4. CV

Foto dan nama di CV itu sama seperti nama teman masa kecil Erzan. Perempuan yang begitu lembut dan perhatian terhadapnya. Hanya dia yang berani mendekati Erzan karena sedari kecil Erzan adalah kulkas berjalan.

"Apa itu Cyra?" gumamnya. Dan memorinya kembali berputar ke masa kecil di mana dia berusia lima tahun.

Seorang anak perempuan dengan rambut lurus menghampiri seorang anak laki-laki yang sedari tadi hanya duduk dengan memegang mainan superhero di tangan.

"Hai!"

Suara anak perempuan itu membuat anak lelaki yang bernama Erzan menoleh. Wajahnya sangat datar dan tanpa ekspresi. Sedangkan anak perempuan cantik menyapanya dengan senyuman yang sangat manis.

"Boleh aku duduk di sini?"

Tak ada jawaban apapun dari Erzan kecil. Tapi, anak perempuan itu sudah menarik kursi yang ada di samping Erzan dan mendudukinya. Sontak kedua alis Erzan pun beradu.

"Aku Cyra," ucapnya sambil menyunggingkan senyum yang masih sangat manis.

"Nama kamu siapa?"

Bukannya menjawab, Erzan kecil malah memalingkan wajah dan memainkan miniatur superhero miliknya. Bibir Cyra pun manyun seketika. Tatapannya masih tertuju pada Erzan yang ada di sampingnya.

"Kamu bisa bicara kan?" tanya Cyra.

Erzan tetap tak membuka suara. Cyra pun mulai kesal. Kedua tangannya kini menangkup wajah Erzan sampai anak pertama dari Restu Ranendra itu sangat terkejut. Ditatapnya wajah Erzan dengan sangat dalam oleh Cyra.

"Kamu gak bisu kan?" Cyra masih mencari jawaban.

Karena Erzan kecil tak mau menjawab. Cyra semakin keras menangkup wajah Erzan hingga wajah terlihat Erzan sangat lucu.

"Lepas!"

Akhirnya, Erzan pun membuka suara dan seketika senyum Cyra melengkung dengan begitu lebar. Tangkupan tangannya pun mulai dia lepaskan.

"Nah, gitu dong," ucap Cyra dengan begitu senang.

Di hari berikutnya, Cyra kembali duduk di meja Erzan. Tentunya dengan senyum khasnya.

"Hai, Erzan!"

Erzan melirik tajam ke arah Cyra dengan dahi yang mengkerut. Dia bingung dari mana Cyra tahu namanya.

"Aku tadi nanya ke Miss. Kata Miss nama kamu Erzan. Aku panggilnya Er aja, ya. Biar akrab."

Anak perempuan itu begitu mudah dekat dengan orang lain. Berbanding terbalik dengan Erzan yang sulit berbaur. Cyra tak lelah mendekati Erzan. Bahkan, dia meminta kepada Miss yang mengajar jikalau untuk duduk bersama Erzan. Awalnya Erzan risih, tapi dia harus terbiasa karena Cyra pun bukan tipe anak yang petakilan.

Di suatu hari, Erzan tak membawa bekal. Padahal, hari itu diwajibkan untuk membawa bekal. Cyra membuka kotak makannya, dia yang membawa sandwich dan buah segera membaginya kepada Erzan. Sontak Erzan menoleh.

"Buat kamu. Lain kali jangan lupa bawa bekal lagi, ya."

Erzan pun terdiam ketika Cyra melakukan itu kepadanya. Hal kecil, tapi membuat Erzan tersentuh. Matanya kini tertuju pada sandwich yang dipotong dan buah jeruk yang dibagi dua. Kembali dia melihat ke arah Cyra yang sudah memakan sandwich bagiannya.

"Erzan, apa kamu tak membawa bekal lagi?" tanya Miss.

"Bawa kok, Miss." Cyra-lah yang menjawab.

"Ini makanan yang dibawa Erzan," tunjuk Cyra pada sandwich yang tengah dia makan.

"Aku lupa gak bawa bekal dan Erzan membaginya kepadaku."

Erzan terkejut mendengar ucapan Cyra. Dan dia tak menyangka sang Miss malah memujinya.

"Anak baik," puji Miss sambil mengusap kepala Erzan.

Keesokan harinya ketika istirahat, Cyra yang baru meletakkan kotak bekal makanannya dikejutkan dengan adanya cokelat di atas meja. Dia menoleh ke arah Erzan yang juga memegang cokelat yang sama dengan yang ada di meja.

"Sebagai tanda terimakasih karena sudah membagi makanan," ucap Erzan tanpa melihat ke arah Cyra.

Cyra tersenyum mendengar kalimat panjang Erzan. Kini, dia sudah duduk menghadap Erzan. Menoel pundak Erzan agar menghadap ke arahnya. Ketika Erzan menoleh, Cyra sudah mengarahkan jari kelingkingnya. Dahi Erzan pun mengkerut tak mengerti.

"Boleh kan aku berteman sama kamu?"

Erzan terkejut mendengar ucapan Cyra. Dia menatap dalam wajah Cyra yang terus melengkungkan senyum.

"Mau kan?" Cyra sedikit memaksa.

Melihat Erzan yang tak menjawab apapun membuat Cyra sedikit kesal. Akhirnya, dia meraih tangan Erzan dan menautkan jari kelingkingnya pada kelingking Erzan. Memaksa, ya Cyra memaksa.

"Kita sekarang teman," ucap Cyra dengan begitu bahagia.

Tanpa Erzan sadari, senyum kecil pun terukir di wajahnya. Apalagi senyum Cyra yang begitu manis.

Meskipun Erzan bukan teman yang banyak bicara, tapi Erzan selalu melindungi Cyra. Setiap kali ada anak yang menjahili Cyra, Erzan yang akan melindungi Cyra. Bahkan, ketika Cyra menangis tangan Erzan-lah yang mengusap lembut air mata di wajah Cyra.

Sampai pada mereka berada di penghujung tahun pelajaran. Di mana masa sekolah taman kanak-kanak akan berakhir dan mereka akan bersekolah ke jenjang selanjutnya. Cyra menghampiri Erzan dengan wajah sendu.

"Er, aku akan ikut Mami dan Papi aku ke luar negeri. Aku gak bisa sekolah bareng kamu lagi."

Tak ada respon apa-apa dari Erzan. Dia hanya diam dengan sorot mata yang sulit diartikan. Melihat Erzan yang diam, Cyra segera menggenggam tangan Erzan.

"Aku ingin menikah dengan kamu ketika aku dewasa. Kamu mau kan menikah dengan aku." Tak Cyra sangka Erzan mengangguk dan seketika wajah Cyra sangat berbunga dan segera berhambur memeluk tubuh Erzan.

#off.

Hembusan napas kasar keluar dari mulut Erzan. Dia menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya sejenak. Memang sudah beberapa hari ini wajah teman masa kecilnya tiba-tiba hadir.

Pintu ruangan terbuka dan Jimmy masuk dengan membawa goody bag makanan.

"Makan dulu," titah Jimmy kepada sang bos.

"Bawa sini aja."

Jimmy berdecak kesal. Pasalnya dia sudah meletakkan makanan itu. di meja khusus menerima tamu.

"Silahkan, PAK BOS!"

"Hem."

Setiap hari kesabaran Jimmy terus diuji oleh Erzan. Dia hanya bisa menghela napas berat setiap kali sang bos bersikap menyebalkan. Jimmy melihat letak semua CV sudah berubah.

"Semua CV udah dicek?"

Erzan tak menjawab. Dia tangah mengunyah burger. Jimmy pun diam. Dia sangat tahu bagaimana watak Erzan jika diganggu jika tengah makan. Setelah Erzan selesai makan, barulah Jimmy membuka suara. Dia juga harus mencari waktu yang tepat supaya Erzan mau menjawab.

"Udah lu pilih kandidatnya?"

Jimmy menatap ke arah Erzan yang tengah memejamkan mata dengan tubuh bersandar di kursi kebesaran.

"Lu dengar gua gak, Zan?"

Erzan pun berdecak kesal. Dia mulai membuka mata dan melempar dua berkas ke hadapan Jimmy. Jimmy pun meraihnya dan melihat dengan seksama.

CV pertama sesuai dengan kriteria Jimmy juga. Cantik, lulusan sarjana dan banyak pengalaman. CV kedua membuat kedua alis Jimmy menukik tajam.

"Apa ini, Zan?"

Ya, Erzan memilih CV atas nama Aruna Cyra Sachikirani.

"Ini gak ada pengalaman bahkan--"

"That's my choice."

"Pilihan dalam apa? Lu lagi milih sekretaris apa jodoh?"

...*** BERSAMBUNG ***...

Biasakan komen ya kalau udah habis baca. Jangan ditinggal begitu aja.

Terpopuler

Comments

Yanti Yana

Yanti Yana

sekretaris plus jodoh😅

2025-01-15

0

Lies Atikah

Lies Atikah

kayany jodoh deh hahaha

2025-01-03

0

Medy Jmb

Medy Jmb

Otw jodohnya Njan ini

2024-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kapan Nikah?
2 2. Cinta Kedua
3 3. Sekretaris
4 4. CV
5 5. Interview Yang Terganggu
6 6. Aruna Cyra Sachikirani
7 7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8 8. Dua Kepribadian
9 9. Masih Tetap Sama
10 10. Memecahkan Teka-Teki
11 POV. Aruna
12 12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13 13. Tujuan Hidup
14 14. Tukang Ojek
15 15. Tidak Sreg
16 16. Makan Siang
17 17. Rencana Yang Gagal
18 18. Banyak Misteri
19 19. Melakukan Yang Terbaik
20 20. Hipnoterapi
21 21. Trauma Begitu Dalam
22 22. Kerjasama
23 23. Effort Begitu Besar
24 24. Hubungan Yang Halal
25 25. Berjalan Lancar
26 26. Singa Muda
27 27. Hadiah Besar
28 28. Kesal
29 29. Mulai Bertindak
30 30. Bekerjasama
31 31. Jelmaan Iblis
32 32. Melawan
33 33. Kekuatan dan Ketakutan
34 34. Rumah
35 35. Empat Lawan Satu
36 36. Meminta Bantuan
37 37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38 38. Rumah vs Tempat Singgah
39 39. Perempuan Gila
40 40. Akhir Penderitaan
41 41. ILY
42 42. Terlalu Antusias
43 43. Gantian Berjuang
44 44. Perjuangan Baru Dimulai
45 45. Menginap Di Rumah Mami
46 Pengumuman
47 47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48 48. Effort Yang Sama Besar
49 Pengumuman
50 49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51 50. Janji Mengalahkan Nafsu
52 51. Meminta Restu
53 Pengumuman
54 53. Tak Mau Mati Muda
55 54. Menuju Wedding Impian
56 55. Wedding Impian
57 56. Cuti Sehari
58 57. Red Day
59 58. Merengut Kesal
60 59. Tak Sesuai Ucapan
61 60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62 61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63 62. Adonan
64 63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65 65. Baru Dimulai
66 Nanya
67 66. Di Luar Nalar
68 67. Dikira Sudan Selsai
69 68. MISSION COMPLETED
70 69. Makhluk Sempurna
71 70. Saingan Baru
72 71. Bersyukur dan Beruntung
73 New Story
Episodes

Updated 73 Episodes

1
1. Kapan Nikah?
2
2. Cinta Kedua
3
3. Sekretaris
4
4. CV
5
5. Interview Yang Terganggu
6
6. Aruna Cyra Sachikirani
7
7. Aturan Yang Akan Dilanggar
8
8. Dua Kepribadian
9
9. Masih Tetap Sama
10
10. Memecahkan Teka-Teki
11
POV. Aruna
12
12. Tujuan Hidup Untuk Luka dan Trauma
13
13. Tujuan Hidup
14
14. Tukang Ojek
15
15. Tidak Sreg
16
16. Makan Siang
17
17. Rencana Yang Gagal
18
18. Banyak Misteri
19
19. Melakukan Yang Terbaik
20
20. Hipnoterapi
21
21. Trauma Begitu Dalam
22
22. Kerjasama
23
23. Effort Begitu Besar
24
24. Hubungan Yang Halal
25
25. Berjalan Lancar
26
26. Singa Muda
27
27. Hadiah Besar
28
28. Kesal
29
29. Mulai Bertindak
30
30. Bekerjasama
31
31. Jelmaan Iblis
32
32. Melawan
33
33. Kekuatan dan Ketakutan
34
34. Rumah
35
35. Empat Lawan Satu
36
36. Meminta Bantuan
37
37. Ayah Dari Tunangan Kamu
38
38. Rumah vs Tempat Singgah
39
39. Perempuan Gila
40
40. Akhir Penderitaan
41
41. ILY
42
42. Terlalu Antusias
43
43. Gantian Berjuang
44
44. Perjuangan Baru Dimulai
45
45. Menginap Di Rumah Mami
46
Pengumuman
47
47. Jika Cinta Tak Akan Mau Melihatnya Menderita
48
48. Effort Yang Sama Besar
49
Pengumuman
50
49. Di Balik Sakit Ada Bahagia
51
50. Janji Mengalahkan Nafsu
52
51. Meminta Restu
53
Pengumuman
54
53. Tak Mau Mati Muda
55
54. Menuju Wedding Impian
56
55. Wedding Impian
57
56. Cuti Sehari
58
57. Red Day
59
58. Merengut Kesal
60
59. Tak Sesuai Ucapan
61
60. Honeymoon Yang Harus Berakhir
62
61. Dingin Di Luar Hangat Di Dalam
63
62. Adonan
64
63. Pemberitahuan Untuk Keluarga Besar
65
65. Baru Dimulai
66
Nanya
67
66. Di Luar Nalar
68
67. Dikira Sudan Selsai
69
68. MISSION COMPLETED
70
69. Makhluk Sempurna
71
70. Saingan Baru
72
71. Bersyukur dan Beruntung
73
New Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!