14. Tukang Ojek

Tidak akan ada yang bisa menyuruh Erzan bekerja dan pulang lebih awal, kecuali sang putri pemilik tahta tertinggi. Ya, Achel sudah menangis tak henti karena sang paman tak jua datang menemuinya.

"Semua kerjaan gua yang belum selesai kirim aja via email," ucap Erzan kepada sang asisten yang mengikutinya sampai ke lobi kantor.

"Oke."

Dahi Erzan mengkerut ketika dia melihat motor matic masuk ke area kantor. Pria berbadan tinggi yang memakai helm. Jimmy yang tahu gelagat sang atasan akhirnya membuka suara.

"Itu ojeknya si Aruna."

"Ojek?" ulang Erzan. Jimmy pun mengangguk.

Erzan tak mau memperpanjang pertanyaannya. Dia memilih segera menuju mobil. Ujung matanya menatap tajam pria yang kini duduk di atas motor tersebut.

"Kenapa pria itu bisa masuk ke area kantor?" gumamnya dalam hati.

Erzan seperti tak asing dengan wajah pria tersebut. Di dalam mobil sebelum mesin mobil dia hidupkan, dia berpikir sangat keras.

Dia merasa sering melihat wajah orang itu. Tapi, dia lupa di mana dan kapannya. Erzan memilih untuk segera pergi ke rumah kedua orang tuanya untuk meminta maaf kepada sang putri mahkota.

Masih banyak kejanggalan yang Erzan rasakan. Info tentang Aruna habis hanya sampai dia diselamatkan. Orang yang menyelamatkan Aruna pun tak terdetek. Padahal, Erzan sudah menyewa bukan hanya satu peretas. Melainkan lima orang peretas.

Erzan harus meletakkan rasa penasarannya karena dia tak ingin membuat keluarganya curiga. Dia harus bermain cantik untuk sekarang. Meskipun dia tahu keluarganya pasti sudah ada yang mengetahui. Hanya saja mereka masih pura-pura tak tahu.

Suara deru mesin mobil terdengar. Tangis yang tadinya masih menggelegar seketika terhenti. Seorang balita perempuan menujukan pandangannya ke arah pintu masuk. Sosok yang dia tunggu akhirnya datang dan tangisnya pun kembali pecah.

"Huwa!!!"

Reyn yang tengah menggendong sang putri hanya bisa menghela napas kasar. Sedangkan sang Oma sudah menggelengkan kepala.

"Kamu ke mana aja sih, Bang? Sibuk beneran apa pura-pura sibuk?" tanya sang mami.

Achel yang sudah berhenti menangis karena berada di atas gendongan sang Wawa, kembali menangis mendengar ucapan sang Oma.

"Atuhlah, Mi."

Reyn dan Mami Aleesa pun tertawa karena sejujurnya Erzan paling membenci suara tangis anak kecil.

"Udah, ya. Jangan nangis lagi. Kan Wawa udah di sini. Udah sama Achel."

"Wawa udah puna pacal ya. Matana Wawa lupain Achel."

Mami Aleesa dan Reyn saling pandang. Dan kompak menatap Erzan dengan begitu serius.

"Enggak, Achel Sayang. Wawa emang beneran sibuk. Weekend pun Wawa harus kerja."

Papi Restu yang baru masuk ke rumah tersenyum tipis mendengar jawaban sang putra. Dehemannya membuat semua orang menoleh. Sudah pasti mami Aleesa dan Achel akan berlari ke arah pria yang sudah tak muda, tapi masih sangat gagah.

"Bang, beneran enggak apa yang dibilang Achel?" bisik sang adik perempuan.

Bukannya menjawab, Reyn ditatap dengan tajam hingga dia memilih menjauhi sang Abang.

"Masih sedih gak?" tanya sang opa.

"Iya."

Putri dari Reyn sungguh sangat pintar mengadu kepada raja di keluarganya. Sedangkan dua wanita yang ada di sana hanya tersenyum mendengar jawaban Achel.

"Berikanlah sedikit waktu untuk keluarga. Walaupun kamu tengah fokus pada sesuatu yang belum menemukan titik temu."

Erzan terhenyak mendengar perkataan sang papi. Tetiba tubuhnya menegang. Apa yang dia pikirkan ternyata benar.

.

Aruna melihat Jimmy yang hendak masuk ke dalam ruangan Erzan. Dia segera memanggil lelaki itu.

"Pak Jimmy!"

Langkahnya pun terhenti. Dia melihat Aruna berlari ke arahnya dan menyunggingkan senyum. Tak biasanya sekretaris judes itu bersikap manis.

"Pak, tumben Pak Erzan pulang lebih awal, ya?" tanyanya tanpa basa-basi.

"Dia gak ngasih tahu alasan kenapa dia pulang cepat?" Aruna pun menggeleng.

"Hanya ada satu orang yang akan membuat Pak Erzan tunduk dan akan melakukan apa saja untuknya."

"S-siapa?"

Dia menanti jawaban dari Jimmy dengan hati ketar-ketir. Ada rasa takut di hatinya jikalau Erzan sudah memiliki kekasih.

"Perempuan yang sangat spesial di hidup Erzan."

Seketika tubuh Aruna membeku. Jimmy tersenyum tipis melihat reaksi Aruna. Dia bukan tak tahu bagaimana hubungan Erzan dan Aruna. Di matanya mereka berdua bukan hanya sekedar bos dan bawahan. Sepertinya lebih dari itu. Apalagi dia sangat mengenal Erzan ketika di kantor. Hanya Aruna yang dia perlakukan baik. Tidak seperti sekretaris wanita lainnya.

Di perjalanan pulang pun Aruna hanya terdiam. Wajahnya terlihat murung.

"Kenapa diam aja, Neng?" tanya sang ojek langganan Aruna.

"Enggak apa-apa, Pak."

"Tadi saya ketemu bos Neng. Masih muda dan ganteng banget, ya," ujarnya mulai membuka obrolan.

"Iya, Pak. Sayangnya dia udah ada pawang."

Tukang ojek yang bernama Bengbeng itupun tertawa. Aruna mengernyitkan dahi yang baru pertama kali mendengar tawa pria yang sangat baik kepadanya itu. Dia adalah pemilik kosan dan juga bersedia menjadi tukang ojek untuk antar jemput dirinya.

"Neng kata siapa dia udah punya pawang?"

"Kata asisten pribadinya, Pak."

"Si Jimmy?"

Aruna menukikkan kedua alisnya. Dia melihat ke arah spion di mana Pak Bengbeng bisa melihat rautnya.

"Kok Bapak tahu?"

"Kan Bapak pernah ketemu sama dia. Pernah juga ngobrol," jawabnya.

Aruna hanya menganggukkan kepala. Dan raut sendunya masih ada di sana.

"Lelaki dingin kayak bos Neng itu gak akan mudah jatuh cinta. Sekalipun jatuh cinta dia hanya akan diam. Cukup mengungkapkan dengan sebuah tindakan. Tidak perlu ucapan."

Aruna mendengarkan dengan serius ucapan Pak Bengbeng. Pria itu seakan tahu tentang Erzan.

"Justru Neng harus hati-hati terhadap lelaki yang ucapannya manis melebihi biang gula. Seakan-akan dia menyayangi, padahal dialah yang sering sekali menyakiti."

Kalimat itu seperti tamparan keras untuk Aruna. Dia tersenyum tipis mendengarnya. Dia pernah merasakan itu. Menjadikan seseorang rumah karena orang itu memberikan kenyamanan dan kehangatan di awal. Namun, ketika dia tinggal di rumah itu jiwa dan raganya malah disakiti tanpa henti

"Kalau ada yang menyakiti Neng, bilang ke Bapak. Bapak akan melindungi Neng seperti anak Bapak sendiri."

Kalimat itu bukan yang pertama kali Aruna dengar. Pria berwajah garang itu ternyata begitu lembut dan begitu tulus membantunya. Pak Bengbeng seakan dikirimkan oleh seseorang untuk menjaganya karena dari postur tubuhnya saja seperti seorang bodyguard.

.

Erzan masih penasaran dengan sosok tukang ojek Aruna. Dia sering melihat orang itu. Dia mencoba kembali mengingat. Hingga dia menemukan satu nama. Dia menghubungi seseorang dan tak lama panggilannya dijawab.

"Hem."

"Tuan, bodyguard lu itu siapa namanya?"

"Aruna Cyra Sachikirani."

Mata Erzan melebar mendengar jawaban putra pertama Mas Agha.

"Sedang kesambet setan apa Bang Janjan si manusia berwajah triplek bawa cewek ke kafe tempat es krim terenak favorit para singa junior?"

Erzan pun terdiam. Putra dari Agha seakan membuat dirinya tak bisa bernapas dengan pertanyaannya yang bertubi-tubi.

"Who is she, Bang Janjan? Enggak mungkin kan nothing special."

...*** BERSAMBUNG ***...

Makin ke sini makin kendor sih komennya? Apa susahnya sih tinggalin jejak?

Terpopuler

Comments

Medy Jmb

Medy Jmb

Tuan pasti udah bujang in

2024-10-31

0

Ltfh

Ltfh

lanjuttt

2024-10-30

0

Indrijati Saptarita

Indrijati Saptarita

naaa... mulai deg deh ga enak yaaa bang er....

2024-09-29

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kapan Nikah?
2 2. Cinta Kedua
3 3. Sekretaris
4 4. CV
5 5. Interview Yang Terganggu
6 6. Aruna Cyra Sachikirani
7 7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8 8. Dua Kepribadian
9 9. Masih Tetap Sama
10 10. Memecahkan Teka-Teki
11 POV. Aruna
12 12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13 13. Tujuan Hidup
14 14. Tukang Ojek
15 15. Tidak Sreg
16 16. Makan Siang
17 17. Rencana Yang Gagal
18 18. Banyak Misteri
19 19. Melakukan Yang Terbaik
20 20. Hipnoterapi
21 21. Trauma Begitu Dalam
22 22. Kerjasama
23 23. Effort Begitu Besar
24 24. Hubungan Yang Halal
25 25. Berjalan Lancar
26 26. Singa Muda
27 27. Hadiah Besar
28 28. Kesal
29 29. Mulai Bertindak
30 30. Bekerjasama
31 31. Jelmaan Iblis
32 32. Melawan
33 33. Kekuatan dan Ketakutan
34 34. Rumah
35 35. Empat Lawan Satu
36 36. Meminta Bantuan
37 37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38 38. Rumah vs Tempat Singgah
39 39. Perempuan Gila
40 40. Akhir Penderitaan
41 41. ILY
42 42. Terlalu Antusias
43 43. Gantian Berjuang
44 44. Perjuangan Baru Dimulai
45 45. Menginap Di Rumah Mami
46 Pengumuman
47 47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48 48. Effort Yang Sama Besar
49 Pengumuman
50 49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51 50. Janji Mengalahkan Nafsu
52 51. Meminta Restu
53 Pengumuman
54 53. Tak Mau Mati Muda
55 54. Menuju Wedding Impian
56 55. Wedding Impian
57 56. Cuti Sehari
58 57. Red Day
59 58. Merengut Kesal
60 59. Tak Sesuai Ucapan
61 60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62 61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63 62. Adonan
64 63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65 65. Baru Dimulai
66 Nanya
67 66. Di Luar Nalar
68 67. Dikira Sudan Selsai
69 68. MISSION COMPLETED
70 69. Makhluk Sempurna
71 70. Saingan Baru
72 71. Bersyukur dan Beruntung
73 New Story
Episodes

Updated 73 Episodes

1
1. Kapan Nikah?
2
2. Cinta Kedua
3
3. Sekretaris
4
4. CV
5
5. Interview Yang Terganggu
6
6. Aruna Cyra Sachikirani
7
7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8
8. Dua Kepribadian
9
9. Masih Tetap Sama
10
10. Memecahkan Teka-Teki
11
POV. Aruna
12
12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13
13. Tujuan Hidup
14
14. Tukang Ojek
15
15. Tidak Sreg
16
16. Makan Siang
17
17. Rencana Yang Gagal
18
18. Banyak Misteri
19
19. Melakukan Yang Terbaik
20
20. Hipnoterapi
21
21. Trauma Begitu Dalam
22
22. Kerjasama
23
23. Effort Begitu Besar
24
24. Hubungan Yang Halal
25
25. Berjalan Lancar
26
26. Singa Muda
27
27. Hadiah Besar
28
28. Kesal
29
29. Mulai Bertindak
30
30. Bekerjasama
31
31. Jelmaan Iblis
32
32. Melawan
33
33. Kekuatan dan Ketakutan
34
34. Rumah
35
35. Empat Lawan Satu
36
36. Meminta Bantuan
37
37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38
38. Rumah vs Tempat Singgah
39
39. Perempuan Gila
40
40. Akhir Penderitaan
41
41. ILY
42
42. Terlalu Antusias
43
43. Gantian Berjuang
44
44. Perjuangan Baru Dimulai
45
45. Menginap Di Rumah Mami
46
Pengumuman
47
47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48
48. Effort Yang Sama Besar
49
Pengumuman
50
49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51
50. Janji Mengalahkan Nafsu
52
51. Meminta Restu
53
Pengumuman
54
53. Tak Mau Mati Muda
55
54. Menuju Wedding Impian
56
55. Wedding Impian
57
56. Cuti Sehari
58
57. Red Day
59
58. Merengut Kesal
60
59. Tak Sesuai Ucapan
61
60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62
61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63
62. Adonan
64
63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65
65. Baru Dimulai
66
Nanya
67
66. Di Luar Nalar
68
67. Dikira Sudan Selsai
69
68. MISSION COMPLETED
70
69. Makhluk Sempurna
71
70. Saingan Baru
72
71. Bersyukur dan Beruntung
73
New Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!