2. Cinta Kedua

Erzan segera memeluk tubuh Achel. Dia yang ingin marah pun akhirnya tidak tega. Namun, tetap saja Rega harus mengganti dengan ponsel yang sama seperti yang dibanting Achel.

"Wawa halus janji, Waw dak bole phone phonenan sama cewe lain. Wawa punya Achel."

Balita itu masih bersikukuh. Bahkan dia sudah mengacungkan jari kelingkingnya agar sang paman menautkan jarinya juga. Alhasil, sebuah janji sudah Erzan buat dengan Achel.

"Achel cayang Wawa." Balita itu sudah melingkarkan lengannya di leher Erzan, dan meletakkan wajahnya di bahu sang paman.

"Wawa lebih sayang sama Achel."

Semua orang hanya menghela napas kasar melihat tingkah dua manusia beda usia tersebut. Mereka melihat kasih sayang yang tulus yang Erzan miliki untuk Achel. Begitu juga dengan balita dua tahun yang sangat posesif kepada sang paman.

Setelah Achel tidur, keluarga menarik paksa Erzan dari kamar Achel. Mereka mulai menyidang lelaki tak berekspresi itu.

"Katakan, siapa Aera? Apa dia pacar kamu?"

Sang mami sudah memberondong Erzan dengan banyak pertanyaan. Erzan menghela napas kasar sebelum dia menjawab.

"She's my friend."

"Woman?" tanya sang mami dengan tak percaya.

"Emang kenapa? Apa ada yang salah Abang berteman dengan cewek?"

"Bang, gak ada namanya persahabatan yang murni antara cewek dan cowok. Kalau enggak ceweknya yang baper, ya cowoknya yang suka," jelas sang adik bungsu.

"Not me."

"Bang!"

Sorot mata sang mami sudah menyiratkan ingin penjelasan detail.

"Dia teman Abang di Zurich. Dia yang membantu Abang ketika Abang berada tiga bulan di sana. Abang kan di Zurich dilepas bagai ayam ilang sama Papi. Jadi, dialah yang banyak membantu Abang."

"Hanya sebatas itu?" selidik sang adik, Reyn.

"Ya."

Jawaban singkat, jelas dan padat. Mau menelisik sampai mata mereka keluar pun tak akan menemukan jawaban yang lain dari sosok di depan mereka.

"Bang, Mami malah senang akhirnya kamu menyimpan nomor perempuan di ponsel kamu. Bahkan Mami berharap lebih dari apa yang kamu ucapkan tadi," ucap Mami Sasa dengan begitu jujur.

"Tak usah berharap apa-apa, Mi. Just my friend. Meskipun, kalian bilang itu gak mungkin. Tapi, bagi Abang itu mungkin."

Siluet kecewa terlihat jelas di wajah sang mami. Erzan meraih tangan mami Sasa. Menatapnya dengan dalam.

"Jangan pikirkan masalah jodoh Abang. Kan Abang bilang jodoh Abang masih di pusat sortir DC Cakung."

"Di pusat sortir udah mau setahun," balas sang mami sambil bersungut.

"Paket Abang itu spesial. Makanya mereka susah nyarinya."

Lirikan kesal sang mami membuat Erzan tertawa. Lelaki dingin itu memeluk tubuh maminya.

"Mami jangan khawatir. Abang cowok normal kok. Abang gak suka ngadu pedang sama pedang."

"Gelo!" omel Reyn sambil berlalu dari sana.

Erzan pun tertawa sedangkan Rayyan menggelengkan kepala. Dia kembali merengek meminta penangguhan pelangkah.

"Bahas itu lagi, LCD otak lu yang pecah!"

Tatapan seram sudah Erzan tunjukkan dan itu membuat Rayyan segera kabur karena akan ada teriakan bagai Tarzan jika dia masih memancing singa jomblo.

"Tuhan sudah mempersiapkan jodoh terbaik untuk Abang. Makanya, disortirnya lama."

Mami Sasa hanya menghela napas kasar. Senyum teduh putra pertamanya membuat mami Sasa mengangguk.

Lelaki itu mulai berdiri. Dia mulai meninggalkan ruangan itu dan menuju kamar Achel.

"Telpon dari cewek aja hebohnya kayak gua ngebuntingin cewek," keluhnya setelah sampai di kamar sang keponakan.

Erzan memandang wajah Achel yang terlelap dengan begitu damai. Dia menyingkirkan anak rambut yang hampir menutupi wajah keponakan tersayang.

"Kalau nanti Tuhan memberikan jodoh untuk Wawa. Apakah kamu akan merestui?"

Erzan menyadari jikalau nanti Achel yang akan menjadikan penentu dari jodohnya. Restu Achel-lah yang harus Erzan kejar.

Dia menghela napas kasar ketika teringat kekhawatiran ibunya tentang dirinya. Berbanding terbalik dengan sang papi yang terlihat begitu santai menanggapi lambatnya Erzan menikah.

"Pernikahan yang sesungguhnya itu dimulai setelah ijab kabul. Di mana kamu harus menjadi kepala keluarga sekaligus suami dan ayah. Harus mampu bekerja keras dan yang paling penting kamu harus mampu melindungi keluarga kamu. Berada di garda terdepan untuk istri dan anak kamu. Juga selalu ada untuk mereka."

"Ingatlah, sebanyak apapun uang yang kamu miliki itu tak ada artinya ketika kamu hanya sibuk dengan diri kamu sendiri. Jika, kamu masih belum bisa meletakkan ego dan masa mudamu. Jangan dulu menikah. Itu hanya akan menjadi Boomerang untuk diri kamu."

"Menikah itu di mana kamu sudah memikirkan jauh ke depan bagaimana kehidupan kamu dan keluarga kamu selanjutnya. Bukan bagaimana nanti saja. Tapi, harus ditata dengan sebaik mungkin. Menikah itu bukan hanya cinta, tapi tanggung jawab itu yang utama."

Pesan sang ayah masih membekas. Papinya memang sangat tahu bagaimana dirinya. Di mana dia masih asyik dengan diri sendiri hingga belum bisa membuka diri.

"Maafkan Abang, Mi. Abang selalu membuat Mami khawatir."

Erzan mulai memeluk tubuh Achel. Dan ikut terlelap dengan keponakan cantiknya itu.

.

Mengunjungi makam sang nenek adalah keharusan yang Erzan lakukan di tengah kesibukan. Dia akan membawakan bunga matahari untuk sang nenek tercinta.

"Assalamualaikum, Bubu."

Erzan akan diam untuk beberapa saat. Barulah dia mendudukkan tubuhnya di samping pusara. Mengusap lembut nisan bernamakan Elthasya Afani.

"Bubu, bagaimana di sana? Pasti bahagia, ya. Abang kangen Bubu."

Hembusan napas kasar keluar dari mulutnya. Dia kembali terdiam. Matanya mulai berkaca.

"Hampir tiga tahun, tapi Abang masih tenggelam dalam rasa duka. Rasa sayang Abang yang begitu besar tak mampu melupakan Bubu dengan cepat."

"Tahukah, Bubu? Di sini Abang tengah dicecar dengan pertanyaan kapan nikah? Abang bosan bahkan Abang sudah muak mendengarnya. Bukannya Abang tak mau menikah, tapi Abang masih trauma. Abang takut jika akan ada duka di balik bahagia pernikahan. Abang takut, Bu."

Erzan menengadahkan kepalanya ke atas. Menahan laju air mata agar tak menetes.

"Terkadang Abang merasa bersalah dengan keadaan ini. Abang sudah mencekal kebahagiaan Rayyan, dan Abang sudah membuat Mami selalu cemas akan single-nya Abang sampai saat ini."

"Abang sendiri gak ngerti kenapa Abang tidak bisa membuka hati. Abang sendiri juga tak tahu spek wanita seperti apa yang Abang cari. Tapi, Abang masih ingat dengan ucapan Bubu perihal wanita yang terluka. Apakah Abang harus mencari sosok seperti itu, Bu?"

Hembusan napas keluar dari bibirnya. Erzan sudah mulai tak bisa berkata. Dia hanya menatap pusara yang sangat terawat itu.

"Andai Bubu masih ada. Pasti Abang akan meminta dicarikan jodoh. Bubu pasti tahu wanita yang terbaik untuk Abang seperti apa. Bubu adalah wanita yang Abang sayang dan cinta setelah Mami. Bubu adalah cinta kedua Abang. Bahkan, cinta ini masih ada dan masih tetap sama meskipun raga Bubu sudah tak ada."

...**** BERSAMBUNG ****...

Biasakan komen ya kalau udah habis baca. Jangan ditinggal begitu aja.

Terpopuler

Comments

solehatin binti rail

solehatin binti rail

lanjutttttt💪

2025-02-22

0

Lies Atikah

Lies Atikah

masih nyimak thor lanjt

2025-01-03

0

Medy Jmb

Medy Jmb

Kisahnya dimana saat Bubu pergi kak Fie?

2024-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kapan Nikah?
2 2. Cinta Kedua
3 3. Sekretaris
4 4. CV
5 5. Interview Yang Terganggu
6 6. Aruna Cyra Sachikirani
7 7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8 8. Dua Kepribadian
9 9. Masih Tetap Sama
10 10. Memecahkan Teka-Teki
11 POV. Aruna
12 12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13 13. Tujuan Hidup
14 14. Tukang Ojek
15 15. Tidak Sreg
16 16. Makan Siang
17 17. Rencana Yang Gagal
18 18. Banyak Misteri
19 19. Melakukan Yang Terbaik
20 20. Hipnoterapi
21 21. Trauma Begitu Dalam
22 22. Kerjasama
23 23. Effort Begitu Besar
24 24. Hubungan Yang Halal
25 25. Berjalan Lancar
26 26. Singa Muda
27 27. Hadiah Besar
28 28. Kesal
29 29. Mulai Bertindak
30 30. Bekerjasama
31 31. Jelmaan Iblis
32 32. Melawan
33 33. Kekuatan dan Ketakutan
34 34. Rumah
35 35. Empat Lawan Satu
36 36. Meminta Bantuan
37 37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38 38. Rumah vs Tempat Singgah
39 39. Perempuan Gila
40 40. Akhir Penderitaan
41 41. ILY
42 42. Terlalu Antusias
43 43. Gantian Berjuang
44 44. Perjuangan Baru Dimulai
45 45. Menginap Di Rumah Mami
46 Pengumuman
47 47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48 48. Effort Yang Sama Besar
49 Pengumuman
50 49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51 50. Janji Mengalahkan Nafsu
52 51. Meminta Restu
53 Pengumuman
54 53. Tak Mau Mati Muda
55 54. Menuju Wedding Impian
56 55. Wedding Impian
57 56. Cuti Sehari
58 57. Red Day
59 58. Merengut Kesal
60 59. Tak Sesuai Ucapan
61 60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62 61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63 62. Adonan
64 63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65 65. Baru Dimulai
66 Nanya
67 66. Di Luar Nalar
68 67. Dikira Sudan Selsai
69 68. MISSION COMPLETED
70 69. Makhluk Sempurna
71 70. Saingan Baru
72 71. Bersyukur dan Beruntung
73 New Story
Episodes

Updated 73 Episodes

1
1. Kapan Nikah?
2
2. Cinta Kedua
3
3. Sekretaris
4
4. CV
5
5. Interview Yang Terganggu
6
6. Aruna Cyra Sachikirani
7
7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8
8. Dua Kepribadian
9
9. Masih Tetap Sama
10
10. Memecahkan Teka-Teki
11
POV. Aruna
12
12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13
13. Tujuan Hidup
14
14. Tukang Ojek
15
15. Tidak Sreg
16
16. Makan Siang
17
17. Rencana Yang Gagal
18
18. Banyak Misteri
19
19. Melakukan Yang Terbaik
20
20. Hipnoterapi
21
21. Trauma Begitu Dalam
22
22. Kerjasama
23
23. Effort Begitu Besar
24
24. Hubungan Yang Halal
25
25. Berjalan Lancar
26
26. Singa Muda
27
27. Hadiah Besar
28
28. Kesal
29
29. Mulai Bertindak
30
30. Bekerjasama
31
31. Jelmaan Iblis
32
32. Melawan
33
33. Kekuatan dan Ketakutan
34
34. Rumah
35
35. Empat Lawan Satu
36
36. Meminta Bantuan
37
37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38
38. Rumah vs Tempat Singgah
39
39. Perempuan Gila
40
40. Akhir Penderitaan
41
41. ILY
42
42. Terlalu Antusias
43
43. Gantian Berjuang
44
44. Perjuangan Baru Dimulai
45
45. Menginap Di Rumah Mami
46
Pengumuman
47
47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48
48. Effort Yang Sama Besar
49
Pengumuman
50
49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51
50. Janji Mengalahkan Nafsu
52
51. Meminta Restu
53
Pengumuman
54
53. Tak Mau Mati Muda
55
54. Menuju Wedding Impian
56
55. Wedding Impian
57
56. Cuti Sehari
58
57. Red Day
59
58. Merengut Kesal
60
59. Tak Sesuai Ucapan
61
60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62
61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63
62. Adonan
64
63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65
65. Baru Dimulai
66
Nanya
67
66. Di Luar Nalar
68
67. Dikira Sudan Selsai
69
68. MISSION COMPLETED
70
69. Makhluk Sempurna
71
70. Saingan Baru
72
71. Bersyukur dan Beruntung
73
New Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!