Bab 10 pemberontakan kecil

Tengah malam Rey baru sampai dirumahnya dan langsung menidurkan Ara yang masih tertidur pulas di atas ranjang nya .

" Dingin?" ucap Rey dengan seulas senyum menarik selimut Ara keatas saat gadis itu bergerak kesana kemari seperti mencari kehangatan.

...........

Keesokan paginya.

" Wahhh, Papi ganteng banget mau kemana?" tanya Ara yang baru bangun itu duduk ditepi ranjang nya menatap Rey yang sudah siap dengan pakaian casual nya di pagi hari .

" Kerumah Papa , cepatlah bersiap Kamu bangun lama sekali " omel Rey menunjuk jam dinding .

" Kan hari Minggu jadi apa salahnya bangun jam 8 " jawab Ara dengan wajah polosnya.

" Mandi cepat jam 10 kita akan kerumah Papa ku " ucap Rey menatap Ara yang malah bengong .

" His masih lama pun " gerutu Ara berjalan lambat keruang ganti menjemput handuk .

" Cepat mandi Aku tunggu di ruang makan " ucap Rey lalu segera keluar kamar .

" Astaga mengapa kamu tidak langsung bersiap sih " omel Rey begitu Ara duduk disampingnya.

" Kan perginya jam 10 " jawab Ara singkat meneguk habis segelas susu disamping piring saji .

" Aku mau masak dulu " sambung Ara lagi yang membuat Rey menarik nafas panjang bahkan berhenti mengunyah sandwich nya .

" Mau masak apa lagi jangan banyak tingkah makan saja apa yang sudah ada " tegas Rey .

" Kan kita mau pergi kerumah Papa sama Mama " ucap Ara menatap Rey .

" Ya justru itu ngapain lagi kamu masak , makan saja ini " ucap Rey menunjuk hidangan di atas meja .

" Maksud ku memasak untuk dibawa kesana Papi " suara lesu Ara saat Rey tak kunjung mengerti.

" Tidak usah repot memasak nanti kita beli saja " jawab Rey santai .

" Hehhh, Dasar anak durhaka masa memasak sebentar untuk orang tua dibilang repot " tegur Ara dengan suara keras bahkan bernada marah mendengar penuturan Rey yang mengatakan repot.

" Tidak boleh bicara begitu orang tua Papi saja membesarkan Papi dari kecil sampai sekarang nggak pernah bilang repot " sambung Ara lagi yang membuat Rey meneguk Saliva mendengarnya.

" Astaga maksud ku dari pada kamu repot memasak mending kita beli lebih praktis" jelas Rey agar Ara tidak salah mengartikan.

" Papi orang tua itu kalau mau makanan tidak usah kita belikan sekalipun mereka mampu membelinya tapi kalau kita buatkan mereka akan merasa lebih diperhatikan dan juga senang " ucap Ara .

" Begitu saja tidak tau " gerutu Ara segera masuk ke dapur untuk memasak sambil memakan sepotong roti .

" Pantas orang tua ku tidak begitu menyukai Hazeera" batin Rey yang teringat akan Hazeera yang tidak mau repot bahkan saat berkunjung kerumah Rey dia sama sekali tidak berinisiatif membawa apa-apa.

" Orang tua Papi tidak alergi makanan kan?" tanya Ara yang berdiri didekat kulkas itu pada Rey yang masih duduk melamun dimeja makan .

" Ti, tidak ada " jawab Rey dengan pikiran bimbang nya menatap Ara yang sibuk memasak dibantu oleh seorang pelayan .

Drettt

Drettt

" Sayang uang ku sudah habis kenapa tidak kamu transfer" rengek Hazeera begitu Rey menjawab telfon .

" Sayang kamu mau kemana?" tanya Hazeera setelah memperhatikan Rey beberapa saat .

" Kerumah utama " jawab Rey singkat.

" Bersama gadis kecil itu?" tanya Hazeera yang diangguki Rey .

" Sayang kapan kita akan menikah jika begini ceritanya " ucap Hazeera dengan nada bicara yang berubah sendu .

" Ya makanya kamu berjuang buat dapetin restu Mama" ucap Rey memijit pelipisnya.

" Huftt Aku sudah berjuang selama ini dengan berbagai macam cara memang hati orang tua mu saja yang sekeras batu " Suara lesu Hazeera.

" bisa-bisa nya mereka tidak menyukaiku disaat puluhan Ibu antri untuk menjadikan Aku menantu " pernyataan valid Hazeera.

" Astaga lelucon macam apa itu " ledek Ara yang lewat kedekat Rey untuk mengambil ponselnya dan tidak sengaja mendengar obrolan Rey dengan pacarnya lewat panggilan vidio.

" Hehh gadis kecil sialan jangan kepedean Mama Rey tidak akan menyukai gadis tanpa bakat seperti mu " ucapan Hazeera begitu mendengar suara Ara .

" Aku tidak meminta Mama untuk menyukai ku seperti yang kau lakukan nenek sihir " tawa meledak Ara senang sekali membuat emosi pacar Rey .

" Iya memang harus begitu karena orang seperti mu tidak pantas meminta Mama Rey menyukai " ucap Hazeera dengan bahasa kasar .

" ya bagaimana lagi Mama itu suka Aku tanpa diminta " jawab Ara dengan senyum puasnya kembali kedapur saat emosi Hazeera seperti meledak-ledak itu dapat terdengar dari nada bicara nya .

" Sayang sudah " tegur Rey setelah beberapa saat melamun .

" Istri kamu itu yang mulai duluan " Hazeera semakin emosi saat Rey seolah membela Ara .

" Sudah tau dia masih kecil jadi jangan dilawan kamu kan wanita dewasa " ucap Rey karena yang namanya gadis kecil seperti Ara tidak akan mau kalah saat bicara pasti ada saja jawaban nya yang akan membuat orang emosi .

" ya tapi dia,"

" Sayang sudah " ucap Rey dengan tegas .

" Ihhhh " teriak Hazeera lalu menutup telfon secara sepihak .

" Alah nenek sihir sok ngambek segala nanti nggak di transfer merengek " ledek Ara dengan julid nya mengaduk masakan di teflon sambil sesekali menatap Rey yang masih duduk dimeja makan bermain ponsel .

20 menit kemudian.

" Pacarnya tidak dibujuk Pi?" tanya Ara dengan wajah polosnya menata makanan yang baru selesai dimasak nya kedalam rantang kecil di atas meja makan .

" Gara-gara kamu dia ngambek " jawab Rey menatap Ara yang tengah mengisi rantang kecil dengan masakan .

" Dia aja yang baperan " jawab Ara bodo amat .

" Ara mulai hari ini Aku tegaskan sama Kamu jangan pernah berbicara dengan pacarku jika itu tidak percakapan yang seharusnya " tegas Rey yang kadang merasa tidak nyaman sekali jika Ara sudah berdebat dengan Hazeera.

" Dih kenapa seolah-olah disini Aku sedang memperebutkan Papi dengan nenek sihir itu " kata Ara yang merasa tidak nyaman tiba-tiba.

" Lalu jika tidak memperebutkan perhatian Ku apa yang membuat kalian berdebat " pernyataan Rey yang merasa itu adalah alasan logis kenapa Hazeera tidak pernah Akur dengan Ara semenjak awal bertemu .

Walaupun tidak saling mencintai tapi Rey tau kalau Ara sebagai istri juga butuh perhatian nya.

"Aku menjalani pernikahan ini untuk memenuhi keinginan orang tua ku sama seperti yang Papi lakukan jadi jangan kegeeran kalau Aku berantem dengan pacar Papi itu semata-mata karena memang Aku suka melihat orang emosian" pernyataan Ara dengan wajah polosnya.

" Kalau masalah perhatian tidak dari Papi pun Aku mendapatkan perhatian yang utuh dari keluarga ku bahkan ada bodyguard yang memberikan perhatian mereka sebagai pelengkap " pernyataan Ara dengan transparan.

" jangan pernah berfikir Aku iri dengan hubungan kalian apalagi berniat menyingkirkan pacar Papi bahkan dengan status ku yang sebagai istri Sah saja Aku tidak pernah melarang kalian pacaran walaupun Aku punya hak " sambungan ucapan Ara membuat jantung Rey serasa copot mendengarnya nya .

" Karena pernikahan kita hanyalah pernikahan rahasia jadi jika suatu saat Aku ingin berpacaran Aku juga bisa sama seperti yang Papi lakukan sekarang" ucapan tajam dan menusuk itu keluar dari mulut Ara tanpa Rey punya jawaban sepatah katapun.

Terpopuler

Comments

jen

jen

bgus Thor ceritanya... suka.... cm klo mafia ada kan kekuasaan dan pembunuhan y

2025-03-23

0

nhenhe

nhenhe

jawaban yg luar biasa keren Ara
hahahahahahaha

2025-01-07

0

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

ku rasa Rey hanya di manfaatkan oleh hazena

2024-12-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!