15. Tidak Sreg

1000$ pun harus Erzan keluarkan supaya Tuan menutup mulutnya untuk sekarang ini.

"Kerja sama itu harus menguntungkan kedua belah pihak," ucap Tuan yang sudah berusia 10 tahun.

Dia tak mempermasalahkan perihal uang yang harus dia keluarkan untuk membungkam mulut Tuan. Toh, dia juga sudah mengantongi nama mantan bodyguard Tuan, yakni Bambang. Namun, menurut Jimmy nama tukang ojek Aruna adalah Bengbeng. Wajah yang serupa, tapi nama berbeda.

Erzan meyakini bahwasannya ada yang melindungi Aruna di balik ini semua. Dia juga mencurigai sebuah keluarga.

.

Akhirnya, Erzan bisa pergi ke kantor setelah drama Achel yang tak ada habisnya. Untung saja ada Kakeknya, yakni Tuan Abimana. Dia datang di waktu yang sangat tepat. Alhasil, tangis Achel pun terhenti. Mereka berdua akan pergi ke taman safari untuk melihat binatang.

"Ke ruangan saya!"

Aruna berdecih. Setiap kali berada di lingkungan kantor, Erzan tak pernah memanggilnya dengan sebutan nama. Sangat menyebalkan.

Masuk dengan bibir yang mengerucut dan memasang wajah kecut. Erzan menukikkan kedua alisnya melihat wajah Aruna.

"Kenapa?" tanyanya sambil bersandar di meja sambil melipat kedua tangan.

"Bisa gak sih panggil aku pakai nama," balas Aruna sedikit bersungut.

"Bingung manggilnya."

Decakan kesal keluar dari mulutnya. Namun, tetiba Aruna tersenyum menggoda Erzan.

"Panggil Sayang juga gak apa-apa kok."

Aruna sudah mengedip-ngedipkan mata bagai orang cacingan. Namun, Erzan malah melengos dan memilih duduk di kursi kebesarannya.

"Er!" panggil Aruna.

"Batalkan semua janji untuk hari ini. Saya ada meeting dengan para petinggi Zenth Corporation," sahutnya.

"Hah?"

"Maaf," ucap Erzan penuh rasa bersalah.

"Untuk?"

"Hari ini saya gak ajak kamu meeting. Hampir seluruhnya pria. Saya tidak mau membuat kamu tidak nyaman."

Aruna tersenyum mendengar penjelasan dari Erzan. Baru kali ini dia mendengar seorang lelaki minta maaf kepadanya. Tidak seperti dua lelaki yang ada di hidupnya terdahulu. Hanya ada kata perintah. Juga kata makian.

"Saya akan pergi sama Jimmy," lapor Erzan. Aruna pun mengangguk dengan senyum yang belum pergi.

"Aku gak akan marah. Kan kamu atasan aku. Kamu yang berhak mengatur semuanya."

"Kalau pekerjaan kamu sudah selesai semua. Kamu boleh pulang karena kemungkinan saya pulang malam."

"Iya," balas Aruna.

Deheman seseorang membuat mereka berdua kompak menoleh ke arah belakang. Ternyata Jimmy sudah bersandar di belakang pintu.

"Sejak kapan lu di situ?" sergah Erzan.

"Sejak, maaf," balasnya sembari menunjukkan senyum penuh ejekan.

Erzan berdecak kesal. Aruna pun memilih keluar karena sudah pasti akan ada adu mulut setelah dia pergi.

"Dugaan gua bener kan?"

"BERISIK!"

Aruna mendengar tawa Jimmy menggelegar. Kepalanya pun menggeleng bingung.

"Terserahlah," gumamnya.

.

Erzan dan Jimmy datang ke sebuah hotel mewah di mana para petinggi Zenth Corporation mengadakan meeting besar. Tentunya ada sosok Restu Renendra yang tak lain adalah pemilik perusahaan besar yang berpusat di Zurich.

Wajah Erzan sudah terlihat sangat tidak nyaman ketika satu meja dengan pengusaha muda seusianya yang bernama Harsa Hanasta. Hati kecilnya mengatakan hal lain tentang lelaki itu.

Jimmy kadang merasa aneh kepada Erzan. Dia adalah penerus Zenth Corporation, tapi dia enggan untuk diperkenalkan kepada khalayak jikalau dirinya adalah putra dari Restu Ranendra.

"Gua belum pantes disebut penerus. Gua masih harus banyak belajar karena gua ingin memantaskan diri jadi penerus dengan kerja keras gua sendiri. Bukan karena domplengan bokap."

Bukan hanya Erzan, Rayyan pun sama. Para penerus Zenth Corporation tak memanfaatkan kekuasaan sang ayah. Mereka memilih berjuanh sendiri untuk diakui oleh khalayak bukan karena anak dari siapa. Melainkan dengan kemampuan yang mereka miliki.

Harsa adalah pengusaha muda yang sukses. Selain hebat dalam mengelola perusahaan, ketampanannya membuat banyak wanita tergila-gila. Belum lagi tutur bahasanya yang sangat lembut dan juga sopan ketika berbincang dengan Erzan juga Jimmy. Namun, tetap saja Erzan merasa tidak sreg dengan lelaki itu.

Harsa adalah orang yang mudah bergaul. Beda dengan Erzan. Namun, Erzan tetap menghargai setiap kalimat yang terlontar dari bibir Harsa.

"Sepertinya saya tertarik untuk bekerja sama dengan Anda, Pak Erzan," ucapnya.

"Mendengar semuanya dari asisten Anda membuat saya yakin jika Anda adalah orang yang berkompeten. Jujur, saya ingin sekali menjalin kerjasama. Usia kita juga kan hampir sama, sudah pasti pemikiran kita akan sejalan," paparnya.

Erzan meresponnya hanya dengan seulas senyum. Dia adalah orang yang sangat selektif memilih rekan untuk kerjasama. Apalagi, dia melihat jikalau Harsa adalah tipikal orang yang bermulut manis.

Di kantor, Aruna yang sudah bersiap untuk pulang dikejutkan dengan kehadiran seseorang. Wanita cantik dengan tubuh tinggi dan penampilan sedikit seksi.

"Permisi, apa benar di sini ruangannya Pak Erzan?"

"Iya, betul," jawab Aruna.

"Ada perlu apa, ya?"

"Saya hanya ingin berjumpa dengannya karena sudah dua tahun saya tak berjumpa dengannya.".

Hati Aruna tiba-tiba perih mendengar ucapan perempuan di depannya. Dia mulai berpikir apakah wanita itu adalah kekasih Erzan? Jika, dilihat dengan jelas, perempuan itu dan Erzan sangatlah cocok. Bukan hanya cocok dari paras, tapi tinggi badan mereka pun begitu serasi.

"Maaf. Pak Erzannya sedang keluar. Dan jika ingin bertemu dengan Beliau, harus membuat janji terlebih dahulu."

Wanita itupun tersenyum mendengar ucapan ucapan Aruna.

"Besok saya akan kembali lagi," balasnya dengan senyum penuh arti.

"Tanpa membuat janji pun, Erzan pasti tak akan menolak kehadiran saya di sini," tambahnya dengan senyum mengejek.

Aruna menghela napas kasar melihat wanita itu sangat percaya diri. Dia memilih untuk melanjutkan membereskan barang bawaannya. Lalu, pulang.

Keesokan paginya, Aruna masuk ke ruangan Erzan tanpa mengetuk pintu. Tak ada senyum yang dia tunjukkan seperti biasanya. Memilih langsung membacakan jadwal Erzan tanpa menggoda terlebih dahulu.

"Satu lagi," ucap Aruna setelah membacakan jadwal sang atasan.

"Akan ada wanita yang melepas rindu dengan kamu tanpa membuat janji terlebih dahulu."

Dahi Erzan pun mengkerut. Aruna mulai menjauh dari Erzan, tapi tangannya berhasil Erzan tahan hingga langkahnya pun terhenti.

"Siapa yang kamu maksud?" tanya Erzan penasaran. Sayangnya, Aruna hanya menggedikkan bahu.

"Ciri-cirinya?"

"Perempuan cantik dan seksi. Juga tinggi."

Erzan mulai berpikir dengan kedua alis beradu. Tangannya pun masih menggenggam lengan Aruna.

"Siapa sih?" tanya Erzan karena tak menemukan titik terang.

"Mana aku tahu," sahut Aruna dengan tatapan tak sukanya.

Suasana pun mendadak hening. Sedangkan Erzan masih menatap Aruna yang terlihat merajuk.

"Hei! Jelasin yang spesifik dong," punya Erzan dengan sangat lembut. Matanya pun masih tertuju pada wajah muram Aruna.

"Pacar kamu mungkin," sahut Aruna dengan begitu ketus.

Tawa Erzan pun terdengar. Kini, giliran Aruna yang menukikkan kedua alisnya. Kedua tangan Erzan pun kini menggenggam tangan Aruna. Dia menatapnya dengan begitu dalam.

"Sudah bukan waktunya lagi untuk pacar-pacaran. Saya tengah mencari yang serius dan terbaik untuk dibawa ke jenjang pernikahan."

"Pacaran dalam keadaan halal lebih mengasyikkan."

Deg.

...*** BERSAMBUNG ***...

Ke mana kalian yang gak pada komen? 😭

Terpopuler

Comments

Medy Jmb

Medy Jmb

Itu temennya Njan pas kuliah bukan?

2024-10-31

0

Indrijati Saptarita

Indrijati Saptarita

jelas Aruna cemburu.... Abang er senang bukan main...

2024-09-29

0

Yus Nita

Yus Nita

itujawaban ygsangat kereeen...

2024-09-17

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kapan Nikah?
2 2. Cinta Kedua
3 3. Sekretaris
4 4. CV
5 5. Interview Yang Terganggu
6 6. Aruna Cyra Sachikirani
7 7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8 8. Dua Kepribadian
9 9. Masih Tetap Sama
10 10. Memecahkan Teka-Teki
11 POV. Aruna
12 12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13 13. Tujuan Hidup
14 14. Tukang Ojek
15 15. Tidak Sreg
16 16. Makan Siang
17 17. Rencana Yang Gagal
18 18. Banyak Misteri
19 19. Melakukan Yang Terbaik
20 20. Hipnoterapi
21 21. Trauma Begitu Dalam
22 22. Kerjasama
23 23. Effort Begitu Besar
24 24. Hubungan Yang Halal
25 25. Berjalan Lancar
26 26. Singa Muda
27 27. Hadiah Besar
28 28. Kesal
29 29. Mulai Bertindak
30 30. Bekerjasama
31 31. Jelmaan Iblis
32 32. Melawan
33 33. Kekuatan dan Ketakutan
34 34. Rumah
35 35. Empat Lawan Satu
36 36. Meminta Bantuan
37 37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38 38. Rumah vs Tempat Singgah
39 39. Perempuan Gila
40 40. Akhir Penderitaan
41 41. ILY
42 42. Terlalu Antusias
43 43. Gantian Berjuang
44 44. Perjuangan Baru Dimulai
45 45. Menginap Di Rumah Mami
46 Pengumuman
47 47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48 48. Effort Yang Sama Besar
49 Pengumuman
50 49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51 50. Janji Mengalahkan Nafsu
52 51. Meminta Restu
53 Pengumuman
54 53. Tak Mau Mati Muda
55 54. Menuju Wedding Impian
56 55. Wedding Impian
57 56. Cuti Sehari
58 57. Red Day
59 58. Merengut Kesal
60 59. Tak Sesuai Ucapan
61 60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62 61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63 62. Adonan
64 63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65 65. Baru Dimulai
66 Nanya
67 66. Di Luar Nalar
68 67. Dikira Sudan Selsai
69 68. MISSION COMPLETED
70 69. Makhluk Sempurna
71 70. Saingan Baru
72 71. Bersyukur dan Beruntung
73 New Story
Episodes

Updated 73 Episodes

1
1. Kapan Nikah?
2
2. Cinta Kedua
3
3. Sekretaris
4
4. CV
5
5. Interview Yang Terganggu
6
6. Aruna Cyra Sachikirani
7
7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8
8. Dua Kepribadian
9
9. Masih Tetap Sama
10
10. Memecahkan Teka-Teki
11
POV. Aruna
12
12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13
13. Tujuan Hidup
14
14. Tukang Ojek
15
15. Tidak Sreg
16
16. Makan Siang
17
17. Rencana Yang Gagal
18
18. Banyak Misteri
19
19. Melakukan Yang Terbaik
20
20. Hipnoterapi
21
21. Trauma Begitu Dalam
22
22. Kerjasama
23
23. Effort Begitu Besar
24
24. Hubungan Yang Halal
25
25. Berjalan Lancar
26
26. Singa Muda
27
27. Hadiah Besar
28
28. Kesal
29
29. Mulai Bertindak
30
30. Bekerjasama
31
31. Jelmaan Iblis
32
32. Melawan
33
33. Kekuatan dan Ketakutan
34
34. Rumah
35
35. Empat Lawan Satu
36
36. Meminta Bantuan
37
37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38
38. Rumah vs Tempat Singgah
39
39. Perempuan Gila
40
40. Akhir Penderitaan
41
41. ILY
42
42. Terlalu Antusias
43
43. Gantian Berjuang
44
44. Perjuangan Baru Dimulai
45
45. Menginap Di Rumah Mami
46
Pengumuman
47
47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48
48. Effort Yang Sama Besar
49
Pengumuman
50
49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51
50. Janji Mengalahkan Nafsu
52
51. Meminta Restu
53
Pengumuman
54
53. Tak Mau Mati Muda
55
54. Menuju Wedding Impian
56
55. Wedding Impian
57
56. Cuti Sehari
58
57. Red Day
59
58. Merengut Kesal
60
59. Tak Sesuai Ucapan
61
60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62
61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63
62. Adonan
64
63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65
65. Baru Dimulai
66
Nanya
67
66. Di Luar Nalar
68
67. Dikira Sudan Selsai
69
68. MISSION COMPLETED
70
69. Makhluk Sempurna
71
70. Saingan Baru
72
71. Bersyukur dan Beruntung
73
New Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!