap Sama
10 10. Memecahkan Teka-Teki
11 POV. Aruna
12 12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13 13. Tujuan Hidup
14 14. Tukang Ojek
15 15. Tidak Sreg
16 16. Makan Siang
17 17. Rencana Yang Gagal
18 18. Banyak Misteri
19 19. Melakukan Yang Terbaik
20 20. Hipnoterapi
21 21. Trauma Begitu Dalam
22 22. Kerjasama
23 23. Effort Begitu Besar
24 24. Hubungan Yang Halal
25 25. Berjalan Lancar
26 26. Singa Muda
27 27. Hadiah Besar
28 28. Kesal
29 29. Mulai Bertindak
30 30. Bekerjasama
31 31. Jelmaan Iblis
32 32. Melawan
33 33. Kekuatan dan Ketakutan
34 34. Rumah
35 35. Empat Lawan Satu
36 36. Meminta Bantuan
37 37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38 38. Rumah vs Tempat Singgah
39 39. Perempuan Gila
40 40. Akhir Penderitaan
41 41. ILY
42 42. Terlalu Antusias
43 43. Gantian Berjuang
44 44. Perjuangan Baru Dimulai
45 45. Menginap Di Rumah Mami
46 Pengumuman
47 47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48 48. Effort Yang Sama Besar
49 Pengumuman
50 49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51 50. Janji Mengalahkan Nafsu
52 51. Meminta Restu
53 Pengumuman
54 53. Tak Mau Mati Muda
55 54. Menuju Wedding Impian
56 55. Wedding Impian
57 56. Cuti Sehari
58 57. Red Day
59 58. Merengut Kesal
60 59. Tak Sesuai Ucapan
61 60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62 61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63 62. Adonan
64 63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65 65. Baru Dimulai
66 Nanya
67 66. Di Luar Nalar
68 67. Dikira Sudan Selsai
69 68. MISSION COMPLETED
70 69. Makhluk Sempurna
71 70. Saingan Baru
72 71. Bersyukur dan Beruntung
73 New Story
Episodes

Updated 73 Episodes

1
1. Kapan Nikah?
2
2. Cinta Kedua
3
3. Sekretaris
4
4. CV
5
5. Interview Yang Terganggu
6
6. Aruna Cyra Sachikirani
7
7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8
8. Dua Kepribadian
9
9. Masih Tetap Sama
10
10. Memecahkan Teka-Teki
11
POV. Aruna
12
12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13
13. Tujuan Hidup
14
14. Tukang Ojek
15
15. Tidak Sreg
16
16. Makan Siang
17
17. Rencana Yang Gagal
18
18. Banyak Misteri
19
19. Melakukan Yang Terbaik
20
20. Hipnoterapi
21
21. Trauma Begitu Dalam
22
22. Kerjasama
23
23. Effort Begitu Besar
24
24. Hubungan Yang Halal
25
25. Berjalan Lancar
26
26. Singa Muda
27
27. Hadiah Besar
28
28. Kesal
29
29. Mulai Bertindak
30
30. Bekerjasama
31
31. Jelmaan Iblis
32
32. Melawan
33
33. Kekuatan dan Ketakutan
34
34. Rumah
35
35. Empat Lawan Satu
36
36. Meminta Bantuan
37
37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38
38. Rumah vs Tempat Singgah
39
39. Perempuan Gila
40
40. Akhir Penderitaan
41
41. ILY
42
42. Terlalu Antusias
43
43. Gantian Berjuang
44
44. Perjuangan Baru Dimulai
45
45. Menginap Di Rumah Mami
46
Pengumuman
47
47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48
48. Effort Yang Sama Besar
49
Pengumuman
50
49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51
50. Janji Mengalahkan Nafsu
52
51. Meminta Restu
53
Pengumuman
54
53. Tak Mau Mati Muda
55
54. Menuju Wedding Impian
56
55. Wedding Impian
57
56. Cuti Sehari
58
57. Red Day
59
58. Merengut Kesal
60
59. Tak Sesuai Ucapan
61
60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62
61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63
62. Adonan
64
63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65
65. Baru Dimulai
66
Nanya
67
66. Di Luar Nalar
68
67. Dikira Sudan Selsai
69
68. MISSION COMPLETED
70
69. Makhluk Sempurna
71
70. Saingan Baru
72
71. Bersyukur dan Beruntung
73
New Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!