POV. Aruna

Senyum terukir di wajah Aruna setelah dia keluar dari ruangan Erzan. Hatinya begitu senang. Meskipun, wajahnya sembab. Erzan masih sama seperti dulu. Baiknya tak pernah berubah. Walaupun, sikap dinginnya semakin bertambah.

Senyum itupun masih terukir sampai dia kembali ke kosan. Bayang wajah Erzan terus mengitari kepalanya. Hatinya begitu berbunga sama seperti waktu kecil dulu.

Tiba-tiba tawa ibunya terdengar dan raut Aruna seketika berubah. Kejadian di masa lalu mulai berputar. Rekan-rekan sang ibu sudah mengerumuninya. Tangan mereka dengan kasar melepas pakaian yang Aruna kenakan. Bukannya melarang, ibunya malah meng-ayokan. Padahal, Aruna sudah menatap ibunya dengan penuh iba agar diselamatkan. Akan tetapi, sang ibu malah sangat acuh dan menyuruh mereka untuk segera menyentuh Aruna.

Di usia sepuluh tahun sudah diberikan trauma yang begitu dalam. Bahkan mampu merubah emosi Aruna secara tiba-tiba. Dia akan seperti iblis jahat jika bayang wanita yang melahirkannya muncul di kepala.

"Aku sangat suka sandwich buatan Mami."

Kalimat itu mulai terdengar di telinga. Senyum smirk pun terukir di wajah Aruna.

"Sekarang aku sudah tak lagi suka sandwich. Begitu juga dengan orang yang membuatnya. Aku sangat membencinya!"

Tak ada air mata, hanya kalimat penuh dengan kemurkaan yang terucap. Belasan tahun tak menyurutkan kemarahannya. Malah semakin hari dia semakin membenci sosok si pembuat sandwich.

Aruna menghela napas begitu kasar. Wajahnya kembali berubah seperti semula setelah marahnya reda. Sebenarnya dia sangat lelah berada di dalam kondisi seperti ini.

"Aku ingin hilang ingatan saja, Tuhan."

Rekam jejak memorinya begitu tajam sehingga adegan masa lalu terus terulang. Dia ingin terbebas dari bayang masa lalu yang terus menghantuinya setiap hari. Dia sudah sangat lelah. Dia ingin melupakan semuanya.

Setelah dirinya sedikit tenang, dia mulai menuju kamar mandi. Setiap kali dia membuka baju, air matanya akan menetes. Perih dan sakitnya masih terasa. Nodanya pun masih ada.

Bayang-bayang masa lalunya tak pernah hilang. Apalagi jika tengah sendiri seperti ini. Rasa takut akan muncul. Dia akan mamatikan lampu dan memilih duduk di pojokan sambil memeluk lutut. Pandangannya mulai tak fokus dan nyaris kosong. Ini terjadi setiap malam.

Suara motor dan mobil yang berhenti di depan kosan membuat Aruna ketakutan hampir setiap malam. Bahkan kasur yang sudah ada di atas lantai tak pernah dia gunakan untuk tidur. Dia memilih masuk ke kamar mandi dan tidur di sana.

Lantai kamar mandi yang dingin menjadi saksi akan ketakutan Aruna setiap malam. Duduk tepat di belakang pintu kamar mandi dalam posisi memeluk lutut dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Itulah posisi tidur Aruna setiap malam. Dan sekarang dia mencoba menutup telinga di karena tak jua dapat tertidur.

"Tidurlah, Aruna! Tidak ada apa-apa."

Pada umumnya orang yang terlalu lelah bekerja akan cepat tertidur. Beda halnya dengan Aruna. Ketika dia terlalu lelah, kecemasan akan terus mengintai. Dan itu membuat Aruna gelisah. Serta tak akan bisa memejamkan mata sampai pagi datang.

Trauma yang mengakibatkan fobia membuatnya sulit terus dllanda kegelisahan serta kecemasan. Meskipun, dia tertidur mimpi buruk akan terus menghampiri dan itu membuat tidurnya tak nyenyak. Belasan tahun mengalami hal seperti itu pasti sangat menyiksa.

Aruna juga manusia biasa. Dia sering merasa lelah dan ingin menyerah pada keadaan yang sangat tak diinginkan yang terjadi kepadanya. Di ingin hidup normal.

"Kapan aku terlepas dari semua ini?"

Aruna menunduk dalam. Dia tak akan berani keluar sampai adzan subuh terdengar. Dia hanya bisa terjaga dengan pandangan kosong.

"Tuhan, aku sangat tersiksa."

Aruna adalah sosok wanita yang sangat kuat karena sudah berhasil bertahan sampai sejauh ini. Mentalnya yang terluka parah serta traumanya yang tak akan pernah sembuh, tapi dia masih tetap hidup dan tak memilih jalan pintas, yakni mengakhiri hidup.

Sekuat-kuatnya Aruna, dia pernah berada di fase sangat sangat lelah. Dia sudah menyiapkan tali dan juga pisau. Pikirnya, dengan bunuh diri dia akan terbebas dari derita di dunia.

Dia merasa selalu dianaktirikan oleh Tuhan. Dia merasa selalu diabaikan oleh Tuhan dan menganggap Tuhan jahat kepada hidupnya. Tidak seperti anak lainnya yang hidup bahagia.

Semuanya sudah siap, dia sudah naik ke atas kursi dengan tangan sudah mengarahkan pisau ke perut. Dan tali sudah menyambutnya agar kepalanya dimasukkan ke dalam sana. Namun, ketika dia hendak melakukan itu, Tuhan seperti menarik tubuhnya. Dia tiba-tiba lemas dan berakhir menangis keras. Kejadian itu bukan hanya sekali, sudah tiga kali Aruna hendak mencoba bunuh diri. Tapi, Tuhan terus menarik tubuhnya dan menyelamatkannya. Seakan tak rela melihat nyawa Aruna dibuang percuma.

Aruna pun pelan-pelan mulai berdamai dengan takdir Tuhan. Dia selalu percaya jika ujian yang Tuhan berikan pasti mampu dia lalui. Dia menyerahkan semua hidupnya kepada Sang Maha Kuasa. Dia akan mengikuti alur cerita yang sudah Tuhan tulis dan tetapkan. Meskipun penuh air mata, terseok-seok atau berdarah-darah sekalipun akan dia jalankan. Dia juga meyakini jikalau luka yang begitu dalam yang dia rasakan, bahkan tak ada obatnya pasti akan Tuhan sembuhkan.

.

Sikap bar-bar Aruna hanya untuk menutupi rasa takut yang setiap hari muncul. Bagi Aruna, wanita bar-bar adalah wanita pemberani. Padahal, menurut psikolog wanita bar-bar itu adalah wanita yang memiliki luka berat dan menganga begitu dalam. Dia tak ingin lukanya itu dapat dilihat oleh orang lain. Maka dari itu, dia mengelabuhi manusia lainnya dengan sikapnya itu. Wanita bar-bar itu bukan wonder woman, tapi wanita yang memerlukan pelukan dan rangkulan yang penuh ketulusan.

"Tuhan, setiap malam pasti aku berdoa supaya Engkau mencabut nyawaku. Namun, mulai hari ini aku tak akan lagi berdoa seperti itu."

"Aku ingin hidup lebih lama lagi, Tuhan. Aku ingin memiliki waktu yang banyak bersama Erzan. Mengukir banyak kenangan supaya bisa menghapus memori buruk yang tersimpan begitu rapat di kepala."

Senyum pun melengkung indah di wajahnya. Namun, seketika mimiknya kembali berubah. Dia menatap serius ke arah pantulan gambar dirinya di cermin.

"Tuhan, apakah bisa dia menjadi rumah untukku bersandar? Dia selalu memberiku kenyamanan. Bahkan selalu memberikan aku perlindungan. Apakah bisa aku meraih bintang di langit dengan tangan kosong?"

"Apakah bisa Upik abu bersanding dengan pangeran?"

Hembusan napas kasar keluar dari mulut Aruna. Dia tersenyum getir di depan cermin.

"Maafkan aku, Tuhan. Aku sudah menjadi manusia serakah yang tak sadar diri. Perempuan penuh dengan noda tak akan pantas bersanding dengan seorang pangeran mahkota."

...**** BERSAMBUNG ****...

Atuh mana komennya?

Terpopuler

Comments

Lies Atikah

Lies Atikah

semoga hanya di leceh kan saja tidak sampai ah

2025-01-03

0

Medy Jmb

Medy Jmb

Kasihan Aruna, moga Njan bisa menjaga aruna

2024-10-31

0

nuraeinieni

nuraeinieni

semoga erzan bisa menjadi penguat utk aruna

2024-10-02

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kapan Nikah?
2 2. Cinta Kedua
3 3. Sekretaris
4 4. CV
5 5. Interview Yang Terganggu
6 6. Aruna Cyra Sachikirani
7 7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8 8. Dua Kepribadian
9 9. Masih Tetap Sama
10 10. Memecahkan Teka-Teki
11 POV. Aruna
12 12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13 13. Tujuan Hidup
14 14. Tukang Ojek
15 15. Tidak Sreg
16 16. Makan Siang
17 17. Rencana Yang Gagal
18 18. Banyak Misteri
19 19. Melakukan Yang Terbaik
20 20. Hipnoterapi
21 21. Trauma Begitu Dalam
22 22. Kerjasama
23 23. Effort Begitu Besar
24 24. Hubungan Yang Halal
25 25. Berjalan Lancar
26 26. Singa Muda
27 27. Hadiah Besar
28 28. Kesal
29 29. Mulai Bertindak
30 30. Bekerjasama
31 31. Jelmaan Iblis
32 32. Melawan
33 33. Kekuatan dan Ketakutan
34 34. Rumah
35 35. Empat Lawan Satu
36 36. Meminta Bantuan
37 37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38 38. Rumah vs Tempat Singgah
39 39. Perempuan Gila
40 40. Akhir Penderitaan
41 41. ILY
42 42. Terlalu Antusias
43 43. Gantian Berjuang
44 44. Perjuangan Baru Dimulai
45 45. Menginap Di Rumah Mami
46 Pengumuman
47 47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48 48. Effort Yang Sama Besar
49 Pengumuman
50 49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51 50. Janji Mengalahkan Nafsu
52 51. Meminta Restu
53 Pengumuman
54 53. Tak Mau Mati Muda
55 54. Menuju Wedding Impian
56 55. Wedding Impian
57 56. Cuti Sehari
58 57. Red Day
59 58. Merengut Kesal
60 59. Tak Sesuai Ucapan
61 60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62 61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63 62. Adonan
64 63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65 65. Baru Dimulai
66 Nanya
67 66. Di Luar Nalar
68 67. Dikira Sudan Selsai
69 68. MISSION COMPLETED
70 69. Makhluk Sempurna
71 70. Saingan Baru
72 71. Bersyukur dan Beruntung
73 New Story
Episodes

Updated 73 Episodes

1
1. Kapan Nikah?
2
2. Cinta Kedua
3
3. Sekretaris
4
4. CV
5
5. Interview Yang Terganggu
6
6. Aruna Cyra Sachikirani
7
7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8
8. Dua Kepribadian
9
9. Masih Tetap Sama
10
10. Memecahkan Teka-Teki
11
POV. Aruna
12
12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13
13. Tujuan Hidup
14
14. Tukang Ojek
15
15. Tidak Sreg
16
16. Makan Siang
17
17. Rencana Yang Gagal
18
18. Banyak Misteri
19
19. Melakukan Yang Terbaik
20
20. Hipnoterapi
21
21. Trauma Begitu Dalam
22
22. Kerjasama
23
23. Effort Begitu Besar
24
24. Hubungan Yang Halal
25
25. Berjalan Lancar
26
26. Singa Muda
27
27. Hadiah Besar
28
28. Kesal
29
29. Mulai Bertindak
30
30. Bekerjasama
31
31. Jelmaan Iblis
32
32. Melawan
33
33. Kekuatan dan Ketakutan
34
34. Rumah
35
35. Empat Lawan Satu
36
36. Meminta Bantuan
37
37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38
38. Rumah vs Tempat Singgah
39
39. Perempuan Gila
40
40. Akhir Penderitaan
41
41. ILY
42
42. Terlalu Antusias
43
43. Gantian Berjuang
44
44. Perjuangan Baru Dimulai
45
45. Menginap Di Rumah Mami
46
Pengumuman
47
47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48
48. Effort Yang Sama Besar
49
Pengumuman
50
49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51
50. Janji Mengalahkan Nafsu
52
51. Meminta Restu
53
Pengumuman
54
53. Tak Mau Mati Muda
55
54. Menuju Wedding Impian
56
55. Wedding Impian
57
56. Cuti Sehari
58
57. Red Day
59
58. Merengut Kesal
60
59. Tak Sesuai Ucapan
61
60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62
61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63
62. Adonan
64
63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65
65. Baru Dimulai
66
Nanya
67
66. Di Luar Nalar
68
67. Dikira Sudan Selsai
69
68. MISSION COMPLETED
70
69. Makhluk Sempurna
71
70. Saingan Baru
72
71. Bersyukur dan Beruntung
73
New Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!