Bab 17 ada Apa dengan Rey

Seminggu kemudian.

Rey yang baru selesai mengganti baju setelah pulang dari kantor menuruni tangga dengan cepat begitu mendengar suara keributan di pintu utama .

" Sayang mereka melarang Aku masuk " rengek Hazeera menatap puluhan bodyguard yang berdiri disepanjang pintu utama namun tidak membiarkan dia masuk berbeda dengan biasanya yang selalu disambut .

Rey berjalan menghampiri Hazeera kedepan pintu walaupun sempat menoleh pada seorang bodyguard yang memakai masker di tengah barisan bodyguard yang lain, Auranya terasa begitu mahal bahkan berbeda dari yang lain .

" Ada apa lagi ?" tanya Rey langsung menghindar saat Hazeera hendak memeluknya.

" Sayang, kenapa jadi kamu yang ngambek sih harusnya kan Aku" ucap Hazeera yang memang sengaja tidak menghubungi Rey agar dibujuk tapi sudah hampir seminggu jangankan membujuk Rey sama sekali tidak menelfon nya .

" Ohhh, iya tadi juga ada pihak kredit mobil datang ke apartemen katanya bulan ini belum dibayar , Apa kamu lupa membayarnya?" tanya Hazeera dengan manja akan memeluk Rey sekali lagi tapi pria itu terus menghindar .

" Hazeera Aku,"

" Papi " suara keras Ara yang sudah terdengar walaupun orangnya belum sampai .

" Baru sampai ?" tanya Rey begitu Ara yang berjalan menyeret tas sekolah itu bersalam padanya.

" Iya , ini untuk Papi" kata Ara mengeluarkan satu permen dari kantong seragamnya lalu memberikan pada Rey dan kembali berjalan masuk menyeret tas nya .

" Jangan menyeret tas , kebiasaan" ucap bodyguard yang memakai masker ini hingga semua orang yang ada disana sampai Rey pun ikut menoleh .

" Om Ex " teriak Ara kesenangan langsung memeluk pria itu dengan begitu senang sampai meronta-ronta.

" Om kapan pulang dari Australia" tanya Ara yang masih memeluk bodyguard itu penuh kerinduan.

" Om " Rengek Ara saat pria itu tidak membalas pelukannya dan menjauh dengan spontan.

" Kamu masih mengenali ku Nona " senyuman hangat pria itu melepas maskernya lalu mengelus kepala Ara yang sudah cemberut itu .

" Om pikir Aku amnesia" ucap Ara langsung memukul bodyguard itu dengan tas sekolah berulang kali .

" Jangan, nanti tas sekolah Nona robek Lo " ucap Bodyguard itu.

" hemmm mentang-mentang udah selesai militer dari Australia merasa kuat sekarang?" ledek Ara pada bodyguard kesayangan nya itu .

" Ya harus kuat kan mau jaga Tuan putri " pernyataan bodyguard itu yang begitu mengena di hati .

" Aaaa, " Ara kembali memeluk bodyguard yang sudah berulang kali mempertaruhkan nyawanya untuk Ara sejak Ara masih SMP.

" Ara Kamu apaan sih " ucap Rey benar-benar menarik Ara yang tengah memeluk bodyguard itu agar melepaskan.

" Papi kenalin ini bodyguard penjaga Aku " kata Ara dengan antusias sepertinya tidak peka dengan sikap Rey.

" Yang namanya bodyguard ya pasti untuk menjaga " ketus Rey menatap dengan sebal bodyguard yang baru datang hari ini , tapi sialnya sudah mencuri perhatian Ara .

Rey saja yang suaminya tidak pernah dipeluk Ara seperti itu !

" cepat mandi ke kamar" ucapan tegas Rey yang begitu mutlak tidak bisa dibantah.

" Om Aku mandi dulu nanti kita bicara lagi " ucap Ara dengan semangat berlari menaiki tangga.

" Om Ex bawain kesukaan Aku kan?" teriak Ara berhenti di seperempat tangga yang diangguki bodyguard itu.

" Ara mandi " teriak Rey begitu keras sampai menggelegar keseluruhan ruangan di rumah mewah tiga lantai itu .

" Iya Papi " patuh Ara berlari cepat .

" Sayang kamu kok cemburu sih " kesal Hazeera yang melihat kilatan cemburu dimata Rey .

" Bagaimana mungkin Aku tidak cemburu kalau istriku memeluk pria lain " tegas Rey menatap Ara yang berlari itu dengan tatapan dalam .

" Rey apakah kamu sadar apa yang barusan kamu ucapkan" ucap Hazeera sebagai seorang kekasih.

" Ya Aku sadar , mulai detik itu kita putus dan Aku tidak akan mengambil apa yang sudah Aku berikan padamu " ucap Rey sebagai seorang pria sejati .

" Rey, salah Aku apa?" ucap Hazeera yang tidak mengerti letak kesalahannya, padahal seminggu yang lalu Rey sibuk dengan pekerjaan nya sampai melupakan hari ulang Hazeera.

" Tidak ada yang salah , Aku saja yang bodoh mau dimanfaatkan oleh wanita seperti kamu " ucap Rey menunjuk tepat didepan mata Hazeera.

" Rey berterus terang Aku tidak paham " ucap Hazeera dengan suara bergetar .

" Aku sudah tau semua sekarang " Teriak Rey dengan begitu emosi sampai matanya memerah .

" Ja, jadi yang waktu itu kamu Rey ?" tanya Hazeera begitu teringat ada barang jatuh tiba-tiba ketika dia mengobrol dengan temannya dan hanya Rey yang tau pin apartemen nya .

" Rey Aku bisa menjelaskan nya" ucap Hazeera berusaha memegang tangan Rey tapi dia terlanjur pergi dan bodyguard Rey menghalangi bahkan mengusirnya.

Rey menaiki tangga dengan wajah datarnya namun begitu melihat permen yang masih dia genggam Rey membuka bungkusan permen itu dan memakan nya .

Wueeekkk

Rey yang benar-benar tidak tahan untuk membiarkan permen itu di dalam mulutnya langsung menuju kamar mandi yang kebetulan tidak dikunci Ara .

Wueeekkk

Wueeekkk.

" Papi kenapa?" tanya Ara mengelus punggung Rey yang muntah di wastafel.

" Permen apa yang kamu kasih pada ku?" tanya Rey menatap Ara yang masih mengelus punggung nya .

" Permen Asam " jawab Ara dengan tampang polos bahkan tak ada rasa bersalah .

" Tapi rasanya asam sekali Ara " ucap Rey yang sampai mual dibuatnya.

" Ohhh itu permen Asam nya cuma sebentar setelah itu manis sampai akhir " jelas Ara .

" mengapa tidak bilang Aku tidak tahan dengan rasa yang terlalu asam " jelas Rey membersihkan bibirnya dengan tisu .

" Maaf Papi Aku tidak tau " kata Ara menunduk .

Glukkk.

Begitu rasa mual itu hilang dan emosi dalam diri Rey meredup dia baru menyadari kalau Ara yang berdiri di sebelahnya hanya memakai handuk .

Mata Rey seperti terpaku menatap kulit Ara yang seputih susu dan terlihat begitu kenyal jika di emut .

" Papi pusing kok jadi melek " tanya Ara dengan polosnya meletakkan tangannya di kening Rey .

" Astaga " mata Rey semakin menatap detail begitu Ara mengangkat sebelah tangan nya hingga dadanya terekspos.

" Ti, tidak " ucap Rey dengan pikiran yang sudah liar sekali.

" Terus laper ?" tanya Ara lagi menatap Rey semakin detail saat memperhatikan ekspresi Rey seperti orang menahan sesuatu .

" Papi " ucap Ara berteriak saat Rey memeluknya tiba-tiba dan Ara pun baru tersadar kalau dia hanya memakai handuk .

" Ara diam sebentar" ucap Rey memeluk Ara dengan erat lalu perlahan Rey pun merasa tenang kembali .

" Mandilah Papi tunggu dimeja makan ya " ucap Rey bicara dengan nada tak bisa pada Ara lalu keluar kamar mandi.

" Ihhhh, ada apa dengan Papi galak itu kenapa dia menjadi aneh " ucap Ara mengangkat bahunya lalu menyalakan shower karena akan segera mandi .

" Ara " Rey kembali mengetuk pintu dan akan langsung membukanya hingga Ara yang sudah tidak memakai apa-apa itu berteriak kencang

Terpopuler

Comments

jen

jen

Ara polos, tp pingin kehebatan ara apa Thor

2025-03-24

0

🍁🅐🅝🅖🅔🅛🅐❣️

🍁🅐🅝🅖🅔🅛🅐❣️

ketawa terus di tiap bab ,😂😂😂😂

2024-12-18

2

ayudya

ayudya

😂😂😂 emg ada permen gitu lah, koq aku jd mau permen itu juga.

2024-09-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!