13. Tujuan Hidup

Erzan tak mengingkari ucapannya. Dia berusaha membantu Aruna untuk sembuh dari traumanya. Hampir setiap hari Erzan selalu mengajak Aruna meeting di luar. Menyuruhnya berinteraksi dengan orang asing.

"Kalau gak nyaman bilang."

Aruna mengangguk dengan senyum yang sangat indah. Erzan memang dingin, tapi setiap kalimat yang keluar dari mulutnya begitu hangat.

Perlakuan Erzan kepada Aruna sangat di luar ekspektasi. Dia begitu menjaga Aruna ketika berada di luar. Sebenarnya dia tidak tega karena masih ada siluet ketakutan jikalau Aruna bertemu dengan orang asing. Namun, jika terus dibiarkan Aruna tak akan pernah sembuh dari traumanya.

Jika, ada yang ingin berkenalan dengan Aruna. Erzan akan menjadi penghalang dan mengajak Aruna pergi dari tempat itu. Dia harus menjaga kenyamanan dan keamanan Aruna demi untuk menyembuhkan luka yang di derita Aruna.

Perlahan Aruna pun merasa terhipnotis dengan sikap Erzan yang begitu menjaganya. Perempuan mana yang tidak baper jika terus diperlakukan seperti itu oleh pangeran mahkota. Namun, Aruna harus sadar diri siapa dirinya. Pangeran mahkota pasti akan mencari putri cantik dan juga sehat. Tidak seperti dirinya yang biasa saja dan juga sakit. Sakitnya pun bukan sakit biasa melainkan sakit mental yang sulit untuk disembuhkan.

Setiap hari Erzan selalu memperhatikan perkembangan Aruna. Dia sedikit merasa lega ketika kondisi Aruna perlahan mengalami progress perkembangan. Sudah mulai mengurangi remasan tangan. Meskipun wajah merah masih sering terlihat.

Bukan hanya Erzan yang berusaha menyembuhkan trauma Aruna. Aruna sendiri pun mencoba untuk melawan rasa traumanya. Tanpa Erzan tahu, dia sering menangis di kamar mandi dengan tubuh gemetar sehabis bertemu dengan orang asing. Hanya saja dia tak berterus terang. Dia tak ingin Erzan merasa usahanya sia-sia karena tak ada perjuangan dari diri Aruna. Nyatanya, sangat sulit untuk melawan trauma itu.

"Jadikanlah saya tujuan hidup kamu."

Kalimat itu baru terlintas sekarang. Aruna menghela napas kasar. Apa yang pernah Erzan katakan memamg benar.

"Ya, aku memang harus punya tujuan hidup sekarang. Bukan hanya pasrah mengikuti apa yang Tuhan tetapkan."

"Tapi, apakah pantas aku menjadikan kamu tujuan hidupku?"

Aruna masih dilanda kebingungan. Namun, mengingat usaha Erzan untuk membantunya terlepas dari trauma membuat Aruna harus melakukan itu.

"Tuhan, maafkan aku jika aku lancang karena menjadikan Erzan tujuan hidupku. Aku tak bermaksud apa-apa, Tuhan. Aku hanya ingin sembuh dan terus menjalin pertemanan dengan Erzan."

.

Aruna sudah berada di kantor sebelum Erzan datang. Dia menoleh ketika Erzan meletakkan paper bag di atas meja. Belum juga Aruna membuka mulut, Erzan sudah melenggang pergi menuju ruangannya.

"Apa lagi ini?"

Dahi Aruna mengkerut ketika melihat kemeja kerja merk ternama ada di dalam paper bag itu. Ketika dia melihat pricelist-nya matanya seketika melebar.

Aruna segera membawa paper bag tersebut menuju ruangan Erzan dengan sedikit berlari. Erzan menegakkan kepalanya ketika suara pintu terbuka terdengar. Erzan kembali memfokuskan pandangannya pada layar segiempat.

"Er, ini--"

"Pakailah!"

"Tapi--"

Erzan mulai menatap Aruna dengan tatapan tajam. Aruna pun mulai ketakutan.

"Itu barang diskonan. Tak perlu khawatir."

Jika, sudah ditatap seperti itu Aruna akan mengangguk. Tatapan mata Erzan seperti menghipnotis dirinya untuk mengikuti apa yang Erzan katakan.

"Pakai sekarang karena setelah makan siang nanti kita harus meeting di luar."

"Iya."

.

Erzan terpana ketika melihat penampilan Aruna untuk ikut bersamanya. Aruna mulai gugup dan melihat l penampilannya. Dia takut ada yang salah dengan penampilannya sekarang.

"Kenapa, Er? Eh, Pak?" ralatnya karnaa sekarang mereka sedang berada di luar ruangan Erzan.

Erzan menggeleng dan mulai melangkahkan kaki menjauhi ruangannya. Aruna mengikuti Erzan dari belakang. Senyum Aruna mengembang ketika melihat punggung lebar sang atasan.

"Punggung dan dadamu itu sangat nyaman untuk menjadi tempat bersandar."

Tanpa Aruna sadari dia menginjak lantai yang masih licin. Kakinya pun hampir terpeleset.

"Aarghh!"

Teriakan Aruna membuat Erzan menoleh. Dia segera berlari dan meraih tangan Aruna hingga Aruna masuk ke dalam pelukan Erzan. Semua orang yang ada di sana yang menyaksikan adegan itu hanya terdiam. Mereka tak menyangka jika manusia macam es kutub melakukan itu kepada bawahannya.

Menyadari banyak mata yang melihatnya, Erzan segera mengendurkan pelukannya dan kembali melanjutkan langkah. Aruna pun segera mengikuti langkah Erzan yang sudah dulu menuju mobil terparkir.

Tak ada percakapan di dalam mobil. Sesekali Aruna melirik ke arah Erzan yang fokus pada jalanan.

"Makasih, Er."

"Jangan ngelamun kalau jalan," sahut Erzan tanpa menoleh sedikit pun.

Tibanya di tempat meeting, Aruna harus bisa menjaga emosinya. Sesekali Erzan melirik ke arah Aruna. Ketika dia melihat Aruna sudah sangat tidak nyaman, tangan Erzan akan menyenggol telapak tangan sekretarisnya itu. Perlahan, Aruna pun menatap ke arah Erzan yang mengisyaratkan sesuatu.

Hembusan napas kasar akhirnya keluar dari bibir Aruna setelah meeting selesai. Seperti biasa dia akan pergi ke toilet. Dia menatap wajahnya di cermin. Biasanya bulir bening akan menetes tanpa diminta. Tapi, sekarang sudah tidak ada.

Aruna pun tersenyum, perlahan dia bisa melawan traumanya. Meskipun sulit, dia harus bisa demi tujuan hidupnya.

Raut wajah Aruna mulai kesal ketika melihat klien wanita Erzan sudah duduk di tempatnya. Terlihat jelas jika wanita itu tengah menggoda Erzan.

"Pak Erzan," panggil Aruna dengan nada lemah.

Erzan segera menoleh. Kedua alisnya menukik sangat tajam ketika melihat wajah Aruna.

"Saya sakit perut. Bisa kita pulang sekarang?"

Tanpa menjawab, Erzan segera berdiri dan meninggalkan tempat itu. Tanpa kata pamit sedikit pun. Toh, meeting sudah dia tutup.

"Mau ke rumah sakit?" tanya Erzan sebelum menghidupkan mobil.

"Enggak perlu. Rasa sakitnya udah hilang."

"Kamu bohongi saya?" sergah Erzan..

"Mendadak perut aku sakit ketika ngeliat klien kamu yang centil itu. Pas udah jauh mah sakitnya hilang."

Erzan pun menyunggingkan senyum yang teramat tipis. Tak melanjutkan ucapannya lagi dan menghidupkan mesin mobil. Suasana sangat hening ketika mobil sudah membelah jalanan.

.

Setiap kali Aruna melihat Erzan, ada getaran yang berbeda yang dia rasakan. Bukan getaran takut, melainkan sebuah perasaan yang tak bisa dia ungkapkan. Sikap dingin Erzan tak membuat getaran itu hilang. Malah semakin menjadi.

Erzan pulang lebih awal karena ada acara yang harus dia hadiri. Itu sudah Erzan beritahukan kepada Aruna. Walaupun tak menyertakan alasannya. Ketika Erzan melewati mejanya, Aruna hanya bisa memandang wajah yang semakin hari semakin berkharisma.

"Tuhan, jangan biarkan aku jatuh cinta padanya. Aku takut jika cintaku ini hanya cinta sendiri dan berujung pada sakit hati dan sakitnya raga ini," ucapnya dalam hati.

Aruna menyentuh belakang pundaknya dan dia pun meringis kecil. Dan senyum kecil pun terukir di sana.

"Aku kira kamu itu rumah ternyaman, nyatanya penuh kekerasan hingga aku merasa bagai berada di dalam neraka jahanam."

...*** BERSAMBUNG ***...

Ayok atuh dikomen. Biar aku semangat up-nya.

Terpopuler

Comments

Medy Jmb

Medy Jmb

Semangat buat sembuh cyra

2024-10-31

0

nuraeinieni

nuraeinieni

semangat aruna utk kesembuhanmu.

2024-10-02

0

Indrijati Saptarita

Indrijati Saptarita

trauma Cira segera sembuh deh kalau erzan melamarnya...
yuukkk lanjuuuuuttt...

2024-09-29

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kapan Nikah?
2 2. Cinta Kedua
3 3. Sekretaris
4 4. CV
5 5. Interview Yang Terganggu
6 6. Aruna Cyra Sachikirani
7 7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8 8. Dua Kepribadian
9 9. Masih Tetap Sama
10 10. Memecahkan Teka-Teki
11 POV. Aruna
12 12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13 13. Tujuan Hidup
14 14. Tukang Ojek
15 15. Tidak Sreg
16 16. Makan Siang
17 17. Rencana Yang Gagal
18 18. Banyak Misteri
19 19. Melakukan Yang Terbaik
20 20. Hipnoterapi
21 21. Trauma Begitu Dalam
22 22. Kerjasama
23 23. Effort Begitu Besar
24 24. Hubungan Yang Halal
25 25. Berjalan Lancar
26 26. Singa Muda
27 27. Hadiah Besar
28 28. Kesal
29 29. Mulai Bertindak
30 30. Bekerjasama
31 31. Jelmaan Iblis
32 32. Melawan
33 33. Kekuatan dan Ketakutan
34 34. Rumah
35 35. Empat Lawan Satu
36 36. Meminta Bantuan
37 37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38 38. Rumah vs Tempat Singgah
39 39. Perempuan Gila
40 40. Akhir Penderitaan
41 41. ILY
42 42. Terlalu Antusias
43 43. Gantian Berjuang
44 44. Perjuangan Baru Dimulai
45 45. Menginap Di Rumah Mami
46 Pengumuman
47 47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48 48. Effort Yang Sama Besar
49 Pengumuman
50 49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51 50. Janji Mengalahkan Nafsu
52 51. Meminta Restu
53 Pengumuman
54 53. Tak Mau Mati Muda
55 54. Menuju Wedding Impian
56 55. Wedding Impian
57 56. Cuti Sehari
58 57. Red Day
59 58. Merengut Kesal
60 59. Tak Sesuai Ucapan
61 60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62 61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63 62. Adonan
64 63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65 65. Baru Dimulai
66 Nanya
67 66. Di Luar Nalar
68 67. Dikira Sudan Selsai
69 68. MISSION COMPLETED
70 69. Makhluk Sempurna
71 70. Saingan Baru
72 71. Bersyukur dan Beruntung
73 New Story
Episodes

Updated 73 Episodes

1
1. Kapan Nikah?
2
2. Cinta Kedua
3
3. Sekretaris
4
4. CV
5
5. Interview Yang Terganggu
6
6. Aruna Cyra Sachikirani
7
7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8
8. Dua Kepribadian
9
9. Masih Tetap Sama
10
10. Memecahkan Teka-Teki
11
POV. Aruna
12
12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13
13. Tujuan Hidup
14
14. Tukang Ojek
15
15. Tidak Sreg
16
16. Makan Siang
17
17. Rencana Yang Gagal
18
18. Banyak Misteri
19
19. Melakukan Yang Terbaik
20
20. Hipnoterapi
21
21. Trauma Begitu Dalam
22
22. Kerjasama
23
23. Effort Begitu Besar
24
24. Hubungan Yang Halal
25
25. Berjalan Lancar
26
26. Singa Muda
27
27. Hadiah Besar
28
28. Kesal
29
29. Mulai Bertindak
30
30. Bekerjasama
31
31. Jelmaan Iblis
32
32. Melawan
33
33. Kekuatan dan Ketakutan
34
34. Rumah
35
35. Empat Lawan Satu
36
36. Meminta Bantuan
37
37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38
38. Rumah vs Tempat Singgah
39
39. Perempuan Gila
40
40. Akhir Penderitaan
41
41. ILY
42
42. Terlalu Antusias
43
43. Gantian Berjuang
44
44. Perjuangan Baru Dimulai
45
45. Menginap Di Rumah Mami
46
Pengumuman
47
47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48
48. Effort Yang Sama Besar
49
Pengumuman
50
49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51
50. Janji Mengalahkan Nafsu
52
51. Meminta Restu
53
Pengumuman
54
53. Tak Mau Mati Muda
55
54. Menuju Wedding Impian
56
55. Wedding Impian
57
56. Cuti Sehari
58
57. Red Day
59
58. Merengut Kesal
60
59. Tak Sesuai Ucapan
61
60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62
61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63
62. Adonan
64
63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65
65. Baru Dimulai
66
Nanya
67
66. Di Luar Nalar
68
67. Dikira Sudan Selsai
69
68. MISSION COMPLETED
70
69. Makhluk Sempurna
71
70. Saingan Baru
72
71. Bersyukur dan Beruntung
73
New Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!