7. Aturan Yang Akan Dilanggar

Bekerja di anak perusahaan Zenth Corporation adalah mimpi dari semua pencari kerja. Perusahaan tersebut bekerja sama dengan perusahaan raksasa, Wiguna Grup dan juga AdT. Corp.

Perihal gaji sudah dipastikan sangat besar. Juga kemakmuran para pegawai pun dijamin di sana. Namun, harus melalui seleksi sangat ketat karena perusahaan itu mempekerjakan orang-orang yang berkompeten.

Erzan mulai menatap tajam ke arah Aruna yang dengan tak sopan mencium pipinya. Telapak tangan Erzan sudah k menghapus bekas kecupan Aruna yang meninggalkan bekas lipstik di pipinya.

"BISA SOPAN GAK KE ATASAN KAMU!"

Khodam Erzan pun keluar. Tatapan membunuh pun dia keluarkan. Sayangnya, Aruna sama sekali tak takut. Dia malah kembali tersenyum.

"Sekarang, silahkan keluar dari sini," usir Erzan dengan wajah murkanya.

Aruna tak jua pergi. Dia masih berdiri di samping Erzan. Senyum pun kembali terukir di bibirnya.

"Waktu tak banyak merubah kamu ya, Er."

Aruna pun mulai meninggalkan Erzan di ruangannya. Setelah pintu ruangannya tertutup, hembusan napas kasar keluar dari bibir Erzan.

"Ternyata salah memilih dia," sesal Erzan.

.

Baru masuk ruangan sudah disambut dengan senyuman hangat nan manis Aruna. Hari ini dia terlihat sangat cantik mengenakan rok di atas lutut berwarna cokelat susu. Aruna berharap Erzan akan membalas senyumnya, nyatanya tidak. Wajah tanpa ekspresi dan sangat dingin yang Erzan tunjukkan.

"Mau aku buatin kopi gak?"

Betapa lembutnya pertanyaan itu. Akan tetapi, tak Erzan jawab sama sekali. Dia sudah mulai fokus pada layar segiempat di hadapannya.

Aruna pun menghela napas kasar. Dia mulai menghampiri Erzan. Dia sudah berada tepat di samping sang bos. Aroma parfum bunga segar dapat Erzan cium. Namun, dia masih bergeming.

Kursi kebesaran yang Erzan duduki sudah diputar oleh Aruna. Baru saja Erzan hendak menukikkan kedua alisnya, kedua tangan Aruna sudah menangkup wajah Erzan. Dia menatap Erzan dengan begitu tajam.

"Kamu gak bisu dan tuli kan?" tanya Aruna penuh penekanan.

Kedua tangan Erzan pun melepaskan kedua tangan Aruna yang tengah menangkup wajahnya. Tatapan sangat tajam dia berikan kepada sekretaris magangnya itu.

"Aturan menjadi sekretaris saya ada di atas meja kamu. Baca dengan seksama."

Erzan kembali memutar kursinya. Dia kembali fokus pada pekerjaan.

"Bekerjalah sesuai tugas kamu. Dan ikutilah aturan yang sudah saya buat."

Berkata tanpa menatap Aruna sama sekali. Wajah Aruna seketika berubah.

"Kembalilah ke meja kamu! Dan bekerjalah dengan benar jika kamu masih mau bekerja di sini."

Aruna pun mulai menjauhi Erzan dan keluar dari ruangan bosnya itu. Erzan pun sama sekali tak menoleh ataupun menegakkan kepala. Dia tetap fokus pada pekerjaannya.

Ketika jam makan siang, Erzan yang baru keluar ruangan dikejutkan dengan berdirinya Aruna di depan pintu ruangan. Senyumnya sangat manis.

"Aku gak tahu kantin di sini. Aku ikut makan siang sama kamu, ya."

"Tinggal pesen go food saja. Apa susahnya?"

Erzan berlalu meninggalkan Aruna begitu saja. Aruna pun menghela napas kasar dengan mata yang menatap punggung Erzan yang mulai menjauhinya.

Aruna kembali duduk di kursi kerjanya. Dia meraih sebuah map transparan yang berisi peraturan seorang sekretaris.

"Dilarang memakai pakaian seksi." .

Aruna pun berdecih. Lalu, membaca poin berikutnya. Aman untuk poin yang lain, tapi dia tidak terima untuk poin pertama.

"Terus sekretaris harus pakai gamis dan mukena gitu," omelnya sendiri.

"Kenapa semakin dewasa dia semakin kudet? Gak pernah nonton drama Korea apa? Di mana sekretarisnya pada modis dan seksi."

.

"Gimana? Sekretaris non pengalaman aman?" tanya Jimmy ketika Erzan baru menyesap kopi.

"Baru juga setengah hari," jawab Erzan sangat santai.

Jimmy merasa aneh dengan jawaban Erzan. Tak biasanya sang bos menjawab seperti itu. Ini adalah hal yang sangat amat langka karena biasanya dia akan uring-uringan tidak jelas jika sudah tidak sreg dengan sekretarisnya.

"Lu gak risih sama penampilannya? Lu kan anti banget sama cewek seksi."

Erzan tak menjawab. Dia kembali menyesap kopi yang dia pesan. Jimmy merasa ada kejanggalan. Namun, dia belum bisa menanyakan.

Langkah Erzan sedikit lamban ketika hendak masuk ke ruangan. Dia melihat ke arah meja sekretarisnya. Aruna sedang fokus pada layar laptop. Mendengar suara pintu terbuka, Aruna menoleh dan ternyata Erzan sudah kembali ke ruangannya.

Baru saja duduk, mata Erzan memicing karena Aruna masuk ke ruangannya tanpa mengetik pintu. Kedua alis Erzan sudah beradu ketika Aruna melangkah menghampiri dirinya.

"Aku mau komplain."

Dahi Erzan mengkerut. Tanpa dia duga, sekretarisnya itu duduk di atas meja tepat di hadapan Erzan. Paha putih mulusnya sangat mengganggu pandangan mata.

"Turun!"

"Enggak."

Hembusan napas kasar keluar dari bibir Erzan. Dia mulai menatap Aruna yang tengah melipat kedua tangannya.

"Saya kasih waktu lima menit."

Dinginnya menembus ke tulang. Aruna harus ekstra sabar menghadapi lelaki gunung es ini.

"Perihal aturan sekretaris yang kamu buat," ujar Aruna.

"Ada satu yang akan selalu aku langgar." Aruna berbicara dengan penuh keyakinan.

"Yakni, berpakaian sopan."

"Terserah. Saya bisa melakukan pemecatan hari ini juga terhadap kamu."

Aruna tak menyangka dengan jawaban Erzan. Dia turun dari meja dan mendekat ke arah sang bos. Dia memanyunkan bibir dengan melipat kedua tangannya di atas dada.

"Di mana-mana sekretaris itu pakai setelan begini, Erm Masa iya mau pake gamis sama cadar," omel Aruna sambil menunjuk ke penampilannya.

"Aturan yang saya buat untuk kamu patuhi. Saya hanya memberi kamu tiga kali kesempatan."

Hembusan napas kasar keluar dari bibir Aruna. Dia menatap Erzan dengan sangat kesal. Tubuh Erzan seketika menegang ketika Aruna duduk di pangkuannya. Wajah kesal Aruna sudah hilang dan berganti dengan senyuman manis. Tangan Aruna pun sudah melingkar di leher Erzan. Aroma parfum Aruna sangat menyeruak ke hidung.

"Aku gak akan mematuhi aturan kamu yang satu itu. Aku akan tetap berpenampilan seperti ini karena is my fashion. Cantik dan seksi," ucap Aruna penuh penekanan.

"Tunggu surat pemecatan dari saya."

Aruna malah tersenyum. Dia menatap dalam wajah Erzan. Begitu juga dengan mata Erzan yang tengah menatap Aruna dengan serius.

"Apa yakin kamu bisa melakukan itu?" tanya Aruna menyepelekan.

"Kenapa tidak?"

Aruna pun berdecih. Dia semakin mendekatkan wajahnya ke arah wajah tampan Erzan.

"Aku akan mencium kamu jika kamu melakukan itu."

"Kamu mengancam saya?"

"Bukan hanya sekedar itu, tapi aku akan merealisasikan."

Mata Erzan melebar ketika bibir lembut itu menyentuh bibirnya. Jantungnya yang tenang kini berdegup kencang. Aruna memejamkan mata dan seketika bulir bening menetes. Ada sesuatu yang tengah dia rasakan.

Ponsel Erzan berdering Aruna melepaskan sentuhan bibirnya dari bibir Erzan. Segera memalingkan wajah agar Erzan tak melihat ada jejak air mata di pipinya.

Aruna hendak turun, tapi tangan Erzan seperti menguncinya. Pandangan Aruna mulai tertuju pada Erzan yang tengah menjawab panggilan telepon. Mereka pun saling pandang dengan begitu dalam.

"Er, kamu masih tetap sama. Tapi, tidak dengan aku."

...*** BERSAMBUNG ***...

Biasakan komen ya kalau udah habis baca. Jangan ditinggal begitu aja.

Terpopuler

Comments

Medy Jmb

Medy Jmb

Ada apa ya sama cyra?

2024-10-31

0

nuraeinieni

nuraeinieni

weh aruna,,,ingin meluluhkan gunung es,,😃

2024-09-10

0

Ida Farida

Ida Farida

ada yg aneh dengan sikap aruna,,
?

2024-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kapan Nikah?
2 2. Cinta Kedua
3 3. Sekretaris
4 4. CV
5 5. Interview Yang Terganggu
6 6. Aruna Cyra Sachikirani
7 7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8 8. Dua Kepribadian
9 9. Masih Tetap Sama
10 10. Memecahkan Teka-Teki
11 POV. Aruna
12 12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13 13. Tujuan Hidup
14 14. Tukang Ojek
15 15. Tidak Sreg
16 16. Makan Siang
17 17. Rencana Yang Gagal
18 18. Banyak Misteri
19 19. Melakukan Yang Terbaik
20 20. Hipnoterapi
21 21. Trauma Begitu Dalam
22 22. Kerjasama
23 23. Effort Begitu Besar
24 24. Hubungan Yang Halal
25 25. Berjalan Lancar
26 26. Singa Muda
27 27. Hadiah Besar
28 28. Kesal
29 29. Mulai Bertindak
30 30. Bekerjasama
31 31. Jelmaan Iblis
32 32. Melawan
33 33. Kekuatan dan Ketakutan
34 34. Rumah
35 35. Empat Lawan Satu
36 36. Meminta Bantuan
37 37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38 38. Rumah vs Tempat Singgah
39 39. Perempuan Gila
40 40. Akhir Penderitaan
41 41. ILY
42 42. Terlalu Antusias
43 43. Gantian Berjuang
44 44. Perjuangan Baru Dimulai
45 45. Menginap Di Rumah Mami
46 Pengumuman
47 47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48 48. Effort Yang Sama Besar
49 Pengumuman
50 49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51 50. Janji Mengalahkan Nafsu
52 51. Meminta Restu
53 Pengumuman
54 53. Tak Mau Mati Muda
55 54. Menuju Wedding Impian
56 55. Wedding Impian
57 56. Cuti Sehari
58 57. Red Day
59 58. Merengut Kesal
60 59. Tak Sesuai Ucapan
61 60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62 61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63 62. Adonan
64 63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65 65. Baru Dimulai
66 Nanya
67 66. Di Luar Nalar
68 67. Dikira Sudan Selsai
69 68. MISSION COMPLETED
70 69. Makhluk Sempurna
71 70. Saingan Baru
72 71. Bersyukur dan Beruntung
73 New Story
Episodes

Updated 73 Episodes

1
1. Kapan Nikah?
2
2. Cinta Kedua
3
3. Sekretaris
4
4. CV
5
5. Interview Yang Terganggu
6
6. Aruna Cyra Sachikirani
7
7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8
8. Dua Kepribadian
9
9. Masih Tetap Sama
10
10. Memecahkan Teka-Teki
11
POV. Aruna
12
12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13
13. Tujuan Hidup
14
14. Tukang Ojek
15
15. Tidak Sreg
16
16. Makan Siang
17
17. Rencana Yang Gagal
18
18. Banyak Misteri
19
19. Melakukan Yang Terbaik
20
20. Hipnoterapi
21
21. Trauma Begitu Dalam
22
22. Kerjasama
23
23. Effort Begitu Besar
24
24. Hubungan Yang Halal
25
25. Berjalan Lancar
26
26. Singa Muda
27
27. Hadiah Besar
28
28. Kesal
29
29. Mulai Bertindak
30
30. Bekerjasama
31
31. Jelmaan Iblis
32
32. Melawan
33
33. Kekuatan dan Ketakutan
34
34. Rumah
35
35. Empat Lawan Satu
36
36. Meminta Bantuan
37
37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38
38. Rumah vs Tempat Singgah
39
39. Perempuan Gila
40
40. Akhir Penderitaan
41
41. ILY
42
42. Terlalu Antusias
43
43. Gantian Berjuang
44
44. Perjuangan Baru Dimulai
45
45. Menginap Di Rumah Mami
46
Pengumuman
47
47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48
48. Effort Yang Sama Besar
49
Pengumuman
50
49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51
50. Janji Mengalahkan Nafsu
52
51. Meminta Restu
53
Pengumuman
54
53. Tak Mau Mati Muda
55
54. Menuju Wedding Impian
56
55. Wedding Impian
57
56. Cuti Sehari
58
57. Red Day
59
58. Merengut Kesal
60
59. Tak Sesuai Ucapan
61
60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62
61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63
62. Adonan
64
63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65
65. Baru Dimulai
66
Nanya
67
66. Di Luar Nalar
68
67. Dikira Sudan Selsai
69
68. MISSION COMPLETED
70
69. Makhluk Sempurna
71
70. Saingan Baru
72
71. Bersyukur dan Beruntung
73
New Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!