Bab 4 Wajah tanpa ekspresi

" Hanya dua piring saja?" tanya Rey menatap hidangan di atas meja .

" Iya , satu untuk kakak dan jangan habiskan punya Aku " tegas Ara yang akan pergi kekamar dulu untuk menyisir rambut dan ganti baju .

" Satu piring saja belum tentu enak " ucap Rey menatap tanpa ekspresi hidangan diatas meja .

Setelah menatap beberapa saat Rey memakan masakan Ara dengan penuh keraguan.

" Pandai juga Baby mafia itu memasak , Aku pikir hanya merengek saja yang dia bisa " ucap Rey mengunyah dengan penuh sensasi menikmati makanan yang sebelumnya sempat dia tolak karena ragu .

Rey pikir putri konglomerat seperti Ara tak akan pandai memasak karena hidup berkecukupan dan bergelimang harta selama ini .

" Aku ingin nambah , bagi sedikit " ucap Rey kini mengambil piring Ara dan makan dengan lahap .

" haaaa, nasi Aku " suara melengking Ara meronta-ronta karena Rey sudah menghabiskan makanan untuk nya padahal Ara sudah lapar sekali

" Ehhh, astaga " kaget Rey menatap nasi di piring yang hanya tinggal sesendok padahal tadi Rey berniat hanya meminta sedikit lagi nasi Ara .

" Sudah habis " senyum jahat Rey malah menghabiskan lagi nasi yang tinggal sedikit , benar-benar suka dengan rasa masakan gadis itu .

" Hiks, Daddy Aku lapar " Ara benar-benar menangis terisak seperti anak kecil yang di pukul orang lain sehingga membuat Rey kaget melihatnya.

" Hehhh, sudah besar masih saja menangis " ilfil Rey tak menyangka Ara akan menangis hanya karena Rey menghabiskan nasi .

" Hiks " semakin Rey memarahi semakin keras tangis Ara yang duduk di kursi meja makan itu .

" Benar-benar tidak ada dewasa nya gadis itu " kesal Rey memasuki dapur untuk mengambilkan Ara makanan karena sudah terlanjur memakan habis makanan milik gadis itu.

" mana makanan nya ?" tanya Rey heran pada pelayan nya karena tidak menemukan makanan yang tadi Ara masak .

" Nyonya hanya memasak 2 porsi saja Tuan " jawab pelayan itu menatap dengan ekspresi iba Ara yang memang belum makan apapun dari tadi sepertinya dia sedang lapar .

" Astaga " kata Rey menutup mata , ternyata bukan karena belum dewasa gadis itu menangis tapi karena memang sudah lapar namun Rey menghabiskan semua makanan yang dia masak .

" Lalu mengapa kalian tidak memasak makanan lain?" kata Rey menatap puluhan pelayan nya .

" Kata nyonya pagi ini dia ingin memakan masakan yang dia masak Tuan " jawab salah satu pelayan dengan kepala menunduk .

" Huftt, bagaimana ini ?" Rey bernafas kasar menatap jam di pergelangan tangan bergantian dengan Ara yang masih menangis di meja makan .

Sebenarnya Rey ingin memasak untuk Ara sebagai permintaan maaf nya tapi waktu tidak memungkinkan ini saja Rey sudah telat 20 menit .

" Ara maafkan Aku ya, kamu pesan makanan diluar aja " ucap Rey dengan pelan mengelus punggung Ara lalu mengeluarkan beberapa lembar uang lagi dari dompetnya.

" Enggak " kata Ara menatap Rey tajam , pria itu benar-benar jahat bahkan tidak punya belas kasihan memakan semuanya tanpa bersisa padahal tadi dia bilang tidak enak .

Bukan karena Rey menghabiskan semuanya Ara marah tapi ucapan jahat pria itu diawal yang membuat Ara tidak terima .

" Kamu boleh pergi ke restoran untuk makan tapi di dampingi bodyguard" ucap Rey terpaksa mengizinkan Ara ke restoran dari pada gadis itu ngambek dan menangis dalam waktu lama ,lagian Rey memang salah juga.

" Beneran" kata Ara dengan mata berbinar langsung merebut uang dari tangan Rey .

Akhirnya kata-kata yang ditunggu terdengar juga!

" Cuma ke restoran untuk makan , setelah itu datang kekantor dan jangan lupa pakai pakaian yang sewajarnya" ucap Rey yang diangguki Ara dengan patuh .

" Aku berangkat" ucap Rey .

" Okey , Daa kak Rey " kata Ara dengan cepat bersalam pada Rey lalu menaiki tangga dengan langkah cepat dan senyum ceria .

Ternyata menikah dengan Rey tidak lah begitu buruk bahkan Ara merasa lebih bahagia karena bisa keluar rumah walaupun tidak sepenuhnya bebas .

..........

Hampir jam 10 pagi Ara baru sampai di perusahaan Rey .

" Astaga Aku sudah sangat merindukan suasana keramaian" batin Ara berjalan santai dengan senyum lebarnya setelah hampir 1 bulan tidak keluar rumah kecuali sekolah karena dihukum oleh Daddynya.

Sebulan yang lalu Ara dengan nekat menipu bodyguard nya dan pergi ke club yang membuat amarah Daddy Ara meledak sampai menghukum dengan cara sedikit ekstrim serta menikahkan Ara .

" Selamat pagi Nyonya " sapa seluruh staff perusahaan berbaris rapi menyambut Ara yang datang dikawal ketat oleh bodyguard.

" Pa, pagi " kata Ara dengan gelagapan merasa kaget saat staff perusahaan Rey mengenali nya .

" Mari Saya antar keruang Presdir Nyonya" ucap seorang wanita dengan sopan .

" Tante kenapa semua orang mengenaliku?" tanya Ara pada wanita itu begitu mereka ada di dalam lift karena setau Ara tidak ada satupun pihak yang tau pernikahan rahasia Ara dan Rey .

" Tuan dan Nyonya besar yang memberikan pengumuman pada semua staff perusahaan yang diwajibkan mengenali istri Presiden direktur" jawab Wanita itu dengan sopan .

" mmmh. begitu " kata Ara tidak banyak tanya lagi .

" Ini ruangan nya Nyonya " ucap Wanita itu begitu mereka sampai di depan pintu .

" terimakasih, Ini untuk Tante " ucap Ara memberikan sekotak biskuit yang dia keluarkan dari paper bag yang dibawanya untuk wanita itu .

" Tapi ," belum sempat wanita itu melanjutkan ucapan nya Ara sudah masuk kedalam ruangan Rey tanpa mengetuk pintu .

" Sayang , Dia siapa ?" Ucap Hareeza yang merasa sedikit kesal dengan gadis yang masuk tanpa mengetuk pintu padahal mereka sedang bermesraan.

Rey terdiam menatap Ara yang masuk tanpa mengetuk pintu lalu duduk disofa tanpa melirik Rey yang duduk di kursi kerja dengan Hazeera yang berdiri di belakangnya.

Ara mengeluarkan semua makanan yang dia bawa dari paper bag lalu berbaring diatas sofa bermain ponsel sambil melahap Snack .

" Sayang apakah dia istrimu?" tanya Hazeera memeluk leher Rey yang duduk di kursi dari belakang .

" Iya " jawab Rey masih terpaku menatap Ara yang berbaring telentang dengan begitu santai tanpa berkomentar sedikitpun bahkan masuk tanpa ekspresi seolah-olah tidak ada Rey dan Hazeera didalam ruangan ini .

Muach

Kecupan Hazeera benar-benar terdengar nyaring sampai Ara yang tengah bermain game itu menoleh menatap mereka berdua .

" Ihhhh" jijik Ara lalu berbaring menghadap sandaran sofa .

" Sayang jangan begitu tidak sopan " larang Rey yang merasa tidak etis juga selain ada Ara yang anak dibawah umur mereka juga berada dilingkungan perusahaan.

" Sayang Dia memakai kemeja yang Aku belikan untukmu dengan gaji pertama ku " Hazeera meronta-ronta menatap logo kemeja yang Ara pakai , baru menyadari saat Ara berbaring membelakangi mereka .

" Tidak Sayang mana mungkin kemeja Aku muat ditubuhnya yang kecil " ucap Rey juga menatap punggung Ara yang memakai bawahan rok pendek dengan kemeja hitam yang masuk kedalam rok sehingga terlihat rapi.

Gadis itu mematuhi ucapan Rey dengan datang kekantor memakai pakaian yang sewajarnya.

" Ehhhh, tapi " melotot Rey saat Ara yang asik bermain game itu kembali berbaring telentang kemeja itu memang kebesaran dibadan nya .

Terpopuler

Comments

jen

jen

hahah lucu nih ara

2025-03-23

0

KIM TAMIE

KIM TAMIE

Puyeng khan elu Rey dengan tingkah polah bini kecil elu.
Gas terus Ra 🤭🤭

2024-12-18

1

🍁🅐🅝🅖🅔🅛🅐❣️

🍁🅐🅝🅖🅔🅛🅐❣️

Hhhh cakeppp araaaa

2024-12-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!